NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Jiang Ting pun tinggal di rumah keluarga Zhao. Wang chunniang dan yang lainnya segera membereskan kamar sayap timur dan menyediakan kasur serta selimut baru untuknya.

Hanya saja, karena Jiang Ting baru saja kehilangan ibunya, Wang chunniang khawatir anak itu akan merasa sedih sendirian. Maka ia berkata pada Jiang Ting, "Jiang Ting, malam ini tidur ditemani kakakmu, ya?"

A Bao menyembulkan kepala kecilnya dari balik punggung Zhao Xuan dan berkata dengan riang, "aku juga mau tidur dengan kakak kecil."

"kau ini, tukang ikut-ikut ya?" cibir Zhao Heng dari samping.

A Bao mengerutkan alis kecilnya dengan kesal. Ia menundukkan kepala, lalu mengerahkan jurus"kepala besi" -nya lalu menyeruduk ke arah Zhao Heng.

Meski begitu, A Bao sangat senang Jiang Ting bisa tinggal di rumah keluarga Zhao.

Entah karena kelelahan setelah mengalami banyak kejadian dalam dua hari terakhir, Jiang Ting tidur sangat nyenyak dan belum bangun hingga pagi hari. Sebaliknya, A Bao bangun pagi-pagi sekali. Ia sudah sibuk membawa tabung bambu besar untuk menyirami kebun sayur kecil di halaman.

Kebun sayur itu sangat kecil, ukurannya tidak sampai dua meter persegi. Isinya hanya beberapa batang daun bawang dan sayuran hijau. Tentu saja, yang paling penting adalah di sana juga di tanam rumput mata harimau (Hujing Cao).

Saat A Bao berjongkok hendak menyirami rumput mata harimau, matanya tiba-tiba terbelalak. Rumput mata harimau yang tadinya hanya punya dua tunas kecil, kini ternyata sudah tumbuh dua lembar daun lagi!

Saat Lin Xiang keluar dari dalam kamar sayap barat, yang ia lihat adalah pemandangan si kecil yang sedang melompat-lompat kegirangan sambil menggoyangkan pantatnya. Lin Xiang membawa seutas tali, bermaksud mengukur badan A Bao mumpung masih pagi. Karena sedang masa pemulihan dan tidak bisa melakukan pekerjaan berat, ia memanfaatkan waktu ini untuk menjahitkan beberapa baju untuk anak-anak, mengingat cuaca akan segera menjadi panas.

Begitu mendengar akan di buatkan baju baru, A Bao langsung bersorak gembira dan menerjang ke arah Lin Xiang, seketika melupakan soal rumput mata harimau tadi. Justru Zhao Xuan yang melihat kejadian itu buru-buru memberi tahu Zhao Heng dan Wang chunniang.

Seluruh keluarga sangat menantikan musim semi segera tiba agar rumput mata harimau cepat tumbuh besar dan berbunga.

***

Keputusan keluarga Zhao menampung Jiang Ting sempat menimbulkan kehebohan di desa. Namun setelah beberapa hari berlalu tidak ada orang dari kota kabupaten yang datang mencari atau membalas dendam pada keluarga Zhao. Lama kelamaan, ancaman ayah Jiang Ting terhadap Jiang Ting pun perlahan terlupakan.

Selama adaptasi Jiang Ting di rumah keluarga Zhao, keahlian menjahit Lin Xiang justru mulai mendapatkan sedikit ketenaran.

Penyebab utamanya adalah A Bao.

A Bao memiliki sifat yang sangat lincah dan tidak bisa diam itulah sebabnya dulu Wang chunniang membuatkan atau membelikan sepatu-sepatu jelek yang penting nyaman di pakai, bukan yang bagus di lihat.

Baju A Bao yang sering sobek di sana sini karena tergores saat bermain, penuh dengan lubang. Namun selama masa pemulihannya, Lin Xiang menambal hampir semua baju dan sepatu A Bao. pada lubang yang besar, ia menyulam gambar anjing atau kucing kecil. Pada lubang kecil, ia menyulam dua kuntum bunga atau kupu-kupu kecil.

Mumpung ada bunga liar yang mekar lebih awal, Lin Xiang memetiknya untuk mewarnai kain dan membuatkan rok kecil yang ringan untuk A Bao.

A Bao jelas menjadi, "papan iklan berjalan". Ia berkeliaran di depan pintu sepanjang hari. Lama kelamaan, banyak orang memperhatikan sulaman di baju dan sepatunya. Bahkan Yang Dabao sampai merengek-rengek pada ibunya, nyonya Zhang, minta dibelikan baju yang"keren" seperti punya A Bao.

Al hasil, Lin Xiang sesekali menerima pesanan menjahit dan menyulam. Bahkan ada yang memintanya menyulam sarung selimut untuk pernikahan, karena pola sulaman nya di nilai sangat indah dan berbeda dari buatan orang desa pada umumnya.

Adapun Jiang Ting, ia pun masih menjadi anak laki-laki yang pendiam. Selain badannya yang agak gemukan dan tambah tinggi, ia tetap tidak banyak bicara. Namun karena usianya sebaya dengan A Bao, ia sering terpaksa menjadi teman bermain untuk A Bao,ikut jongkok di bawah pohon depan rumah mengamati semut.

