Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Pagi ini di kediaman nya Arini dan Berry, kedua nya sedang sarapan bersama. Hari ini Arini berniat untuk pergi ke rumah orang tua nya, dia ingin melihat sejauh apa perkembangan persiapan pernikahan antara Rayan dan Andin.
"Mas, aku pengen beli mobil baru. Aku mau kalau anter Fatan pake motor terus!" Arini berkata pada suami nya.
"Iya, nanti mas akan usahakan!" Jawab Berry sambil menyuap sarapan ke dalam mulut nya.
Arini senang sekali mendengar nya, selama ini Berry selalu mengusahakan apa yang dia ingin kan. Tidak perduli bagai mana cara nya, setiap hari dia berbelanja menghabiskan banyak uang demi gengsi nya.
"Jangan terlalu lama mas, aku mau sama orang tua yang lain nya. Mereka semua menggunakan mobil untuk mengantarkan anak nya ke sekolah!" Kembali Arini berkata.
"Iya sayang, ya udah deh mas berangkat ke kantor dulu!" Berry bergegas bangun dari tempat duduk nya.
Berry bergegas pergi ke kantor, di sepanjang perjalanan dia memikirkan cara untuk mendapatkan uang. Berry ingin memenuhi permintaan istri nya, sejak awal dia begitu memanjakan wanita itu.
Berry selalu menuruti permintaan Arini, sehingga kini dia pusing sendiri. Selama ini Berry sudah sering melakukan kecurangan, sudah banyak uang kantor yang masuk ke kantong nya demi menyenangkan istri nya. Dia merasa aman - aman saja, sebab sejauh ini dia belum pernah ketahuan.
"Dari mana aku bisa mendapatkan uang nya? Untuk membeli mobil itu butuh uang besar, tidak bisa dengan uang remeh!" Berry memijit pelipis nya sendiri.
Berry tiba di kantor nya, dia punya jabatan yang cukup penting di kantor ini. Dia bisa masuk ke sini berkat Melati yang merekomendasikan nya, sebelum dia dan Rayan menikah dulu.
Perusahaan ini milik orang tua nya Rista, dan sekarang di tangani oleh Alvian. Tapi akhir - akhir ini Alvian sering pergi keluar kota, untuk mengurus beberapa cabang yang ada di sana. Sehingga urusan kantor di sini di serahkan pada orang kepercayaan nya, hal itu membuat Berry lebih leluasa meraup uang kantor demi kepentingan pribadi nya.
"Pak Berry, bapak di minta ke ruangan pak Andi sekarang!" Tiba - tiba salah satu bawahan Berry memberi tahu nya.
"Baik lah, saya akan segera ke sana!" Jawab Berry.
Berry tidak menunda waktu lagi, dia segera keuangan pak Andi. Pak Andi adalah orang kepercayaan Alvian, selama bekerja di sini Berru hanya beberpa kali bertemu Alvian. Bisa di bilang, Alvian selalu berada di balik layar.
Tok, tok, tok.
Berry mengetuk pintu ruangan pak Andi.
"Masuk!" Terdengar suara pak Andi dari dalam.
Berry segera masuk ke dalam ruangan pak Andi, saat ini pak Andi sedang fokus pada laptop di depan nya.
"Bapak memanggil saya?" Tanya Berry sopan.
"Iya pak Berry, sebab ada hal penting yang mau saya bicarakan sama bapak!" Pak Andi menghentikan sejenak aktifitas nya.
"Masalah apa pak?" Tanya Berry yang mulai deg - degan.
Berry mulai gugup, dia takut kecurangan nya selama ini di ketahui oleh atasan nya.
"Pak Berry, saat ini saya sedang sibuk dengan proyek baru kita. Dari itu saya meminta pak Berry datang kemari, saya ingin meminta pak Berry mengurusi proyek kita yanh ada di kota B!" Pak Andi berkata pada Berry.
"Oh, saya kira ada apa!" Berry menarik nafas lega karena dia di panggil bukan karena masalah Mark up harga itu.
