NovelToon NovelToon
LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Komedi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:188.7k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.

Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.

Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.

Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.

Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. KECEWA

Kedekatan Baby dengan Maxime memang terlihat nyata, tetapi sebenarnya hal itu Baby lakukan untuk melihat seberapa besar rasa yang ada di hatinya untuk dr. Maxime. Baby tak mau menyakiti atau pun tersakiti nantinya karena cinta.

Baginya mencintai seorang duda memang tidak salah, tetapi jika mantan istrinya masih mengejarnya, sepertinya hal itu akan sedikit sulit. Baby paham jika dirinya masih dianggap bau kencur dan tak pantas rasanya menjalin perasaan dengan orang sempurna seperti dr. Maxime.

Terlebih kini dirinya tidak mempunyai fisik yang sempurna seperti dulu. Kecelakan beberapa bulan lalu membuat Baby impian dan harapan hidup Baby pernah terkubur. Banyak orang yang jijik berdekatan dengannya, mungkin jika ia bukan seorang dokter, mungkin ia juga akan bersikap sama.

Tetapi apakah pandangan orang-orang akan tetap sama, atau merendahkan dirinya jika sampai ada sebuah hubungan yang terjalin diantara mereka. Semakin lama, Baby semakin terjebak dalam pemikirannya sendiri.

Sementara itu, Maxime juga mengalami hal yang sama. Mungkin ini yang namanya pemikiran lelaki yang sudah matang. Sehingga kepekaan tentang soal hati sangatlah tinggi.

Selain trauma dalam pernikahan, Maxime memang tidak terlalu memikirkan hatinya. Mungkin ia terlalu profesional pada pekerjaan, hingga hal seperti ini terabaikan. Bahkan hatinya sudah terlalu dingin dan membeku jika berdekatan dengan wanita.

Tetapi akhir-akhir ini, ia tidak bisa memungkiri jika hatinya memang sedikit terusik akan kehadiran Baby Corn, si jagung muda. Selama beberapa hari terakhir, kedekatan mereka memang sedikit berkurang, hal itu sukses membuat rasa itu semakin menggelitik di hati dr. Maxime.

...Entah harus dari mana aku mulai cerita ini...

...Kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati...

...Apakah aku mencintaimu dalam diam...

...Sehingga rinduku semakin tak teredam...

...Ingin rasanya aku bertemu denganmu...

...Tapi, menyapamu saja aku tak mampu...

...Lalu, apa dayaku?...

...Bahkan anginpun membisu...

...Ketika aku mengadu tentang...

...apa saja yang bertalian denganmu...

...Mungkin bagiku, cukup Tuhan yang tahu...

...Tentang apa dan bagaimana perasaanku...

...Karena bahagiaku, masih bisa menyelipkan...

...namamu dalam setiap doaku...

^^^(anonim)^^^

.

.

Sebenarnya ada rasa kenyamanan saat bersama, tetapi ketika melihat tingkah Baby yang kurang suka jika mereka terlalu dekat, membuat Maxime sedikit mengurangi intensitas pertemuan. Tanpa mengucap kata pamit, tanpa bertegur sapa untuk yang terakhir kali, mereka memutus hubungan kotak.

Mungkin Baby menganggap jika rentang usia mereka yang terlalu jauh, hingga membuatnya ragu. Belum lagi statusnya yang seorang duda. Baby juga berkecil hati jika melihat kondisi fisiknya sendiri.

Sejak keraguan itu muncul, dr. Maxime mulai terlihat menyibukan dirinya dengan urusan Rumah Sakit. Meski rindu, tapi mereka menyembunyikan hal itu ketika bertemu. Jadwal chek up membuat mereka masih bisa bertemu meski hanya sebentar. Begitu pula dengan Baby yang sibuk dengan kegiatan di dunia modeling.

Melihat kedekatan mantan suami dengan gadis belia, terlebih itu Baby, membuat Cherry kebakaran jenggot. Alexa yang merupakan teman dekat Cherry sempat memberi tahu jika saat Cherry cuti, dr. Maxime sering datang ke agency model mereka.

Hati siapa yang tidak panas ketika menyadari jika mereka menjadi lebih dekat setelah semua langkah untuk menyingkirkan Baby gagal. Cherry harus memutar otaknya lebih kali ini.

"Kalau kalian benar-benar tak tersentuh, maka kali ini aku pastikan hubungan kalian akan merenggang kembali."

Cherry menyeringai ketika melihat pantulan wajahnya di cermin. Tetapi entah kenapa kaki Cherry belum membaik. Kali ini ia harus mengatur jadwal untuk chek up ke luar negeri lebih cepat, agar rencananya bisa segera terlaksana.

.

.

🍂Beberapa hari kemudian.

Setting pertemuan kali ini telah dirancang oleh Cherry, dengan sebuah bumbu agar terjadi sedikit kekacauan di sana. Sambil menyeringai, Cherry mendekati Baby yang sedang menunggu waktu latihan.

"Hai, Baby. Oh ya ini ada surat titipan dari dr. Maxime buat kamu," ucap Cherry dengan gaya sok anggun miliknya.

Baby menatap Cherry dengan tersenyum, tetapi hatinya berkata lain.

"Jika saja hatimu secantik wajahmu, mungkin dr. Maxime tidak akan pernah pergi dari hidupmu, Cherry." Batin Baby melihat kepergiannya.

