"Jangan bermimpi aku akan jatuh hati pada mu, kau hanya anak kecil yang tidak mengerti apa-apa tentang pahit manisnya kehidupan. Aku terpaksa menikah dengan mu lantaran tidak ingin membuat malu keluarga ku di hari pernikahan ku yang batal bersama kakak mu Galang Saputra Dermawan. Aku benci dengan keadaan ini! Aku benci!" pekik Nada ketika dirinya menyadari kini ia telah sah menjadi istri dari berondong manis yang usianya 5 tahun lebih muda darinya.
"Aku akan membuat mu jatuh hati padaku Nada Rindu Kinandita! aku yakin kau akan bisa melupakan saudara kandung ku Galang Saputra Dermawan yang telah mengkhianati mu!" sahut Gilang Prasetya Dermawan ketika dirinya berada di kamar pengantin bersama sosok wanita dewasa yang telah berumur darinya.
Yuk ikuti terus kisah cinta beda usia antara Nada Rindu Kinandita dosen cantik berusia 25 tahun dengan mahasiswanya Gilang Prasetya Dermawan yang berusia 20 tahun, yang menjadi pengantin pengganti untuknya dalam novel Pengantin Pengganti Bu Dosen!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alinatasya21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Matematika Ekonomi Dosen Killer
"Berani sekali kau menyelaku! dasar anak yatim!" cetus Kyara yang tak henti-hentinya merudung Inayah dengan kata-kata yang membuat hati Inayah terluka perih.
Air mata Inayah luruhlah sudah, entah apa salah dan dosanya hingga Kyara begitu sangat membencinya.
"Kya, jaga ucapanmu! mengapa kau suka sekali mengganggu Inayah? padahal ia tidak pernah menganggu hidupmu!'' Maryam teman akrab Inayah yang senantiasa membela gadis malang itu tak terima jika Kyara dan Genk Ulat Bulunya selalu merudung Inayah dengan kata-kata pedas.
"Kenyataannya ia hanya anak yatim yang miskin dan tidak punya siapa-siapa! Kasian juga akhirnya ia ditinggal pergi oleh Kak Galang. Hahaha, aku senang sekali melihat penderitaannya!" cetus Kyara sambil membenarkan kerudung gaulnya.
Kyara hanya mengenakan kerudung jika masuk kampus saja, diluar kampus jangan ditanya bagaimana seksinya ia dan ketiga sekawannya.
Mereka nyemplung di kampus xx mengingat kualitas pendidikannya yang begitu sangat mumpuni. Jadi mau tidak mau mereka mengenakan hijab, karena salah satu syarat untuk masuk di fakultas ekonomi syari'ah memang harus mengenakan hijab.
"Kyara Amanda Putri, berhenti untuk merudung Inayah dengan kalimat pedasmu jika kau masih ingin menempuh pendidikan disini dengan keadaan tenang dan nyaman. Jika kau tetap mengganggunya jangan salahkan aku jika kau langsung di DO dari fakultas ini!" sungut Gilang yang memang keluarga mereka memiliki saham penuh di universitas xx.
Biaya siswa yang didapatkan oleh Inayah Kasih saat ini, donatur terbesarnya adalah keluarga Gilang Prasetya Dermawan.
Sebelum menikah dengan Nada Rindu Kinandita, Gilang Prasetya selalu menjadi pelindung untuk Inayah. Namun, untuk saat ini ia hanya melakukan apa yang harus ia lakukan demi untuk menjaga nama baik Inayah dari orang-orang yang hendak merudungnya dengan hal-hal yang buruk.
"Kau tidak perlu ikut campur urusanku apalagi membelaku Gilang Prasetya! Biarlah aku menjalani hidupku sendiri. Bukankah kau kini telah bahagia dengan pernikahanmu? Jangan kau selipkan diriku dalam hidupmu jika kau hanya menorehkan luka dihatiku!" ujar Inayah yang masih merasakan sakit hati oleh sebab kepenghianatan Gilang terhadapnya.
