NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Lorong Neraka di Menara Su

​Sementara Tim Beta menemui ajalnya di ruang tamu Vila Su, Tim Alfa yang dipimpin langsung oleh Long Ao dan Penasihat Bao sedang menatap gerbang Menara Su dengan senyum kemenangan.

​Hujan lebat dan ledakan alat EMP telah memadamkan sebagian besar lampu jalan dan sistem kelistrikan umum di distrik komersial tersebut. Namun, Menara Su masih berdiri megah. Generator cadangan militer yang ditanamkan secara rahasia oleh Pasukan Bayangan membuat gedung itu tetap benderang.

​Long Ao turun dari SUV lapis bajanya, dilindungi payung oleh dua pengawalnya. Di belakangnya, seratus tentara bayaran Serigala Berdarah berbaris dalam formasi tempur, menenteng senapan serbu modifikasi.

​"Tembak hancur pintu kaca lobi," perintah Long Ao dengan nada bosan. "Kita tidak punya waktu untuk mengetuk."

​Dua tentara bayaran di barisan depan maju dan memberondongkan tembakan ke arah pintu kaca tebal di pintu masuk utama.

​Trat-tat-tat!

​Namun, senyum Long Ao memudar ketika ia melihat peluru-peluru berkaliber 5.56mm itu hanya memantul dan meninggalkan goresan putih kecil di permukaan kaca. Tidak ada yang pecah. Kaca lobi Menara Su telah diganti dengan kaca bullet-proof tingkat tinggi beberapa jam yang lalu.

​Sebelum Long Ao sempat meneriakkan perintah untuk menggunakan peledak C4, pintu kaca itu tiba-tiba bergeser terbuka secara otomatis. Lobi di dalamnya tampak kosong melompong. Tidak ada satu pun resepsionis atau satpam berseragam yang berjaga. Kesunyian di dalam sana terasa sangat tidak wajar, seperti mulut gua yang terbuka mengundang mangsa masuk.

​"Mereka pasti sudah kabur setelah melihat konvoi kita dari kamera keamanan," cibir Bao, mencoba mencairkan ketegangan yang mendadak muncul. "Satpam murahan mana yang berani melawan seratus tentara bersenjata berat, Tuan Muda?"

​Long Ao mendengus. "Bagus. Itu menghemat peluru kita. Bergerak masuk! Tiga tim amankan lantai bawah, sisanya ikut aku ke lantai eksekutif menggunakan tangga darurat untuk menangkap Su Yuhan!"

​Begitu kaki Long Ao melangkah melewati ambang pintu lobi, pintu kaca antipeluru itu menutup kembali dengan cepat di belakang barisan terakhir pasukannya. Klik. Suara penguncian hidrolik otomatis yang sangat berat bergema ke seluruh ruangan, memotong rintik hujan dan mengisolasi seratus tentara bayaran itu di dalam gedung.

​Long Ao mulai merasakan firasat buruk, tapi ia terlalu arogan untuk mundur. "Gunakan tangga darurat! Jangan gunakan lift, mereka mungkin memutus kabelnya!"

​Puluhan tentara bayaran mulai berbaris menaiki tangga darurat berliku menuju lantai eksekutif. Langkah sepatu bot mereka menggema nyaring. Namun, saat mereka mencapai lantai lima, keanehan mulai terjadi.

​Lampu di dalam lorong tangga darurat tiba-tiba berkedip, lalu berubah warna menjadi merah redup—lampu mode tempur.

​Dari alat komunikasi radio taktis yang terpasang di telinga Long Ao, mulai terdengar suara static yang mengganggu, lalu disusul oleh suara-suara aneh dari tim yang ditugaskan menjaga lobi lantai dasar.

​"Tim Alpha Dua di lobi, ada pergerakan... tunggu, itu bukan manusia! Mereka terlalu ce— Aaargh!"

​Suara tembakan acak meledak di radio, diikuti suara daging dikoyak dan tulang dipatahkan, lalu kesunyian total.

​"Tim Alpha Dua! Lapor! Apa yang terjadi di bawah?!" teriak Long Ao ke alat komunikasinya, keringat dingin mulai membasahi dahinya.

​Namun, dari saluran radionya, bukan suara tentaranya yang terdengar, melainkan suara bariton berat dan sedingin es.

​"Tuan Mudaku menyuruhku membersihkan sampah. Tapi kau tidak sekadar sampah, Long Ao. Kau adalah lalat yang terbang masuk ke dalam mulut naga."

​Itu adalah suara Yuan.

​Sebelum Long Ao sempat mencerna ancaman itu, pintu baja tangga darurat di lantai enam meledak terbuka. Asap tebal gas air mata tanpa warna menyerbu masuk ke lorong sempit tersebut, membutakan pandangan para prajurit Serigala Berdarah.

​Di tengah kepanikan dan asap, Pasukan Bayangan mulai melakukan pembantaian.

​Mereka tidak menggunakan senjata api. Di lorong sempit yang dipenuhi asap, tembakan acak dari senapan serbu justru akan melukai kawan sendiri. Pasukan Bayangan, yang sudah terlatih bertempur dalam kebutaan absolut, merayap turun dari langit-langit dan menyerang dari sudut-sudut mati menggunakan pisau Karambit taktis dan kabel garrote kawat baja.

