NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Yang Sama

​Suasana restoran terbuka di resort itu terasa sangat syahdu. Angin malam yang sejuk berembus pelan, ditemani cahaya lampu-lampu gantung yang estetik. Setelah puas menyantap makan malamnya, Vano yang kelelahan akhirnya tertidur pulas di atas sofa panjang restoran dengan berbantalkan jaket milik Trian.

​Kini, hanya tersisa Anita dan Trian yang duduk berhadapan, ditemani dua cangkir teh hangat yang masih mengepulkan asap tipis.

​"Vano pules banget ya, Nit. Kelihatan capek banget abis lari-larian tadi," ucap Trian membuka obrolan, menatap Vano dengan senyuman tipis.

​Anita ikut menoleh ke arah anaknya, lalu tersenyum sendu.

"Iya, Trian. Makasih banyak ya, kamu udah mau repot-repot nemenin dia main. Jujur, Vano tuh jarang banget dapet momen kayak gini dari... papanya."

​Trian menyesap tehnya perlahan, lalu menatap Anita lekat-lekat.

"Gue seneng kok, nggak repot sama sekali. Tapi... kalau boleh jujur, aura kamu malam ini kelihatan lagi tertekan banget, Nit. Kayak ada beban gede yang lagi disembunyiin."

​Anita tertegun. Dia menunduk, mengaduk tehnya dengan sendok kecil.

"Kelihatan banget ya? Padahal gue udah coba buat pasang muka se-efektif mungkin."

​Trian terkekeh pelan, mencoba mencairkan suasana.

"Gue lumayan peka kalau soal ginian. Soalnya... gue juga pernah ada di posisi lo. Memendam luka sendirian itu nggak enak, Nit."

​Anita mendongak, penasaran.

"Maksud lo?"

​Trian mengembuskan napas panjang, tatapannya mendadak berubah sendu menerawang masa lalu.

"Banyak orang lihat gue sukses, punya segalanya. Tapi mereka nggak tahu kalau gue ini produk gagal dalam urusan asmara. Dua tahun lalu, gue dikhianati secara brutal sama calon tunangan gue, Kimberly."

​"Diselingkuhin?" tanya Anita agak kaget.

​"Iya. Tepat sebulan sebelum acara lamaran resmi kita, gue mergokin dia lagi check-in di hotel sama sahabat gue sendiri. Hancur banget, Nit. Sejak saat itu, gue ngerasa kayak mati rasa. Susah banget buat buka hati atau percaya lagi sama perempuan. Makanya sampai sekarang gue mutusin buat sendiri dulu," curhat Trian blak-blakan.

​Mendengar cerita Trian, benteng pertahanan di hati Anita perlahan runtuh. Ada rasa senasib yang membuat dadanya mendadak sesak. Air mata yang sejak tadi pagi dia tahan di depan Vano, kini mulai menggenang di sudut matanya.

​"Ternyata... luka kita mirip ya," bisik Anita, suaranya mulai bergetar.

"Gue ke resort ini sebenarnya juga buat pelarian. Suami gue, Randy... dia selingkuh di belakang gue."

​Trian mengernyitkan dahi, matanya memancarkan rasa geram yang spontan.

"Hah? Serius lo? Cowok modelan gimana yang tega nyelingkuhin istri seanggun lo, Nit?"

​"Tega. Malah tadi pagi dia baru aja ngebentak Vano sampai anak itu tantrum, cuma demi cari alasan biar bisa liburan ke Bali bareng selingkuhannya," ucap Anita tersenyum kecut, setitik air mata akhirnya lolos membasahi pipinya.

"Dan yang paling bikin hati gue sakit, perempuan itu adalah Valeria. Sahabat masa kecil gue sendiri yang udah gue bantu ekonominya, tapi malah nusuk gue dari belakang."

​Mendengar nama 'Valeria', jantung Trian mendadak mencelos.

“Valeria? Nggak mungkin kan...” batin Trian tak tenang.

​"Nit, bentar... Valeria?" tanya Trian memastikan, suaranya mendadak tegang.

​"Iya, Valeria. Sini, gue tunjukin foto mukanya biar lo tahu seberapa tulusnya gue dulu temenan sama dia, tapi dibalas pakai racun," ujar Anita sambil membuka ponselnya, lalu menggeser layar untuk menunjukkan foto berdua dirinya bersama Valeria.

"Ini orangnya."

​Begitu Trian melihat layar ponsel Anita, matanya langsung melebar sempurna. Dia benar-benar mematung di tempatnya dengan napas yang tertahan.

