NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:367.9k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lebih dari 10 tahun Haris memendam rasa pada sahabatnya Elena, namun apalah daya rasa itu tak jua hilang meskipun Elena bersikeras menolak nya, bahkan setelah 8 tahun berpisah rasa itu tetap mengendap di hatinya.
hingga suatu kejadian membuat mereka dipaksa menikah oleh kedua orang tua mereka. Hal itu membuat Elena semakin frustasi, karena terus menerus menolak menerima fakta bahwa hatinya mulai lemah pada pesona sang calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"kenapa, apa kamu mulai tak bisa jauh dariku?" bukannya menjawab, Haris justru melemparkan kalimat dengan maksud menggoda gadis yang sejak lama di cintainya tersebut.

Elena tersenyum samar "suka suka kau lah mau menganggap ku seperti apa".

"hahahaha ..." Haris tertawa keras.

“Ini untukmu” ujarnya kemudian.

Elena terus menatap Haris, sementara Pandangan Haris tampak fokus ke jalan.

"Terimakasih yah"

“Hmm sama sama ... jangan melihatku seperti itu, terlalu lama menatapku, bisa berakibat jatuh cinta” Celetuk Haris, yang kemudian diiringi dengan datangnya cubitan  di perutnya, Haris meringis “sakit ...” keluhnya

“Ke geeran sih, rasain tuh” cebik Elena.

“Hahaha” Haris tertawa senang, tak disangka menggoda Elena bisa semenyenangkan ini, padahal beberapa jam lalu, dia harus mati matian menahan amarahnya, karena berkali kali Kim Daniel tampak terpesona saat menatap Elena, ingin rasanya dia keluarkan bola mata Kim Daniel dari tempatnya, karena mata itu sudah berani mangagumi gadis yang sejak lama mendiami seluruh hatinya.

“kita mau kemana sekarang?” tanya Elena karena jalan yang mereka lalui bukan jalan menuju rumahnya.

“Makan...” jawabnya singkat

“bukannya tadi sudah makan?” tanya Elena heran.

“Iya, aku sedang ingin makan orang”

Elena mendelik heran, tapi tak berani melanjutkan pertanyaannya, tatapan tajam dan dinginnya sikap Haris sudah cukup untuk membuat nya tau, kalau pria itu sedang menahan amarah.

"Kamu marah?" Elena bertanya pelan.

"Lebih tepatnya cemburu" Haris menatapnya sekilas.

Tak lama Haris nampak memperlambat laju mobilnya, sorot matanya nampak waspada mencari cari sesuatu “seharusnya ada d sekitar sini” gumamnya pelan masih terus mencari.

Dari jauh nampak sebuah warung tenda yang mulai ramai pengunjung, Haris menepikan mobilnya kemudian mematikan mesin mobil.

“yuk turun” ajaknya

“dim sum ?” elena mencoba mengingat, ah kenapa bisa lupa yah, pria ini penggemar dim sum.

“iya”  jawab Haris

Selepas turun dari mobil, mereka berjalan beriringan, dan memilih meja di luar tenda yang kebetulan kosong, tanpa bicara Haris meninggalkan Elena seorang diri, Elena Menatap sekeliling, suasana sore mulai menyapa kota, para pekerja mulai beranjak meninggalkan pekerjaan mereka menuju rumah, jalanan nampak ramai dengan hiruk pikuk warga yang ingin beraktivitas sore.

Elena tak menyadari bahwa Haris sudah kembali ke tempatnya semula.

“Kenapa cake nya belum di makan?” ujarnya membuyarkan lamunan Elena.

Elena terkejut “oh ... Iya ... Nanti saja” jawab Elena kikuk. Kali ini raut wajah Haris sedikit lebih rileks.

“Kemarikan cake nya, mau aku suapi? ” tanpa menunggu persetujuan, Haris mulai mengeluarkan cake dari paperbag, kemudian memulai suapan pertama nya, ketika sendok sampai ke mulut Elena, gadis itu menggeleng.

“Biar aku makan sendiri” tolak Elena, mencoba mengambil sendok dari tangan Haris.

“Buka mulut, aku memaksa” Haris tegas

Dengan terpaksa Elena membuka mulut nya, kemudian cake lembut itu mulai lumer didalam mulutnya ... Haris pun menyerahkan sendok ke tangan Elena. “makanlah ... Aku suka melihatmu makan” Haris tersenyum.

Elena terdiam mematung, masih tetap terdiam menatap Haris yang kini tengah melonggarkan dasi dan menggulung lengan kemejanya hingga ke siku.

 “Terlalu lama menatapku, bisa berakibat jatuh cinta” Haris menyadari kalo dirinya sedang d perhatikan.

 kali ini Elena tak marah, sebaliknya dia hanya tersenyum geli, kemudian mulai memakan kembali cake nya, “kamu mau? Aku suapi

kali ini Elena tak marah, sebaliknya dia hanya tersenyum geli, kemudian mulai memakan kembali cake nya, “kamu mau? Aku suapi yah?” Elena menawarkan cake nya.

Haris menggeleng

“kenapa?”

“Bosan”

Elena terkejut “kapan kamu makan cake?”

“Ketika aku mengingat mu, aku memakannya, di hari ulang tahunmu, aku juga memakannya, ketika aku tak bisa menahan rasa rinduku padamu, aku memakannya” ucap Haris dengan senyum tersungging di bibir nya.

