NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Beberapa hari telah berlalu, besok malam Diana akan mengadakan acara pesta ulang tahunnya yang ke empat puluh tujuh, di halaman kediaman Aditama yang luas, dan tentu para tamu tamunya kebanyakan dari rekan bisnis suami Diana atau Papanya Velo.

Saat pulang sekolah Velo menghentikan mobilnya di sebuah butik ternama di pusat kota, membuat Hana yang duduk di jok belakang heran, karna yang dia tahu butik itu terkenal menjadi langganan para artis papan atas, dan harga yang di bandrol juga tentunya tidaklah murah.

''Vel, loe mau ngapain ke sini?'' tanya Hana dari jok belakang.

Velo membeli mobilnya sehari setelah resmi bertunangan dengan Helen, dan sampai detik ini Velo tidak mengizinkan Hana duduk di jok depan, dan hanya Helena saja yang selalu duduk di sana, seakan akan Velo memang membeli mobil untuk ia naiki bersama Helen.

''Mau beli baju'' sahut Velo lalu keluar, dan Hana juga buru buru ikut keluar.

Hana mengekor di belakang Velo yang melangkah masuk ke dalam butik, yang langsung di sambut oleh pegawai butik.

''Selamat datang, Tuan, Nona'' ucap pegawai butik dengan sopan, namun para pegawai butik saling tatap saat melihat Velo dan Hana, mungkin karna mereka berdua masih mengenakan seragam sekolah.

Hana tersenyum saat Velo melihat lihat gaun yang di pajang di patung, dia berfikir kalau Velo mungkin akan membelikan gaun untuknya, karna besok Nyonya Diana ulang tahun.

''Mas, mau cari gaun seperti apa?, mungkin bisa saya bantu pilihkan'' ujar pegawai butik dengan sopan.

''Itu, apa gaun gaunnya hanya yang di pajang ini saja?'' tanya Velo.

''Oh tidak mas, untuk gaun gaun edisi terbatas, sengaja tidak kami pajang'' jawab pegawai butik.

''Ya sudah, saya mau lihat gaun gaunnya'' pinta Velo.

''Baik mas''

Pegawai butik itu langsung pergi untuk mengambil beberapa gaun edisi terbatas, dan tak butuh waktu lama pegawa butik itu sudah kembali dengan membawa tiga kotak berwarna hitam semua.

Pegawa butik itu membuka kotak itu satu persatu, dan memperlihatkan gaun gaun di dalam kotak itu pada Velo, dan pilihan Velo jatuh pada gaun dari kotak ketiga gaun berwarna hitam, gaun itu tidak terlalu ramai dengan pernak pernik namun terlihat elegant.

''Mbak, saya ambil yang warna hitam ini'' tukas Velo, tanpa bertanya berapa harga gaun pilihannya itu.

Sedangkan Hana yang berdiri di samping Velo semakin yakin, kalau gaun yang di pilih Velo itu memang untuknya, melihat ukuran gaun itu terlihat pas dengannya, dan Hana berfikir kalau Velo sengaja tidak mengatakan apapun padanya.

''Baik Mas, saya akan bungkuskan gaunnya, Mas silahkan melakukan pembayaran di kasir'' timpal Pegawai toko dengan sopan.

Velo langsung pergi ke kasir untuk membayar gaun yang di belinya, dan lagi lagi Hana mengekor di belakangnya.

''Total gaunnya sembilan puluh juta rupiah'' ucap penjaga kasir.

Sontak Hana membulatkan matanya. ''Mahal sekali'' lirihnya yang masih bisa di dengar oleh Velo.

Velo tidak terlalu memikirkan perkataan Hana, dia langsung mengambil dompetnya dari saku celananya, lalu mengeluarkan kartu kreditnya dari dalam dompet, dan segera membayar tagihan belanjaannya.

''Mbak, apa saya boleh minta tolong''

''Iya Mas, mau minta tolong apa?'' tanya pegawa butik dengan ramah.

''Tolong kirimkan gaun ini ke rumah tunangan saya''

Sontak senyum Hana langsung menguap seketika, saat mendengar kalau ternyata gaun yang di beli oleh Velo bukan untuknya melainkan untuk Helen.

''Oh bisa sekali Mas'' timpal penjaga butik itu.

''Mas, tulis saja alamatnya, nanti orang orang butik kami akan langsung mengantarkan ke rumah tunangannya Mas'' ucap pegawai butik sembari memberikan pena dan kertas pada Velo.

Velo mengangguk dan menulis alamat kediaman Atmajaya.

''Ini Mbak alamatnya'' Velo menyerahkan kertas yang sudah di tulis alamat Helen pada pegawai butik.

''Kalau begitu saya pergi dulu, jangan sampai lupa Mbak'' tukas Velo.

''Baik baik Mas, saya akan langsung mengirimkan gaun ini ke alamat tuangan Masnya'' timpal Pegawai butik

''Terimakasih''

Lalu Velo melenggang keluar dari butik dan di ikuti oleh Hana di belakangnya.

