NovelToon NovelToon
Love Tragedy (Kenzo & Kannaya)

Love Tragedy (Kenzo & Kannaya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Widia Lestari

CERITA MENGGANTUNG, SEBAIKNYA JANGAN DIBACA.

Jika disuruh memilih antara uang atau kasih sayang, kalian akan pilih mana?

Kenzo dan Kanaya, sepasang kakak beradik yang tidak pernah merasa kekurangan dalam hal apa pun kecuali kasih sayang dari kedua orang tuanya.

"Papa dan Mama melakukan ini juga untuk kalian berdua. "
Kalimat itu sepertinya sudah muak didengar telinga.

Sebagai kakak, Kenzo berusaha semampu mungkin untuk menorehkan semua kasih sayangnya kepada sang adik, Kanaya. Ia tidak mau adiknya merasakan hal serupa seperti dirinya. Tapi, dunia terus berjalan, hingga Kanaya menyadari hal itu.

Mereka tumbuh bersama dengan balutan kasih, perlindungan, dan cinta yang selalu keduanya berikan kepada satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan satu kenyataan yang sulit untuk mereka terima. Raga yang selama ini selalu bersama, rupanya tak sedarah.

Apakah mereka akan terus bersama hingga akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Falling in Love

Pagi hari yang cerah dengan udara yang masih segar. Kini akhirnya Kannaya bisa bernafas dengan lega setelah menjalani berbagai kejadian buruk yang menimpanya sebelumnya.

Kannaya berdiri di depan rumah menunggu Regan yang berjanji akan mengantarnya pergi sekolah.

"Nay! Gue duluan ya!" pamit Kenzo dengan motornya.

"Iya Kak, hati-hati ya!"

Berbarengan dengan itu, Regan pun tiba dengan mobil sportnya.

"Are you ready?" tanyanya

Kannaya mengangguk dengan mengulum senyumnya kemudian naik ke mobil Regan.

"Lo udah sarapan?" tanya Regan.

"Udah, Kak" balas Kannaya kikuk.

Cekit! Regan mendadak menghentikan mobilnya.

"Apa? Lo manggil gue apa barusan?" tanya Regan tidak percaya.

"K..Kak!"

Regan terkekeh karena sangat aneh Kannaya memanggilnya 'kakak'. Ia pun kembali melajukan mobilnya perlahan.

"Lo gak sakit kan, Nay?" tanya Regan menempelkan punggung tangannya ke dahi Kannaya.

"Enggak lah Kak, ini sebagai bentuk terima kasih gue aja sama lo udah bantu gue selama ini!" jelasnya.

Regan melengkungkan senyum di wajahnya, Regan senang di panggil kakak oleh Kannaya apalagi kalo di panggil ayang.

"Atau lo mau gue panggil oppa aja?" tanya Kannaya mencairkan suasana.

"Oppa? Ogah ah, gue belum beruban, Kannaya!" tolak Regan.

Kannaya terkekeh "Maksud gue bukan oppa kakek-kakek.."

"Terus apa?" tanya Regan penasaran.

"Itu loh kayak orang-orang Korea gitu, manggil pacarnya oppa, oppa gitu!" jelas Kannaya bersemangat tanpa menyaring ucapannya.

Regan yang mendengarnya tersedak oleh ludahnya sendiri. Sontak Kannaya membukakan botol minum dan memberikannya kepada Regan.

Kannaya yang baru menyadari ucapannya merasa sangat malu dan wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat ini.

"Ya ampun, ni mulut gak bisa di rem apa?" gerutunya dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.

"Wah, kayaknya gue dapat lampu hijau nih!" batin Regan kegirangan.

Karena dari saat pertama Regan melihat Kannaya, ia sudah tertarik kepadanya di tambah dengan beberapa kejadian membuat mereka menjadi dekat. Yang akhirnya Regan semakin yakin bahwa dirinya ingin memiliki Kannaya dan ingin melindunginya.

Sepanjang perjalanan mereka saling diam canggung.

...----------------...

"Gue mau dong!" seru Gabriel merebut sepotong sandwich dari tangan Velly yang hendak ia masukkan ke mulutnya.

"Ish, Kak balikin gak? Gue belum sarapan dari rumah!" ucap Velly gusar.

