NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERPISAHAN

Lucian terdiam, dadanya naik turun menahan gejolak emosi yang campur aduk.

Di satu sisi, darah serigalanya berteriak ingin segera pulang dan merobek leher Michelle yang sudah menyakiti ibunya. Namun di sisi lain, matanya perlahan beralih menatap ke arah gubuk sederhana, tempat istri rahasianya sedang duduk dengan tenang.

"Aku akan kembali ke ibu kota sekarang juga" ucap Lucian akhirnya, mengambil keputusan tegas dengan suara berat.

"Siapkan kuda terbaik di perbatasan hutan sebelah utara!" lanjut Lucian, mengepalkan tangannya kuat.

"Baik, Tuan Muda! Segera saya laksanakan!" jawab Patrik, langsung melesat pergi menghilang di balik semak-semak hutan untuk menyiapkan kebutuhan tuannya.

Lucian menghela napas panjang, mencoba meredam aura membunuhnya sebelum melangkah kembali ke arah gubuk, dia harus izin pada istri kecilnya.

Begitu dia sampai di teras, Ara langsung menyadari perubahan ekspresi di wajah suaminya yang mendadak menjadi sangat kaku dan dingin.

"Ian? Kamu kenapa? Wajahmu mendadak pucat begitu, seperti habis melihat hantu hutan saja," tanya Ara, meletakkan bukunya dan menatap Lucian dengan kening berkerut heran.

Lucian berjalan mendekat, lalu tiba-kira meraih kedua tangan kecil Ara dan menggenggamnya dengan sangat erat, membuat Ara seketika tersentak kaget.

"Ara, dengarkan aku," ucap Lucian, suaranya terdengar sangat serius dan dalam, menatap langsung ke dalam manik mata bulat milik gadis itu.

"Aku harus pergi sekarang juga, ada urusan keluarga yang sangat mendesak yang harus ku selesaikan, aku janji secepatnya aku akan kembali pulang kesini," lanjut Lucian, menatap Ara semakin dalam.

"Eh? Pergi sekarang? Mendadak sekali? Urusan apa, Ian?" tanya Ara, cukup penasaran.

"Ibuku... dia sedang sakit saat ini, aku harus pulang untuk melihat kondisinya." jawab Lucian, menyembunyikan identitas bangsawannya, namun raut kecemasan di matanya benar-benar nyata.

Mendengar jawaban Lucian, hati Ara yang berjiwa modern langsung melunak, dia tahu betul rasanya mengkhawatirkan orang tua.

"Ya ampun, kenapa tidak bilang dari tadi! Ya sudah, cepat pergi, orang tua itu nomor satu, Ian, jangan sampai kamu menyesal karena terlambat pulang," ucap Ara melepaskan satu tangannya dari genggaman Lucian, lalu menepuk bahu tegap pria itu dengan lembut.

Lucian menatap ketulusan di wajah Ara, membuat hatinya yang tadinya panas karena amarah mendadak terasa sedikit hangat, dia merogoh kantong baju hitamnya, lalu mengeluarkan sebuah kalung perak sederhana dengan liontin batu amber kecil yang berkilau indah.

"Pakai ini," perintah Lucian, langsung memakaikan kalung itu ke leher Ara tanpa meminta izin terlebih dahulu.

"Eh? Kalung apa ini, Ian? Aku tidak butuh perhiasan begini untuk mencangkul kubis!" protes Ara, meraba liontin batu di dadanya yang terasa agak hangat saat menyentuh kulitnya.

Dia tidak tahu saja kalau batu amber itu sudah diisi dengan energi pelindung khusus klan serigala Alistair untuk menjaga pasangannya dari bahaya.

"Jangan pernah melepasnya, Ara, ini adalah bukti kalau aku akan segera kembali kepadamu," bisik Lucian, pelan.

"Tunggu aku di rumah ini, jangan pergi ke mana-mana, dan jangan dekat-dekat dengan pria jelek di pasar lagi. Mengerti?" lanjut Lucian, membawa Ara ke pelukannya.

Ara menyembunyikan wajahnya di dada bidang Lucian yang mendadak memerah karena sikap posesif pria di depannya ini.

"I-Iya, iya! Dasar bawel! Cepat pergi sana, nanti kamu ketinggalan kereta kuda!" jawab Ara, ketus.

Lucian tersenyum miring melihat wajah salah tingkah Ara yang sangat menggemaskan itu.

"Ingat jaga diri, aku janji akan segera kembali," ucap Lucian, melepaskan pelukan.

"Iya," jawab Ara, mengangguk kan kepala nya.

