Rasti Aulia Putri... Cewek zaman now yang di kirim orang tuanya ke sebuah pesantren karna kenakalannya... Dia bertemu dengan seorang ustad tampan bernama Azmi Akmal Firdaus... Dia masih termasuk dari keluarga pesantren "An- nur"...
Awal pertemuan membuat Rasti jatuh hati... Tapi beda dengan ustad tampan... Dia sudah dulu jatuh hati dengan neng Nada Zakiyah putri dari Kiai Subadar...
Namun Allah berkehendak lain...Apa yang akan terjadi dengan Rasti??? Apa mungkin ustad Azmi akan berjodoh dengan Rasti atau malah dengan neng Nada???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Difa alifiandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 DPAC
Umi yang menunggui ku mencoba membantuku ganti baju...
"Kamu bisa kan nak... Awas hati- hati yah nak.. "Ucapnya
"Iya Umi... Maafkan Rasti sekali lagi yah... Jadi ngerepotin Umi sekeluarga... Maafkan Rasti Umi... "Ucapku lagi
"Iya nak... Tidak papa... Tidak usah kamu fikirkan... Ini baju nya... Ayo Umi bantu memakaikannya... "
"Emmmm baik Umi.... "
Umi dengan telaten membantuku... Aku sangat bersyukur mereka tidak memarahiku...
Selesai ganti baju...
"Umi saya ingin berwudhuk untuk sholat... Bagaimana ini??? "Ucapku
"Emmmm sebentar yah nak... Saya panggil satu santriwati dulu untuk membantu membopong kamu ke kamar mandi... Kamu tunggu di sini dulu... "Ucap Umi
"Iya Umi... Terima kasih... "
"Iya nak... Kamu tunggu dulu di sini... Jangan kemana- mana... "
Umi keluar memanggil seseorang dan membawanya ke dalam kamarku...
"Aisyah... Tolong Umi bantu membopong Rasti untuk ke kamar mandi yah.... "
"Baik Umi... "
Mereka berdua membantu ku untuk turun perlahan... Walau sebenarnya sakit sekali rasanya... Tapi aku tahan... Aku berjalan menggunakan satu kaki.. Dan di bopong sama Umi serta Aisyah...
"Umi Rasti mau buang air kecil dulu yah... Umi dan Aisyah tunggu di luar saja.. "Ucapku setengah meringis
"Beneran nak kamu bisa sendiri... Kaki kamu kan masih sakit???... Biar kita tunggu saja di dalam nak... Gpp kita kan sama- sama perempuan.. "Ucap Umi
"Tidak usah Umi... Saya malu kalau Umi dan mbak Aisyah ikut ke dalam... Saya masuk dulu yah Umi... Sudah tidak tahan ini... "
"Iya nak hati- hati.. Kita tunggu di sini.. "
"Baik Umi... "
Aku masuk ke dalam dengan perlahan... Walau sebenarnya sakit sekali dan masih butuh pegangan... Tapi apalah daya aku juga punya malu kalau harus buang air kecil ada yang ngeliatin...
Di rasa cukup.. Aku segera berwudhuk untuk melaksanakan sholat magrib...
"Umi... "Ucapku sembari keluar
"Iya nak... Udah selesai??? "
"Sudah Umi... "
"Emmm ya sudah ayo Aisyah.. Bantu lagi.. "
"Baik Umi... "
Mereka membatuku berjalan menuju kamar dan menidurkanku dengan pelan- pelan...
"Aisyah sekarang kamu boleh kembali ke pesantren.. Terima kasih untuk bantuannya... "Ucap Umi
"Baik Umi... Saya permisi dulu.. Mari kak.. "Ucapnya sopan..
"Iya terima kasih Aisyah.. "
"Iya kak.. Sama- sama.. "
Dia pergi berlalu kembali ke pesantren...
Umi segera membantuku untuk memakai mukenah...
"Umi bagaimana saya harus sholat.. Saya tidak mungkin berdiri.. Saya juga masih tidak bisa duduk... "
"Kamu sholat dengan cara tidur saja nak... "
"Emang boleh Umi??.. "
"Boleh dong... Kalau darurat seperti ini... Allah itu memudahkan setiap hambanya yang ingin beribadah nak... "
"Ohhh... Terus bagaimana cara nya Umi... "
"Begini nak... "
Umi mulai mengajariku cara nya sholat sambil tidur dengan benar... Aku melihatnya dengan sangat detail agar tidak salah...
"Bagaimana kamu bisa kan nak??? "
"Insyaallah bisa Umi... Kalau begitu saya sholat dulu yah Umi.. "Ucapku
"Iyq nak... Umi tinggal dulu sebentar... Nanti kalau ada apa- apa kamu tinggal panggil Umi... "
"Baik Umi... "
Umi pergi meninggalkan ku... Aku mulai melakukan sholat itu seperti yang di bilang oleh Umi...
"Assalamualaikum warahmatulloh... "
"Assalamualaikum warahmatulloh... "
Aku mengusap wajahku sebagai tanda berakhirnya 3 rokaat sholat magrib... Aku menengadahkan ke dua tangan ku dab berdoa...
"Amin... "Ucapku
Perlahan aku membuka mukenahku itu...
"Awww... Stttt... "Ringisku..
Selesai melepas mukenah aku ganti dengan kerudung instan agar lebih muda memakai nya...
Di luar...
"Assalamualaikum Umi... Ini mbok Yem sudah datang... "Ucap Azmi yang sudah membawa seorang lansia
"Waalaikum salam... Ya sudah ayo mbok kita ke kamar Rasti... Dia dari tadi sudah menunggu mbok.. "
"Baik bu... "
Umi menuntunnya menuju kamar ku... Sedang Azmi ikut mengekor kedua perempuan itu...
"Azmi kamu sebaiknya ngajar saja... Biar Rasti yang Umi urus.. "Ucap Umi lembut
"Hemmm baik Umi... Saya permisi ke masjid dulu assalamualaikum "
"Waalaikum salam... "
Azmi pergi dengan perasaan cemas karna dia masih saja merasa bersalah dengan kejadian ini...
"Nak... Ini mbok Yem yang mau mengurut kaki mu... "
"Oh iya Umi... "
"Assalamualaikum nak.. "Ucap mbok Yem
"Waalaikum salam mbok.. "Jawabku
"Duhhhh kamu itu lho cantik sekali nak... Apa dia istrine ustad Azmi bu.. Kog cantik banget "Ucap nya lagi..
"Hehehe... Bukan mbok... Tapi calon nya.. "Jawab Umi tersenyum..
Aku yang tak mengerti maksud Umi hanya diam sambil mendengar perkataan mereka...
Mbom Yem pelan- pelan mengurut kaki ku...
"Awwwwww.... Sakit mbok... Sakit.. "Ucapku sambil pegangan dengan Umi
"Sabar toh nak. Ini gak seberapa dari pada.. "Ucapnya sambil senyum - senyum sendiri..
"Dari pada apa mbok??? "
"Kamu tahu sendiri lah kalau nanti sudah sah sama ustad Azmi.. "Ucapnya dengan gaya yang sama senyum - senyum sendiri... "
Umi yang mengerti maksudnya juga ikut tersenyum...
"Maksudnya apa sih??? Aneh sekali... "Batinku..
Mbok Yem melanjutkan urutannya.. Walau pelan terasa sangat sakit sekali... Jeritan jeritan kecil lolos dari bibir ku ini...
supaya dia merasakn kehilangan