NovelToon NovelToon
Anak Suamiku

Anak Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Nara

Safira menyayangi Zaini, bocah manis berumur 4 tahun. Pipi tembem dari bocah yang terlantar akibat orang tuanya bercerai itu selalu Safira rindukan.

Safira pikir Zaini akan bersama dia selamanya, tapi tiba-tiba ayah kandung Zaini mengambil bocah malang itu. Membuat mental Zaini terguncang. Satu-satunya cara supaya Zaini bisa kembali normal adalah memiliki keluarga lengkap.

Pada akhirnya Safira dan Ashqar terpaksa menikah demi kesembuhan mental Zaini, akankah pernikahan itu akan menjadi obat ataukah racun untuk kehidupan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gibah

Safira mendadak melupakan kekesalannya pada Vera, lenyap tak bersisa termakan rasa penasaran. Tanpa sadar Safira mendekatkan diri ke arah Vera.

“Informasi apa yang Mbak dapet?” tanyanya yang juga sambil berbisik.

Vera merapatkan tubuh. “Kemarin Pak Ndut bakul jus dekat Kodim kasih tahu aku kalau lihat dua anak kecil mondar-mandir di sekitar Bank BRI.”

“Dua anak kecil itu … maksudnya Alvin sama Zain?”

“Siapa lagi.”

Safira terlihat tidak yakin. “Tapi ‘kan, bisa aja itu orang lain. Anak kecil nggak cuma mereka berdua.”

Vera menggoyangkan telunjuknya di depan wajah Safira. Sambil mengutak-atik ponsel, Vera menjelaskan, “Aku sudah konfirmasi sama Pak Ndut. Aku kasih lihat foto ini dan Pak Ndut mengiyakan kalau anak yang dia lihat itu benar Alvin dan Zain.”

Safira tidak bisa menutupi keterkejutannya. “Dari mana Mbak bisa dapet foto mereka?” tanya Safira, merebut ponsel Vera guna memastikan apakah benar itu Alvin dan Zain. “Ini bukannya waktu kita pertama kali ketemu mereka?”

“Iya, diam-diam aku foto. Terus Pak Ndut juga bilang kalau dia lihat anak-anak itu beberapa hari sebelumnya, Fi.”

“Jadi Alvin dan Zain udah mondar-mandir di sekitar sini sebelumnya?”

Vera menegakan badan, memperhatikan sekitar lalu kembali merapatkan tubuh pada Safira saat dirasa sekitar cukup ramai. “Mungkin nggak sih kalau anak-anak itu bagian sindikat kriminal?”

“Hush! Mbak Vera sembarangan aja.”

“Sstt …,” desis Vera menaikan telunjukan ke atas bibir. “Jangan keras-keras, nggak enak kalau sampai kedengaran orang lain.”

Safira melirik jengah Vera. “Lagian Mbak ini ada-ada aja, masa anak-anak itu pelaku kriminal?” ucapnya tidak percaya sambil mengembalikan ponsel milik Vera.

“Siapa yang tahu, ‘kan? Lagi pula, kenapa mereka mondar-mandir di sekitar bank?”

Safira terdiam sesaat. Tanda tanya besar tiba-tiba saja tergambar jelas di kepalanya. Selama dua hari ini, ia tidak merasa bahwa Alvin dan Zaini adalah pelaku tindak kriminal. Di matanya mereka berdua sama seperti anak-anak pada umumnya, hanya saja sedikit kurang beruntung ketimbang anak-anak yang lain.

Walaupun harus Safira akui jika ia belum bisa mendapatkan informasi apapun kecuali nama, umur dan alasan mereka sampai berada di sekitar alun-alun. Namun, tetap saja, menurutnya Alvin dan Zaini terlalu polos dan terlalu kecil untuk bisa melakukan tindak kriminal. Atau … yang sebenarnya persis seperti yang dikatakan Vera. Bahwa kedua anak itu bagian dari sindikat kriminal, tapi ….

