NovelToon NovelToon
Teman Dekat

Teman Dekat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Epik Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:836
Nilai: 5
Nama Author: Rohos Otaku

Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumor Tentang Agnes

Selama satu minggu penuh itu saat di sekolah Agnes tidak keluar dari kelas karna ingin menghindari perkelahian.. Agnes hanya akan keluar saat istirahat dan waktu pulang....

" Tring.. Tring.. Triiiing..." bell berbunyi menandakan waktu istirahat... Saat istirahat Kelvin, Randy, Monica dan Agnes duduk bersama...

Tiba-tiba salah satu siswi menumpahkan makanan di samping Agnes... Agnes tidak mempedulikannya tetapi hanya terus memakan makanannya... Begitu juga kelvin, Randy dan Monica.. Mereka hanya fokus memakan makanan mereka.. Setelah selesai makan mereka masuk semula ke kelas...

" Percuma kalian ingin membuat keributan.. Mereka tidak akan pernah terganggu.. Karna tinggal satu minggi ini lagi mau ujian.." jelas salah satu siswa yang ada di kantin itu kepada Daisy...

" Ternyata seperti itu.. Kalo gitu aku hanya harus nyebarin rumor yang baik.. Karna hanya tinggal satu minggu tersisa... Heh!! Dasar anak sombong..." Daisy tertawa sinis...

Agnes sudah cukup berhati-hati dengan tingkahnya karna akan ujian 3hari lagi... Saat Agnes baru memasuki pagar sekolah.. Semua siswi dan siswa melihat ke arah Agnes sambil berbisik...

Agnes hanya keheranan tapi tidak mempedulikannya lalu berjalan menuju ke kelasnya...

Saat sampai di dalam kelasnya.. Beberapa siswi melihat ke arahnya lagi lalu melakukan pekerjaan mereka sendiri... Agnes keheranan tapi tetap memilih tidak mempedulikannya..

" Nes!!" Monica yang baru masuk bersama Randy dan Kelvin melihat berteriak memanggil Agnes.. Monica menarik tangan Agnes lalu membawa Agnes ke ruang yang sedang di baik pulih... Agnes keheranan tapi tidak bertanya.. Sampai Monica menunjukkan rekaman seorang pria bicara tentang Agnes yang pernah mencoba menikamnya...

" Terserah!! Aku punya alasan.. Lalu aku juga sudah bertanggungjawab atas perbuatanku dengan keluar dari sekolah itu.. Yang nyebarin ini orang-orang bodoh.. Sampai sejauh ini mereka mau aku nyerah.." Agnes hanya bicara datar lalu tersenyum sinis dan keluar dari ruangan tersebut...

" Hah?? Jadi maksudnya benar??" Monica bicara sambil kebingungan..

" Sepertinya benar.. Tapi mungkin saja untuk saat ini dia gamau bicara soal itu.. Karna harus fokus sam ujian.."

Kelvin hanya diam..

Di kelas, Agnes hanya belajar tanpa mempedulikan bisikan-bisikan soal rumornya.. Monica, Randy dan juga Kelvin juga hanya fokus dengan ulang kaji mereka...

Keesokan harinya.. Setelah waktu pulang.. Tiba-tiba Agnes bicara...

" Apa kalian bertiga mau datang ke rumahku??"

" Tentu saja!!" Randy dan Monica bicara bersama dengan semangat...

" Kalo gitu siapa punya mobil aku mau numpang..." Agnes bicara lalu keluar dari kelas.. Diikuti Randa, Monica dan Kelvin..

Mereka menaiki mobil Kelvin.. Kelvin pakir mobilnya di depan resto.. Agnes keluar dari mobil lalu masuk ke dalam resto milik ibunya...

" Kel.. Katanya di rumahnya?? Ini resto keluarganya..." bisik Randy..

" Rumahnya di atas resto ini..." Kelvin menunjuk ke atas.. Wajah Randy dan Monica bengong...

" Gimana kamu bisa tau??" Monica bertanya kepada Kelvin.. Tiba-tiba Agnes keluar lalu menaiki tangga yang ada di samping resto mereka...

Kelvin mengikuti Agnes dari belakang lalu Randy dan Monica juga ikut... Sampai di kamar tersebut Agnes membuka pendinginnya... Kelvin masuk lalu terus duduk di lantai tepat di meja yang dilihatnya seperti untuk meja makan...

