NovelToon NovelToon
Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Terlarang / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Menghuni penjara kelas kakap bukanlah hal tersulit bagi Marysa. Yang benar-benar menghancurkannya adalah kenyataan bahwa pria yang memborgol tangannya adalah Herry, cinta masa lalunya yang kini menjabat sebagai kapten polisi dan ironisnya, Herry sama sekali tidak mengingatnya. dan bahkan terdengar jika Herry akan segera menikah.

​Memilih mati daripada terus tersiksa oleh ingatan, sang Ratu Mafia mengatur pelarian besar dari Negara aslinya Korea menuju ke negara tropis, Indonesia. Rambut panjangnya dipangkas pendek, kemewahannya ditanggalkan, dan kini ia menyamar sebagai Tania, seorang tukang sapu jalanan yang tak kasatmata.

​Namun, kedamaian barunya terusik ketika jalanan mempertemukannya dengan Rangga. Pria playboy yang terbiasa berganti-ganti Wanita itu mendadak penasaran setengah mati pada sosok Tania, yang dingin.

Akankah samaran Marysa terbongkar saat seorang playboy itu mulai tulus mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Sisa Bayangan

.........

...Cerita ini Hanyalah Fiksi belaka....

...Tidak untuk ditiru....

.........

...Happy Reading...

.........

Dinding-dinding beton sel  masih terasa sedingin es, namun atmosfer di dalamnya kini dipenuhi oleh kasak-kusuk yang meresahkan. Kehilangan sosok Marysa secara mendadak dari ruangan itu meninggalkan lubang besar yang memicu paranoia bagi mereka yang ditinggalkan.

Chae-won duduk di tepi ranjang utamanya, meremas jemarinya yang gempal dengan cemas. Matanya yang biasanya memancarkan keangkuhan seorang penguasa sel kini tampak gelisah, terus-menerus menatap ke arah pintu besi yang beberapa hari lalu sempat jebol sistem elektroniknya.

Ada satu rahasia yang selama ini dia simpan sendiri di dalam kepalanya, sebuah ingatan samar yang terus-menerus mengusik ketenangannya sejak malam pelarian itu terjadi.

Memang benar, malam itu Chae-won tertidur sangat lelap setelah kelelahan menyiksa Marysa di aula bimbingan. Namun, jika dia tidak salah mengingat, ada satu momen di sepertiga malam di mana dia sempat terbangun sesaat karena otot lehernya menggeliat kaku. Dalam kondisi setengah sadar dan mata yang baru terbuka segaris, Chae-won bersumpah dia melihat sekelebat bayangan ramping bergerak sangat halus menembus jeruji besi yang terbuka. Bayangan itu mirip sekali dengan postur tubuh Marysa.

"Eh, kamu beneran tidak mendengar apa-apa malam itu?" Chae-won mendadak berbisik, menyenggol lengan teman selnya, seorang tahanan kasus penipuan bernama Min-ah yang sedang melipat selimut usang.

Min-ah menoleh, dahinya berkerut bingung. "mendengar apa? malam itu kita semua tidur. pagi-pagi bangun, tahu-tahu si Marysa sudah tidak ada di kasurnya, terus sirine penjara bunyi keras banget."

"Aku serius, Min-ah," Chae-won mendekatkan wajahnya, suaranya semakin merendah hingga nyaris menyatu dengan desis uap angin. "Waktu malam itu aku sempat menggeliat waktu tidur. Terus kalau tidak salah... aku seperti melihat bayangan Marysa jalan keluar sel. Tapi waktu itu kupikir aku cuma mimpi karena saking capeknya. Sekarang kalau dipikir-pikir, itu aneh banget, kan? Bagaimana bisa seorang Marysa kabur dari penjara kelas kakap kayak Cheongju ini tanpa memicu satu pun alarm? Dia itu manusia atau setan?"

