NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Dua tahun lalu, Rian dengan dingin meletakkan surat perceraian di hadapan Nadia. Saat itu, Nadia rela melepaskan segalanya demi mendukung impian suaminya. Namun Rian memandangnya rendah, menganggapnya tak berguna, dan memilih meninggalkannya demi wanita yang ia harap bisa mempercepat kesuksesannya.

Rian tak pernah tahu, wanita yang ia usir itu adalah pewaris tunggal Grup Arka—perusahaan raksasa yang namanya disegani. Nadia sengaja menyembunyikan identitasnya saat menikah, ingin dicintai apa adanya, namun justru diperlakukan semena-mena.

Setelah berpisah, Nadia bangkit kembali. Ia memimpin Grup Arka dengan tegas dan cerdas, menjadi CEO misterius yang dikagumi banyak orang. Sementara itu, Rian berjuang mengembangkan usahanya sendiri, tak sadar bahwa semua peluang besar yang ia cari kini berada di tangan mantan istrinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: GOSIP TENTANG MANTAN ISTRI YANG HILANG

Pertemuan berlangsung kaku namun tertib. Nadia mengajukan pertanyaan satu per satu, menyoroti detail anggaran, jadwal pelaksanaan, hingga jaminan keselamatan proyek dengan ketelitian yang membuat Rian harus berpikir keras menjawabnya. Ia tak menyangka wanita ini begitu tajam, tak ada celah yang bisa ia gunakan untuk mengambil jalan pintas atau sekadar mengandalkan kata-kata manis.

"Satu hal yang perlu saya tekankan," ucap Nadia sambil menutup berkasnya perlahan, menatap lurus ke manik mata Rian, "Di sini tidak ada belas kasihan. Tidak ada kesempatan hanya karena kita saling kenal atau memiliki hubungan pribadi. Semua berjalan berdasarkan kemampuan dan tanggung jawab. Jika Anda siap dengan syarat itu, kita bisa lanjutkan."

Rian menelan ludah. Kalimat itu terasa seperti peringatan yang tertuju tepat ke hatinya. "Saya mengerti sepenuhnya, Ibu Nadia. Saya datang membawa kerja keras, bukan harapan kosong."

"Bagus. Nanti sore tim saya akan mengirimkan draf perjanjian ke kantor Anda. Pelajari baik-baik." Nadia memberi isyarat berakhirnya pertemuan.

Saat Rian berdiri dan berjalan menuju pintu, ia sempat berhenti sejenak, menoleh ke belakang. "Maaf... bolehkah saya bertanya sesuatu yang sedikit di luar urusan bisnis?"

Nadia mengangkat alis tipis. "Silakan."

"Apakah dulu... apakah Anda pernah tinggal di daerah pinggiran kota? Di sebuah perumahan sederhana?" tanyanya ragu.

Wajah Nadia tak berubah sedikitpun. "Banyak orang pernah tinggal di sana, Tuan Rian. Sekali lagi, saya sarankan Anda lebih fokus pada hal yang lebih penting. Selamat siang."

Pintu tertutup halus namun tegas di belakangnya. Rian berdiri di koridor panjang yang dingin, perasaan semakin kalut. Jawaban itu tak memuaskan rasa penasarannya, namun semakin menguatkan dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Di luar, saat ia menunggu kendaraan, ia tak sengaja mendengar percakapan dua staf administrasi yang sedang berjalan beriringan sambil membawa berkas.

"Kau dengar tidak? Sebelum Ibu Nadia kembali memimpin, konon katanya dia pernah hidup sederhana sekali, bahkan sempat menikah dengan orang biasa..."

"Hah? Serius? Lalu kenapa bercerai?"

"Kabarnya suaminya yang meminta pisah! Menganggap dia tidak berguna, lalu pergi dengan wanita lain yang lebih kaya. Katanya sih dia sempat menghilang entah ke mana selama dua tahun, sampai akhirnya kembali mengambil alih perusahaan keluarga."

Rian tertegun kaku di tempat. Darah seolah berhenti mengalir sejenak, napasnya tercekat di kerongkongan. Kata-kata itu... kisah itu... persis seperti apa yang pernah ia lakukan pada Nadia.

"Tidak mungkin..." bisiknya parau, berusaha menepis rasa takut yang tiba-tiba melanda. "Itu cuma gosip. Hanya kebetulan saja..."

Namun rasa takut itu semakin nyata. Semua potongan teka-teki mulai menyatu perlahan—nama yang sama, suara yang sama, tatapan mata yang penuh luka namun tegas, hingga cara ia berbicara tentang menghargai orang yang setia saat belum punya apa-apa.

Diana yang menjemputnya melihat wajah pucat pasrah Rian saat masuk ke dalam mobil. "Kau kenapa? Apa pertemuannya tidak berjalan lancar?"

Rian menggeleng pelan, menatap jendela yang berlalu-lalang. "Diterima. Mereka mau bekerja sama."

"Lalu kenapa kau terlihat seperti melihat hantu?"

Rian tak menjawab. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Di dalam hatinya, sebuah ketakutan besar mulai menggerogoti: jika benar wanita hebat itu adalah Nadia yang dulu ia buang, maka ia baru saja memohon belas kasihan pada wanita yang paling tersakiti olehnya. Dan ia baru saja menyadari bahwa ia telah melepaskan permata terindah hanya demi kilauan kaca yang ternyata tak seberapa.

 

(Lanjut ke Bab 9?)

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ayu Gerimis: Siap, akan dilanjutkan segera ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!