NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Silvira, wanita berparas cantik yang ditinggal meninggal suaminya, ia memiliki putra kembar yang pintar namun selalu merindukan kasih sayang ayahnya.

Silvira tak sengaja bertemu mantan kekasihnya waktu kuliah dulu. Namun sang mantan sudah berkeluarga, dia sebenarnya sangat menginginkan mantan kekasihnya itu kembali, namun keinginan itu ditepis jauh-jauh setelah mengenal istrinya, dan dia mendapat hidayah untuk belajar agama lebih baik menjadi wanita sholiha agar mendapat pasangan yang sholih pula.

Siapakah lelaki yang memikat hatinya? Bahagiakah kehidupannya selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Hari itu hari Senin, Azam dan Silvira sudah mulai bekerja, dan anak-anak bersekolah. Pagi itu Silvira menyiapkan sarapan dan bekal untuk Azam. Walau merasa kerepotan karena hari itu hari pertama melayani Azam yang akan bekerja, namun dia sangat bahagia karena menyiapkan semua itu untuk orang yang dicintainya karena Allah.

Meskipun baru empat hari mereka menikah, namun mereka sudah saling mengerti satu sama lain.

"Umma, kami berangkat dulu ya," ucap si kembar dari ruang tamu. Silvi masih sibuk di dapur.

"Iya, iya tunggu sebentar," ucap Silvi sambil mengemas kotak bekal Azam ke dalam tas berlapis aluminium agar tetap hangat di dalamnya. Lalu berlari menuju suami dan anak-anaknya.

"Ini susu coklat untuk Abang Fahri dan Kakak Farhan, ini bekal makan siang untuk Abati, dan ini infused water nya, juga buat Abati," ucap Silvira sambil membagikan bekal kepada orang-orang kesayangannya.

"Iya Ummi, jazaakillahu khayran," ucap si kembar sambil mencium punggung tangan Silvira.

"Waiyyakum, yang pinter ya," sahut Silvi. Kemudian dia mencium punggung tangan Azam.

"Aku tinggal dulu ya sayang, oh iya nanti waktunya Mas servis mobil, nanti biar diambil orang bengkel ke kantor, tapi kalau sore ini belum selesai, Mas minta tolong kamu jemput Mas ke kantor ya," ucap Azam.

"Baik Mas," ucap Silvi. Azam mengecup kening Silvira.

"Fii amanillaah (Semoga Allah melindungimu)," ucap Silvira.

"Aamiin," jawab Azam dan si kembar, mereka bertiga segera masuk mobil dan berangkat ke sekolah si kembar.

Silvira menutup pintu pagar, dan kembali ke dapur. Membersihkan dapur kemudian menjemur pakaian yang telah dicucinya tadi.

Setelah itu dia masuk ke kamarnya, dia berbaring sebentar karena merasa sedikit capek. Kemudian dia membersihkan diri dan bersiap ke klinik.

Sesampainya di klinik kecantikan miliknya, pegawainya nyaris tidak mengenalinya karena pertama kalinya dia ke klinik memakai niqab.

Dia segera mengadakan evaluasi kinerja karyawannya, untuk mengetahui siapa yang pantas menjadi kepala cabang di setiap cabangnya.

🍱🍱🍱🍱

Adzan Dhuhur berkumandang, Azam segera menutup laptopnya dan pergi ke Masjid kantor bersama Ammar untuk sholat Dhuhur berjamaah.

Selepas sholat, mereka membuka bekal makan siang di pantry. Azam dan Ammar membuka bekal makan siang mereka masing-masing.

"Cie ada yang bawain bekal sekarang," ucap Ammar menggoda Azam.

"Hehehe iyalah bini sholihah in syaa Allah," ucap Azam sambil menyantap nasi merah dan tumisan ayam yang dibawakan Silvira untuknya.

"Alhamdulillah, gimana Silvi Bro? Hubungan kalian baik kan?" tanya Ammar.

"Iya, alhamdulillah, sampai sekarang walau kami masih dalam masa saling mengenal tapi semua berjalan baik, masing-masing sadar tentang hak dan kewajibannya, dan kalau semua dilakukan karena Allah dan hanya mengharap ridho Allah aku rasa semua akan berjalan baik," jawab Azam.

"Alhamdulillah, aku senang mendengarnya, aku sempat khawatir, karena aku yang mengenalkan dan menjodohkan kalian, tapi di sisi lain aku merasa yakin juga kalian akan bahagia, kalian berdua orang baik, maa saya Allah," ucap Ammar.

Selesai makan siang mereka hendak kembali ke ruangan.

" Pak Azam ada tamu," ucap Mas cleaning service.

"Siapa?" tanya Azam.

"Dulu sepertinya pernah ke sini Pak, tapi saya lupa tanya namanya,"

"Laki-laki apa perempuan?" tanya Azam lagi.

"Perempuan Pak, dua orang, ibu dan anak sepertinya,"

"Baiklah, saya segera ke sana,"

"Bro, kamu ke ruangan duluan ya, aku lihat dulu siapa yang nyari," pamit Azam kepada Ammar.

