NovelToon NovelToon
Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mamah AllRey..

Ivona Carminda, tokoh dalam dunia nyata, begitu bangun menyadari dirinya masuk ke dalam sebuah novel dan berada dalam tubuh figuran wanita yang punya nama sama dengannya. Dia sebenarnya adalah nona muda asli keluarga Iswara, tapi dia dibesarkan di panti asuhan karena tertukar sewaktu bayi, introvert, autis, tapi sangat mengharapkan keluarga. Dia ditemukan dan dibawa kembali ke keluarga Iswara pada usia 17 tahun, awalnya dia mengira akan memiliki kasih sayang 3 orang kakak laki-laki. Tetapi ketiga kakaknya malah bersikap cuek padanya, mereka hanya menyukai Vaya Carminda yang merupakan nona muda palsu yang tumbuh besar di keluarga Iswara karena tertukar.

Bagaimana kelanjutannya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 Istri?

Nenek itu menggumam dan tanpa berkedip melihat ke arah Alexander. Dengan gayanya, Alexander yang memang benar-benar tampan tersenyum kebingungan sambil melihat Ivona  dan nenek itu.

"Nek.., dengarkan Ivona dulu nek. Dia bukan....," belum sampai selesai Ivona meneruskan kalimatnya, ekspresi nenek menjadi tidak menyenangkan.

"Untuk apa kamu dari tadi berusaha menipuku? Wajah anak kecil ini dengan laki-laki ini sedemikian miripnya, bahkan tampak persis, kamu masih berusaha menyangkalnya." nenek itu cemberut dan tiba-tiba marah pada Ivona.

Melihat nenek itu menjadi marah, Ivona seketika bingung mau bicara apa. Tidak ada yang berani berbicara saat itu. Alexander mengangkat alisnya dan melirik kedua orang itu bergantian dengan perlahan. Dia berusaha memahami ada hal apa yang terjadi di antara mereka, kemudian dia ingat jika tujuannya kemari adalah mencari Evan.

"Ada apa ini, Evan kenapa kamu bisa berada disini?"

Tuan Muda kecil atau Evan hanya menundukkan kepala, tidak berani memandang wajah kakaknya, apalagi untuk berbicara. Untuk menenangkan Evan, Ivona menggeser duduknya lebih mendekati Tuan Muda Kecil itu, kemudian merangkulnya.

"Sini nak, tidak baik suami istri terpisah. Ayo duduklah disamping istrimu, kasihan dari tadi dia tampak bingung mencarimu!"

Alexander mengernyitkan alis dan bertanya balik, kemudian melihat ke arah nenek dan Ivona.

"Istri?" Alexander berbicara lirih dengan nada terakhirnya membuat hati bergetar.

Tiba-tiba pria itu terdiam berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Akhirnya dia tersenyum smirk sambil memandang Ivona, dan menyimpulkan sendiri, kejadian apa yang baru saja terjadi di depannya.

Ivona menjadi salah tingkah, kemudian segera melihat nenek itu. Ivona mencoba untuk tersenyum sambil berkata.

"Nek, ini salah paham. Nenek tidak boleh hanya menyimpulkan begitu. Pria ini bukan suami Ivona nek, ini semua adalah kesalah pahaman."

"Dari tadi kamu itu bicara muter-muter, jangan membuat orang tua ini tambah bingung."

"Ayo nak, duduklah disamping istrimu. Biar kalian terlihat rukun, kasihan masa istrimu kamu biarkan menjaga anak ini sendirian."

Evan kemudian menggeser tempat duduknya, dan tanpa berkata apapun, Alexander langsung duduk di samping Ivona. Sedangkan Ivona akhirnya diam, dia merasa serba salah karena sudah mencoba membuat drama itu. Dia juga tidak mengira, jika pria dingin dan elegan itu akan tiba-tiba muncul di cafe itu. Dan tidak ada yang dapat menduga, tiba-tiba Alexander berkata.

"Sayang, kenapa tidak bilang kalau mau ke cafe ini? Papi sampai muter-muter mencari mami dan anak kita?" dengan senyum manis yang memabukkan setiap hati wanita, Alexander memainkan rambut Ivona. Ivona sangat jengkel dengan perlakuan pria itu, tetapi dia harus melanjutkan drama di hadapan nenek tersebut.

"Kalian ini benar-benar pasangan yang sangat serasi. Anak kalian mewarisi ketampanan dari papinya, dan nenek yakin, jika nanti istrimu ini melahirkan anak perempuan, pasti juga akan terlihat sangat cantik. Dia pasti akan secantik mamanya." nenek itu berbicara pada Alexander.

"Iya nek, doakan kami ya nek. Agar pernikahan kami dan putra kami selalu mendapatkan berkah dari Tuhan, dan kami bisa langgeng sampai maut memisahkan kita." Alexander berbicara sambil mencium rambut Ivona.

Ivona menggeser duduknya lebih merapat ke arah Tuan Muda kecil, tetapi Allexander tanpa permisi langsung menahannya dengan meletakkan tangannya di pinggang Ivona. Tangan Ivona langsung turun berusaha mencubit tangan Alexander agar menarik tangannya kembali, tetapi laki-laki itu tidak bergeming.

"Ya sudahlah, karena gadis ini sudah memiliki suami dan anak, nenek tidak jadi membawanya untuk aku kenalkan pada cucuku. Nenek pergi dulu ya, dan kalian berdua harus selalu rukun ya." nenek itu langsung berdiri. Melihat nenek berdiri, Ivona ikut berdiri, dan akan mengantarkannya keluar cafe.

