NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15 Membayar Ongkos Taksi

Alneo menarik napas dalam-dalam, mencoba menstabilkan detak jantungnya karena mendengar rumah paling mewah. Matanya masih tertuju pada layar transparan virtual yang kini berkedip cepat.

[Sistem Notification: Jarak ke lokasi: 1,8 Kilometer.]

"Riani, diam dan percaya saja sama Kakak. Nanti setelah sampai, Kakak jelaskan semuanya," bisik Alneo dengan nada yang tidak menerima bantahan.

 Ia kemudian memajukan tubuhnya, mendekat ke arah kursi supir.

"Pak, bisa tolong injak gasnya lebih dalam lagi? Saya tambah ongkosnya tiga ratus ribu kalau kita bisa sampai di sana dengan cepat," ujar Alneo sambil mengeluarkan selembar uang seratus ribuan baru dari dompetnya sebagai jaminan awal.

Mata supir taksi itu berbinar melihat uang merah yang disodorkan Alneo. "Wah, siap, Mas! Tenang saja, bapak hapal jalan tikus daerah sini. Pegangan yang kuat, ya!"

Mobil sedan tua itu langsung menderu, melesat melaju di jalanan kota dengan kecepatan tinggi.

Riani terpekik kecil saat tubuhnya terlempar ke samping akibat taksi yang berbelok tajam memasuki kawasan jalan protokol.

Suasana di luar jendela mobil berubah drastis. Jika beberapa menit lalu mereka masih melihat ruko-ruko kusam dan warung tenda di pinggir jalan, kini di kanan-kiri mereka berdiri pagar-pagar beton setinggi tiga meter yang megah. Pohon-pohon palem raja berbaris rapi di sepanjang trotoar yang bersih tanpa sampah.

Taksi melambat saat melewati sebuah gerbang pos penjagaan yang sangat besar dengan lampu sorot yang terang. Dua orang satpam bertubuh tegap dengan seragam lengkap tampak berjaga.

Namun, anehnya, saat taksi mereka mendekat, palang pintu otomatis langsung terbuka, dan kedua satpam itu memberikan hormat yang sangat formal ke arah kursi belakang taksi.

Supir taksi itu bergumam heran. "Aneh... biasanya kalau taksi umum masuk sini harus tinggal KTP dan diperiksa ketat. Ini kok malah langsung disuruh masuk?"

Alneo hanya tersenyum tipis. Ia tahu ini pasti ulah dari pengaruh sistem misteriusnya yang telah mengatur segala otoritas dan legalitas atas namanya.

[Sistem Notification: Target berada 200 meter di depan.]

"Itu Pak, di depan yang pagarnya warna hitam kombinasi emas," tunjuk Alneo saat melihat sebuah bangunan megah yang mendominasi ujung jalan.

Taksi kuning itu akhirnya berhenti tepat di depan gerbang raksasa nomor 20. Di balik pagar besi yang menjulang tinggi, berdiri sebuah mansion bergaya Eropa modern tiga lantai yang sangat megah.

 Lampu-lampu taman yang temaram memberikan kesan mewah sekaligus sedikit misterius.

"S-sudah sampai, Dek," kata supir taksi itu, suaranya agak bergetar karena takjub melihat kemegahan rumah di depannya.

Alneo langsung menyerahkan tiga lembar uang seratus ribuan tambahan ke tangan sang supir. "Terima kasih, Pak. Ambil saja kembaliannya!"

"Baik, Mas! Terima kasih banyak ya!" Supir taksi itu dengan sigap keluar dan membuka pintu.

Ting!

[Saldo Anda di kurang 300.000]

[Sisa Saldo Anda 32.800.000]

Alneo menarik tangan Riani keluar dari mobil. Angin malam di kawasan ini terasa jauh lebih dingin.

Riani hanya bisa berdiri mematung, mulutnya sedikit terbuka menatap rumah yang bahkan dalam mimpi paling indahnya pun tidak pernah berani ia bayangkan.

"Kak... ini... ini rumah siapa?" tanya Riani berbisik, suaranya gemetar.

Alneo tidak menjawab.

Alneo melangkah mendekati gerbang. Tepat saat ia menyentuh gagang besi gerbang tersebut.

KLIK.

Sebuah suara mekanis yang halus terdengar dari dalam gerbang, diikuti oleh suara gerendang besar yang terbuka secara otomatis.

Pagar besi raksasa itu perlahan-lahan bergeser membuka, menyambut kedatangan mereka.

Bersamaan dengan itu, sebuah suara bergema di dalam kepala Alneo, disusul dengan munculnya teks berwarna emas.

[Selamat! Hak Kepemilikan Mansion Jalan Bunga Melati No. 20 telah sepenuhnya dialihkan atas nama: Alneo]

Alneo mengembuskan napas lega yang teramat sangat. Ia berbalik menatap Riani yang masih syok, lalu tersenyum lebar.

"Ayo masuk ke rumah baru kita, Dek."

1
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
irena
si alneo harus dikasih pintar bisnis thor sama kuat.. supaya ga gampang ditindas dan dibegoin
less22: iya iya, namanya orang miskin baru pertama kali punya properti 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!