​Terdengar jeritan tertahan bertubi-tubi. Darah memercik ke dinding tangga. Setiap kali seorang tentara bayaran Long Ao mencoba menembak, bayangan hitam sudah mematahkan lehernya atau menggorok tenggorokannya dalam senyap. Mayat-mayat berjatuhan menggelinding menuruni anak tangga, menghantam tentara lain di bawahnya.

​"Mundur! Tembak membabi buta ke atas! Buka jalan ke atap!" teriak Long Ao histeris, menarik penasihat Bao untuk menjadi tameng manusia di depannya.

​Mereka berhasil mendobrak pintu darurat lantai delapan dan berlarian keluar menuju lorong perkantoran yang luas. Hanya tersisa dua puluh tentara dari seratus pasukan yang ia bawa. Sisanya telah menjadi mayat di tangga darurat hanya dalam waktu tiga menit.

​Di ujung lorong lantai delapan yang remang-remang, berdiri sosok raksasa yang seolah memblokir seluruh jalan.

​Yuan telah melepas seragam satpam birunya. Ia kini mengenakan kaus taktis hitam tanpa lengan yang memperlihatkan otot-otot raksasanya yang dipenuhi bekas luka pertempuran epik. Di kedua tangannya, ia memegang sepasang belati Kukri militer yang bilahnya berwarna hitam matte untuk menghindari pantulan cahaya.

​"Tembak dia!! Hancurkan tubuhnya menjadi daging cincang!!" raung Long Ao gila, menunjuk ke arah Yuan.

​Dua puluh senapan serbu H&K HK416 memuntahkan ratusan peluru berkaliber 5.56mm secara serempak. Kilatan moncong senjata menerangi lorong itu seperti kembang api.

​Namun, yang menjadi target peluru itu hanyalah sebuah jaket pelindung yang sengaja dilemparkan Yuan ke udara sesaat sebelum tembakan meletus.

​Yuan sendiri telah melesat merayap di lantai bagaikan macan kumbang. Kecepatannya tidak masuk akal untuk manusia seukurannya. Ia menyusup ke barisan depan tentara bayaran itu sebelum mereka menyadari bahwa mereka sedang menembak hantu.

​Cras! Sreett!

​Bilah Kukri di tangan Yuan menari dengan indah sekaligus mengerikan. Ia memotong senapan laras panjang musuhnya menjadi dua, membelah rompi peluru Kevlar seolah itu mentega, dan mencabut nyawa tanpa sedikit pun keraguan. Ia bukan sekadar membunuh; ia sedang mempertontonkan seni mematikan dari Pasukan Bayangan.

​Darah mengalir membasahi karpet kantor yang mahal. Bau mesiu, tembaga, dan ketakutan menguar pekat di udara.

​Dalam waktu satu menit, sisa dua puluh tentara elit itu terkapar di lantai dengan leher dan dada terkoyak, mata mereka terbelalak menatap kengerian terakhir yang mereka saksikan sebelum mati.

​Penasihat Bao menjerit dan mencoba lari kembali ke tangga darurat, namun Yuan melemparkan salah satu belati Kukri-nya. Bilah tebal itu menembus betis Bao hingga menancap di lantai beton di bawah karpet, memaku pria berkacamata itu di tempatnya sambil melolong kesakitan.

​Kini, hanya tersisa Long Ao. Tuan Muda dari wilayah selatan itu berdiri gemetar di tengah lautan mayat pasukannya sendiri. Senapan serbu di tangannya terasa sangat berat. Ia mencoba mengangkatnya untuk menembak Yuan yang perlahan berjalan mendekatinya, tetapi tangannya gemetar terlalu hebat.

​"K-kau monster apa...?" Long Ao terisak, air mata ketakutan mengalir deras di wajahnya. Kesombongannya sebagai penguasa yang tak tersentuh telah hancur berkeping-keping.

​Yuan berhenti tepat di hadapan Long Ao. Ia menepis senapan dari tangan Long Ao dengan punggung tangannya, lalu mencengkeram kerah jas mahal Tuan Muda itu dan mengangkatnya ke udara hingga kakinya tidak menyentuh lantai.

​"Tuan Mudaku ingin melihat wajah orang yang berani mengotori lantainya," ucap Yuan dengan bariton rendah yang bergema.

​Dengan satu gerakan brutal, Yuan mendaratkan sikunya ke rahang Long Ao. Terdengar suara tulang retak. Rahang Long Ao patah seketika, darah menyembur dari mulutnya, dan ia jatuh tak sadarkan diri di dalam genggaman sang raksasa.

​Yuan menekan komunikator di telinganya.

​"Lapor, Tuan Muda Lin. Tim Alfa di Menara Su telah dimusnahkan. Target utama, Long Ao, berhasil ditangkap hidup-hidup sesuai perintah."

​Dari seberang saluran, terdengar suara tenang Lin Fan.

​"Bagus, Yuan. Bawa bajingan itu ke halaman belakang vilaku. Aku akan memberinya pelajaran tentang konsekuensi menyentuh milik Keluarga Lin, sebelum kita mengirim kado istimewa ini ke ibu kota."

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!