Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.
Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.
Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.
Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Sheilla saat ini sedang bertemu dengan kekasih gelapnya yang selama beberapa hari selalu menemuinya Sheila menyembunyikan hal itu dari kedua orang tuanya.
" Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan? Kenapa kau lama sekali? Aku dari tadi sudah menunggumu." ucap pria itu dengan dengan tidak sabar malahan langsung mendekat pada Sheilla dan langsung mencium bibirnya. Ciuman panas tidak bisa di hindari di antara keduanya. Hingga akhirnya Sheilla mensedekahkan daging mentah miliknya pada kekasih gelapnya yang sudah seminggu selalu minta jatah padanya.
Pemuda bernama Dion itu terlihat begitu menikmati semua yang mereka lakukan. Begitu pula dengan Sheilla. Seakan tidak takut dengan konsekuensi yang akan mereka hadapi di masa yang datang.
" Katakan padaku! Apakah kamu harus menikahi Alvin?" tanya pria dewasa bernama Dion yang saat ini sedang memeluk tubuh polos Sheilla.
Sheilla masih meresapi sisa percintaan mereka yang amat seru tadi. " Katakan padaku!! Apa kau tahu?? Beberapa hari ini aku benar-benar sangat emosi setiap kali memikirkannya." Dion terlihat begitu cemburu ketika memikirkan tentang pernikahan Sheilla dan Alvin.
Sheilla akhirnya bersuara juga. Bagaimanapun dia takut kalau kekasihnya marah padanya kemudian meninggalkan dia. Dia sudah tidak bisa kehilangan Dion yang sudah membuat dia kecanduan untuk bersedekah berjamaah.
" Tenanglah aku menikahi Alvin hanya formalitas saja untuk semua kekayaan yang dia miliki. Kau tahu bukan?? Alvin Cipto Mangun Kusumo adalah pewaris dari grup Cipto grup. Aku gak akan rela kalau melepaskan semua kemeswahan itu." Sheilla berusaha untuk menenangkan kekasihnya agar tidak cemburu pada rencana pernikahan dirinya bersama Alvin yang sudah di atur oleh kedua orang tuanya.
" Kau tahu sayang? Sejak dulu keluargaku memiliki banyak hutang budi kepada keluarga Cipto. Makanya kedua orang tuaku mengusulkan perjodohan aku dengan Alvin. Tapi kamu tenang aja sayang, aku akan selalu menyediakan tubuh aku, setiap kali kamu butuh kok. Kamu tidak usah merasa khawatir." ucap Sheilla yang minta nambah karena dia masih kurang di berikan kenikmatan oleh Dion.
Dua mahluk penikmat zina itupun akhirnya melakukan kembali aktifitas mereka sampai malam menjelang. Sekitar pukul 10.00 malam barusan Sheilla meninggalkan apartemen milik Dion.
" Kamu harus ingat janji kamu, kalau kamu menikahi Alvin hanya sebagai formalitas saja. Kau tidak boleh mencintai dia! Paham?? Satu lagi, tubuh kamu ini, setiap kali aku memanggilmu kamu harus langsung datang kemari dan siap melayani semua yang aku minta, hmm?" tanya Dion sambil mencium bibir Sheilla dan tangannya masih nakal bergerilya di tubuh Sheilla membuat gadis yang sudah tak gadis itu kelapakan di buatnya.
" Aih, sayang! Kalau kau begitu terus, kapan aku bisa pulang?? Kedua orang tuaku bisa marah kalau aku terlambat pulang!" Sheilla menahan hasratnya yang selalu sukses di bangkitkan oleh Dion.
Dion memang pemain ulung yang selalu mencari sedekah daging mentah dari wanita-wanita bodoh seperti Sheilla yang hanya terpesona dengan kenikmatan sesaat tanpa pernah memikirkan tentang konsekuensi di masa yang akan datang.
Nafas Sheilla memburu, seakan ingin di puaskan kembali, akan tetapi Sheilla kemudian sadar bahwa dirinya harus segera pulang kalau tidak kedua orang tuanya akan mengamuk.
" Hentikan sayang!! Aku harus pulang! Aku pamit dulu!" Wajah Sheilla sudah merah padam karena hasratnya yang bangkit tapi dia sudah tidak mungkin untuk masuk ke kamar Dion lagi.
