NovelToon NovelToon
Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Penyesalan Keluarga / Mengubah Takdir
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..

Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Jena tahu betul bahwa sebenarnya Keyla selalu berusaha mendekati Keisya, namun yang dilakukan gadis itu justru sebaliknya.

Ia memilih menjaga jarak dengan membangun tembok yang semakin hari semakin tinggi.

Keisya yang sedang memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper tiba-tiba menghentikan gerakannya ketika menyadari Jena terus menggeleng pelan.

Tatapannya dipenuhi kebingungan hingga akhirnya Jena menghela napas panjang sebelum berkata lirih.

"Apakah Nona benar-benar harus melakukan semuanya sampai sejauh ini?"

Keisya mengernyit, ia jelas tidak memahami maksud pertanyaan itu.

Jena kembali melanjutkan. "Maksud saya... Tuan Alex tidak mungkin membiarkan Nona pergi begitu saja dari keluarga Jordan."

Keisya hanya menatap pria itu beberapa detik sebelum mengembuskan napas pelan. Di dalam benaknya, ia benar-benar merasa ucapan Jena terdengar aneh.

'Aneh sekali.. bukankah ayah pasti setuju.. Kalau memang aku dianggap penting, mana mungkin mereka bisa pergi berlibur sambil meninggalkanku sendirian di rumah?'

'Di film Home Alone saja anaknya tertinggal karena tidak sengaja. Sedangkan aku? Aku memang ditinggalkan begitu saja.'

Sepertinya Kak Jena masih belum sadar kalau keberadaanku memang tidak sepenting itu di keluarga Jordan.

Keisya hanya tertawa kecil sambil menggeleng.

"Aduh, Kak... sebenarnya kakak sudah kerja sama Ayah berapa lama sih?" katanya sambil tersenyum tipis.

Ia membuat gerakan seperti menebas sesuatu di udara.

"Ayah itu kalau sudah merasa seseorang nggak penting, ya langsung diputus. Nggak bakal peduli lagi."

Setelah mengatakan itu, Keisya kembali melanjutkan kegiatan mengemas barang-barangnya. Ia melipat pakaian satu per satu dengan gerakan tenang, seolah pembicaraan tadi memang sudah selesai.

"Udah deh," gumamnya tanpa menoleh. "Daripada mikirin hal yang nggak perlu, mending bantuin Kae beres-beres."

Nada suaranya terdengar ringan, namun justru itulah yang membuat hati Jena semakin berat. Ia hanya mampu memandangi punggung Keisya dalam diam.

Di dalam hatinya, keyakinan itu sama sekali tidak berubah.

'Karena saya sangat mengenal Tuan Alex... justru itulah saya yakin beliau tidak akan membiarkan Nona pergi begitu saja.'

***

Sepertinya Ivan sudah sepenuhnya melupakan rasa bersalah yang dulu sempat ia rasakan pada Keisya. Terbukti saat baru saja tiba kembali dari vila keluarga, ia langsung memilih masuk ke kamar dan beristirahat.

Ia membaringkan punggungnya di atas kasur empuk yang nyaman, lalu asyik menatap layar ponsel yang memutar berbagai video secara acak. Sama sekali tak teringat lagi pada bingkisan hadiah yang sempat ia belikan untuk Keisya saat berlibur bersama Alden di vila kemarin.

Hingga pandangannya teralihkan saat pintu kamar perlahan terbuka dari luar. Sebenarnya Ivan adalah tipe yang sangat menjunjung kesopanan, ia tidak suka ada orang masuk tanpa mengetuk atau meminta izin. Namun kali ini, perasaannya berubah seketika begitu melihat siapa yang menyembulkan kepala dari balik pintu sambil mengintip ke dalam ruangan.

Senyum otomatis mengembang di wajah Ivan saat remaja perempuan itu melangkah masuk dan mendekat. Senyum lebar pun terukir sempurna di wajah cantik gadis itu.

Ivan segera bangkit dari posisi berbaring, duduk tegak di tepi kasur, lalu mengusap lembut ubun-ubun gadis berambut sebahu itu, Livia Aurelia Jordan.

"Kenapa, hm?" tanyanya dengan nada selembut kapas, menatap penuh kasih ke dalam sepasang mata indah yang menatap balik padanya.

Livia tersenyum malu-malu. "Kakak ngapain saja di kamar? Ayo turun, gabung sama yang lain," ajaknya dengan nada merayu, sambil menggenggam kedua tangan Ivan dan mengayunkannya pelan di udara.

Ivan terkekeh pelan, lalu segera berdiri menuruti kemauan gadis itu. Lagipula sebentar lagi memang waktu makan malam tiba.

Ia teringat besok adalah hari peresmian perusahaan milik Alden sekaligus acara perkenalan Keyla di hadapan pers. Karena itulah keluarga paman ayahnya yaitu Steven Deno Jordan memutuskan menginap di kediaman utama ini setelah liburan bersama di vila, begitu pula para sepupu lainnya. Suasana rumah yang biasanya sepi kini mendadak penuh dan riuh.