"Ini berkas proyek nya, silahkan pak Berry pelajari berkas nya!" Pak Andi menyerahkan sebuah map pada Berry.
Berry menerima map itu dengan senyum mengembang di sudut bibir nya, dengan menghandle proyek ini maka dia bisa mendapatkan uang besar.
"Pak Andy, saya siap menerima proyek ini!" Ujar Berry dengan senang hati.
"Baiklah, silahkan pak Berry bawa berkas nya dan pelajari semua nya!" Pak Andi berkata pada Berry.
"Terima kasih pak!" Berry pun pergi dari ruangan itu sambil tersenyum bahagia.
Berry kembali ke ruangan nya, senyum bahagia menghiasi sudut bibir nya.
"Proyek ini bisa menghasilkan uang besar, aku bisa melakukan sesuatu agar bisa mendapatkan uang besar!" Guman Berry sambil tersenyum bahagia.
Sementara itu di dalam ruangan nya, Pak Andi langsung menghubungi Alvian melalui sambungan telepon.
"Hallo pak Alvian, tikus sudah masuk perangkap. Tinggal menunggu dia memakan umpan nya saja!" Pak Andi memberi tahu Alvian.
"Bagus, terus awasi dia. sudah cukup selama ini dia menguras uang perusahaan, kali ini pastikan dia membayar semua nya!" Ujar Alvian dari seberang sana.
"Baik pak!" Jawab pak Andi lagi.
Sambungan telepon pun di matikan, Alvian tersenyum puas. Selama ini dia hanya diam setiap kali Berry melakukan kecurangan, semua itu karena dia memikirkan adik nya. Dia menganggap bahwa Berry adalah ipar nya Melati, jadi dia tidak mau membuat Melati serba salah.
"Berry, kali ini akan ku pastikan kau membayar semua yang sudah kau ambil dari ku. Begitu pula dengan kau Rayan, kalian semua harus membayar mahal perbuatan kalian pada adik ku!" Guman Alvian sambil mengepal kan tangan nya.
*******
Hari ini Melati sudah kembali ke kantor, 5 tahun sudah dia meninggalkan tempat ini demi mengabdi pada Rayan dan keluarga nya. Tapi balasan nya adalah hinaan dan pengkhianatan, Melati akan membalas semua nya dengan setimpal.
"Bagai mana ruangan mu? Apakah kau suka?" Tanya pak Hutama yang tiba - tiba masuk ke ruangan Melati.
"Aku suka banget Yah, terima kasih!" Ucap Melati sambil berdiri dari kursi nya.
"Selanjut nya bagai mana? Apakah kau ingin segera bertindak?" Tanya Pak Hutama pada putri nya.
"Nanti saja Yah, biarkan mas Rayan dan Andin menikah dulu. Biarkan mereka menikmati saat - saat terakhir kebahagiaan mereka, setelah itu aku akan membuat mereka jatuh dan tidak bisa bangkit lagi!" Jawab Melati sambil memamerkan senyum manis nya.
"Terserah kamu saja, Ayah mendukung mu nak!" Pak Hutama menepuk pundak putri nya.
"Iya yah, bukan kah kita adalah pemilik saham di perusahaan nya mas Rayan. Saham kita di sana sebesar 70 persen, aku akan menarik semua nya setelah anak yang di banggakan nya lahir ke dunia ini. Semua itu akan menjadi hadiah kelahiran anak nya!" Ucap Melati lagi.
"Iya nak, Ayah dengar Alvian pun sudah menyiapkan hadiah untuk keluarga itu juga!" Ujar Pak Hutam lagi.
"Iya Yah, akan ku pastikan mereka akan terpuruk dan tidak akan bisa bangun lagi!" Jawab Melati.
Melati sengaja diam dan membiarkan Rayan menikah dengan Andin, dia ingin memberikan kesempatan terakhir pada mereka. Sebelum semua nya benar - bebar hancur, Melati memastikan mereka akan menyesal seumur hidup mereka.
terus sehat dan semangat 😍💪