Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu kejahatan berhasil ditumpas
Mata Xio Lung terkejut melihat Tio Buki menyerang dari atas udara tanpa menginjak tanah. Sebisa mungkin dia menghindar agar tidak serangan itu.
Tanah tempat dia berpijak sudah seperti kubangan terkena hantaman api yang keluar dari pedang Ungu.
Disamping dia harus menghindari sabetan pedang Tio Buki yang menyerang dari segala arah, sesekali dia membalas melancarkan serangan dengan kipas hitamnya.
Kali ini Xio Lung mengeluarkan ilmu racun hawa merah, melihat itu. Tio Buki juga mengeluarkan Ilmu rahasianya. Ilmu kentut.
Brusssss!
Whussss!
"Boooom..."
Terdengar suara ledakan hebat ketika dua ilmu berlainan bertemu menyebabkan tempat itu terguncang.
Xio Lung terlempar beberapa tombak kebelakang, akhirnya jatuh mengerang panjang pendek dan diam tak bergerak lagi.
Murid Dewi Siluman akhirnya mati juga, karena lawannya menyerang tanpa menginjakkan tanah. Itulah kelemahannya.
Tio Buki juga terlempar beberapa tombak kebelakang, seluruh tubuhnya diselimuti hawa racun merah. Setelah duduk bersila menghilangkan hawa racun merah yang menyerang tubuhnya. Beberapa saat kemudian hawa racun merah berhasil dihilangkan dan tubuhnya kembali seperti semula.
"Hufffff!"
Tio Buki menghembuskan nafas panjang dan membuka matanya.
"Ugh"
Satu kejahatan berhasil aku tumpaskan dimuka bumi ini. "Maafkan aku kakek guru, karena telah membunuh muridmu!" Membatin Tio Buki.
Kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri kearah sosok perempuan muda. Tio Buki membalikkan tubuh perempuan itu dan ternyata perempuan itu memiliki paras lumayan cantik.
Tio Buki kemudian memeriksa tubuh perempuan itu dan ternyata hanya luka ringan akibat terhempas ketanah.
Lalu kemudian membebaskan totokan ditubuhnya, setelah mengalirkan hawa hangat. Perempuan itu membuka matanya.
"Oh, Dima aku. Apa yang terjadi dengan diriku?" Ucapnya seraya memegang kepalanya.
"Kamu sekarang ada di hutan, kamu diculik. Sekarang sudah selamat" Jawab Tio Buki.
Perempuan itu tersentak kaget, melihat kearah sekelilingnya dan juga melihat sosok pemuda begitu tampan yang ada disampingnya.
"Kau siapa?" Tanya perempuan itu masih terpesona akan ketampanan pemuda yang tersenyum kearahnya.
"Hehehe. Aku penghuni hutan ini" Jawab Tio Buki cengengesan.
"Apa ...! Jadi, jadi kamu bukan manusia, ya. Tapi kok wajahmu itu tidak mirip. Aku tidak percaya. Mana ada penghuni hutan berwajah tampan. Biasanya mereka berwajah menyerahkan" Ucapnya melotot kearah Tio Buki.
"Hahaha. Apa kamu percaya?" Ucap Tio Buki tertawa.
"Idih, siapa yang percaya"
"Yasudah. Baguslah kalau begitu. Namaku Tio Buki. Panggil aja Tio. Namamu siapa Nona manis?"
"Namaku Ning Lis. Panggilan aja Ning. Oh ya, aku baru ingat sekarang. Ada satu sosok berwajah babi masuk kedalam kamar tidurku, waktu aku melihatnya karena terkejut. Tiba-tiba aku tidak bergerak, apa lagi mengeluarkan suara dan tubuhku jadi lemas tak sadar diri lagi" Jawab Perempuan cantik itu terlihat wajahnya berubah.
"Jangan takut lagi Ning. Orang itu telah mati aku bunuh, apa kamu masih ingat jalan pulang?" Tanya Tio Buki.
Tio, maaf aku. Aku merasa pergelangan kakiku terasa sakit, aku tidak bisa berjalan" Jawab Ning Lis.
Tio Buki melihat ada ada beberapa bercak warna merah di pergelangan kaki Ning Lis. Itulah penyebabnya.
"Baiklah, apa kau mau aku antar pulang?" Tanya Tio Buki merasa kasian melihat perempuan itu.
"Mau! Tapi bagaimana caranya. Sedangkan kakiku tidak bisa dipakai untuk berjalan" Jawab Ning Lis heran menatap kearah Tio Buki.
"Kau keberatan kalau aku bolong?" Tanya Tio Buki.
Mendengar itu Ning Lis bersemu merah dan menundukkan kepalanya. Kemudian menganguk pelan.
"Aku mau!"
"Baiklah, sekarang kau lompat keatas pundak aku. Bisa kan?" Tanya Tio Buki.
Bersambung ke episode selanjutnya....