"Kamu ini ya, jangan gemes-gemes begitu. Nanti kak Jacob marah kalau adik kesayangannya di bawa-bawa," ucap Ivan pura-pura kesal, namun tangannya tetap mengusap kepala Livia dengan penuh sayang.

Livia hanya tertawa renyah. "Abang ih, rambutku jadi berantakan tahu!" katanya sambil memonyongkan bibir manja.

Tawa Ivan pun akhirnya pecah, disusul tawa Livia yang ikut meledak. "Kalau begitu, setelah acara besok selesai, kamu langsung tinggal di sini saja. Tidak usah pulang," tawar Ivan sambil menggandeng tangan Livia menuju pintu kamar.

Livia bersenandung riang menjawab, "Bujuk dulu Ka Jacob sama kak Ge ya! Kalau mereka sudah izin, baru Livia mau tinggal di sini." Ia kembali tertawa membayangkan wajah cemberut kedua kakaknya itu.

Mereka pun terus bercanda dan saling menyahut sambil berjalan menuju ruang makan.

"Wah, seru sekali kelihatannya," celetuk Jacob dengan nada sinis begitu melihat keduanya tiba di meja makan. Wajah sulung keluarga Steven itu tampak jelas tidak suka melihat kemesraan mereka.

Ivan hanya tertawa lepas mendengar sindiran sepupunya itu, lalu menyeringai menggoda sebelum duduk di kursi yang disiapkan baginya. Pertanda makan malam pun boleh dimulai, karena semua anggota keluarga sudah hadir di tempat masing-masing.

Di sudut meja, Keisya yang sedari tadi diam hanya memperhatikan suasana. Matanya menilik setiap orang yang hadir, mendengar denting sendok dan garpu beradu dengan gelas, diselingi canda tawa para anggota keluarga yang masih muda. Suasana itu tampak begitu menyenangkan, hangat, dan persis seperti gambaran keluarga bahagia yang utuh.

Kebisingan kecil itu tidak menjadi masalah bagi Alex, Steven, maupun istrinya. Selama kepala keluarga Jordan yang sesungguhnya belum hadir, mereka tidak akan menegur apa pun. Baginya, sopan santun baru benar-benar harus dijaga seketat mungkin jika sudah berhadapan dengan para tetua.

1
Ari Peny
semoga semua lihat kejahatan livia
Ari Peny
lagi thor 💪💪💪
ita aja
istrhat dlu kei
pasti lelah kmu
Ari Peny
😭😭😭😭
Dedi Dahlia
kesya bertahan jangan menyerah dulu jangan patah berjuang,semangat thorr
Sulati Cus
lanjut Thor walaupun bikin mewek gpp lah itung2 latihan
Rossy Annabelle
next /Sob/
MomRea
banyak bawang nya 🥲🥲
dome🌬️🌀🌀🌀
kak thorrrr.... aaaakkkhhhjj.... ngereog nih akuuuuuuuuuuuu😭😭😭😭
kok dikit amat siiihhhhh

satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr

semangattttttttttttt 💪💪💪💪
Pawon Ana
dari awal episode baca cerita ini, bikin menguras emosi, nyesek bnget ya si Keisya....😔
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah terlambat sudahhh, keysia sudah minum racun. mau marah sama pelayan juga kalian bersikap sama. pelayan hanya mengikuti perilakuan majikan nya lahh. sok perduli siapa yg berani memperlakukan kluarga Jordan dengan tidak hormat.. kau dan kalian pun sama. 😤😤😤
kesiannya keysia 😭😭
dome🌬️🌀🌀🌀
kspoookkkkk... menyesal kan, setelah apa yg sudah dialami keysia. baru pada perhatian dan mencari tahu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
sampai sebegitu nya ingin merubah arah hidupnya agar tak berakhir tragis keysia😭😭😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
aku
pergi aja keysha. lanjutkan rencanamu. sukses kan diri!!! go go keysha 😭😭
Ari Peny
lbh baik lanjut jaga jarak sha
Rossy Annabelle
biar istirahat dulu dah si Keisya/Frown/
Dedi Dahlia
menyesal tidak berguna,sekarang kesya sudah siap meniggalkan keluarga yang tidak pernah di anggap,kalu siuman nanti tinggalkan saja,kalau masih bertahan akan ada masalah apa lagi kalau ujungnya sakit dan sesak.
Pawon Ana
akhirnya pada tahukan kamar Keisya sudah kosong....biarin dah si Keisya tidurnya agak Lamaan...biar istirahat dulu dia😔
Ari Peny
😭😭😭
Dedi Dahlia
😭😭 nanggis lihat kesya menderita kapankah mendapat kebahagiaan lanjut thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!