Randy dan Monica juga ikut duduk sambil melihat keliling ruangan tempat tinggal Agnes... Agnes duduk di samping Monica tepat di hadapan Kelvin..

" Aku sudah mesan makanan.. Karna kalian mungkin punya banyak pertanyaan.. Jadi aku butuh tenaga untuk menjawabnya..."

" Ting.. Tong... Non.. Makanannya udah datang..."

Agnes berdiri untuk membuka pintunya.. Beberapa karyawan berbaris sambil membawa makanan lalu meletakkan dia tas meja tepat di hadapan mereka...

" Mari kita makan dulu..." Agnes tersenyum lalu mulai mengambil makanannya...

Setelah selesai makan.. Agnes dan Monica mencuci piring kotor yang digunakan.. Selesai cuci piring.. Monica duduk ditempatnya... Agnes membawa gelas kosong dan juga jus anggur...

" Hanya ini yang ada di kamarku.. Alkoholnya hanya 3% saja..." bicara datar sambil meletakkan camilan di atas meja... Kelvin mulai dengan membuka camilannya lalu menuang jus anggur itu ke gelasnya.. Randy juga mengambil jus anggurnya... Monica juga ikut ikutan...

" Jadi apa yang kalian ingin tanyakan?? Soal rekaman.. Seperti yang dikatakan oleh anak laki-laki itu benar... Bukan hanya dia.. Tapi ada satu anak laki-laki lagi..."

" Jadi ternyata itu alasannya kamu baru datang setelah 6bulan sekolah??" tanya Randy..

" Eya.. Aku dikeluarin dari sekolah lamaku.. Karna aku enggak mau menarik gugatanku.."

" Jadi apa yang terjadi??"

" Pria yang ada di rekaman itu.. Dia adalah pria yang mencoba melakukan pelecehan terhadap mendiang adikku... Aku menikamnya di perut tapi tidak di bagian vitalnya... Pria itu juga kakak kepada wanita yang membuli adikku.."

" Kamu punya adik??" tanya Randy..

" Eya.. Dia satu tahun lebih muda dariku.."

" Lalu gimana ceritanya??"

" Adikku sering diganggu oleh adik perempuannya.. Satu hari saat kejadian itu.. Adiknya memukul adikku.. Tepat dihadapanku.. Lalu yang mengejutkan wanita itu mengakui kalo dia sudah lama melakukan pembulian terhadap adikku.. Aku tidak percaya lalu wanita itu merobek seragam adikku... Aku baru bisa percaya saat aku melihat memar yang banyak di tubuh adikku.. Tidak hanya itu.. Pria itu mencoba memperkosa adikku di depanku... Aku menjadi marah lalu menikam perutnya dengan potongan kaca yang entah dari mana aku mendapatkannya...." Agnes menunduk lalu meminum minumannya...

" Salah satu pria juga terluka di mata kirinya sehingga hampir mengeluarkan bola matanya.. Aku memukulnya dengan besi yang tajam.. Dia anak yang cakep aku hampir naksir sama pria itu.. Tapi saat itu dia juga keterlaluan karna mencoba melecehkanku sambil merekam..."

" Itu bagus.. Ngapain enggak mati saja mereka..."

" Pria itu mati.. Dia membunuh dirinya karna dia di anggap akan buta seumur hidupnya... Dan aku adalah orang yang bicara kasar kepadanya saat dia lagi berbaring di rumah sakit... Dia terjun dari gedung rumah sakit dan jatuh tepat di hadapanku saat aku lagi nungguin supir menjemputku... Otaknya keluar dari kepalanya.. Dia sempat melihat ke arahku sebelum darah keluar dari mulutnya.. Lidahnya terkeluar.. Kakinya patah.. Tangannya patah..."

" Jadi... Apa itu sebabnya kamu enggak bisa melihat Jesica di buli??"

" Enggak.. Aku hanya enggak suka melihat wanita dibuli.. Apalagi kalo wanita itu bodoh tidak bisa ngelawan atau mengadukan perbuatan mereka.. Aku bisa membayangkan gimana sakitnya saat mereka dipukuli.."

" Maaf aku nanya.. Tapi kenapa adikmu bisa meninggal??" Monica bertanya...

