NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Pregnant Women?

SEBELUM MEMBACA, LIKE DULU YA ❤😘

Keesokan harinya ...

Kediaman Davian dan Arini ....

Rangga dan Tira terpaksa membawa Gara ke Indonesia, karena ia terus memaksa untuk ikut kedua orang tuanya. Kebetulan sekali, kali ini Keyza dan suaminya pun terbang dari Amerika menuju Indonesia. Karena Keyza sedang ada urusan di perusahaan otomotif milik Rangga.

"Ayah, aku ingin bertemu dengan Elang segera." Ucap Gara.

"Elang mungkin sedang bersama Andra di perusahaan. Kamu tunggu saja sebentar lagi. Om Davian sudah memberi tahu Andra, dan mereka pasti akan segera pulang kesini." Tegas Rangga.

Sembari menunggu, Gara pun menemui Nisha yang sedang berbincang bersama Tira dan juga Arini. Gara tahu, Nisha tengah mengandung, karena kabar bahagia itu telah ia dengar.

"Hai, Nish. Bumil kok kurus sih kamu!" Protes Gara.

"Ah, iya. Aku kesulitan mencerna makanan. Setiap apapun yang aku makan, pasti keluar lagi. Aku jadi jarang makan karena sering mual. Ini juga sekarang lagi booster berat badan kok sama Mommy Arin. Doakan aku dan bayiku tetap sehat ya, Gar ..." Ujar Nisha.

"Tentu saja, Nish. Anakmu dan Andra akan jadi penerus perusahaan keluarga Raharsya nantinya!" Jawab Gara senang.

"Gar, Andra aja udah punya Nisha. Nisha aja sekarang lagi hamil, apa kamu gak mau cepet-cepet nikah dan punya anak dari istrimu?" Arini menggoda Gara.

Gara tersedak, "Ish, Onty ... aku masih harus fokus kuliah, aku belum memikirkan kearah sana."

"Kamu sudah mau kepala tiga, Gara. Sudah seharusnya kamu serius menjalin hubungan dengan seorang wanita. Kamu harusnya sudah lulus S2, tapi karena kamu tak serius, kamu masih saja melanjutkan kuliahmu. Berapa tahun lagi kamu lulus?" tanya Arini.

"Masih ada 1,5 tahun, biar dia bisa lulus kuliah. Gara ini memang tertutup anaknya. Kurasa, aku dan Rangga harus menjodohkan dia, karena dia ini seperti Ayahnya banget, Rin. Dia amat sulit mencari wanita. Karakternya yang dingin dan cuek, membuat Gara gak punya teman wanita. Aku gak pernah lihat Gara bawa cewek ke rumah. Jangankan untuk berumah tangga, punya pacar saja sepertinya tidak. Lihat Nisha hamil seperti ini, kurasa dia tak tertarik sama sekali." Tira menggeleng-gelengkan kepalanya..

DEG. Mendengar sang Bunda berkata hamil, tiba-tiba saja kejadian dua bulan lalu terekam di memorinya. Gara teringat akan mendiang Hila yang telah berhubungan dengannya. Kematian Hila begitu menyesakkan dadanya. Ia sebenarnya bertanya-tanya, setelah mereka berhubungan, apa yang terjadi pada Hila, sampai ia meninggal seperti itu.

Aku dan kamu telah tidur bersama. Aku menabur seluruh milikku pada dirimu saat itu. Apakah kamu hamil, Sahila? Apakah ada janinku ditubuh mu yang kau bawa pergi? Aku terlalu pengecut untuk menjadi seorang pria. Kejadian tertembak saat itu, membuat aku tak bisa mencari mu. Padahal, seharusnya aku tak sulit menemukanmu, Hila. Karena kau adalah gadis yang juga berhubungan dengan keluarga Raharsya. Aku menyesal baru mengetahui identitas dirimu disaat akhir sisa hidupmu. Sungguh, aku adalah orang paling bodoh di dunia ini. Maafkan aku, Hila. Aku sangat-sangat menyesal ... Batin Gara.

