Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Dimas pulang dari kantornya, ia bergegas masuk ke dalam rumah untuk memastikan kedua anaknya itu tidak kenapa-napa.
"Suamiku! Kamu sudah pulang?" ucap Lu Xie.
"Minggir"! Dimas melewati Lu Xie begitu saja. Lu Xie berdecak kesal.
"Ibu, dimana Yang Yang dan Devin? Apa dia baik-baik saja" tanya Dimas Khawatir.
"Dimas! Duduk dulu. Kamu ini kenapa? Yang Yang dan Devin ada di kamarnya, mereka baik-baik saja" ucap Nenek Sari.
"Syukurlah kalau begitu!" Dimas menghela nafas lega.
"Memangnya ada apa?" tanya Nenek Sari bingung.
Dimas menjelaskan kejadian yang dialami Devin dan Yang Yang selama perjalanan pulang. Nenek Sari yang mendengar itu pun langsung kaget. Dia tidak terima kalau ada yang ingin berbuat jahat bahkan sampai mencelakai kedua cucunya itu.
"Dimas, ibu mau kamu menyelidiki kejadian ini. Ibu tidak mau kalau sampai ada orang yang mencelakai cucu kesayanganku" ucap Nenek Sari.
"Asisten Yin, selidiki sampai tuntas siapa yang berniat mencelakai Devin dan Yang Yang!" perintah Dimas.
"Baik Tuan, akan saya lakukan" ucap Asisten Yin.
Lu Xie dan Zhuzhu yang mendengar itu pun sangat khawatir. Mereka sangat takut, jangan sampai rencana busuknya itu ketahuan. Bisa-bisa mereka bakalan di usir dari keluarga Pratama.
"Ibu, aku naik dulu mau melihat Devin dan Yang Yang" ucap Dimas meninggalkan Nenek Sari yang sedang duduk di ruang tamu bersama Lu Xie dan Zhuzhu.
Tok tok..
"Yang Yang?"
Pintu dibuka. Yang duduk di meja belajar sambil baca buku tua bersampul kulit. Sementara Devin lagi duduk di sofa sedang melukis.
Begitu lihat Dimas, dua-duanya langsung berdiri.
"Ayah!" seru Devin.
Dimas menarik mereka berdua ke pelukannya erat banget. "Maafkan Ayah... Ayah telat. Ayah janji gak akan biarin ini kejadian lagi."
Yang Yang menepuk punggung Ayah pelan. "Kami baik-baik saja Ayah. Berkat pengawal dan... insting."
Dimas melepaskan pelukan dan menatap wajah Yang Yang. "Insting? Maksudmu?"
Yang Yang melirik Devin. Devin mengangguk kecil.
"Soal mimpiku, Ayah." kata Yang Yang pelan. "Di dalam mimpi Yang Yang, Yang Yang melihat Aku dan Kakak mengalami kecelakaan. Makanya aku meminta Ayah menyuruh pengawal mengantar kami pulang".
Lu Xie dan Zhuzhu yang dari bawah akhirnya ikut naik. Dia bersedekap di depan pintu. "Oh jadi sekarang kalian percaya omongan anak kecil? Dimas, jangan gila. Mana mungkin mimpi itu bisa jadi nyata".
Dimas menoleh tajam ke Lu Xie. "Kamu diem. Siapa yang menyuruh kalian kesini? Kalau kalian tidak ada urus, keluar dari sini"
"Ayah, kenapa Ayah pilih kasih, aku juga anak Ayah" ketus Zhuzhu.
Dimas hanya diam saja, "Keluar!!" ucapnya tegas.
Lu Xie dan Zhuzhu pun berdecak kesal dan keluar dari kamar Yang Yang.
"Kalian berdua sekarang aman, Ayah sudah menyuruh asisten Yin menyelidiki kejadian tadi" ucap Dimas.
"Ayah tidak usah Khawatir, aku dan kakak baik-baik saja" ucap Yang Yang. Dimas kembali memeluk kedua anaknya itu.
"Oiya, besok Ayah akan mengajak kalian Jalan-jalan!" ucap Dimas.
"Wah, kemana ayah?" tanya Devin antusias.
"Besok, Ayah mau mengajak kalian ikut ke acara lelang batu giok. Kalian bisa melihat-lihat disana" ucap Dimas.
"Asik!!! Pasti bakalan seruh banget. Tapi bisa kah Yang Yang ikut menawar juga Ayah?" Tanya Yang Yang bersemangat.