"Gue juga sama Vel, belum sarapan!" balas Gabriel dengan santainya memakan sandwich Velly.

"Cih, nyebelin banget sih!" decih Velly kesal.

"Kenapa Vell?" tanya Kenzo yang baru datang bergabung.

"Itu tuh Kak, sarapan gue di ambil sama Kak Gabriel!" ucap Velly mengadu.

Kenzo pun memasang mata tajamnya kepada Gabriel seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.

Gabriel menelan makanan yang ada di mulutnya dengan susah payah.

"Gak kok Ken, beneran deh. Ini dia sendiri yang ngasih!" sahut Gabriel berbohong.

"Lo jangan gitu! Itu makanan orang! Bisa-bisanya lo makan seenaknya!" balas Kenzo marah.

Gabriel meringis karena Kenzo beberapa kali memukul lengannya.

"Yaudah Vel, lo sarapan bareng gue aja di kantin! Gue juga belum sarapan, ayo!" ucap Kenzo meraih tangan Velly dan menariknya ke Kantin.

Gabriel yang menyaksikan kejadian langka seperti itu hampir saja menjatuhkan sisa potongan sandwich yang ada di tangannya.

"Itu beneran Kenzo, kan? Kayaknya pangeran es yang selama ini bersemayam di tubuh dia udah keluar!" Gabriel bermonolog keheranan.

...----------------...

Kannaya memasuki kelasnya dengan menundukkan kepalanya dan duduk di bangkunya.

Ia memegangi pipinya yang masih terasa panas.

"Nay! kenapa muka lo merah padam gitu?" tanya Laura yang ada disana.

"Ah enggak apa-apa kok, gue lupa pake sunscreen kesini jadi kepanasan deh!" balas Kannaya mencari alasan.

"Ini masih pagi Nay, di luar kayaknya belum terlalu panas deh!" sahut Laura melihat keluar jendela kelasnya.

"Gue..."

Ucapan Kannaya menggantung karena bel masuk berbunyi berbarengan dengan itu semua murid mulai memasuki kelasnya.

"Hay guys!" sapa Velly yang baru masuk kelas.

"Hay, dari mana aja lo?" tanya Laura.

"Gue habis sarapan dari kantin!" jawabnya dengan riang gembira.

"Tumben lo gak ngajak kita berdua!" sindir Laura.

"Itu.. Gue di ajak sama Kak Kenzo" jawab Velly ragu.

Kannaya dan Laura yang mendengarnya seketika ternganga.

"Serius lo Vel?" tanya Kannaya tidak percaya.

Tidak biasanya seorang Kenzo yang terkenal dinginnya sarapan sama cewek, berduaan lagi. Ya meskipun di kantin sekolah yang tentunya ada orang lain juga disana. Tapi ini rasanya bukan Kenzo banget.

"Wah wah wah, kayaknya lo sama Kak Kenzo ada apa-apa nih!" sahut Laura sok tau.

"Lo pacaran sama Kakak gue? tapi kok Kak Kenzo gak bilang apa-apa sama gue?" cercarnya.

"Apaan si, lo berdua gak jelas banget deh! Gue sama Kak Kenzo gak ada apa-apa!" ucap Velly menegaskan.

Kannaya dan Laura hanya menatap dalam Velly dan itu membuat Velly tidak nyaman. Untungnya guru mata pelajaran masuk ke kelasnya dan pembelajaran segera di mulai.

...----------------...

Saat ini Kannaya menatap tajam Kenzo yang sedang bermain Play Station di sampingnya.

"Mati lo pada mati semua, mati!" ucap Kenzo bermonolog sambil fokus dengan gamenya.

"Yes! Gue menang!" seru Kenzo bersemangat sampai ia menaiki sandaran sofa dan berteriak atas kemenangannya.

Kannaya yang menyaksikannya semakin heran dengan kelakuan kakaknya itu karena sebelumnya Kenzo tidak akan segirang itu saat memenangkan permainan.

"Ya ampun, Ken. Turun nanti jatuh!" ucap Syafira khawatir.

"Mom, akhirnya aku memenangkan gamenya!" sahut Kenzo berlari ke arah Syafira dan menciumi sekeliling wajahnya.

"Iya, iya sayang iya, kamu memang hebat!" puji Syafira.