"Gar, kok ngelamun sih!" Tira mengagetkan Gara.

"Mungkin Gara lagi patah hati kali ya?" Nisha terkekeh.

"Ah, tidak. Aku hanya teringat sesuatu. Rasanya, aku tak bisa jatuh cinta lagi, karena cintaku telah dibawa pergi sangat jauh oleh seseorang." Jelas Gara.

"Wah, kamu putus sama pacarmu, Gara?" tanya Arini.

"Enggak, Onty. Ah, sudah ... lupakan saja," Gara mengalihkan pembicaraan

Gara pun tersenyum malu pada sang Bunda dan Arini. Gara masih menunggu kedatangan Elang, karena Gara ingin segera pergi ke makam Hila untuk bertemu Hila yang terakhir kalinya. Jika saja Hila masih hidup, mungkin aku akan merebutnya dari Elang. Kesucian Hila telah aku renggut, karena hal itulah aku merasa bahwa aku harus memiliki Hila. Tapi, kenapa kenyataan ini begitu menyakitkan? Kenapa Hila pergi sebelum aku bertemu lagi dengannya? Batin Gara yang terus mempertanyakan Hila, Hila dan Hila.

Beberapa saat kemudian, Andra dan Elang pun tiba. Mereka berdua menyapa Rangga dan Tira. Setelah itu, masuk ke kamar Gara, karena memang Gara meminta mereka menemuinya.

"Siang, Gar ... apa kabar? Kangen banget gue sama lu." Andra memeluk Gara.

"Siang, Tuan Gara ...." Sapa Elang ramah.

"Lang, sapa Gara saja. Kita bahkan seumuran, aku tak ingin merasa menjadi Bos di hadapanmu." Ujar Gara.

"Baik, Gara." Elang pun tersenyum.

"Ada apa sih? Kayaknya serius banget lu nyuruh gue sama Elang cepet pulang?" tanya Andra.

"Gue mau ngucapin turut duka cita sama Elang, Ndra." Ucap Gara.

"Oh, iya-iya. Ya udah, kalian ngobrol aja berdua ya. Gue tinggal dulu, gue kangen sama Nisha dan calon baby gue. Bye ... kalian enjoy aja, tugas elu juga udah selesai kok, Lang." Andra berdiri, lalu berlalu meninggalkan Gara dan Elang.

Elang tersenyum pada Gara. Terlihat raut wajah gugup dan ketakutan ketika melihat Gara. Mungkin, Elang takut semuanya terbongkar. Elang sudah berjanji pada sang Ayah, jika ia tak akan membocorkan semua ini pada siapapun. Di keluarga Raharsya yang berhak tahu tentang masalah batalnya pernikahan itu hanya Davian saja.

"Aku baru mendengar kabar itu, dan aku menyesali kejadian ini. Aku turut berduka cita atas meninggalnya calon istrimu." Ucap Gara yang terlihat sedih.

"Iya, Gara. Aku tidak apa-apa. Terima kasih atas perhatiannya," jawab Elang begitu gugup.

Gara menghela nafas, "Lang, apa benar mendiang calon istrimu itu bernama Sahila?" tanya Gara tiba-tiba.

DEG. Elang jadi tak nyaman, Elang heran, untuk apa Gara bertanya tentang Hila. Entah mengapa Elang jadi takut, jika Gara mengetahui keadaan yang sebenarnya.

"I-iya, Gara. Kenapa kamu tahu?" tanya Elang.

Gara tersenyum, "Tentu saja aku melihat di kartu undangan mu,"

"Aaah, i-iya. Aku baru sadar," Elang menggaruk-garuk kepalanya.

"Apa sejak dulu kamu dan mendiang calon istrimu memang sudah dijodohkan?" tanya Gara lagi.

"Iya, sejak aku lulus kuliah, aku dijodohkan. Namun, menunggu dia lulus kuliah di NYU, tapi takdir berkata lain," Elang harus menutup rapat-rapat.

"Kenapa dia meninggal?" tanya Gara.

