"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berbeda
Kini Nayshi tengah mempersiapkan dirinya untuk ketemu Keenan sebagai seseorang yang mencintanya bukan seorang CEO terkenal. Nayshi menatap pantulan dicermin, kini Ia menggunakan dress navy, dress yang Ia pakai saat awal bertemu dengan Keenan.
"Tenang, Nayshi! Lu yang nantangin Dia, kok malah Lu yang gelisah. " gumam Nayshi pada dirinya sendiri seraya mengoleskan lipstik nude ke bibir cantiknya.
Ia melangkah keluar kamar, dan menuruni anak tangga. Tinggal satu anak tangga Ia terpaku melihat sosok Keenan sudah berada di dalam Rumahnya dan sedang berbicara pada Ayahnya.
" Eh, akhirnya putri Mama sudah rapih. " ucap Mama yang pertama sadar ada Nayshi yang sedang terpaku.
Tubuh Keenan mengikuti sorotan Mamah. ' MasyaAllah calon Istri cantik banget. ' monolog Keenan didalam hati dengan tatapan kagum dan senyum yang sangat manis.
' Omaygat! kenapa Dia ganteng banget malam inii.. ' monolog Nayshi didalam hati hingga senyumnya terukir sangat berbunga-bunga.
" Ehem... ehemm, Sudah Tatapan-tatapannya. " tegur Papah membuat keduanya tersipu malu.
" Sini Kamu duduk. " pinta Mamah sambil menepuk kursi kosong disebelah Keenan.
Nayshi melangkahkan kakinya dengan malu-malu, salah tingkah,dan jantung berdegup kencang semuanya menjadi satu kesatuan.
" ka- Kamu dari kapan sampai? " tanya Nayshi gugup, dan malu-malu.
" Baru aja. " jawab Keenan dengan tatapan yang sangat indah, dalam serta senyum terukir sangat manis.
" Bohong Dia. " ucap Papah dan menceritakan yang sebenarnya.
Flashback on
Pukul setengah tujuh malam Keenan sudah sampai di Rumah Nayshi.
Tok.. tok..
Papah yang sedang menonton TV bersama Mamah, melangkahkan kaki untuk membuka pintu.
" Iyaa sia-" ucap Papah setelah Ia membuka pintu." Eh Nak Keenan, Nayshi masih siap-siap belum selesai. "
" selamat malam Om. " Ucap Keenan seraya bersalaman mengecup punggung tangan Papah. " Saya sengaja tiba lebih awal mau ngobrol banyak sama Om dan Tante. Boleh kan? "
Papah mengukir senyum kagum dan mempersilahkan Keenan untuk masuk. " Boleh dong, Ya sudah ayuk masuk. "
Keenan masuk ke dalam Rumah Nayshi, Ia berjalan di belakang Papah.
Mama yang melihat Keenan datang langsung disambut hangat. " Nak Keenan, sini duduk. Nayshi masih lama siap-siapnya. "
" Iya gapapa Tante. " sahutnya seraya bersalaman mengecup punggung tangan Mamah. " Saya juga sengaja datang lebih awal biar Nayshi tidak menunggu Saya, dan Saya juga bisa ngobrol lebih lama sama Om dan Tante. "
Hening dalam beberapa detik sebelum Keenan menarik dan mengatur nafas. " Om, Tante. Kemarin Saya sudah minta izin untuk mengenal dan mencintai Nayshi terang-terangan, sekarang Saya mau memperkenalkan Nayshi ke kedua orang tua Saya boleh? "
Papah mengangguk kagum. " Boleh banget! Bahkan Saya sangat senang mendengarnya, tapi apakah Kamu ada rasa serius atau hanya main-main? apalagi status keluarga kita sangat berbeda." tanya Papah dengan merubah wajahnya serius dan datar.
Keenan dengan gentleman dan berkharisma menjawab, " Saya serius sama Nayshi. Diluar Saya memang pemimpin perusahaan, tapi didepan Om dan Tante Saya hanya manusia biasa yang lagi berjuang mendapatkan cinta. "
" Awal pertama Saya ketemu dengan Nayshi, Saya tidak hanya kagum dengan kerja kerasnya, pikiran kritis, dan sifat mandiri. tapi Saya sudah sangat jatuh hati pada attitude, ketulusan, dan kebaikannya. Dan perhatian diam-diam itu merupakan cara Saya menjaga serta menganggumi dari jauh. " lanjutnya dengan sikap tenang dan penuh ketulusan.
