namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 tetap kukuh
Rahang seira mengeras ketika melihat Gus Hanif dengan senyuman yang terbit dibibiirnya kembali lagi menghampirinya setelah beberapa hari tidak menampakkan Batak hidungnya dihadapan seira.
"Oh tuhan,dia datang lagi.".
Tawa Ratih tertahan ditengorokan,Hana menatap Gus Hanif dengan dahi mengrenyit.
" Assalamualaikum seir."
"Waalaikum salam."jawab mereka serempak.
"Seir aku hanya ingin mengatakan,aku tidak mundur.niat aku untuk menikahimu masih kukuh."
Seira diam.tidak memberikan respon apapun.hana menoleh kearah seira.sedangkan Ratih tersenyum gemas melihat Gus hanif.andai saja ia yang berada diposisi seira pasti ia akan mengiyakan tanpa embel apapun.
"Saya sudah memberitahu Bu Risma tentang niat baik saya.dan dia menyetujuinya."
Tangan seira mengempal,muak,lelah.semuanya ia rasakan saat berhadapan dengan Gus Hanif.
"Kenapa Gus masih mau menikahi saya yang sudah tidak suci ini."?
Seira sengaja berbohong dengan menekan kata tidak suci lagi agar Gus Hanif mundur.
"Itu tidak akan menjadi masalah untuk saya seira.saya akan melindungi kamu dari laki laki yang berani berbuat,laki laki yang berani mengambil kehormatan kamu tapi tidak berani bertanggung jawab.insya Allah bersama dengan saya kamu akan aman."
Entah sudah berapa banyak janji manis,kata manis yang keluar dari seorang Gus Hanif untuk seira.tapi tidak ada satu katapun yang mampu menyentuh hati seorang seira Aurora.
Seira menarik nafasnya panjang.
" Maaf ya gus,tapi saya tidak mau dan tak ingin menikah dengan seorang Gus seperti anda.alasanya sudah beribu ribu kali saya jelaskan.kita tidak sepadan prinsip dan arah hidup kita berbeda."
Kali ini seira mencoba melakukan penolakan selembut yang ia bisa.
Dan Gus Hanif selalu menanggapi penolakan seira dengan tersenyum.
" Saya ingin membimbing kamu seira."
" Cukupp Gus,saya capekk."
Seira melangkah menjauh dari Gus Hanif.disusul Ratih dan Hana dibelakangnya.
" Assalamualaikum Seira."
" Waalaikum salam."
" Jadi benar kata Ratih,kamu tuh dikejar oleh Gus Hanif mau dinikahi."
Seira tidak menjawab wajahnya masih merah padam.langkahnya terasa semakin cepat hingga Hana dan Ratih terasa sulit mengimbangi nya.
"Gus itu sekarang namanya naik daun.tausyah singkat yang ia bawakan ditv.selalu menduduki rafting nomor satu.pertama dalam sejarah pertelevesian acara ceramah mengalahkan acara sinetron."
" Apa kamu yakin seir, tidak tertarik sedikit pun dengan Gus itu, kalau dilihat lihat dia ganteng Lo.paham agama lagi."
" Tidak, sekali pun dan tidak akan pernah." Ucapnya mantap.
Hana dan Ratih Hanya mengeleng.
" Hati hati Lo seira, mungkin sekarang kamu membencinya, tapi tidak mungkin kata katamu akan berbalik menyerang mu."
" Sudah ya membahas Gus itu,aku ingin tenang,ingin mencari nafkah untuk hidup aku .jadi mari kita lanjut kerjanya."
" Oke baiklah seira Aurora."
Dengan gerakan profesional seila mempromosikan sebuah produk.
" Ok cut,sudah selesai nanti tinggal diedit."
" Makan yuk,hari ini aku yang bakalan netraktir kalian."
" Artis kita yang satu ini memang mantap."
" Pantas aja Gus Hanif begitu klepek-klepek dengan kamu."
" Udah deh tanpa kalian memuji pun,aku akan bayarin makanan kalian."
Hahahaha.
Tawa Hana dan Ratih pecah.
" kali aku yang bakalan milih tempatnya ya seir."
" terserah Lo."
Hana tidak tinggal diam ia ikut menawarkan tampar makan paling mahal yang ada dikota Jakarta.
" sudah milihnya."
" sudah ayo kita berangkat."
****"