Ammar mengangguk, dan Azam segera pergi ke ruang tamu dimana kedua perempuan tadi menunggunya.

Sesampainya di sana Azam tercekat melihat siapa mereka.

"Ka..Karin.." ucapnya terbata melihat salah satu perempuan itu, yang berusaha dia lupakan. Iya dia adalah Karin mantan istrinya yang telah mengoyak hatinya karena telah berselingkuh di belakangnya. Namun penampilannya sangat berbeda dengan ketika masih menjadi istrinya dulu, dia tidak memakai jilbabnya lagi. Dan Karin datang bersama ibunya. Azam masih bertanya-tanya apa maksud kedatangan mereka.

"Ada apa ini?" tanya Azam kemudian.

"Mas," ucap Karin sambil mendekati Azam hendak meraih tangannya. Namun sontak Azam mundur selangkah menghindar.

"Maaf Karin, kita bukan mahram lagi, duduklah, Mama silahkan duduk," ucap Azam. Kemudian Karin dan ibunya duduk di sofa yang ada di ruang itu. Azam juga segera duduk.

"Jadi ada apa ini?" tanya Azam lagi.

"Begini Nak Azam, Mama dan Karin kemari ingin meminta maaf kepadamu dan juga keluargamu atas kekhilafan Karin dulu," ucap ibunya Karin.

Azam terdiam sejenak, dia melihat Karin menitikkan air matanya.

"Sudah Ma, saya dan keluarga, sudah memaafkan Karin bahkan sebelum kami resmi bercerai, saya anggap saya gagal melindungi rumah tangga kami, walaupun sebenarnya sudah dengan sekuat tenaga saya jaga, saya maafkan kesalahannya, saya mau membuka lembaran baru dan melupakan kesalahannya itu, namun Karin sendiri yang bersikukuh untuk bercerai dengan saya," kata Azam.

"Jadi Mas maafin aku?" tanya Karin. Azam mengangguk.

"Aku sangat menyesal, Mas mau rujuk kembali denganku?" tanya Karin.

"Lho, bukannya kamu sudah menikah dengannya dan tinggal di luar negeri?" tanya Azam yang masih bingung.

Kemudian Karin menceritakan apa yang dialaminya di luar negeri bersama bule bernama Albert yang dia nikahi. Demi bule itu, Karin tega meninggalkan Azam dengan dalih pernikahannya dengan Azam tidak menghasilkan keturunan. Awalnya Karin dan Albert bahagia dan pindah ke luar negeri, namun lambat laun perangai buruk Albert mulai nampak, Albert mabuk hampir setiap malam, dan ketika mabuk dia menghajar Karin hingga lebam-lebam di tubuhnya. Karin juga menyingkap lengan bajunya dan memperlihatkan kepada Azam memar kebiruan di lengannya, bekas sabetan ikat pinggang Albert.

Azam terenyuh mendengar cerita Karin, hatinya ikut terluka melihat memar-memar itu, bagaimanapun wanita itu pernah dia cintai, dan mereka pernah hidup bersama sebagai pasangan suami istri selama lima tahun.

"Kamu tidak lapor polisi?" tanya Azam.

"Di negeri orang, aku tidak punya kenalan atau kerabat yang aku mintai bantuan, bisa kabur ke sini saja aku sudah beruntung Mas," ucap Karin.

"Oh," hanya itu yang keluar dari bibir Azam.

"Jadi kita rujuk yuk Mas, aku sadar, kamu yang terbaik untukku, selama lima tahun kita menikah, kamu gak pernah sekalipun berkata kasar kepadaku, kamu orang baik Mas, kembalilah denganku," ucap Karin meminta rujuk kepada Azam lagi.

"Aku juga sedih ikut prihatin mendengar ceritamu tadi, namun kita tidak bisa rujuk kembali, aku telah menikah dan aku sangat mencintai istriku," ucap Azam.

Karin dan ibunya sangat terkejut mendengar ucapan Azam.

"Mas, bukannya baru enam bulan kita bercerai, bagaimana Mas sudah menikah dengan wanita yang Mas cintai, Mas juga selingkuh dariku?" tanya Karin dengan emosi.

1
Cis Siu
bAgus banget
Citra Julinar
💜💜💜
Rita Piliang
musiknya terlalu dominan dr pada audio pembacanya
Nina Hani Anissa
Luar biasa
Inchess qopsie
perasaan kecelakaan mulu deh🙏😊
Lia Fitria
Semoga Azam sepat sembuh & tidak amnesia
Lia Fitria
Beruntung ya Silvira punya adek ipar yang ju"r
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
udah mampir n baca 👍👍👍💪💪💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
alhamdulillah... semua dikasih kemudahan dan rezeki berlimpah banyak keturunan..❤❤❤
wa fiiki baarokalloh ukhti Shakeena..
Nurhayati
next.....next.....
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
hamidunkah silvira?
Siti Fathonah
lanjuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrrrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Syifa Syifa
ko jarang up nya
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
seneng liat rasa persaudaraan mereka... maa Syaa Allah
Nurhayati
lanjut
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
good job silvira👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!