"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEBELAS
Keduanya keluar setelah mendapat resep yang harus ditebus. Joseph mengambil alih lalu meminta dua wanita itu duduk
"Saya haus Bona" Keluh Aluna pada pelayan pribadinya itu
"Saya akan belikan air, nona jangan kemana-mana!"
"Saya bukan anak kecil, Bona" Kesal juga jika diperlakukan seperti ini
Kini Aluna duduk seorang diri dikursi stainless, menunggu Joseph yang tengah menebus obat dan Bona yang membeli air
Pandangan Aluna tertuju pada sepasang suami istri yang duduk dihadapannya, keduanya tengah menunggu giliran untuk melakukan pemeriksaan
Tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis, interaksi sepasang suami istri itu begitu manis
Dimana sang suami tengah mengusap perut istrinya yang sudah membuncit. Aluna mengusap perutnya, salahkan jika dirinya juga ingin diperlakukan seperti itu
Namun kenyataan kembali menamparnya, Arjuna hanya menginginkan anak ini, setelah mereka lahir maka Aluna akan pergi dengan uangnya
Semoga saja Arjuna mengizinkan dirinya menggendong kedua buah hatinya sebelum ia pergi
"Dimana Bona?" Tanya Joseph yang tidak melihat keberadaan pelayanan pribadi istri dari atasannya ini
"Saya haus dan Bona pergi untuk membeli minum" Jawab Aluna
Tak lama, Bona datang lalu menyerahkan sebotol air mineral pada wanita hamil itu
"Terima kasih Bona"
"Ayo nona! Kita pulang sekarang"
Aluna mengangguk, begitu pergi, ia kembali menengok pada sepasang suami istri yang sempat membuatnya iri
Didalam mobil, Aluna kembali melihat keluar jendela. Wajahnya berbinar saat melihat deretan para penjual
"Aku mau itu" Joseph terpaksa menepi, lalu melihat kemana arah telunjuk majikannya itu
"Permen kapas?" Tanya Joseph memastikan
Aluna mengangguk "Tolong yaa!"
"Baiklah! Nona hanya boleh menunggu didalam mobil!" Kata Joseph "Jaga Nona baik-baik"
Aluna mengerling, semuanya memperlakukan dirinya dengan berlebihan
Tak lama Joseph datang dengan membawa pesanan wanita hamil itu, saat hendak masuk, Aluna kembali bersuara
"Aku juga mau siomay itu!" Kembali Joseph memandang arah jari sang Nona
"Baiklah" Pasrah saja, Joseph harus menuruti keinginan ibu hamil, sang tuan akan marah jika putranya ngeces karena ngidam sang ibu tidak terpenuhi
"Sekalian batagor yaa, Joseph!" Tak ada pilihan selain menurutinya
Sementara wanita hamil itu tengah sibuk dengan permen kapas berwarna merah muda ditangannya
Setibanya dirumah, Aluna mengeluarkan deretan makanan yang baru saja dibeli
Yang membuat Joseph melongo adalah, Aluna makan sedikit lalu sisanya diberikan pada Bona atau pelayan lainnya yang berada di sana
"Kenapa nona makannya cuma sedikit?" Tanya Joseph
"Saya kenyang" Setalah mengatakan itu wanita hamil itu berlalu menuju kamarnya
"Bona" Yang dipanggil segera menghadap "Kamu susul nona Aluna! Takutnya dia butuh sesuatu!"
"Baik tuan"
***
Tiga bulan berlalu begitu saja, Arjuna terpaksa harus terpisah dari istri keduanya karena sang kakek tidak ingin ia pergi. Yang lebih buruk adalah ia menjaga pria senja itu bersama orang yang tidak ingin ia lihat
"Juna rasa Opa sudah lebih baik" Ucapnya, kini Arjuna tengah berada dikediaman Ronald
"Ya, berkat kamu dan Zoya, opa merasa sudah sembuh"
Zoya yang mendengar itu memaksakan senyumannya, ia benci terkurung dirumah besar ini tanpa kebebasan, terlebih dengan pria bal kulkas seperti Arjuna
"Arjuna ada pekerjaan penting, dan Juna harus pergi" Sebenarnya Arjuna sangat merindukan Aluna
Selama ini ia hanya mendengar kabar istri serta calon anaknya dari sang asisten
"Nak, pergilah bersama istri mu! Kalian harus selalu menghabiskan waktu bersama agar penerus keluarga kita bisa hadir secepatnya"
Arjuna menatap dingin kearah sang istri, yang ditatap juga tidak peduli
"Zoya punya pekerjaan penting juga, Opa. Jadi dia tidak bisa ikut"
"Sebenarnya aku free beberapa hari, aku bisa ikut kamu"
Zoya tersenyum, lagi pula wanita mana yang bisa melepas pria sempurna seperti Arjuna ini
Ia pun tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama pria paruh baya seperti William
"Pergilah bersama istri mu!"
