NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebuah paket

Di hari liburku yang ke-5 ini, aku berada di dapur bersama bibi yang sudah sembuh dari diarenya. Sungguh.... aku sangat menyesal karna kemarin malah memasak untuk paman dan Siska. Seharusnya aku memasak bubur untuk bibi saja. Hikss... waktu santaiku yang berharga. Padahal seharusnya jam segini aku masih bisa rebahan di kamar bermalas-malasan.

Tapi... kenapa aku tiba-tiba jadi jago masak? Apa karna efek bangun dari koma juga? Aku semakin penasaran pada tubuhku dan semakin mencurigai sesuatu saat aku jatuh koma.

“Sudah selesai. Ayo bantu bibi bawa ke meja makan”

“haa..... baiklah...” sudah berkali-kali aku menghela nafas supaya bibi tau kalau aku sangat tidak suka bekerja, tapi bibi selalu bersikap seolah-olah tidak peduli, yang penting ada yang bantu masak. Hah....

“Akhirnya sarapannya sampai”

“yey.... makan! Makan!”

Paman dan Siska sangat antusias menunggu masakanku dan bibi.

Melihat mereka yang tersenyum dengan mata berbinar membuatku jadi merasa senang dan bangga dengan hasil masakanku. Yah... sepertinya bukan masalah memasak untuk mereka. Lagipula keluarga paman sudah sangat baik padaku.

Aku menarik kursi untuk sarapan, sampai aku mendengar suara pintu depan yang di ketuk.

“paket....”

Kami semua saling menatap. “siapa yang pesan paket?”

“bibi tidak suka belanja online”

“paketku sudah sampai kemarin”

“kalau paket paman pasti berisi barang-barang perusahaan, jadi langsung di kirim ke sana, tidak ke sini”

“Ah... sepertinya salah alamat”

Aku beranjak pergi ke pintu depan dan membukanya.

“Dengan nak Erlangga Saputra?” he? Aku yang hendak menjelaskan kalau mungkin pengirimnya salah alamat, langsung terdiam.

“Siapa?” aku bertanya lagi, memastikan. Meskipun aku yakin pendengaranku tidak salah dan aku sedang tidak berhalusinasi.

“Disini tertulis ‘untuk anakku Erlangga Saptura” matamu anak! Hoi... ayahku sudah meninggal 3 tahun lalu!! Sepertinya aku tau siapa pengirim ini.

“Apa nama pengirimnya Fathoni Hermantono?”

“Ya” kurir itu mengangguk.

“Maaf, disini tidak ada yang namanya Erlangga Saputra” aku malas berurusan dengan orang aneh itu lagi....

“ah... begitu ya. Sepertinya pak Fathoni salah menuliskan alamatnya. Kalau begitu saya akan mengembalikan hp ini padanya”

Mendengar kata HP telingaku berkedut, “hp? Jenis dan merk apa?”

“ini adalah hp Iphone 13 Pro Max 1T”

“ha?? Hp Iphone 13 pro max yang 1T itu kan harganya sekitar 30jt!!” Siska tau-tau sudah ada di belakangku. Sejak kapan??

“memang apa jasa yang kau berikan pada orang kaya itu, sampai dia membelikanmu hp?” paman muncul di belakang Siska bersama bibi. Untung saja.... sepertinya mereka tidak mendengar saat kurir ini menyebutkan kata ‘untuk anakku Erlangga Saputra’

Aku berfikir sejenak. Ambil apa engga ya hp itu? Di satu sisi aku tidak punya hp canggih seperti teman sekolahku. Disisi lain... entah kenapa mencurigakan.

“Dia... dia Erlangga saputra!” Kata Siska bersemangat sambil menunjuk padaku. Siska bodoh! Kenapa malah di jawab, aku sedang berfikir rencana dan trik apa yang di gunakan orang itu.

Aku menghela nafas “tapi paman melarangku untuk bermain hp lagi”

Paman tersenyum padaku “Rangga, mulai sekarang kau boleh punya hp baru dan bermain hp lagi”

“tentu saja, apalagi sekarang kau sangat pintar!” bibi menambahkan.

Ha sudahlah... aku menyerah. Saat ini pikirkan saja hal positifnya dari pada stress, lagi pula enak juga punya hp baru.

“baiklah... aku terima hp ini”

“eh... katanya...” kurir itu bingung, soalnya aku tadi bilang tidak ada yang namanya Erlangga.