Tetapi kini semuanya sudah berakhir. Begitu pula dengan Baby yang harus mempunyai dua topeng untuk ia gunakan.

Baby membuka secarik kertas itu dan membacanya.

...Andai senja bisa mengerti...

...betapa sakitnya memendam kerinduan...

...pada mentari pagi,...

...mungkin saja ia tak akan membiarkan malam...

...berhiaskan taburan bintang...

...Jika mentari bisa mendengar,...

...kicauan burung yang berpulang ke sarang,...

...mungkin dia ingin bertahan sebentar saja,...

...sebelum selimut malam menyentuh tubuhnya....

...Lalu bagaimana nasib seorang lelaki...

...yang berpegang teguh...

...pada rasa yang sebenarnya tak memberi teduh...

...Bagaimana dengan seonggok harapan,...

...dari seseorang yang bahkan lupa,...

...tentang dunia yang begitu lapang....

...Andai saja Engkau mengerti,...

...Andai saja Engkau pahami,...

...Rasa ini begitu berarti,...

...Kucintaimu dalam Diam sepanjang hari....

Setelah menyerahkan surat palsu itu Cherry tertawa senang, sementara Baby sedang memahami arti dari secarik kertas yang masih ia pegang.

"Kalau benar rindu, kenapa hanya lewat secarik kertas. Bukankah ini malah semakin menyakitkan."

Tanpa Cherry sadari, Baby menyobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang, Baby tak paham jika surat itu memang ditulis oleh dr. Maxime, tetapi itu surat cinta untuk Cherry saat dimasa awal-awal ia mengejarnya.

Begitu pula dengan Cherry yang lancang memberikan surat bekas miliknya pada orang lain. Tapi itulah Cherry yang selalu menganggap jika semua perbuatannya selalu benar.

Hal yang sama juga dilakukan Cherry pada Maxime. Ia juga mengirimkan beberapa rekaman pada Maxime. Sebuah obrolan yang pernah ia rekam beberapa hari lalu tanpa sengaja ia kirimkan ke nomor ponsel dr. Maxime.

Kaget karena ada notif masuk ke ponselnya, secara otomatis tangannya berusaha untuk meraih benda pipih berbentuk persegi panjang itu. Ia segera membuka dan mencari tau isinya. Kaget saat ia melihat isi dari pesan tersebut.

Sejujurnya saat melihat dan mendengar hal itu ia kurang percaya. Tetapi bukti selanjutnya benar-benar membuat Maxime kecewa.

"Seburuk itukah aku di matamu, Baby?"

Setelah Maxime tau jika Baby mendekatinya hanya untuk memanasi Cherry, Maxime pun terluka. Ada kekecewaan yang menghinggapi hatinya. Terpaksa ia pun menjauhi Baby sesuai keinginan Cherry.

Tut ... tut ...

Baru saja ia melihat hal tersebut, ia segera mengangkatnya.

"Hello, sayang."

"Jangan memanggilku dengan sebutan itu!" bentak Maxime.

Sedangkan Cherry hanya menanggapinya dengan menyeringai.

"Buat apa kamu menghubungiku!"

"Sayang, kenapa kamu jadi galak! Bukankah sangat sayang padaku."

"Dulu, itu dulu, jangan bermimpi hal yang tidak mungkin terjadi."

"Oke, tapi apa yang kamu lihat barusan adalah sebuah kebenaran. Oh, ya, kakek nggak akan suka gadis bau kencur seperti Baby, jadi lebih baik kau mencari wanita yang lebih dewasa dari dia."

"Tidak usah ikut campur, semua ini adalah keputusanku!"

"Ayo kita buktikan siapa yang bakal menangis setelah ini."

Tut ... Tut ...

Maxime menutup paksa sambungan telepon dari Cherry.

Mendengar ucapan mantan istrinya, pendirian Maxime menjadi goyah. Setelah menimbang selama beberapa saat, akhirnya Maxime bersedia menuruti semua keinginan Cherry. Asal Baby bahagia, ia pun rela pergi jauh. Tetapi bukannya kebahagiaan, ternyata itu malah melukai hati mereka berdua.

.

.

Akankah cinta menyatukan segalanya?

...🌹Bersambung🌹...

1
Jolanda Lengkey
/Kiss//Kiss//Kiss/
Jolanda Lengkey
congrats baby/Heart//Rose//Kiss/
👑
lanjut 🔥🔥🔥
👑
💕💕
👑 Keluarga author
keren
👑Meylani Putri Putti
⭐⭐⭐⭐⭐ u mu
👑Meylani Putri Putti
hadir funny
Darah Biru (Bangsawan)
semangat sayang 😘
Sakura_Merah
bayi jangung imut bener,, yang pastinya bakal jadi bucin 🥰🥰
Sakura_Merah
ngakak aku pas tahu nama mom dan dady baby marrie dan oreo 😅😅
Sakura_Merah
mulai tercium aromannya nih
Sakura_Merah
benar beb tampar mereka dengan prestasi mu
Sakura_Merah
mulai mewek aku😭😭
Lucyna
akhirnya baby mendapatkan hati baru lagi
👑Meylani Putri Putti
akak mey dtng lg funny
👑Meylani Putri Putti
hadir lg yani
👑Keluarga author
fav and rate
👑Keluarga author
keren 😘
👑keluarga author
rate 🌟🌟🌟🌟🌟
👑keluarga author
jejak dukungan 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!