Hari ini, Wang chunniang memberi tugas pada kedua bocah itu untuk memilah kacang di halaman. Dasar A Bao yang suka main, ia melompat-lompat terus dan tidak mau bekerja dengan tenang.

Jiang Ting duduk dengan tenang memilah kacang. Tiba-tiba, ia merasakan ada tatapan mata yang mengawasinya. Ia mendongak dan melihat beberapa orang berkumpul di depan pintu rumah keluarga Zhao. Mereka tampak menunjuk-nunjuk ke arahnya, dan akhirnya tatapan mereka beralih ke A Bao.

Melihat itu, Jiang Ting tidak bicara apa-apa. Ia hanya diam-diam memeluk baskom kecil berisi kacang, lalu menarik A Bao masuk ke dalam rumah.

A Bao bingung. Ia bertanya dengan heran, "kakak kecil, ayo main di luar, di dalam rumah tidak asyik. tidak mau di dalam rumah." ia terus menggelengkan kepala.

"Ada orang jahat," ucap Jiang Ting singkat, hanya tiga kata. A Bao seketika menjadi patuh. Ia berjinjit mengintip ke halaman, lalu berlari tap tap tap menuju kamar timur mencari Zhao Heng.

Zhao Heng sedang berlatih lengannya saat A Bao menerobos masuk, "ayah, ada orang jahat di depan pintu! Anjing anjing (mengendap-endap)."

"Mengendap-endap,"koreksi Zhao Heng.

A Bao hanya menjawab"oh" dengan asal, lalu Manarik lengan Zhao Heng keluar.

Belum sempat ayah dan anak itu keluar pintu, suara dari luar sudah terdengar masuk.

" Chunniang, chunniang, apa kau di dalam rumah? "terdengar suara nyonya tua Xue. Zhao Heng tidak bisa melihat, tapi pendengarannya sangat tajam. Ia bisa mendengar nyonya tua Xue sepertinya membawa dua atau tiga orang lain.

Wang chunniang sedang sibuk merapikan tanaman obat di gudang kecil. Mendengar suara itu, ia menjulurkan kepala dan melihat nyonya tua Xue bersama sepasang suami istri muda dan seorang wanita tua sedang memanggilnya.

"Bibi Xue, ada urusan apa?" tanya Wang chunniang sambil mengelap tangan, wajahnya tampak bingung.

"Chunniang, perkenalkan ini tukang kayu Lin dari desa sebelah. Mereka berdua sudah menikah bertahun-tahun tapi belum di karuniai seorang anak. Mereka berniat ingin melihat Jiang Ting..." nyonya tua Xue bicara berputar-putar, tapi Wang chunniang langsung paham maksudnya.

"Kalau belum punya anak, harusnya periksa ke tabib. Keluarga kami memang pencari obat, tapi tidak bisa meresepkan obat," jawab Wang chunniang sambil menggeleng, pura-pura tidak mengerti.

"Hah, kenapa kau ini bodoh sekali?" nyonya tua Xue menghela napas, lalu menarik Wang chunniang ke samping dan berbisik, "mereka hanya ingin seorang anak laki-laki. Kau bisa meminta kompensasi apa saja. Lagi pula sekarang kan Jiang Ting yatim piatu. "

Nyonya tua Xue menarik Wang chunniang untuk berbisik-bisik, sehingga A Bao tidak bisa mendengarnya. Ia melompat-lompat cemas di pintu dan bergumam, "ayah, aku tidak dengar, mereka bicara apa?"

Zhao Heng mendengarnya, tapi ia memilih diam. Hal seperti ini tidak perlu di dengar oleh anak kecil.

"Mereka ingin membeli ku." justru Jiang Ting yang tiba-tiba bersuara. Matanya tenang, tanpa rasa terkejut maupun gembira, datar seperti air kolam.

Wang chunniang tidak tahu percakapan di dalam rumah. Menghadapi nyonya tua Xue ia menggeleng tegas," masalah ini tidak bisa ditawar. Jiang Ting tinggal di rumah kami, berarti dia adalah anak keluarga kami. Dia bukan barang dagangan."

"Chunniang, apa kau bodoh? Kau benar-benar mau membesarkannya? Kalian sudah memungut A Bao, sekarang tambah satu mulut lagi, kelak masih harus menanggung biaya nikahnya. kenapa tidak kau biarkan orang lain yang mengurusnya?" nyonya tua Xue saking gemasnya hampir menunjuk jidat Wang chunniang.

"Tidak perlu kakak ipar yang mengurus, kelak aku lah yang akan membesarkan Jiang Ting. Jadi sebaiknya bibi pulang saja." tiba-tiba Lin Xiang muncul dari samping, membuat nyonya tua Xue terlonjak kaget....

1
lin sya
aku suka karakter a bao peka trhdp tanaman dan tanah yg subur atau tdk, dan brsyukur a bao berada dkt kluarga angkat yg tulus, msih penasaran identitas a bao, 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!