"Aku minta maaf untuk itu, tapi aku tidak bisa membiarkan mu disakiti dan dizolimi oleh orang lain. Kuharap kau tidak mencampur adukkan urusan pribadi dan urusan moral seperti ini. Siapapun tidak boleh melanggar peraturan yang ada dikampus ini. Tidak boleh ada yang berbuat semena-mena disini. Kita semua sama-sama menuntut ilmu bukan untuk berbuat kerusuhan dan menyakiti orang lain!" Gilang berusaha berkata dengan sebaik-baiknya agar Inayah mau mengerti.
"Aku tidak butuh pembelaan mu Gilang Prasetya, aku bisa berdikari di kakiku ku sendiri. Aku sudah terbiasa menerima pahitnya cercaan dan hinaan. Aku memang anak yatim, tapi aku tidak akan diam begitu saja jika ada orang yang mencela ku!" Inayah fokus dengan mata pelajaran yang akan diadakan kuis hari ini. Ia enggan mendengar suara sumbang yang mengganggu pendengarannya.
Gilang terdiam, ia tidak lagi menyela ucapan Inayah. Gilang sangat memahami keadaan gadis yang sedang patah hati itu. Genk Ulat Bulu pun terdiam mendengar ancaman Gilang barusan.
Suasana kelas mendadak horor ketika dosen yang mengisi kelas hari ini telah hadir dihadapan mereka.
"Simpan semua hal-hal yang berhubungan dengan materi kuis hari ini! jangan ada yang berani untuk bermain curang, jika itu sampai terjadi maka tidak akan ada ujian susulan dan nilai kalian akan kosong. Itu berarti kalian tidak akan bisa menyelesaikan tugas selanjutnya!" Ancam pak Abraham Keenandra Al Ghifari yang terkenal sebagai dosen killer diseisi kampus itu.
Para mahasiswa dan mahasiswi tunduk patuh tidak ada yang berani membuka suara kala melihat dosen killer itu menyampaikan materi kuliahnya.
"Ya Allah, entu pak Keenandra tampan sekali! ia layak mendapat gelar predikat dogan alias dosen ganteng. Sayang sekali ekspresinya sangat datar, jika memberikan soal-soal ujian tidak pakai perasaan. Apa ia tidak tahu jika mata kuliah matematika ekonomi itu sangat melelahkan dan menguras keringat. Bu Nada pakai acara cuti segala pelajaran hari ini jadi menegangkan, dosen penggantinya ampun deh horornya. Pantas saja diusia 31 tahun ia belum menikah, katanya beliau patah hati dengan Bu Nada yang baru menikah dengan laki-laki pilihannya, nyatanya pernikahan itu gagal. Bu Nada malah menikah dengan Gilang Prasetya teman satu kampus kita,'' keluh Maryam yang merasa pusing mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh dosen killer mereka.
''Husss, jangan berisik tu Dogan memperhatikan kita dari sejak tadi, aku lebih baik Bu Nada tidak masuk sama sekali agar hatiku tenang. Aku tak ingin dibimbing oleh orang yang telah merebut orang yang kucintai!" telinga Inayah merasa panas mendengar teman akrabnya Maryam menyebut- nyebut nama Nada, sontak konsentrasinya pun buyar mengerjakan soal ujian matematika ekonomi syariah yang barusan diberikan oleh dosen killer mereka kala mendengar tentang Nada.
"Maryam Afifah, Inayah Kasih Ramadhan! kerjakan tugas-tugas kalian dengan benar! tidak ada yang boleh bersuara ketika sedang mengikuti pelajaranku, jika kalian tidak patuh dengan peraturan silakan keluar dari kelasku!" cetus perjaka tua yang sudah berusia 31 tahun itu. Sontak seisi kelas mendadak heboh mereka menyoraki Inayah dan Maryam dengan geng ulat bulu Kyara yang menjadi provokator di kelas ekonomi syariah itu.
"Maaf, Pak Keenan!" Inayah menunduk kemudian melanjutkan soal ekonomi matematika dosen killer mereka, sedangkan Maryam tertunduk malu sebab ia yang menjadi dalang keributan tersebut.
Abraham Keenandra Al Ghifari terlihat sangar di depan mahasiswi dan mahasiswanya akan tetapi hati dan pikirannya berlabuh entah ke mana.
