NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Darah Naga Melawan Darah Iblis

Pagi di Puncak Embun selalu datang dengan cara yang paling indah.

Sinar matahari pagi yang pertama menembus kabut salju tebal dan memantulkan cahaya warna pelangi di atas lapisan salju abadi yang putih bersih. Uap hangat dari kolam air panas yang berada di tengah taman bunga teratai es mengepul pelan ke udara, bercampur dengan aroma harum bunga teratai es yang mekar di pagi hari.

Di dalam pondok bambu, Arya Langit bangun dengan perasaan yang belum pernah dia rasakan selama tiga tahun terakhir.

Segar, kuat, dan penuh dengan tenaga.

Tubuhnya terasa ringan seperti bulu, tapi setiap otot di dalam tubuhnya mengandung kekuatan ledakan yang bisa menghancurkan batu besar. Meridian emas di dalam tubuhnya mengalir dengan deras seperti lautan yang tidak berujung. Kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak yang baru saja dia capai semalam dengan Pil Darah Naga sudah stabil sepenuhnya.

Dia melompat turun dari tempat tidur bambu dan melakukan peregangan kecil. Tulang di seluruh tubuhnya mengeluarkan suara gemeretak seperti petasan kecil yang menyenangkan.

"Dengan kekuatan ini, bahkan Alam Jiwa Kesatria tingkat enam pun bisa aku lawan," gumam Arya dengan percaya diri.

Di dalam kepalanya, layar sistem masih terpampang dengan hadiah yang melimpah dari semalam.

[Poin Takdir: 2650]

[Tubuh Meridian Naga Langit: Tingkat 2, 20% menuju tingkat 3]

[Kultivasi: Alam Jiwa Kesatria tingkat 3 puncak]

2650 Poin Takdir! Itu adalah jumlah yang sangat besar. Cukup untuk melakukan dua kali Lotre Takdir tingkat menengah atau membeli sebuah pil tingkat tinggi di Toko Sistem.

Tapi Arya tidak buru buru menggunakannya. Dia tahu malam ini akan ada tamu yang jauh lebih berbahaya dari tiga pembunuh kemarin. Tamu yang bahkan Sekar Embun pun mungkin akan kesulitan melawannya sendirian.

Tetua Darah dari Sekte Darah Hitam. Menurut informasi dari sistem, kultivasinya sudah mencapai Alam Raja Langit tingkat tiga, dua tingkat di atas Sekar Embun yang baru saja akan naik ke tingkat dua.

Arya harus bersiap siap.

Pintu kamar sebelah terbuka dengan pelan.

Sekar Embun berjalan keluar dari kamarnya. Hari ini dia mengenakan gaun latihan berwarna putih bersih yang sederhana, rambutnya yang hitam panjang masih sedikit basah karena baru saja mandi di kolam air panas pagi, wajahnya segar dan cantik tanpa polesan apapun, pipinya merona merah sehat.

Melihat Arya sudah bangun dan sedang duduk di ruang tengah dengan wajah serius, Sekar Embun sedikit terkejut.

"Kamu sudah bangun? Pagi sekali. Biasanya murid baru malas bangun pagi," kata Sekar Embun dengan nada yang sedikit menggoda, tidak lagi sedingin kemarin.

"Guru yang cantik sudah bangun, mana berani murid masih tidur," jawab Arya dengan senyum jahil yang sudah menjadi kebiasaannya.

Wajah Sekar Embun langsung memerah. "Mulut manis lagi! Sudah sarapan? Aku sudah membuat bubur teratai es untukmu di dapur. Makanlah dulu sebelum berlatih."

Bubur teratai es? Bidadari Pedang Embun yang terkenal tidak pernah masuk dapur seumur hidupnya, hari ini membuatkan bubur untuk muridnya?

Arya tertegun sejenak, lalu hatinya terasa sangat hangat. Dia bisa melihat di ujung jari Sekar Embun ada sedikit luka bakar kecil yang masih memerah, pasti karena tidak terbiasa memasak dengan api.

Dia tidak berkata apa apa, dia hanya berjalan ke dapur kecil dan melihat semangkuk bubur putih dengan kelopak teratai es di atasnya yang masih mengepul hangat. Aroma harumnya langsung membuat perut Arya berbunyi.

Tanpa ragu, Arya langsung mengambil mangkuk itu dan memakannya dengan lahap.

Rasanya... sedikit gosong di bagian bawah, sedikit keasinan di bagian atas, tapi di tengahnya ada rasa manis yang aneh dari teratai es.

Ini adalah bubur paling enak yang pernah dimakan Arya seumur hidupnya.

"Mmmm... enak sekali, Guru! Ini bubur terenak yang pernah saya makan! Guru memang paling hebat!" puji Arya dengan tulus sambil terus memakan bubur itu dengan cepat hingga tidak bersisa sedikit pun.