“Tapi Mbak, dari mana Mbak tahu kalau anak-anak itu bagian dari …,” tanyanya ragu.

Vera terlihat tidak siap lalu memandang Safira kikuk dan tertawa sumbang. “Nebak-nebak aja, sih.”

Safira kehilangan kata-kata mendengar ucapan Vera. Sia-sia saja ia mendengarkan tuduhan Vera yang ternyata memang tanpa dasar. Sambil menyerahkan ponsel Vera kepada pemiliknya, Safira berkata, “Mbak pikir mereka itu buah manggis, main tebak-tebakan segala.”

Safira berjalan kembali menuju tendanya dan diekori Vera yang merasa sedikit bersalah dan tidak enak hati pada Safira. Karena biar bagaimanapun, Safira lah yang menampung dan merawat Alvin dan Zaini.

“Mut, marmut. Ngambek terus sih.”

Safira berhenti dan membalikan tubuhnya hingga membuat Vera terkejut dan hampir menabrak Safira. Untung saja gerak refleksnya cukup bagus.

“Mbak Vera kalau sehari aja nggak godain orang gitu apa nggak bisa sih?” tanya Safira sebal, wajahnya sedikit ia tundukan. Perbedaan tinggi badan yang hanya dua senti lebih tinggi dari Vera selalu membuat Safira merasa lebih unggul, kadang-kadang.

“Nggak, habis seru sih godain kamu.”

Safira memutar bola matanya, jengah meladeni Vera yang nyebelinnya mendadak kumat.

“Eh, tapi aku belum selesai ngomong masalah Alvin dan Za—” ucapan Vera terhenti ketika tanpa sengaja manik matanya melihat Alvin dan Zaini yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempatnya berdiri.

Safira yang merasa heran mengikuti arah pandang Vera dan hampir sama terkejutnya ketika Alvin sudah berada di hadapan mereka. “Alvin?” bisik Safira.

1
365 degree channel
bagus masi jadi favorit
Massunamiyatha
jangan kata nanti si zain bukan anak kandung asqar, kayak dinovel2 yg laen...
Massunamiyatha
nah betolkan blm selesai kasus penculikan skrg datang kasus baru rebutan hak asuh kasian jiwa alvin sm zain.....
Massunamiyatha
aduh mulai puyeng bc novel ni dah kayak sinetron ditv2 alurnya kemana2
Massunamiyatha
waaaahhh ternyata vera polisi intel ya....mantappppp seru ni kisa rafa sm vera ni
Massunamiyatha
terus aja nasib alvin dama zian kenabculik ntar lagi diculik ama nita kan thor.....
Massunamiyatha
kok alvin sm zain tak lepas dr penculikan ya....kapan bahagianya kasian mereka b2 blm sembuh trauma dah kena lagi
Massunamiyatha
baru mampir thor....
Indriyani
baik
Badardi Badardi76
mungkin safira sdh menyerah kan kesucian nya pada kekasih nya waktu masih remaja..
Sulati Cus
entah mengapa para suami jk klh debat sm istri jln satu2nya y di bungkam 😂
Sulati Cus
kita senasib ternyata Fi
Sulati Cus
g akan berpikiran sama klu mereka jg mengalami apa yg pernah km alami
Uti Gaol
lanjuut baru baca tp kayaknya seru thor
Bunga Dwi Femina
kenapa?? ya ngapain bertahan ama perempuan kek gitu..mengerikan..
Bunga Dwi Femina
kecewa sari gak dipenjara..enak bener
Bunga Dwi Femina
pak edi klo masih bertahan ama lampir sari keterlaluan... perempuan kayak gini yg mengerikan..diam2 bikin tenggelam
Bunga Dwi Femina
sekarang ketauan kenapa maya bisa gitu... induknya aja begitu modelannya 🤣
Bunga Dwi Femina
memaafkan bukan berarti melupakan.. ibu tirinya bicara seolah2 paling mengerti.. cobain dulu diposisi shafira..dilupakan..diabaikan bertahun2..
Bunga Dwi Femina
untung ada alvin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!