​Wajah di foto itu... tidak salah lagi. Itu adalah perempuan yang tempo hari dia selamatkan dari amukan brutal Melati di gang sepi! Perempuan yang juga sempat mencoba menggoda dan meminta nomor WhatsApp-nya malam itu.

​"Trian? Lo kenapa? Kok muka lo langsung pucat gitu?" tanya Anita bingung melihat perubahan ekspresi Trian yang mendadak syok berat.

​Trian mengepalkan tangannya di bawah meja, rasa bersalah dan amarah bercampur aduk di dalam dadanya.

"Nit... astaga. Gue... gue bener-bener minta maaf."

​"Minta maaf buat apa?" Anita makin tidak mengerti.

​"Perempuan di foto ini... Valeria," ucap Trian dengan nada suara yang bergetar menahan emosi.

"Dia adalah perempuan yang dua malam lalu... nggak sengaja gue tolongin di jalan pas dia lagi diserang fisik sama cewek galak, kalau gak salah namanya Melati."

​Deg!

​Gantian Anita yang sekarang terbelalak, menutup mulutnya dengan kedua tangan karena tidak percaya dengan kebetulan yang begitu mengerikan ini.

​Anita menarik napas dalam-dalam, mencoba mencerna fakta mengejutkan yang baru saja diucapkan Trian. Bukannya panik atau histeris, ekspresi wajah Anita justru perlahan berubah menjadi sangat tenang dan dingin, seolah sedang menyusun taktik di dalam kepalanya.

​"Dunia sempit banget ya, Trian," ucap Anita dengan senyum tipis yang sarat akan kepahitan.

"Tapi lo nggak perlu minta maaf. Lo kan nggak tahu apa-apa waktu itu."

​"Tapi tetep aja, Nit, gue ngerasa bersalah karena udah nolongin orang yang salah," sahut Trian, menatap Anita dengan pandangan khawatir.

"Terus sekarang rencana lo apa? Lo mau langsung labrak mereka berdua setelah pulang dari sini?"

​Anita menggelengkan kepalanya perlahan, jemarinya mengetuk-ngetuk pinggiran cangkir teh.

"Enggak. Terlalu cepet kalau gue ngamuk-ngamuk sekarang. Sampai detik ini, di depan Mas Randy dan Valeria, gue masih akting pura-pura nggak tahu apa-apa. Gue malah makin manja ke Mas Randy."

​Trian menaikkan sebelah alisnya, tertarik.

"Taktik reverse psychology? Supaya mereka lengah?"

​"Lebih dari itu," desis Anita, matanya berkilat penuh tekad.

"Gue lagi proses melahap habis semua aset dan kekayaan Mas Randy. Tadi siang gue baru aja minta naik limit kartu kredit dan jatah bulanan sampai lima puluh persen. Semua aset properti yang atas nama dia, pelan-pelan lagi gue balik nama lewat bantuan orang hukum tepercaya gue. Gue mau bikin si ular Valeria itu gigit jari karena nggak kebagian jatah sepeser pun."

​Mendengar penjelasan Anita, Trian tertegun. Ada rasa kagum yang luar biasa membuncah di dadanya melihat kecerdasan dan kekuatan mental wanita di depannya ini.

​"Gue dukung lo seratus persen, Nit. Kalau lo butuh bantuan hukum atau koneksi buat melacak aset-aset dia yang disembunyiin, bilang ke gue. Gue bakal bantu kerahkan tim gue," tegas Trian tanpa ragu.

Dia lalu terdiam sejenak, menatap lekat mata jernih Anita sebelum melontarkan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal di hatinya.

"Tapi, Nit... setelah semua asetnya lo kuasai, apa suatu saat lo bakal pisah sama dia?"

​"Iya," jawab Anita cepat dan mantap, tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.

"Nggak ada tempat buat pengkhianat di hidup gue dan Vano. Tapi cerai pun ada seninya, Trian. Gue nggak mau pisah dalam keadaan terluka atau rugi. Sekarang, gue cuma pengen fokus kasih Mas Randy dan Valeria pelajaran dengan cara yang cantik. Biar mereka ngerasa terbang tinggi dulu di atas penderitaan gue, sebelum akhirnya gue hempaskan ke tanah sampai sehancur-hancurnya."

​Trian tersenyum menawan, lesung pipitnya kembali menyembul. Rasa protektif di dalam dirinya kini terkunci sepenuhnya untuk Anita.

"Gaya yang elegan. Gue suka cara main lo, Nit. Dan gue pastikan, gue bakal ada di garda terdepan buat mastiin rencana cantik lo itu berhasil total."

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!