Cup

"Aku pergi," pamit Lucian mencium kening istrinya.

Lucian melangkah pergi meninggalkan halaman gubuk dengan langkah seribu, menyisakan Ara yang berdiri terpaku memegangi kalung di dadanya dengan debaran jantung yang berantakan.

"Dasar pria menyebalkan, tiba-tiba peluk, tiba-tiba cium, terus main pergi aja," gerutu Ara pada diri sendiri, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih berdegup kencang.

Ara mengembuskan napas panjang, lalu menatap hamparan kebun kubis dan deretan pot herbal yang baru setengah jalan mereka urus pagi ini.

Kebun yang tadinya terasa ramai karena omelan-omelan kecil Lucian, mendadak terasa sangat sepi dan luas.

"Baru juga ditinggal sedetik, kenapa rasanya langsung sepi begini, ya?" gumam Ara, menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk mengusir rasa hampa yang tiba-tiba menyergap.

Lucian melesat ke perbatasan hutan utara, di mana Patrik sudah menunggunya dengan dua kuda hitam terbaik yang tampak gelisah karena merasakan amarah sang tuan, tanpa membuang waktu, Lucian langsung melompat ke atas kuda nya.

"Kita ke kediaman Earl Kendrick sekarang," perintah Lucian dingin.

"Baik, Tuan Muda!" jawab Patrik patuh, langsung memacu kudanya mengikuti Lucian yang sudah melesat bagai angin badai.

Kembali ke Ara yang saat ini sedang menyapu teras rumah nya.

Entah kenapa perasaan Ara jadi tidak enak, seperti akan ada hal besar yang akan terjadi.

"Semoga saja ini hanya perasaan ku saja," gumam Ara, mengusir pikiran buruk nya.

DRAP

DRAP

DRAP

Tiba-tiba Ara menghentikan gerakannya saat mendengar suara gemuruh derap langkah kaki kuda yang sangat ramai mendekat dari arah jalan utama desa.

BRAKK

Pagar kayu di halaman depan gubuk roboh seketika setelah diterjang oleh beberapa ekor kuda besar berkulit hitam legam.

Puluhan ksatria berbaju zirah langsung mengepung gubuk kecil itu, menutup semua jalan keluar dengan pedang yang terhunus.

SRING

SRING

SRING

"Tempat kumuh apa ini? Benar-benar tidak layak huni," ucap sebuah suara bariton yang terdengar sangat familier di telinga Ara.

Dari balik kerumunan ksatria, muncul dua orang pria tampan berkuda dengan pakaian kebangsawanan yang sangat mewah.

Mereka adalah Pangeran Xavier dan Pangeran Raymond, kakak laki-laki Ara dari Istana Kerajaan Costa.

Ara yang melihat kehadiran kedua kakaknya langsung melotot sempurna, menjatuhkan sapu lidi di tangannya ke lantai tanah.

"Kak Xavier? Kak Raymond? Kenapa kalian bisa ada di sini?!" tanya Ara, menatap kedua kakak nya.

Pangeran Xavier melompat turun dari kudanya dengan anggun, lalu berjalan mendekati Ara dengan wajah yang ditekuk sebal.

"Pertanyaan bagus, Arabella, harusnya kami yang bertanya, apa yang sedang dilakukan putri bungsu Kerajaan Costa di gubuk rongsokan ini, hah? Memegang sapu kotor seperti pelayan?!" ucap Xavier, menghampiri adik kecil nya.

Ara mendengus malas, langsung berkacak pinggang menantang tatapan tajam kakaknya.

"Aku sedang hidup tenang di sini, Kak! Dan namaku di sini adalah Ara, bukan Arabella! Kenapa kalian suka sekali merusak ketenanganku, sih? Lihat itu, pagar kebun kubisku sampai hancur!" ucap Ara, kesal.

"Cukup main-mainnya, Bella," ucap Pangeran Raymond yang ikut turun dari kuda, wajahnya tampak jauh lebih serius.

"Kamu sudah hampir setengah tahun kabur dari istana dan tinggal di luar tanpa izin. Sekarang, kemasi barang-barangmu, kami diperintahkan untuk membawamu pulang hari ini juga!" perintah Pangeran Raymond, tegas tidak mau di bantah.

1
Astiana 💕
hAis kasian Abang Lucian🤣
kaylla salsabella
bukan menangis ketakutan Ian tapi... nangis binggung🤭🤭🤭
ryuka
araaa kanu mending jujurr 🤭🤭🤭🤭
kaylla salsabella
hayooo kok dia " nya mau di jodohkan🤣🤣
kaylla salsabella
cara nya gimana🤔🤔
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!