Melihat Arya memakan bubur buatannya yang jelas gagal itu dengan lahap dan wajah bahagia, rasa gugup dan khawatir di dalam hati Sekar Embun yang takut buburnya tidak enak itu langsung hilang, digantikan oleh rasa bahagia dan rasa hangat yang menyebar ke seluruh dadanya.

"Benarkah... benarkah enak?" tanya Sekar Embun dengan suara kecil dan mata berbinar seperti seorang istri muda yang baru pertama kali memasak untuk suaminya dan menunggu pujian.

"Enak! Sangat enak! Mulai besok saya ingin makan bubur buatan Guru lagi setiap hari!" jawab Arya dengan serius.

Wajah Sekar Embun memerah lagi, tapi kali ini dia tersenyum, senyum yang sangat indah dan tulus yang membuat seluruh pondok bambu yang sederhana itu terasa seperti istana musim semi.

Di dalam kepala Arya, suara sistem berbunyi.

[DING! Sekar Embun memasak untuk Tuan Rumah untuk pertama kalinya! Kepercayaan Sekar Embun +5%!]

[Kepercayaan Sekar Embun saat ini: 80%!]

[Hadiah: 200 Poin Takdir, Teknik Pedang Embun Beku naik ke tingkat mahir puncak!]

80%! Hanya butuh 20% lagi untuk mencapai 100% dan menjadikan Bidadari Pedang ini sebagai istri pertamanya secara resmi dan menyembuhkan total Tubuh Meridian Embun Bekunya!

Tapi kebahagiaan pagi itu tidak berlangsung lama.

Saat Arya baru saja selesai mencuci mangkuk buburnya, seluruh Puncak Embun tiba tiba bergetar dengan pelan.

Langit yang tadinya cerah dengan sinar matahari pagi yang indah tiba tiba menjadi gelap. Awan hitam tebal yang berbau anyir darah berkumpul di atas Puncak Embun dengan kecepatan yang luar biasa. Dari dalam awan hitam itu, aura darah yang sangat pekat dan penuh dengan kebencian serta hawa membunuh menyebar ke seluruh perguruan.

Semua murid di kaki gunung mendongak ke atas dengan wajah pucat karena ketakutan.

"Apa itu! Kenapa Puncak Embun tiba tiba menjadi gelap!"

"Aura darah yang sangat pekat! Apakah ada iblis yang menyerang perguruan!"

Di dalam Balai Utama, Pemimpin Perguruan Langit Biru yang sedang berdiskusi dengan Tetua Lotus dan Luna Maheswari juga merasakan aura itu. Wajahnya langsung berubah serius.

"Aura Sekte Darah Hitam! Alam Raja Langit tingkat tiga! Berani beraninya Sekte Darah Hitam menyerang Perguruan Langit Biru di siang bolong!"

Di Puncak Embun, Sekar Embun yang sedang tersenyum bahagia melihat Arya mencuci mangkuk itu wajahnya langsung berubah menjadi dingin seperti es abadi. Dia langsung berdiri dan menatap langit hitam di atas pondoknya dengan mata yang berkilat dingin.

"Tetua Darah... dia datang lebih cepat dari yang aku kira..." bisik Sekar Embun dengan suara dingin.

Arya juga berdiri di samping Sekar Embun, menatap langit hitam itu dengan wajah serius. Tubuh Meridian Naga Langit di dalam tubuhnya meraung dengan marah merasakan aura darah yang menjijikkan itu.

Dari dalam awan hitam darah itu, sebuah tawa serak yang mengerikan menggema ke seluruh Perguruan Langit Biru.

"Hahahaha! Sekar Embun! Bidadari Pedang Embun yang terkenal itu! Sudah lama aku mendengar namamu! Hari ini, Tetua Darah dari Sekte Darah Hitam datang untuk mencicipi rasa dari Bidadari Pedang Embun itu! Dan sekalian mengambil nyawa sampah kecil bernama Arya Langit yang berani membunuh tiga anak buahku semalam! Keluar kalian berdua dan berlutut di depanku! Mungkin aku akan mempertimbangkan untuk membiarkan kalian mati dengan utuh!"

Suara itu penuh dengan kesombongan dan kekejaman.

Sekar Embun mengepalkan tangannya. Pedang biru esnya langsung muncul di tangannya dengan cahaya yang menyilaukan.

"Guru, biar saya yang maju dulu," kata Arya tiba tiba sambil menarik tangan Sekar Embun dengan lembut. "Kultivasi Guru baru saja akan naik ke Alam Raja Langit tingkat dua setelah sesi penyembuhan kemarin, fondasinya belum stabil. Melawan Alam Raja Langit tingkat tiga akan melukai meridian Guru lagi. Biarkan murid yang menyelesaikan sampah ini."

Sekar Embun menatap Arya dengan kaget. "Jangan bodoh! Dia Alam Raja Langit tingkat tiga! Kamu hanya Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak! Perbedaan dua alam besar! Kamu akan mati!"