Min-ah menghentikan aktivitasnya, ikut merinding mendengar ucapan Chae-won. "Hush, jangan ngomong sembarangan. Tapi memang benar sih, penjara ini kan dijaga ketat banget. CCTV di mana-mana. Kalau dia bisa keluar gitu aja, berarti ada orang dalam yang bantu, atau emang otak mafianya itu terlalu pintar untuk kita."

Chae-won terdiam, bulu kuduknya meremang. Rasa takut yang terlambat kini mulai menggerogoti dadanya. Jika Marysa yang kejam itu bisa keluar dari tempat ini dengan begitu mudah, artinya kehidupan Chae-won di luar penjara nanti tidak akan pernah aman. Sang ratu mafia bisa datang kapan saja untuk menuntut balas atas setiap pukulan yang pernah bersarang di perutnya.

...

Di belahan bumi lain, pagi hari di Seoul berjalan.

Kapten Herry berdiri di koridor atas ruang pengawasan tahanan sementara di Markas Besar Kepolisian Metropolitan Seoul. Kedua tangannya bertumpu pada pembatas besi, sepasang mata jelaganya menatap lurus ke bawah, mengawasi barisan tahanan kasus narkotika yang sedang digiring oleh para petugas berpakaian taktis.

Sejak pukul tujuh pagi, Herry sengaja melibatkan diri dalam rutinitas pengawasan ini. Dia membutuhkan pengalih perhatian murni untuk menekan rasa bergejolak di dalam dadanya. Namun, usahanya gagal total. Setiap kali dia menatap jeruji besi di bawah sana, wajah Marysa dengan senyuman dinginnya selalu melintas, mengacaukan konsentrasinya.

Sesuai dengan rencana yang dia susun semalam, Herry hanya akan bertahan di pos pengawasan ini hingga menjelang siang. Begitu waktu senggangnya tiba sebelum rapat koordinasi dia akan langsung bergerak diam-diam. Dia harus mencari tahu soal bayangan masa lalu dan suara misterius Marysa yang terus-menerus menghantui tidurnya. Tempat kejadian perkara di Pelabuhan Incheon lima tahun lalu adalah titik awal yang mutlak harus dia datangi sendirian, tanpa boleh diketahui oleh satu pun rekan kerjanya.

...

Ribuan mil di selatan, terik matahari Jakarta mulai membakar aspal jalur lingkar luar Jakarta Utara. Udara yang lembap dan pekat oleh asap knalpot membuat suasana kerja terasa begitu menyesakkan bagi siapa saja yang tidak terbiasa dengan iklim tropis.

Tania Sae Ning terus mengayunkan sapu lidinya dengan ritme yang stabil. Keringatnya mengucur deras dari balik dahi dan lehernya, hingga membuat coretan arang di pipinya luntur membentuk garis-garis hitam yang acak. Baju seragam oranye kusam yang dia kenakan kini telah menempel ketat pada kulit punggungnya akibat basah oleh keringat.

Meski tubuhnya terasa sangat lelah dan napasnya tersengal, Tania menolak untuk berhenti. Setiap gesekan sapu lidinya di atas aspal seolah menjadi pelampiasan atas emosi gelap yang dia pendam dalam-dalam.

Di dekatnya, berjarak sekitar tiga meter, Rangga juga sedang sibuk membersihkan sampah plastik di trotoar. Namun, entah untuk alasan apa, gerakan tangan Rangga perlahan melambat. Pandangan matanya mendadak terlempar ke arah Tania.

Rangga memperhatikan bagaimana wanita itu menyeka keringat di lehernya dengan gerakan tangan yang kaku namun entah mengapa terlihat sangat anggun. Beberapa helai rambut cokelat terang Tania yang basah menempel di pelipisnya, membingkai wajah kusam berlumur arang itu menjadi sesuatu yang sangat menawan di bawah siraman cahaya matahari terik. Aura dingin dan misterius yang memancar dari sepasang mata kelam Tania justru membuatnya terlihat berbeda dari semua wanita yang pernah Rangga temui di jalanan Jakarta.

Deg.