"Tidak perlu kalian mengantar aku keluar, nikmatilah makan malam kalian. Aku bisa sendiri."

"Baik nek, hati-hati di jalan ya. Salam ya untuk cucu nenek." kata Alexander sambil tersenyum.

Ivona langsung melepaskan tangan pria itu yang masih berada di pinggangnya, sambil menyusun alasan apa yang akan dia sampaikan padanya karena tanpa ijin telah membawa Evan kesitu.

************************************************

"Kak Alex..., Evan tidak mau pergi sama kakak. Kakak nakal, tidak pernah sayang pada Evan." anak laki-laki kecil itu dengan erat memeluk Ivona.

"Jangan buat masalah disini Evan, ayo kita pulang. Apa kamu tidak tahu bagaimana kakak kebingungan mencari kamu?" Alexander berusaha menarik tangan Evan dari pelukan Ivona.

"Tidak mau, tidak mau pulang. Evan maunya pulang dengan kakak ini, dia lebih menyayangi Evan daripada kak Alex."

"Adik.., pulang dulu ya dengan kak Alex. Kapan-kapan jika kita ketemu lagi, kita bisa main bareng bersama dengan Max. Bagaimana kabar Max?" Ivona berusaha ikut membujuk anak laki-laki kecil itu, tetapi Evan tetap keukeuh mau pulang jika bersama dengan Ivona.

"Evan maunya pulang dengan kakak, tidak mau pulang dengan kak Alex."

"Rico..., sini!" teriak Alexander memanggil asistennya, tang sampai melihat para pengunjung cafe melihat ke arah mereka.

"Iya Tuan, siap." Rico langsung masuk cafe, kemudian tanpa permisi langsung menggendong Evan. Rico langsung membawa Evan pergi keluar dari cafe tersebut, dengan Evan yang menjerit sambil memukuli punggung Rico.

Ivona juga merasa kurang baik karena membawa anak orang ke cafe tanpa izin, kemudian Ivona mencoba menenangkan Alexander.

"Jangan salahkan adikmu. Aku yang membawa Evan kemari. Maaf" Ivona minta maaf pada Alexander.

"Maaf sudah merepotkanmu. Aku tadi juga tidak dapat menghindar ketika nenek itu memaksaku unutk mebawanya berkenalan dengan cucunya. Untung saja aku melihat Evan yang sedang berdiri sendirian di depan cafe." tambahnya lagi.

Alexander tidak menanggapi apa yang dibicarakan Ivona. Dia memandang ke mata Ivona, dan dia sama sekali tidak menggubris topik ini.

"Gadis ini terlihat patuh, dengan mata yang indah. Mata ini seperti mata bayi yang tak berdosa." Alexander diam dan berpikir sendiri tentang Ivona.

"Tapi aku yakin, gadis ini sebenarnya bukanlah orang baik-baik. Aku akan mengerjai dia."

Tatapan mata Alex sepenuhnya tertuju pada Ivona, dan matanya beruabah menjadi agresif. Tiba-tiba Alex tersenyum manis, kemudian mengambil nafas panjang dan menghembuskannya. Dengan mata berbinar, Alex menjadi lembut dan menggoda.

"Tadi kamu diam-diam mencari keuntungan dari kakak ya?"

"Apa maksudmu, jangan gede rasa ya? Kan tadi aku sudah cerita, aku tidak sengaja melakukan ini, semua terjadi karena nenek itu yang mengira kita ini pasangan suami istri." Ivona mencoba meluruskan kesalah pahaman. Tetapi dengan senyum smirk, Alex malah semakin mendekat padanya.

"Apa kamu bilang, kamu ingin kita menjadi suami istri?"

"What???? Oh my God..., help me please." seru Ivona sambil memukul keningnya sendiri dengan telapak tangannya.

Bahkan Ivona sendiri tak habis pikir, kenapa malam ini dia bisa bertemu lagi dengan laki-laki ini. Dia baru saja datang ke dunia novel ini 2 hari, tapi kenapa selalu bertemu pria ini di manapun?

"Cinta pandangan pertama sama kakak? Yah, bagaimana lagi, karena memang wajah kakak sangatlah tampan."

Pria itu sengaja menggodanya, sambil memegang dagu Ivona.

***********************************************

1
hiilemonie
🥰
Retno Isma
agak susah dicerna alurnya ya
chacha
Luar biasa
Ariez Setiawan
19 thun..mash sma. autorny goblok ini
Ariez Setiawan
autornya agak mabok pas nukis kykny..bnyak yg membingungkan
Bunda Fariz
Lumayan
Shenaylin..😌😌
🤭🤭
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
bagus 🥰
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
uhuu🤭
Bee
Luar biasa
SweetiePancake
jadi 2 mcnya 😁👍
Shinta Dewiana
biar tua tetap hot
Shinta Dewiana
mau gmn lg...carminda juga berhak bahagia...
Shinta Dewiana
heredang haredang....🤣🤣🤣
Shinta Dewiana
ada saja yg penting happy...
Shinta Dewiana
aldo langsung semangat 45....😅😅😅
Shinta Dewiana
ya...ya...ya...
Shinta Dewiana
hus..malas pula bahasa si kakek dr perempuan yg tidak jelas asal usul..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!