"Iyuuhhh.. Kak Ken lebay banget si! Ketimbang menang game doang sampe segitunya!" sindir Kannaya.

"Jangan iri jangan iri, jangan iri dengki!"

"Sudah, ayok sini makan malam dulu!" ajak Syafira kepada anak-anaknya.

"Daddy belum pulang, Mom?" tanya Kannaya.

"Daddy bilang ada meeting malam ini"

"Bahkan malem pun Daddy meeting?" tanya Kannaya tidak percaya.

"Ya begitulah Daddy kalian yang gila kerja itu, padahal udah ada orang yang urus perusahaan tapi masih aja Daddy rasa harus turun tangan" jelas Syafira.

"Tapi kalian tahu, ini semua juga Daddy lakukan buat kalian juga kan?" lanjutnya memberi pengertian.

"Ya, Mom!"

...----------------...

Sementara itu, ada Regan yang berguling kesana kemari di atas kasur besarnya. Bayangan Kannaya menari-nari dalam pikirannya sehingga Regan sulit untuk tertidur.

"Ck, Nay lo pergi dulu ya dalam pikiran gue. Gue mau tidur nyenyak malam ini!" monolog Regan.

Ia menatap langit-langit kamarnya dan mencoba membayangkan sedang menghitung domba yang masuk ke kandang, berharap itu akan membantunya untuk tidur.

"1.. 2.. 3.. ....19.." mata Regan hampir terlelap

"Kannaya.." gumamnya saat melihat Kannaya yang ikut masuk ke kandang domba dalam bayangannya.

"Regan, ada apa sama lo?" gerutunya kembali terbangun.

"Lo harus hubungi Kannaya, Regan!" bisikan halus kepada Regan.

Regan mengambil ponselnya dan memutuskan untuk menghubungi Kannaya saja lewat video call.

Tak perlu menunggu lama, Kannaya menerima panggilannya. layar ponsel Regan menampilkan wajah cantik Kannaya yang polos.

"Hay, Nay!!" sapa Regan canggung sambil melambaikan tangannya ke layar ponsel.

"Hay, Kak. Ada apa?" tanya Kannaya dalam panggilan.

Regan kesulitan menjawab, karena kali ini ia menghubungi Kannaya benar-benar tak beralasan.

Regan berpikir sejenak sebelum memberi jawaban "Gue kira lo udah tidur, Nay"

"Belum, Kak. Makhluk ini ganggu tidur gue!" Kannaya menunjukkan keberadaan Kenzo.

"Hay, Bro!" sapa Kenzo sembari mengaplikasikan masker pada wajahnya.

"Wah, ternyata seorang Kenzo suka perawatan juga ya!" sahut Regan.

"Tau nih Kak Ken tumben-tumbenan pake masker wajah gitu, mintanya maksa lagi!" sahut Kannaya mengadu.

"Ya gak masalah dong ya kan, Gan? Namanya juga perawatan!" timpal Kenzo mencari pembelaan.

"Perawatan sih perawatan, tapi modal juga kali!" sindir Kannaya.

"Udah selesai, thanks ya!" ucap Kenzo mencium pipi Kannaya dan berlalu pergi meninggalkan kamar adiknya itu.

"Ish, nyebelin banget sih, jadi kena maskernya kan ke muka gue!" Kannaya mengusap pipinya yang terkena masker dari Kenzo.

Regan yang menyaksikannya hanya terkekeh atas kelakuan kakak beradik itu.

"Oh iya, ada apa Kak?" tanya Kannaya tiba-tiba membuyarkan suasana Regan.

"Oh itu Nay, gue cuman mau ucapin.. Selamat Malam, Kannaya!" ucapnya dan langsung mematikan panggilannya sepihak.

Sementara Kannaya hanya ternganga tidak percaya "Tengilnya Kak Regan kayaknya udah balik!"

Meskipun tengil, tapi itu berhasil membuat Kannaya tersipu dan warna merah mulai terpancar dari wajahnya yang putih.

"Huh, sekarang gue bisa tidur nyenyak!" gumam Regan lega.

1
adara
sayang bangat ka padahal ceritanya bagus
Kang Halu: Nanti Author kembali lagi dengan karya yang lebih menarik. Tunggu, ya..