Arjuna tersenyum "Iya Opa"
Zoya tersenyum penuh kemenangan, sebenarnya tidak masalah jika dirinya mengandung calon pewaris keluarga Bimantara, hanya saja ia malas dengan sifat dingin Arjuna
Keduanya keluar dari kamar luas milik Ronald, sesampainya diluar kamar, Zoya menggandeng lengan suaminya sambil bergelayut manja
"Jadi, kita akan bulan madu kemana?" Tanyanya dengan suara manja nen menggoda
Arjuna melepas lengannya dengan paksa "Saya tidak berminat"
"Aku bersedia mengandung anak kamu"
Pria tampan itu mengernyit "Kenapa tiba-tiba? Lalu bagaimana dengan bentuk tubuh kamu?"
"Aku tidak peduli lagi, kita bisa melakukan program kehamilan mulai sekarang"
Zoya tidak ingin menunggu lama, sampai saat inipun Ronald masih hidup yang artinya perusahaan ini tidak akan menjadi milik William
Tapi jika dirinya dan Arjuna memiliki anak, sudah jelas Arjuna akan memiliki perusahaan Bimantara sepenuhnya. Jelas akan jauh lebih menguntungkan
Arjuna menatap wajah cantik itu dengan tajam, seolah siap untuk menusuk
"Sayangnya saya tidak tertarik berbagi apapun dengan orang lain" Setelah mengatakan itu, pria tinggi itu berlalu meninggalkan Zoya yang membeku
"Apa Arjuna tau hubungan gelap aku dengan William?"
Sementara itu ditempat berbeda, Aluna tengah merasa begitu gelisah. Entah kenapa semakin bertambah usia kehamilannya semakin ia merindukan suaminya
"Nona harus makan, kasian dedek bayinya nanti!" Bujuk Bona, pelayan itu tidak ingin sang nona jatuh sakit
"Tuan Arjuna kemana sih? Jangan-jangan dia mau lari?" Ucapnya membuat Bona menghela nafas
"Nona merindukan tuan?" Tanya Bona
"Enggak" sanggahnya
"Itu hal yang wajar, semua ibu hamil selalu ingin dekat dengan ayah dari bayi yang dikandungnya"
Ya, Aluna mengakuinya. Sudah beberapa bulan dirinya selalu merindukan pria dingin itu, walaupun dirinya tidak diperlakukan dengan baik
"Aku laper"
"Nona ingin makan apa?" Tanya Bona
"Aku mau seblak" Tiba-tiba saja Aluna ingin makanan bercita rasa pedas itu
"Tapi Nona tidak bisa makan makanan yang sembarangan"
"Gak perlu beli dari luar, minta bibi Wulan untuk membuatkan" Ujar Aluna, seketika ia membayangkan selezat apa makanan itu
"Tapi tuan tidak mengizinkan nona untuk makan makanan yang tidak sehat"
"Aduuh Bona, kamu berlebihan" Kesal Aluna, bagaimanapun ia harus bisa menikmati seblak
"Lagian tuan Arjuna dan tuan Joseph tidak ada disini" Wanita hamil itu memasang wajah sendu "Kamu mau anak saya ileran?"
"Kalau begitu biar saya minta sama bi Wulan"
"Terima kasih Bona"
Menunggu beberapa menit, semangkuk seblak dengan kuahnya yang merah tersaji. Aluna berbinar melihat asap yang mengepul serta aroma lezatnya
"Jadi gak sabar" Aluna menyuapi makanan berbahan kerupuk itu kedalam mulutnya sambil memejamkan mata saking lezatnya
Dulu sebelum menjadi istri rahasia Arjuna, dirinya selalu menikmati makanan seperti ini
"Bibi memang top" Ucapnya seraya menunjukkan ibu jarinya
"Cepat habiskan! Nona belum makan sejak pagi" Ujar Wulan sang kepala pelayan