"Ke-kenapa kau bertanya begitu? Bukankah sudah jelas, karena serangan jantung," Elang benar-benar gugup.

"Kenapa dia bisa terkena serangan jantung, apa penyebab jantungnya kambuh? Pasti ada sebabnya, tak mungkin dia meninggal begitu saja." Tegas Gara.

"Aah, i-itu, aku kurang tahu, Gara. Karena aku sudah tak bertemu dengannya, dan tiba-tiba aku mendengar kabar dia telah meninggal. Aku pun kaget karena tak menyangka," Elang kalut.

"Kau calon suaminya, tapi kenapa kau tak peduli padanya? Apakah dia banyak pikiran, apa dia sedang terluka, apa dia sakit apa dia mengalami sesuatu yang tak bisa ia katakan pada orang lain, harusnya kau tahu semua itu, Lang! Kenapa kau bilang tak tahu, hah? Calon suami macam apa kau ini, Lang? Harusnya kau tahu keadaan dia, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya!" Gara terlihat berkaca-kaca.

Kenapa dia begitu emosi padaku? Kenapa dia seperti orang yang mengenal Hila? Ayah sudah berkata padaku, bahwa aku tak boleh membocorkan semua ini pada siapapun itu, termasuk Andra dan Nisha. Aku harus diam, biar Ayah yang memberi tahu mereka. Aku sudah tak ingin ikut campur lagi tentang Hila. Kenapa Gara harus emosi? Andaikan dia tahu, bahwa Hila itu sebenarnya belum meninggal. Batin Elang.

Elang menunduk, "Maafkan aku, Gara. Ini memang salahku. Mungkin karena aku belum mencintainya, dan perjodohan ini membuatku tak peduli padanya."

Gara tersadar, "Ah, sudahlah. Kenapa jadi kau yang minta maaf padaku? Lupakan saja, aku hanya terbawa emosi, jadi terkesan menyalahkan mu. Maafkan aku, Lang. Apa boleh aku meminta sesuatu padamu?" tanya Gara.

"Apa itu?"

"Aku ingin tahu, dimana tempat peristirahatan Hila. Aku ingin mengunjungi makamnya, aku ingin bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya." Ucap Gara dengan tatapan kosong.

Elang begitu terkejut mendengar ucapan Gara mengenai Hila. Elang semakin yakin, bahwa Gara mengenal Hila, tapi jika Elang menuduh Gara mengenal Hila, rasanya kurang sopan dan Elang sadar, dirinya siapa.

"Mmh, maaf, Gara ... apa kau memang mengenal Hila?" tanya Elang mengagetkan lamunan Gara.

"Hah? Maksudmu? Memangnya tadi aku bilang apa? Ya Tuhan, maafkan aku, Elang. Aku tak fokus. Maaf sekali," Gara kebingungan, ia lupa dengan apa yang barusan ia katakan.

Gara aneh sekali kau, aku merasa ada hal yang Gara sembunyikan tentang Hila. Aku jadi semakin penasaran. Ada apa dengannya? Apa Gara memang mengenal Hila? Bagaimana jika Gara tahu, kalau Hila masih hidup? Elang bertanya-tanya dalam hatinya.

...❤❤❤...

Kantor Lexus Corporindo ....

Hila sedang mengepel lantai di koridor perusahaan. Ia sudah mengepel lantai perusahaan dari pagi. Hila tak memberi tahu pada SPV-nya, jika ia sedang hamil. Oleh karena itu, sang SPV cleaning service yang bernama Pak Adi, menyuruh Hila mengepel seluruh lantai dasar dan lantai atas. Pekerjaan ini memang dibagi dengan tiga orang, tapi rekan yang lain hanya leha-leha saja.

Hila begitu lelah, dan lesu. Ia hanya sarapan gorengan saja pagi tadi, istirahat pun ia hanya makan mie goreng kemasan saja, karena ia harus menghemat uang pemberian Ibunya. Jangankan nutrisi untuk Ibu hamil, makan nasi pun Hila hanya bisa di sore hari setelah pulang kerja. Kali ini, ia benar-benar lelah, kondisinya begitu drop tak seperti biasanya.