"Tidak akan, Guru," Arya tersenyum dengan percaya diri. Matanya berkilat dengan cahaya keemasan naga. "Guru lupa? Saya adalah murid Guru yang jenius. Dan lagi, saya sudah berjanji akan melindungi Guru. Kali ini, biarkan saya yang melindungi Guru."

Tanpa menunggu jawaban Sekar Embun, Arya melompat ke udara. Teknik Langkah Bayangan Embun dia aktifkan hingga tingkat tertinggi.

Bayangannya menghilang dari halaman pondok dan muncul kembali di udara, berdiri di atas awan salju, berhadapan langsung dengan awan hitam darah yang sangat besar itu.

Semua murid di kaki gunung yang melihat pemandangan itu terkejut hingga tidak bisa berkata kata.

"Itu... itu Arya Langit! Murid sampah Puncak Embun itu!"

"Dia gila! Dia hanya Alam Jiwa Kesatria berani menghadapi Alam Raja Langit dari Sekte Darah Hitam! Dia mencari mati!"

Di dalam awan hitam darah, Tetua Darah yang berjubah hitam dengan topeng darah di wajahnya melihat seorang pemuda Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak berani berdiri di depannya, dia tertawa dengan keras.

"Hahahaha! Jadi kamu adalah Arya Langit sampah itu? Hanya Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak berani berdiri di depanku? Kamu benar benar mencari mati! Kalau begitu aku akan mengabulkan keinginanmu! Mati!"

Tetua Darah mengulurkan tangannya yang kurus kering seperti cakar iblis dari dalam awan hitam. Cakar darah raksasa sepanjang sepuluh meter yang terbuat dari darah segar yang masih menetes netes terbentuk di udara dan mencakar langsung ke arah Arya dengan kekuatan yang bisa merobek gunung kecil.

Serangan Alam Raja Langit tingkat tiga!

Sekar Embun di bawah yang melihat itu wajahnya langsung pucat pasi dan ingin melompat untuk membantu, tapi dia melihat mata Arya yang penuh dengan kepercayaan diri, dia menahan langkahnya.

Di udara, Arya tidak menghindar.

Dia mengepalkan tinjunya. Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 2 di dalam tubuhnya meraung dengan sangat keras hingga auman naga emas samar samar terdengar di seluruh Puncak Embun.

Darah naga emas di dalam tubuhnya mendidih.

"Tinju Naga Langit Menghancurkan Gunung! Tingkat kedua! Tinju Naga Emas Menghancurkan Darah Iblis!"

BOOM!

Tinju Arya yang bersinar dengan cahaya naga emas yang sangat terang dan suci bertabrakan langsung dengan cakar darah raksasa yang penuh dengan aura kotor dan menjijikkan itu.

Dua kekuatan yang bertolak belakang, satu suci dan satu kotor, satu naga emas dan satu darah iblis, bertabrakan di udara di atas Puncak Embun.

LEDAKAN DAHSYAT!

Cahaya keemasan dan cahaya darah merah saling bertabrakan dan meledak, membuat awan hitam di langit terkoyak dan salju di seluruh Puncak Embun beterbangan hingga menutupi seluruh langit.

Semua orang di kaki gunung menutup mata mereka karena silau dan angin kencang dari ledakan itu.

Saat cahaya itu perlahan lahan menghilang, semua orang mendongak ke atas dengan napas tertahan untuk melihat hasilnya.

Di udara, cakar darah raksasa itu hancur berkeping keping menjadi hujan darah yang langsung menguap karena cahaya naga emas.

Dan Arya Langit masih berdiri tegak di udara, jubah biru mudanya berkibar kencang, tinjunya masih mengepal dan bersinar emas, tidak terluka sedikit pun, bahkan tidak mundur setengah langkah pun.

Satu tinju Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak menghancurkan serangan Alam Raja Langit tingkat tiga!

Seluruh Perguruan Langit Biru terdiam.

Bahkan Sekar Embun yang ada di bawah pun membelalakkan matanya yang indah tidak percaya melihat pemandangan di depannya.

Muridnya... monster macam apa muridnya ini?

Di dalam awan hitam yang sudah terkoyak, Tetua Darah menatap tinjunya yang sedikit bergetar dan menatap pemuda di depannya dengan mata yang penuh dengan kaget dan sedikit ketakutan untuk pertama kalinya.

"Da... darah naga... Kamu memiliki darah naga di dalam tubuhmu! Siapa kamu sebenarnya!"

Arya tersenyum dingin. Cahaya naga emas di tubuhnya semakin terang.

"Saya? Saya hanya murid dari Puncak Embun, Arya Langit. Dan hari ini, saya akan menggunakan darah naga saya ini untuk membersihkan darah kotor sepertimu dari dunia ini."

Setelah berkata begitu, di belakang punggung Arya, bayangan naga emas raksasa sepanjang puluhan meter perlahan lahan muncul dan mengaum ke arah langit hitam, membuat awan darah itu semakin terkoyak.

Pertarungan sejati antara Darah Naga dan Darah Iblis baru saja akan dimulai.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!