" Sehari ini waktuku sama kamu doang, semua urusan persiapan pernikahanku dengan Alvin semuanya kuserahkan kepada sepupuku. Sementara aku disini berbagi peluk denganmu. Kalau sepupu aku mengadu kepada kedua orang tuaku aku bisa tamat. Aku pergi dulu!" Sheilla langsung meninggalkan apartemen Dion tanpa melirik lagi ke belakang karena dia takut kalau sampai tergoda dengan pemuda itu lagi.
Setelah Sheilla pergi meninggalkan apartemennya, Dion terlihat tersenyum licik, " Alvin!! Rasakanlah sekarang harus menikahi bekasku. Mungkin juga akan ada anak di rahim Sheilla yang selama sebulan ini sudah menjadi pelacurku yang gratisan. Aiya, Dion!! Kau memang seorang laki-laki yang sangat jenius kau melemparkan suatu batu 3 sampai 4 burung langsung Kau dapatkan! Wanita, balas dendam dan kehancuran hati Alvin yang harus menerima kenyataan istrinya setiap hari jadi pelampiasan nafsuku. Hahahaha!" Dion terlihat begitu bahagia ketika membayangkan semua rencananya berhasil.
Terlihat Dion yang membuka lemarinya di mana beberapa foto keluarga Alvin tersemat di sana.
" Tua bangka!! Dulu kau mencampakkan Ibuku demi wanita itu yang telah memberikan kamu anak Alvin yang sangat kau banggakan itu. Sekarang kau saksikanlah kehancuran putramu yang harus hidup menanggung aib yang sudah aku timpakan ke atas diri calon menantu idaman kamu!" Dion terlihat meremas kedua telapak tangannya.
Wajah Dion memerah karena sedang menahan amarah yang begitu besar di hatinya.
" Akan kupastikan putramu mengalami kehancuran yang nyata! Aku janji!" Dion adalah anak dari istri pertama Zaenal yang dia tinggalkan demi ibunya Alvin yang telah merebutnya dari sisi sang ibu dengan mengiming-imingi status dan jabatan serta kekayaan yang melimpah.
Jaenal muda yang waktu itu memiliki banyak Ambisi tidak merasa berat untuk meninggalkan istri pertamanya demi istri keduanya yang lebih kaya yang merupakan atasannya sendiri di kantor dia bekerja. Apalagi Aline sedang hamil anaknya yang membuat Jaenal akhirnya menceraikan istri pertamanya dan menikahi ibunya Alvin secara resmi. Sebelumnya mereka hanya menikah siri saja karena Jaenal yang sudah memiliki seorang istri dan juga anak yang dia tinggalkan di desa.
Setelah bercerai dari Zainal ibunya Dion kemudian merantau ke jakarta dan menikah dengan majikan tempat dia bekerja yang baru saja kehilangan istrinya yang meninggal karena sakit yang tidak jelas apa sakitnya.
Sejak saat itulah Dion menjadi orang kaya dan hidup berkecukupan. Suami barunya yang tidak memiliki anak dari istri sebelumnya menyambut gembira kedatangan Dion di rumahnya.
Yanto tahu bahwa dirinya mandul dan tidak akan pernah bisa memiliki seorang anak. Oleh karena itu dia sangat bahagia ketika ibunya Dion ternyata sudah memiliki anak dengan suami pertamanya.
Dion terkesiap ketika dia mengenangkan masa lalunya yang begitu kelam dan sangat menyakitkan. Dion sudah merencanakan balas dendam itu sangat lama bahkan saat dia masih duduk di bangku SMP selalu mencari gara-gara dengan Alvin.
Setelah tahu kalau Sheilla di jodohkan dengan Alvin, Dion mulai melancarkan aksinya untuk mendekati dan merayunya sehingga Akhirnya dia berhasil mendapatkan semua yang dia mau dari Sheilla sebulan yang lalu.
Sheilla yang tidak mengetahui bahwa dirinya hanya dijadikan alat untuk pembalasan dendam Dion kepada keluarga Cipto merasa berbahagia dan merasa dicintai oleh Dion yang selama ini selalu memperlakukan dirinya seperti Ratu setiap kali mereka bertemu.