Atau kamu bisa cek karya Author di aplikasi Fizzo dengan judul : Pesona Pengasuh Kecil Tuan Muda.

Terima kasih..
total 1 replies
Etik Puji Astuti
lanjut
nis_ma
kayaknya justru si Kanaya yang bukan anak kandung ya kak? hhe nebak aja kak
Anonim
lg nyimak
Nina ♋
Jadi penasaran, Kenzo, seperti apakah dirimu 🤔🤔
adara
siap ka di tunggu kelanjutannya
Kang Halu: makasih
total 1 replies
Kang Halu
hay readers, mohon maaf novel ini lagi tahap revisi, jadi di harap jangan baca dulu ya, nanti pusing.
kalian bisa tambahkan dulu ke favorit, nanti kalo ada notif update berarti aku udah selesai revisi. thanks and love u all
...: langsung kabari kalo udah selasai ya kaa
total 1 replies
Kang Halu
Untuk yang udah baca sampai sini, maaf ya aku akan kasih kabar mengecewakan. Aku berniat untuk merevisi novel ini. Menurutku alurnya sangat berantakan sampai aku mentok kehabisan ide lagi, pusingin sendiri. mohon maaf yang sebesar-besarnya ya. Aku mau perbaiki dulu tulisan aku. mungkin alurnya akan sedikit berbeda tapi gak akan keluar dari kerangka ceritanya kok. Nanti aku kabarin lagi kalo aku udah selesai dan lanjut up🤍
...
hayoo Lo..🤣
adara
kasihan kenzo dia pasti sedih saat tau kalau ayahnya mengalami trauma setelah koma dan tidak mengenalnya😭😭
adara
akhirnya up lgi. next ka
Kang Halu: iya, maaf ya kemarin sibuk di real life nih heheheh
total 1 replies
Kang Halu
Selamat tahun baru islam 1 Muharram 1444H readersku, bagi yang beragama Muslim 🥳 Jika tahun lalu dipenuhi dengan kesedihan, mari memulai awal kebahagiaan. Jika tahun lalu mendapat banyak kekecewaan, ambil hikmah dari hal baik yang terdapat di dalamnya🤍
adara
kenzo pasti kangen banget sma kannaya tadi kerinduannya sedikit terobati karena ada olive yg seperti kannaya walaupun sifat mereka sangat berbeda..
next ka🤗🤗
adara
apa kenzo lupa kalau kannaya menunggunya🤔 atau mungkin dia akan tetap tinggal di eropa dan meninggalkan amerika dan semua kenangan yg pernah dia lalui dulu..
next ka
Anonim
lanjut thor!
adara
"Don't judge the cover" mungkin kata itu cocok untuk menggambarkan sosok Ryo karena apa yg kita lihat diluar bukan berarti sama di dalamnya..
next ka
adara
benar apa yg di katakan Ryo kalau banyak yg menantikan kebahagiaanmu.kamu harus tetap bahagia walaupun tanpa kenzo di sisi mu. dan percayalah kalau kenzo pasti akan kembali..
adara
kejam sekali keluarga bardye terutama yuna adiknya bardye apa dia tidak berfikir kalau saat dia berbicara buruk tentang kakak iparnya sendiri? dia juga seorang wanita seharusnya dia mengerti perasaan syafira seperti apa..semoga yuna dapat karma atas apa dia perbuat s'lama ini terhadap syafira😤😤
adara
Huaaa seneng banget liat kenzo bisa bertemu dengan keluarga kandungnya dan menemui dady kandungnya yg sedang berjuang.. semoga saja alexis bisa merasan kedatangan kenzo putra nya yg sudah lama tidak bertemu dengannya dan dia segera sadar😭😭😭
adara
Huaaa aku sampai terharu melihat mereka kembali bersama menjadi satu keluarga yg utuh seperti dulu walaupun bardye dan syafira s'lama ini jauh dari mereka berdua tapi mereka tetaplah sebuah keluarga yg saling menyayangi satu sama lain😭😭
ka author gimana nasib alexis diakan keadaannya sedang memburuk? apa bardye akan membawa kenzo bertemu dengan alexis agar bisa melihat kondisi ayahnya yg sesungguhnya🤔🤔mungkin dengan kedatangan kenzo keadaan alexis bisa membaik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!