"Nada, jika aku tahu kau gagal menikah dengan dokter Galang Saputra, aku bersedia menjadi pengantin penggantimu! mengapa kau lebih memilih anak didikmu sendiri untuk menjadi pengantinmu?'' Keenandra yang merasa patah hati dengan sesama rekan dosennya terus meratapi hatinya yang patah oleh karena wanita yang dicintainya kini telah menikah dengan mahasiswanya sendiri.
Abraham Keenandra menatap sosok mahasiswa yang terlihat begitu fokus mengerjakan soal-soal ujiannya.
"Dia memang tampan dan gagah, iapun adalah anak pemilik dari donatur tetap di kampus ini! akan tetapi kenapa Nada Rindu mau menikah dengan mahasiswa yang lima tahun lebih muda darinya? Sudah kukatakan dari sejak mula aku begitu sangat menyukai Bu Nada, tapi ia lebih memilih dokter yang tidak bertanggung jawab itu!" Abraham mengepalkan tinjunya dengan tatapan menghunus tajam ke arah Gilang Prasetya yang begitu fokus mengisi soal-soal yang ada.
Tingkah dosen killer yang tidak bersahabat itu tanpa sengaja tertangkap indera penglihatan Gilang Prasetya. Ia merasa sangat terkejut saat mendapati sorot mata Abraham Keenandra yang menghunus tajam padanya.
Bukan hanya pelajaran matematika ekonomi dosen killer yang menjadi bahan pemikiran Gilang. Akan tetapi rona wajah tak suka dari Abraham menjadi bahan pertimbangan dihati Gilang. Ia sangat paham sekali jika isu dari seantero kampus dosen killer itu sangat menyukai Nada Rindu yang kini telah berstatus sebagai istrinya.
"Pak Keenan, mengapa ia menatapku dengan wajah yang tak bersahabat seperti itu? apa ia marah padaku karena aku telah menikahi Bu Nada. Aku jadi kepikiran istriku, ia sedang apa saat ini? aku merasa tak nyaman," Gilang seolah memiliki ikatan batin dengan sang istri. Aku harus kembali pulang ke rumah setelah menyelesaikan soal-soal ujian ini. Hatiku tidak tenang, aku harus izin pulang! setelah ini tidak ada tugas khusus lagi di mata kuliah lainnya," Gilang membatin di dalam hati.
Dalam waktu satu jam lebih, Gilang mampu mengerjakan soal-soal ujian itu dengan cepat. Ia termasuk salah satu mahasiswa jenius sebelas dua belas dengan Inayah Kasih yang dulu selalu dekat dengannya. Keduanya kerap kali menyelesaikan tugas-tugas bersama. Namun sekarang keduanya seolah-olah tak saling mengenal.
Gilang terburu-buru keluar kelas setelah menyelesaikan soal-soal ujiannya, pikiran yang merasa tak tenang. Inayah dan juga Abraham Kenandra yang sama-sama merasa menjadi orang yang tersakiti dan tersisih seolah-olah dapat menangkap sinyal rasa dan pikiran Gilang saat ini.
"Astaghfirullah, mengapa hatiku semakin tak tenang? Semoga Bu Nada baik-baik saja!" Gilang gegas meminta izin pada pihak kampus untuk pulang dengan alasan menyelesaikan suatu urusan yang tidak bisa ditinggalkan.
Dalam waktu kurang lebih dari 25 menit, Gilang sudah sampai di hotel bintang lima. Iapun segera berlari menuju kamar hotel mereka, ia ingin segera bertemu istrinya.
"Bu Nada, apa yang terjadi?" Gilang meraih tubuh istrinya yang terlihat lemas dan tak berdaya.
"Gilang suamiku!" lirih Nada dengan tatapan yang mulai buram.
"Iya, ini aku sayang!" Gilang merengkuh tubuh Nada dengan penuh kasih.
Nada menatap wajah suaminya menyorotkan rasa kesedihan yang mendalam, bersama dengan itu kedua kelopak mata Nada terpejam. Iapun tak sadarkan diri setelah berseteru dengan Keisha Arandita yang mengaku jika dirinya hamil anak Galang Saputra, laki-laki yang masih dicintai oleh Nada hingga detik ini.
semangat ya.
semangat ya
Lanjut thor. 5 like mendarat buatmu thor.
semangat ya