Penjaga kasir butik itu langsung menghela nafasnya, saat melihat alamat yang di tulis oleh Velo barusan.

''Hem, pantas aja tu cowok begitu santai membeli gaun seharga sembilan puluh juta, ternyata dia Tuan Muda Aditama toh'' gumam penjaga kasir.

''Kamu tau darimana kalau cowok itu Tuan Muda Aditama?'' tanya teman kerjanya.

''Nih, dari alamat yang di tulis olehnya, ini alamat kediaman keluarga Atmajaya, siapa lagi coba yang bertunangan dengan Nona Muda Atmajaya kalau bukan Tuan Muda Aditama, seluruh Ibu kota juga tahu kalau dua pewaris dari keluarga berpengaruh itu sudah bertunangan satu tahun lalu'' papar penjaga kasir.

''Ternyata Tuan Muda Aditama tampan juga ya, padahal dia masih duduk di bangku sekolah, tapi aura CEOnya sudah terpancar'' cletuk pegawai butik itu.

''Benar, dia bukan hanya tampan wajahnya saja, tapi seharta hartanya juga'' timpal penjaga kasir, dan dua pekerja butik itu langsung tertawa bersama.

Di dalam mobil yang di kemudikan oleh Velo, terlihat Hana yang duduk di jok belakang terus memasang wajah masam sejak meninggalkan butik tadi, padahal Hana berharap Velo menanyakannya dirinya kenapa, namun ternyata Velo terus fokus ke kemudinya.

''Vel''

''Hem''

''Loe tumben belikan Helen gaun?'' tanya Hana, pasalnya selama ini dirinya tahu betul, kalau Velo belum pernah sama sekali membelikan sesuatu untuk Helen, tapi kenapa tiba tiba pria itu membelikan Helen gaun, mana harganya sangat mahal sekali, buang buang uang saja pikirnya, lagian Helen kan bisa beli sendiri, untuk apa juga di belikan.

''Ingin saja, karna gue inget selama kita tunangan, gue belum pernah membelikan apapun untuk Helen'' jawab Velo.

''Oh, tapi kenapa harus memilih gaun semahal itu, apa tidak ada yang lain?'' tanya Hana.

Sontak Velo mengerutkan dahinya, apa maksudnya Hana bicara seperti itu, dan Velo juga merasakan kalau Hana sepertinya tidak suka melihat dirinya membelikan sesuatu untuk Helen.

''Gue memang sengaja memilih gaun yang mahal, karna gue ingin menebus kesalahan gue selama satu tahun ini, karna belum pernah membelikan apapun untuk Helen'' jawab Velo.

Seketika wajah Hana semakin masam, dan Velo menyadari itu.

Sedangakan di kediaman Atmajaya, terlihat Helen menatap paket yang di antar oleh kurir lima menit yang lalu, karna tidak ada tanda pengirim yang tercantum di paket itu, karna penasaran Helen langsung membuka paket itu, dan dahinya mengerut saat melihat kotak hitam.

''Ini apa ya isinya'' gumam Helen sembari mengetuk ngetuk kotak hitam itu.

Lalu Helen membuka penutup kotak itu.

''Gaun'' gumamnya, lalu dia melihat secarik kertas yang berada di dalam kotak itu, dan di ambilnya lalu di bacanya, Helen tersenyum saat membaca tulisan di kertas itu.

(Ingat, di pakai untuk acara besok malam di rumah ya, FROM: RAVELO )

''Kerasukan apa lagi nih cowok'' gumam Helen terkekeh, sembari melihat gaun yang di belikan oleh Velo, yang menurutnya sangat sesuai dengan seleranya, tidak terlalu mewah namun terlihat elegant.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 senjata makan tuan🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
walah kira" siapa yang kena sup
kaylla salsabella
ealah .. bukanya sadar malah makin menjadi deh
kaylla salsabella
om Antonio mungkin suka sama Helen
Adinda
Antonio sama Helen aja
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Sulati Cus
wah jgn jgn 🤔oom suka sm Helen berharap kembar 3 buat beli, Exel sm Antonio
Sribundanya Gifran: wah ternyata ad yg sepemikiran🤔🤔.
pertanyaaan buat author pernhkah antonio bersentuhan dgn helen?
total 1 replies
kaylla salsabella
si Exel suka sama rania🤭🤭🤭
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Tiara Bella
udh sadar km Maxim klu Hana itu nyebelin dan g suka sm kamu....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 habis ini udah gak ada yang perduli sama kamu han🤣🤣
tinie
idiih gak nyadar masuk tim beasiswa
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
tinie
ini typo bukan sii
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
Sribundanya Gifran
lanjut
Adinda
maxim sama rania aja, Axel sama velo biar rebutan Helen
Tiara Bella
meledak jg akhirnya velo....
tinie
mampus loo
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda
Helen cocok sama Axel biarin aja velo menyesal
paijo londo
hel ayo jangan beri maaf ma velo biar kapok walaupun udah tau watak Hana yg pbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!