"Tentu, kalian berdua boleh ikut menawar" ucap Dimas yang selalu memanjakan kedua anaknya itu.
Dimas melirik lukisan Devin. "Devin, kamu sudah melukis lagi?" tanya Dimas, ia heran melihat putranya. Sejak dia sakit, dia tidak pernah laki merilis karya-karyanya.
"Iya Ayah, aku sudah membuat beberapa lukisan, dan sudah ada beberapa yang terjual" ucap Devin.
"Betul Ayah, Lukisan kakak semuanya dibeli dengar harga yang mahal" sambung Yang Yang memuji hasil karya kakaknya itu.
"Wah, Lalu bagaimana dengan bisnis mu Yang Yang?" Dimas bertanya tentang perkembangan bisnis produk pengobatan yang dibuat oleh putrinya.
"Sekarang aku percayakan kepada paman Arya, Ayah. Dia yang mengurus bisnis itu. Setiap bulan pendapatannya selalu meningkat" ucap Yang Yang.
"Ayah, adikku ini sangat hebat. Masih kecil tapi dia sangat jenius. Dia bintang keberuntungan di keluarga kita" lanjut Devin.
Dimas yang mendengar itu pun tersenyum bahagia. "Tang Bao, andai kamu ada disini kamu pasti bahagia melihat putra putri kita. Mereka tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas. Mereka berdua harta berharga keluarga Pratama. Terutama Yang Yang! Kamu sudah mendidiknya dengan sangat baik. dia tumbuh menjadi anak yang mandiri dan sangat jenius. Andai aku tidak melakukan kesalahan di malam itu, mungkin kamu masih ada disini bersama ku, bersama dengan Devin dan Yang Yang anak kita. Seandainya waktu bisa di putar kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Tang Bao asal kamu tahu, aku tidak pernah sama sekali mencintai Lu Xie, dia hanya menjebak ku. Aku akan selalu menjaga kesucianku untukmu Tang Bao. Aku sangat berharap di kehidupan berikutnya, kita bisa dipertemukan lagi" batin Dimas.
"Ayah, Ayah kenapa kok melamun?" tanya Yang Yang.
"Tidak, ayah hanya bangga sama kalian berdua. Anak-anak ayah sudah bisa mandiri. Tapi, ayah kadang heran dengan adik kalian Zhuzhu, dia berbeda banget sama kalian" ucap Dimas mengernyitkan keningnya.
"Mungkin dia ikut Bibi Lu, makanya dia beda dari kita, Ayah!" ucap Devin. Dimas mengusap lembut kepala anaknya itu.
"Benar! Hanya Zhuzhu saja yang berbeda di keluarga Pratama" batin yang Yang semakin curiga.
Sementara di kamar Lu Xie sedang berusaha menenangkan Zhuzhu yang dari tadi menangis.
"Ibu, Ayah tidak menyayangi Zhuzhu lagi. Kenapa semua orang di rumah ini menyukai Yang Yang? Tidak ada yang sayang sama Zhuzhu. Aku benci anak kampung itu!" ketus Zhuzhu di selah tangisannya.
Lu Xie memeluk putrinya, raut wajahnya menunjukkan amarah yang berusaha ia tahan.
"Lihat saja, hidup anak kampung itu tidak akan bisa tenang selama aku masih hidup" ucap Lu Xie kesal.
"Aku akan melakukan segalah cara, agar bisa menyingkirkan mu Yang Yang" Batin Lu Xie.
"Zhuzhu, ibu sudah meminta bantuan dari Paman mu. Dia akan membuat perusahaan Pratama hancur. Dengan begitu dendam kita akan terbalaskan" ucap Lu Xie dengan senyum licik di wajahnya.
"Besok akan ada acara lelang batu giok, pasti Ayah mu akan datang dan paman Zhu mu juga akan hadir di acara lelang itu" Lanjut Lu Xie lagi.
"Ibu, kenapa kita tidak ikut saja?" tanya Zhuzhu.
"Tidak perlu, kita di rumah saja menunggu kabar baik dari paman Zhu mu itu. Lihat saja, di pelalangan nanti kalian tidak akan mendapatkan untung. Perusahaan Pratama tidak akan dapat bagian" jelas Lu Xie yang lagi-lagi menunjukkan senyum liciknya itu.
***
lanjut up lagi thor