NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:271.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XV

Aku terpaku pada waktu

Usia yang labil

Perasaan yang menjadi peka

Dan cemburu yang tiba-tiba ada

Aku tidak tahu apa

Tapi semua terasa nyata

Ada rasa suka, tapi juga dilema

Antara bahagia dan juga ketakutan yang ada

*****

Bel masuk sekolah sudah berbunyi sedari beberapa menit yang lalu. Anak-anak juga sudah masuk kelas masing-masing. Pintu gerbang depan sekolah sudah di tutup dari lima menit sebelum bel berbunyi. Sangat disiplin waktu. Karena dari hal sepele masalah waktulah kadang semuanya menjadi tidak disiplin dan teratur.

Di kelas Anna yang sedang kosong dan hanya membuat tugas terlihat berbeda. Biasanya akan jadi rame, tapi ini aneh karena terlihat sepi. Entah karena apa, tapi ini tidak seperti hari-hari biasanya.

Dinda sedari tadi juga hanya diam tanpa peduli celotehan teman-teman se_geng_nya. Dia terlihat melamun dan tidak mau menjawab apapun saat ada salah satu dari temannya yang bertanya.

"Din, napa sih kamu?" tanya teman Dinda yang biasanya ikut mengekor kemana pun Dinda berada.

"Iya nih, lagi sariawan ya neng? atau lagi puasa ngomong?" tanya yang lain dengan maksud bercanda. Tapi Dinda tetap tidak bergeming dan hanya melihat ke arah temannya tadi tanpa ada niat untuk menjawab dan menjelaskan tentang diamnya.

Alan yang sedang mengambil tugas di kantor guru sudah kembali. Dia langsung membagikan kertas tugas yang dibawanya. Setelah sampai di dekat tempat duduk Dinda dia mendengar perkataan teman-temannya. Alan sedikit aneh juga melihat tingkah adik sepupunya tersebut.

"Napa kamu Din?" tanya Alan sembari memberikan kertas tugas di atas meja Dinda.

"Gak papa" jawab Dinda datar tanpa melihat ke arah Alan. Tentu saja ini membuat Alan semakin penasaran dengan tingkah Dinda yang tidak biasa. Tapi Alan tidak mau bertanya lebih lanjut lagi. Dia meneruskan kegiatannya untuk membagikan lembar tugas.

"An, Dinda kenapa ya?" tanya Alan begitu sampai di tempat Anna. Dia meletakkan lembar tugas juga di atas meja Anna.

"Terima kasih" kata Anna saat menerima lembar tugas tersebut. Tapi Anna tidak menjawab pertanyaan dari Alan tentang perubahan sikap Dinda yang terasa aneh.

"Kamu tahu kenapa Dinda jadi aneh begitu?" tanya Alan sekali lagi saat kegiatannya membagi tugas selesai.

Anna menoleh dan mendapati Alan yang duduk dengan menarik kursinya sendiri mendekati Anna. "Tidak tahu. Cuma tadi pas masuk kelas dia bicara tentang Larry atau pa gitu." Anna mengingat-ingat tentang apa yang tadi dia dengar dengan tidak sengaja.

"Maksudnya?" tanya Alan bingung. Dia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Anna soal perkataan Dinda soal Larry.

"Mungkin dia menyindirku. Soalnya kemaren dulu waktu di tanya soal Larry aku bilang tidak kenal. Tiba-tiba tadi Larry menegurku pas lewat depan kelasnya bareng Inne. Di situ secara gak sengaja ada Dinda juga yang lewat mau ke kelas." Anna menjelaskan tentang apa yang sedang dia pikirkan saat ini soal perubahan sikap Dinda.

"Maksudnya dia cemburu karena Larry menegurmu?" kata Alan memperjelas dengan membuat kesimpulan tentang penjelasan Anna tadi. Anna mengangguk ragu karena dia sendiri tidak tahu apa-apa.

"Haduh... tu anak, salah orang. Harusnya aku yang cemburu!" kata Alan dengan menekan kata yang terakhir. Anna melihat Alan dengan mimik bingung yang memang dia tidak tahu.

"Maksudnya apa Lan?" tanya Anna agar lebih jelas lagi dengan perkataan Alan barusan.

"Gak papa" jawab Alan cepat dan berdiri membawa kursinya untuk kembali ke tempatnya semula. Wajah Alan yang tadi pun sudah berubah menjadi masam. Anna jadi merasa lebih aneh lagi dengan perubahan sikap dan wajah Alan sekarang ini.