Mendadak perut Hila sakit dan kepalanya pusing. Ia mencoba menguatkan dirinya, memaksakan bekerja karena ini sudah lantai lima. Setelah ini, pekerjaan Hila selesai dan ia bisa merebahkan dirinya di pantry perusahaan. Namun, rasa sakit di perutnya semakin menjadi-jadi, kepalanya semakin berputar, mata Hila pun jadi remang-remang, ia tak bisa melihat jelas keadaan sekitar.

Ya Allah, kenapa dengan tubuhku? Aaahh, Hila, Hila ... kuat, Hila! Jangan lemah, demi masa depanmu yang lebih baik. Jangan biarkan dirimu lemah seperti ini. Batin Hila menguatkan dirinya.

Badannya terus sempoyongan, wajah Hila amat pucat dan bibirnya membiru, ia pun tak bisa lagi menahan dirinya. Hila tersungkur ke lantai yang sedang ia pel, seketika itu pula Hila pingsan dan ia sudah tak sadar dengan keadaan sekitar.

Suasana koridor lantai lima begitu sepi, karena disini adalah ruangan asisten direktur, dan para staf nya juga hanya ada beberapa orang, jadi tidak seramai di lantai satu dan dua. Tiba-tiba, seorang wanita berusia 34 tahunan, berjalan melewati koridor itu bersama dengan sekretarisnya.

Ya, wanita itu adalah sang asisten direktur Lexus Corporindo. Keyza Putri, wanita yang menjabat kursi direktur sementara di perusahaan ini, sebelum nantinya Sagara yang akan resmi menjadi Direktur di perusahaan ini. Keyza begitu kaget, melihat ada seorang wanita yang tergeletak di lantai.

"Astaga, Bagas! Lihatlah, bukankah dia cleaning service kita? Sepertinya dia pingsan. Ayo, tolong dia!" Tegas Keyza, yang langsung berlari kearah Hila.

"Ah, iya, Bu. Mari kita bantu." Jawab Bagas, sang sekretaris.

Keyza melihat kondisi Hila yang tak berdaya,

"Bagas, dia pingsan, tapi belum terlalu lama sepertinya. Ayo, bawa saja dulu ke ruangan saya, kasihan dia!" Perintah Keyza.

"Iya, Bu. Baik," Bagas pun segera membawa Hila keruangan Keyza.

Sesampainya di ruangan Keyza, Bagas diperintahkan untuk memanggil Dokter klinik perusahaan yang memang selalu standby kapanpun jika dibutuhkan. Dokter klinik itupun segera memeriksa Hila yang tengah pingsan. Beberapa menit kemudian, Dokter itu menatap Keyza, dan sepertinya ada hal yang harus ia katakan.

"Kenapa, Dok? Cleaning service ini gak kenapa-napa kan?" tanya Keyza.

"Iya, Bu Direktur. Dia hanya kelelahan dan perutnya kosong. Ta-tapi, saya curiga, ketika saya meraba perutnya ..." ucapan Dokter itu terhenti, ia sedikit ragu.

"Kenapa? Ada apa? Katakan saja!" Perintah Keyza.

"Sepertinya dua sedang hamil, Bu. Usia kehamilannya mungkin sekitar dua bulan." Ucap Dokter itu.

"APA? Hamil? Cleaning service sedang hamil kenapa diberikan pekerjaan berat seperti ini?" Keyza terlihat kesal.

Ia menatap Bagas, "Bagas, kamu panggil kepala Cleaning service kita, tega sekali dia memberikan pekerjaan berat pada wanita hamil. Harusnya, pindah tugaskan saja wanita hamil itu di bagian dapur." Ujar Keyza.

"Baik, Bu. Akan saya panggil sekarang juga." Bagas segera menelepon kepala cleaning service yang bernama Pak Ardi.

*Bersambung*

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!