Jantung Rangga mendadak berdegup dengan ritme yang tidak biasa. Sebuah sensasi hangat yang asing merayap di dalam dadanya, membuat pria jangkung itu mematung di tempatnya berdiri. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya sebagai seorang playboy kelas kakap yang biasa berganti pasangan tanpa melibatkan perasaan, Rangga dibuat tersipu murni hanya karena menatap seorang wanita yang sedang mandi keringat di pinggir jalan.

Ngomong-ngomong nanti malam Rangga kefikiran untuk mengajak Tania ke Pasar malam. Yah siapa tahu mau.

Wajah Rangga memerah seketika. Sadar akan keanehan yang terjadi pada dirinya, dia langsung memalingkan muka dengan cepat ke arah sebaliknya.

Plak! Plak!

Rangga menepuk kedua pipinya sendiri dengan cukup keras menggunakan telapak tangannya, memicu rasa perih yang mengejutkan dirinya sendiri.

"Nggak, nggak mungkin... apa-apaan sih kamu ini, Ngga!" bisik Rangga pada dirinya sendiri, suaranya terdengar panik dan medok. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat, mencoba mengusir debaran aneh di dadanya. "Ingat, Ngga, kamu itu cuma suka bersenang-senang! Gak ada ceritanya jatuh cinta sama rekan kerja, apalagi yang galak kayak es batu begini. Gak mungkin, gak mungkin!"

Rangga mencoba merasionalkan perasaannya. Bagi pria seperti dirinya, cinta adalah sebuah belenggu yang menakutkan, sesuatu yang sebisa mungkin dia hindari demi mempertahankan kebebasannya untuk menggoda setiap gadis. Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa rasa kagumnya pada Tania hanyalah karena wanita itu memiliki paras yang cantik di atas rata-rata, tidak lebih dari itu.

Tania yang sempat mendengar suara tepukan keras dari arah samping, menolehkan kepalanya sejenak. Dia menatap Rangga dengan sepasang alis yang menyengkit, merasa aneh dengan perilaku pria itu yang tiba-tiba memukul pipinya sendiri di tengah jalan. Namun, karena tidak ingin membuang energi untuk hal yang tidak penting, Tania kembali memalingkan mukanya dan melanjutkan pekerjaannya dalam diam.

di bawah terik matahari Jakarta.

...

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like nya 😇

1
falea sezi
kenapa alurnya lambat thor
kikyoooo: Alurnya emang sengaja dibikin slow burn, biar pondasi karakter sama dunia-nya mateng dulu. Nanti pas konflik gede masuk, impact-nya baru kerasa. Sabar ya...


tapi kalau memang ganggu next bikin yang penting penting aja....😌😇😇
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 rangga pasti kepikiran anu nya buat gantiin rokok🤣🤣
falea sezi
🤣🤣 tania oh tania 🤣 lu uda gk di harepin ma cowok. matre itu kapten sombong😒 uda lupain. masih aja. lu. penasaran lu itu g di ingat sekali. lagi jasa lu g di ingat amnesia lah konon tp ma cwek kaya dia nikahin kan bangke
falea sezi
🤣🤣 tania lu cocok ma rangga deh dripada kapten g tau diri yg matre itu🤣
falea sezi
kenapa muter doank sih thor
kikyoooo: mutèr gimana kak? maaf
total 1 replies
falea sezi
sebel liat kapten sok ganteng gk tau diri😒
falea sezi
moga aja ma rangga aja
falea sezi
gantengnya mas rangga🤣 ma rangga aja lahh biar miskin bukan tunangan orang yg gk tau Terima kasih😒
falea sezi
lanjut donk bkin si neng di taksir cogan 😒 sebel liat polisi sok cakep uda nikah aja ma anak komandan mu itu🤣 abis itu ingatan balik nyesel lu pria g tau diri🤭
falea sezi
nikah aja sana 😒 biar si neng ma cogan di Indonesia aja🤭
falea sezi
😕 nyesek amat sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!