"Kenapa sih semua jadi aneh begini?" guman Anna seorang diri. Tapi akhirnya dia terlihat mengangkat kedua bahunya dan mulai mengerjakan lembar tugas yang tadi dibagikan oleh Alan.

*****

Jam istirahat sekolah baru saja berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar kelas menuju kantin ataupun tempat dimana bisa menikmati bekal makanan dengan nyaman.

Anna masih duduk diam di tempatnya, menunggu Anne datang menjemput dirinya untuk bersama-sama ke kantin. Dilihatnya Alan juga masih diam dan belum beranjak dari tempat duduknya.

"Kamu mau bareng kita ke kantin Lan?" tanya Anna menawarkan. Alan hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan dari Anna.

Tak lama Anne muncul bareng Larry. Alan semakin terlihat masam wajahnya. Sedangkan Dinda yang hampir saja keluar dari kelas mundur untuk melihat Larry lebih jelas.

"Hai bro...aku ikut bareng kalian ya ke kantin?" sapa Larry pada Alan yang masih diam di tempatnya duduk. Dinda melihat dengan memicingkan mata saat Alan tidak juga beranjak dari tempat duduknya seperti biasanya.

Larry mendekati ke tempat Alan duduk. Menunggu jawaban dari Alan. "Kalau aku menganggu gak jadi ikut. Aku balik kelas lagi," kata Larry peka dengan sikap Alan yang berbeda.

Anne menunggu mereka di tempat duduk Anna. Dia tersenyum saat Larry peka juga dengan hal kecil seperti ini.

"Baiklah, ayok!" Akhirnya Alan beranjak juga dari tempat duduknya. Dia melangkah menuju tempat Anna dan tersenyum pada Anne.

"Gak usah aneh-aneh deh Al!" kata Anne ambigu. Larry yang ada dibelakang mereka tersenyum simpul, sedangkan Anna melihat dengan tatapan bingung ke arah Anne. Dinda yang tadi kembali duduk akhirnya ikut berdiri dan melangkah ke arah kantin. Namun saat mau melewati mereka semua Anna menegurnya. "Din, bareng kita saja kekantinnya!" Anna menawarkan pada Dinda. Tapi Dinda hanya tersenyum kecut kemudian berlalu terlebih dahulu.

"Itu sepupu kamu bro?" tanya Larry pada Alan. Dia seperti pernah melihatnya sebelum ini.

"Iya, yang dulu pernah ketemu di makam" jawab Alan mengingatkan Larry saat pertemuan mereka di pemakaman umum Tanah Kusir.

Larry mengangguk mengerti, sedangankan Anne serta Anna melihat keduanya dengan wajah penuh dengan tanda tanya.

"Di makam? siapa yang meninggal?" Akhirnya Anne bertanya juga pada Alan. Dia menjadi ingin tahu siapa yang mereka kunjungi di makam tersebut.

"Mama Dinda sudah meninggal lama. Kemarin itu dia minta diantar buat ziarah. Eh, di makam ketemu Larry yang juga sedang berkunjung untuk ziarah ke makam adiknya." Alan menjelaskan tentang pertemuan mereka saat di pemakaman.

"Adik kamu sudah meninggal?" tanya Anne pada Larry yang diam saja saat Alan bercerita.

"Ya, adik kembar aku meninggal setelah dua hari kelahiran kami. Padahal menurut cerita mama juga papa, dia sehat-sehat saja. Bahkan lebih sehat dibanding dengan aku waktu lahir" jawab Larry dengan wajah sendu.

"Maaf" kata Anne karena merasa bersalah dengan pertanyaanya yang mengingatkan Larry pada kejadian yang tidak mengenakkan.

"Tapi mama tidak percaya jika bayi yang meninggal itu adik kembar aku. Menurut mama postur tubuhnya berbeda dengan adikku saat lahir." Larry kembali menjelaskan tentang sikap mamanya yang dulu.

"Bahkan sampai sekarang mama masih mencari perawat yang pertama kali membantu kelahiran mama di rumah sakit. Sebab sejak adik kembar aku dinyatakan meninggal, perawat itu sudah tidak pernah muncul lagi untuk bekerja." Cerita Larry berakhir saat mereka sampai di kantin sekolah.

Anne semakin tertarik dengan semua cerita Larry tentang adik kembarnya yang sudah meninggal dulu. Sedangkan Alan dan juga Anna hanya mengangguk-anggukan kepalanya menangapi cerita Larry.

Dari tempat duduk yang tidak terlalu ramai, Dinda sudah duduk dan melihat mereka berempat yang baru saja datang dengan tatapan mata yang tidak suka.

***Selamat beraktifitas semuanya 😘😍😍✌️

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!