NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Saksi yang Masih Hidup

Ucapan Elena membuat seluruh aula mansion mendadak sunyi.

"Aku pernah melihat pria itu... tepat pada malam mansion Alvaro terbakar dua puluh tahun yang lalu."

Raven menatap Elena dengan tajam.

"Kau yakin?"

Elena mengangguk perlahan.

"Aku memang tidak melihat wajahnya."

"Tapi jubah hitam dan cara dia berdiri... aku tidak mungkin lupa."

Leo langsung memanggil beberapa penjaga.

"Cari seluruh area!"

"Jangan biarkan siapa pun lolos!"

Puluhan anak buah Raven segera menyisir halaman, atap mansion, hingga hutan di belakang bangunan.

Namun hasilnya nihil.

Pria berjubah hitam itu kembali menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Keesokan paginya, Raven mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di ruang rapat.

Di atas meja terbentang peta kota lengkap dengan tanda merah di beberapa lokasi.

"Black King memiliki banyak mata-mata," ujar Raven.

"Mulai hari ini kita ubah semua jalur distribusi senjata dan barang."

Leo mengangguk.

"Baik, Tuan."

"Aku juga ingin seluruh anak buah lama diperiksa ulang."

"Termasuk yang sudah bekerja puluhan tahun?"

"Semua."

Raven tidak ingin mengambil risiko lagi.

Jika benar ada pengkhianat di dalam organisasinya, berarti musuh telah menyusup sejak lama.

Sementara itu, Aurora sedang menemani Sofia yang kini tinggal sementara di mansion demi keselamatannya.

"Ibu masih takut?" tanya Aurora.

Sofia tersenyum lembut.

"Sedikit."

"Tapi Raven sudah menempatkan banyak penjaga."

Aurora duduk di samping ibunya.

"Ibu tidak membencinya?"

Sofia menggeleng.

"Justru Ibu melihat dia anak yang kesepian."

Aurora terdiam.

"Kau juga mulai melihatnya, kan?"

Aurora buru-buru mengalihkan pandangan.

"Aku hanya bersyukur dia menyelamatkan Ibu."

Sofia tersenyum penuh arti, tetapi tidak berkata apa-apa lagi.

Menjelang sore, seorang pria tua datang ke gerbang mansion.

Ia mengenakan pakaian lusuh dan membawa sebuah kotak kayu kecil.

"Aku ingin bertemu Raven Alvaro."

Penjaga langsung menggeledahnya sebelum membawanya masuk.

Di ruang tamu, Raven memperhatikan pria itu dengan waspada.

"Siapa kau?"

"Namaku Gabriel."

"Aku dulu bekerja untuk Matteo Alvaro."

Raven langsung berdiri.

"Kau mengenal ayah angkatku?"

Pria tua itu mengangguk.

"Aku sopir pribadinya selama bertahun-tahun."

"Kenapa baru muncul sekarang?"

Gabriel tersenyum pahit.

"Karena selama ini aku bersembunyi."

"Dari siapa?"

"Black King."

Ruangan kembali hening.

Gabriel meletakkan kotak kayu di atas meja.

"Matteo memintaku menyimpan ini."

"Beliau berkata, jika suatu hari Raven cukup kuat menghadapi kenyataan, serahkan kotak ini."

Dengan hati-hati Raven membuka kotak tersebut.

Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan tua, beberapa foto keluarga, dan sebuah kunci berwarna emas dengan ukiran angka 27.

"Apa ini?" tanya Raven.

Gabriel menjawab pelan,

"Itu kunci brankas rahasia milik Matteo."

"Di mana brankasnya?"

"Di mansion lama."

Leo terkejut.

"Tapi mansion itu sudah terbakar."

Gabriel mengangguk.

"Ruang bawah tanahnya masih utuh."

Raven menggenggam kunci itu erat.

Selama bertahun-tahun, ternyata masih ada rahasia yang tersembunyi di bawah puing-puing rumah masa kecilnya.

Namun sebelum mereka sempat membahas lebih jauh, terdengar suara ledakan dari arah gerbang depan.

Boom!

Seluruh mansion bergetar.

"Tuan! Kita diserang!" teriak salah seorang penjaga.

Raven segera mencabut pistolnya.

"Semua ke posisi masing-masing!"

Puluhan pria bersenjata menyerbu halaman mansion.

Baku tembak kembali pecah.

Di tengah kekacauan itu, Gabriel terlihat panik.

Ia berusaha mengatakan sesuatu kepada Raven.

"Hati-hati..."

"Black King..."

Belum sempat kalimatnya selesai, sebuah peluru menembus kaca jendela.

Dor!

Peluru itu menghantam dada Gabriel.

Pria tua itu terjatuh tepat di depan Raven.

"Gabriel!" seru Aurora sambil berlari menghampiri.

Aurora mencoba menghentikan pendarahan, tetapi luka itu terlalu parah.

Gabriel batuk mengeluarkan darah.

Dengan napas yang tersisa, ia menggenggam tangan Raven.

"Jangan..."

"...percaya..."

Raven menunduk lebih dekat.

"Jangan percaya siapa?"

Gabriel membuka mulutnya, berusaha menyebut sebuah nama.

Namun sebelum suara itu keluar, matanya perlahan terpejam.

Tangannya terlepas.

Aurora memeriksa denyut nadinya, lalu menatap Raven dengan wajah sedih.

"Dia sudah pergi."

Raven mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.

Sekali lagi, seseorang yang membawa kebenaran dibungkam tepat sebelum mengungkapkan rahasia terbesar.

Di luar mansion, dari balik kaca mobil hitam yang terparkir jauh di seberang jalan, seorang pria berambut putih tersenyum tipis.

"Teruslah mencari, Raven."

"Semakin dekat kau dengan kebenaran..."

"...semakin besar rasa sakit yang akan kau rasakan."

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!