Meleleh Rasa hati Elena, wajah sendunya menatap pria di hadapannya, sungguh dia tidak punya rasa sedalam perasaan Haris.

Tak lama dim sum pesanan Haris tiba di meja, satu persatu dim sum berpindah ke perutnya, Haris tampak menikmati makanannya, tanpa menyadari sejak tadi Elena menatap nya.

Deg

Pandangan mereka bertemu

“Terlalu lama menatapku ...” Haris berujar

“Bisa berakibat jatuh cinta” sambung Elena, seraya mengulum senyum.

“Baguslah kalau kamu tau, jangan menyesal yah”

“Aku sedang membuktikan nya”

Haris terdiam, kembali menatap Elena.

“Membuktikan teori konyolmu” lanjut Elena.

Haris tersenyum senang, kemudian melanjutkan makannya, “makanlah, kamu tidak akan kenyang hanya dengan menatap ku”

Bukannya memakan cake nya, tanpa malu malu Elena membuka mulut nya “kamu mau ini?” Haris menunjuk dim sum di piring nya, Elena pun mengangguk senang, Haris mengambil sepotong dim sum dari piring nya mencelupkan kedalam saus, ketika hendak menyuapkan, tiba tiba angin bertiup, membuat sebagian wajah Elena tertutup Rambutnya, kemudian tanpa canggung dia menyingkapnya kemudian menyelipkan kebelakang telinga.

Selanjutnya, adegan saling menyuapi pun terjadi, mereka makan sambil tertawa riang, dan saling melemparkan candaan, bahkan Elena melupakan cake nya, hingga tak terasa mereka menghabiskan banyak porsi dim sum.

“kita makan sebanyak ini” Elena terkejut, ketika mendapati banyaknya tumpukan piring d meja mereka. "aku rasa, aku tidak ingin makan sampai besok siang".

Haris hanya tertawa mendengar nya.

“Ah ... Aku hampir lupa” tiba tiba Haris menggeser kursinya dan memposisikan dirinya duduk bersebelahan dengan Elena, kemudian tanpa aba aba, dia memeluk leher elena, dan ...

Cekrek

Sebuah foto manis mengabadikan momen mereka sore itu.

Dalam foto tersebut Bahkan Elena belum sempat tersenyum, wajahnya masih nampak terkejut, tapi menurut Haris ... posenya nampak menggemaskan.

Hah begitulah perasaan orang jatuh cinta, bahkan pose amburadul pun akan nampak indah.

“Kenapa tiba-tiba mengambil gambar, aku kan belum sempat tersenyum” Elena menggerutu.

“Maaf, tapi aku tidak bisa melewatkan momen ini, ini hobi yang menyenangkan, dan lagi ini akan jadi kenangan jika suatu saat kita kembali berpisah” ujar Haris, ada nada getir dalam ucapannya.

Kemudian dia pun bangkit menuju kasir .

Kembali berpisah.

kalimat yang bahkan tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Entah kenapa Elena tidak siap dengan kalimat itu, hatinya mendadak hampa, selama 8 tahun ini dia merasa baik baik saja tanpa bertemu dengan keluarga maupun teman temannya, tapi untuk sesaat hatinya merasa tercabik mendengar kalimat kembali berpisah.

Apakah hatinya mulai terikat, ah tidak mungkin, dirinya bahkan baru beberapa kali bertemu kembali dengan Haris, tapi kenapa harus Haris, dengan Bagus dia tidak pernah merasa seperti ini, apakah mulai ada rasa yang tertinggal dalam hatinya, entah.

Membayangkan dirinya akan kembali berpisah dengan Haris, hahaha ... kembali berpisah, Elena membatin, dan entah kenapa mendadak ia gelisah.

Kenapa Haris tiba tiba membicarakan perpisahan, sementara Elena bahkan tidak berfikir untuk kembali ke negeri gingseng, apakah Haris yang akan kembali? Tapi kenapa? Untuk apa? Bukankah dia punya pekerjaan disini? Jadi sebenarnya apa yang dia kerjakan selama di negara paman AA? Ah iya, mungkin dirinya yang terlalu abai, tidak terlalu ingin ikut mencampuri urusan Haris, entah kenapa, mendadak banyak pertanyaan dalam kepala Elena, tapi dia tidak cukup berani menyampaikan.

1
Nadi Rosmiaty Manaba
suka ceritanya😍
Sunny Kwok
Luar biasa
Dewi Oktavia
hahahaha
adelina rossa
hadir disini kak sekarang...
fatin Rahman
hahaha
suka hatimu thor
fatin Rahman
ulah c Bagus..melibatkan gambar2 Elena dan Haris dalam hotel tmpo hari kpd pak sebestian. ku kira mereka akan dijodohkan. pasti/Drool/
fatin Rahman
29/8/2025
TRIDIAH SETIOWATI
good story
Dewa Nara
kasian Harris
Dewa Nara
jadi geng Elena kerja sama papa Elena
Dewa Nara
lah katanya tadi rambutnya Elena pakai tusuk konde
Dewa Nara
kok Harris gitu
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
pipi gemoy
di tunggu bab nya bagus Thor 🙏🏼
pipi gemoy
thor lanjut cerita Bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
pipi gemoy
sudah baca duluan Thor 😎
moon: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/

padahal ini yang novel pertama
total 1 replies
pipi gemoy
Haris 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼✌🏼
pipi gemoy
si Haris pasti nya 😎
pipi gemoy
tersepona si Haris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!