" Kecelakaan.. Saat menguruskan pindahan sekolah.. Aku yang duluan ke sini bersama ibuku.. Ayahku dan adikku mengikuti kami hari berikutnya.. Tapi... Mobil yang mereka naiki menuju ke bandara saat itu terjatuh ke dalam air.. Adikku tidak bisa berenang.. Aku hanya berasumsi mereka lemas tidak bisa menyelamatkan diri karna kaki kiri ayahku patah..."

" Nes.. Maafin aku karna enggak pernah ngerti sama kamu..." Monica memeluk Agnes..

" Enggak.. Itu bukan salahmu.. Kamu hanya enggak tau saja.. Haahhhh.. Ibuku biasanya saat seperti ini akan minum karna merindukan Ayahku.. Andai saja aku membuat ibuku kembali seperti dulu.."

" Babe.. Apa ada lagi yang mengganggu pikiranmu??" Monica bertanya...

" Enggak ada.. Aku senang karna aku bica bercerita tentang hal-hal yang selama ini menggangguku.." Agnes bersandar di kasurnya sambil menutup matanya...

Kelvin melihat keliling kamar Agnes.. Kelvin melihat ada obat tidur di atas meja di samping kasur Agnes lalu bertanya...

" Apa kamu minum obat tidur??"

" Eya.. Karna aku sering mimpi buruk.. Aku tau itu tidak baik untuk kesehatanku.. Tapi aku sering mimpi tentang adikku.."

" Nes.. Apa kamu mau datang lagi ke rumahku?? Kamu bisa menganggap Fenny sebagai adikmu..." Kelvin bicara kepada Agnes sambil mendekati Agnes dan bersandar di kasur karna melihat Randy dan Monica sudah ketiduran.. Mungkin karna mabuk...

" Hehehe.. Fenny anak yang lucu.. Aku suka melihatnya tersenyum.." Agnes bergumam lalu bersandar di bahu Kelvin...

" Seharusnya kamu hanya mengatakannya kalo itu membuatmu tersiksa..."

" Aku hanya mau menahannya sendiri.." Agnes bergumam lalu terlelap...

" Hahhhh..." Kelvin menghembus napasnya lalu meletakkan kepalanya di kasur...

" Ting... Tong.. Tok.. Tok.. Tok.." bunyi bell lalu suara ketokan pintu rumah Agnes...

" Non.. Nona.. Apa nona enggak ke sekolah?? Apa nona sakit?? Nona bilang harus tetap ke sekolah.. Karna besok ujian.. Nona.. Bangun.. Besok ujian.. Nona harus bangun... Apa nona baik-baik saja.."

" Hei.. Hei bangun.. Kita udah telat ke sekolah.." Kelvin tersadar karna mendengar omelan karyawan resto Agnes...

Kelvin, Randy, Agnes dan Monica datang telat ke sekolah.. Dengan keempatnya memiliki lingkaran hitam di mata mereka.. Randy yang duduk sambil tertidur membuatkan teman sekelas mereka sedikit tertawa... Kelvin yang meletakkan kedua tangannya seperti berdoa sambil tertidur tetap membuat para siswi kelasnya jatuh cinta... Monica dan Agnes meletakkan kepala mereka di atas meja..

Chris yang melalui kelas mereka bertanya..

" Mereka kenapa??" Chris bertanya kepada salah satu siswi di kelas itu..

" Mereka telat setengah jam datang ke sekolah.. Keliatannya mereka lagi mabuk" sambil tertawa...

" Haahhh.. Nanti setelah selesai istirahat.. Tolong bilang ke kepada mereka berempat untuk datang ke ruang oasis ketemu saya..

Selesai istirahat.. Tidak ada satu pun di antara mereka yang datang ke ruang oasis...

" Mereka keterlaluan.. Gimana bisa mereka enggak datang ke sini setelah mereka melakukan kesalahan..." Clara mengomel...

Tiba-tiba Kelvin datang ke ruang oasis...

" Kalo kalian pengen bertanya soal rumor itu.. Sebaiknya kalian cari tau saja siapa yang berani nyebarin rumornya... Besok ujian.. Sebaiknya kalian belajar saja..." lalu keluar dari ruangan oasis...

" Hah.. Apaan?? Emang dia pikir apa yang dia lakukan... Mereka emang enggak berniat mau bicara soal rumor itu.. Tapi.. Gimana kalo sampai tersebar ke luar sekolah..." Clara mulai mengomel

1
Amiera Syaqilla
hi
Rohos Otaku: Hai 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!