“Aku bohong” aku langsung mengambil paketku dari orang itu, dan kembali sarapan.

Selama sarapan, paman, bibi dan Siska tidak henti-hentinya bertanya kenapa aku bisa mendapat hp dari seorang Fathoni Hermantono, tapi aku malas menjelaskannya, jadi aku jawab saja tidak tau.

“Tuan Fathoni itu benar-benar baik ya”

“Iya benar, belum lama ini dia juga yang membiayaimu yang koma ke rumah sakit paling bagus dan mewah.”

Aku tersedak mendengarnya. “apa? Jadi dia yang membiayai pengobatanku?”

“tentu saja, kau pikir paman sanggup membiayaimu di rumah sakit semewah itu?”

.....

Akhirnya satu teka teki terpecahkan, pantas saja aku di rawat di rumah sakit super mahal di negara ini.

Aku jadi teringat kemarin, padahal aku yang ceroboh dan melukai jari William, tapi Fathoni malah memperlakukanku dengan baik dan memaafkanku.

Aku memang sering mendengar dari tv, kalau Fathoni Hermantono adalah pengusaha sukses, baik hati dan tidak sombong. Tapi mengingat perlakuannya pada putranya sendiri membuatku ragu, seperti apa sifat sejatinya.

“Rangga, coba buka paketmu. Aku mau lihat hp mu. Bolehkan kapan-kapan aku meminjamnya?” Siska bertanya dengan antusias.

“tentu saja” jawabku langsung. “tapi kita sarapan dulu kak. Dan... bolehkan aku membukanya di kamarku sendiri?” entah kenapa aku punya firasat tidak enak jika aku membuka bungkus paket ini dan menyalahkan hp ini di hadapan keluarga paman.

“baiklah... tapi jangan lupa kasih lihat padaku setelahnya. Okey”

“Siap”

Selesai sarapan, aku berjalan dengan santai ke kamarku lalu masuk dan mengunci pintu rapat-rapat. Aku berjalan ke kasur sambil memperhatikan paket yang ada di tanganku. “buķa tidak ya? Tapi paling aman membukanya sekarang, di saat aku sedang sendiri”

Aku merobeķ bungkusan paket itu, lalu mengeluarkan isinya. Sebuah handphone berukuran 16 cm x 7,8 cm dengan warna perak. “keren juga” gumamku. Lalu menyalahkan hp itu. Aku memeriksa hp itu selama 10 menit, ini adalah hp yg keren! (bukan promosi) sepertinya hp ini sudah ada kartu di dalamnya.

Hp ini tiba-tiba berdering, dan sebuah nama muncul di layarnya ‘Daddymu’

Tidak perlu di tanya lagi siapa orang ini, sudah pasti orang menyebalkan itu! Rasanya urat di kepalaku muncul saat melihat tulisan di layar ini.

Ingin rasanya ku reject panggilan ini. Tapi rasanya itu tidak sopan. Apalagi pada seseorang yang baru saja memberiku hp ini. Hah.... dengan sangat malas aku menerima panggilan telepon itu “hp nya sudah saya terima, sangat bagus, dan terimakasih” ucapku yang langsung mengakhiri panggilan tanpa memberinya kesempatan untuk bicara. Malas!!

Ini memang masih tidak sopan, tapi setidaknya aku sudah menjawab panggilannya dan mengucapkan terimakasih.

Sementara di sebuah perusahaan besar, seorang pria paruh baya menyunggingkan senyum misterius setelah panggilan teleponnya di tutup begitu saja oleh seorang remaja yang tidak sopan. Siapa lagi kalau bukan Fathoni Hermantono. Entah apa yang ada di fikirannya saat ini.

...****************...

Aku rebahan di kasur. Sedangkan hp baruku aku letakan begitu saja di atas meja setelah mengubah nama pada buku telpon menjadi ‘orang aneh’. Saat ini aku kehilangan mood untuk memainkannya.

Aku teringat sesuatu dan terduduk di kasur. Oh iya, aku harus coba mencaritahu lebih jelas, apakah aku memang jadi kuat setelah bangun dari koma? Saat melawan William kemarin bisa jadi hanya kebetulan karna aku sudah kesal.

Aku mencengkram tanganku, lalu keluar kamar dan menemui Siska.

“ada apa?”

“kak, bertarunglah denganku!”

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!