Papah dengan senyum bangga serta kagum. " Saya suka sama Laki-laki seperti Kamu yang punya pendirian dan mampu menghormati perempuan. Jadi Saya dan Istri setujuh dan mendukung niat baik kamu. "
Keenan dengan wajah sangat bahagia mendengar lampu ijo yang semakin menyala. " Terimakasih Om, Tante. "
" Sama-sama Nak Keenan. Semoga bukan hanya Kita yang memberi restu, tapi juga orang tua Kamu. " ucap Mamah yang sangat senang putrinya dicintai seugal-ugalan ini.
Flashback of.
Nayshi mendengar cerita itu tak bisa menahan malu, dan rasa baper maksimal. ' Tuhaan gentleman sekali manusia ini. ' batinnya menahan senyum.
" Nay. Kita ketemu Orang tua Saya sekarang, boleh? " tanya Keenan meminta izin juga pada Nayshi, baginya pendapat Nayshi juga penting.
" Boleh. " jawab singkat dengan malu-malu seeta kepala yang menunduk menutupi warna merah dipipi.
" Om, Tante. Saya izin bawa Nayshi sebentar. " Ucap Keenan menatap calon mertuanya bergantian.
" Iyaa. " sahut keduanya bersamaan dengan senyum tulus dan penuh dukungan.
Keenan berdiri lalu disusul oleh Nayshi, Keenan bersalaman pada kedua orang tua Nayshi dan Nayshi pun juga berpamitan pada Papah dan Mamah.
Kini Nayshi dan Keenan berada didalam mobil hitam milik Keenan.
Keenan setelah masuk kedalam mobil berinisiatif memasang sealthbat pada Nayshi, namun tangannya terhenti dan matanya menatap Nayshi dengan senyum kagum.
' Tuhan deket banget inihh. ' monolog Nayshi dengan mata yang juga menatap Keenan beberapa saat.
" Ehem. " Nayshi berdehem membuat Keenan sadar dan langsung duduk ditempat pengemudi.
" Maaf Nona Nayshi. " ucap Keenan dengan memakai sealtbat sendiri dan salah tingkah.
Setelah menghembuskan nafas halus, Keenan menatap Nayshi kembali. " Jujur Kamu hari ini cantik banget, apalagi ini dress yang kamu pakai saat kita pertama bertemu. "
" Kamu juga. " sahut Nayshi dengan suara pelan dan malu-malu.
" Hah? Aku juga cantik? " tanya Keenan dengan menahan tawa sambil kakinya menginjak gas.
" Bukan gituuu. " sahut Nayshi menggulumkan bibirnya.
" terus apa? " tanya Keenan sengaja memancing.
" hmmm.. Ka-Kamu tampan hari ini. " sahut Nayshi kata-kata yang ditunggu Keenan keluar juga.
" Hah apa? Aku ga denger, jalanannya ramai. " ucap Keenan dengan sengaja buka kaca mobil agar suara jalanan terdengar.
" Ihh.. Kamu tampan hari ini!!. " ucap Nayshi dengan suara lantang, dan saat sadar Ia langsung menutup mulutnya.
Keenan menutup kembali kaca dan terkekeh puas. " Omaygat! terimakasih banyak Nona Nayshi atas pujiannya. " ucap Keenan dengan memberikan salam terimakasih.
Nayshi memutar bola matanya dan senyum yang Ia tahan. " Kamu kenapa beda banget sih? "
Keenan tersenyum lebar. " Itu semua hanya branding Saya sebagai CEO, dan ini branding khusus untuk calon pendamping masa depan yang cerah. " jawab Keenan dengan satu tangan seperti puitis.
Nayshi tak bisa menahan tawa melihat tingkah Keenan.
" Kamu juga loh Nay. Kemarin Saya juga terkejut Kamu aslinya juga random cara berpikirnya. " ungkap Keenan dengan senyum dibibirnya.
" Yaa Saya aslinya memang begitu kalo merasa se frekuensi atau nyaman. " sahutnya santai dan ga merasa ada yang salah.
" Jadi Kamu sudah nyaman sama Saya. " goda Keenan dengan mengakat satu alisnya.
Nayshi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan menunduk malu menyembunyikan pipi tomat busuk. ' Awalnya sih biasa aja, tapi lama kelamaan yaa nyaman hehehhe. '
Keenan pun tak kalah senengnya, dan senyum-senyum sambil berpura-pura melihat ramainya jalan.