NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Setahun berlalu

Setahun kemudian.

''Ah Tidak terasa sudah mau setahun saja.'' Susanto menarik nafas panjang dan dia duduk di sofa sambil menatap sang istri.

''Apa kamu akan melakukan ritual itu lagi?'' Dina bertanya dengan nada dingin sekali.

''Tentu saja aku akan melakukan ritual itu karena kekayaan yang kita miliki harus bertahan sangat lama.'' Susanto memang telah haus dengan kekayaan.

''Sedikit aku beri pesan kepada dirimu tentang pesugihan seperti ini, semua itu tidak akan bertahan lama karena suatu saat pasti bisa terbongkar!'' Dina memberikan nasihat kepada sang suami.

''Ah kamu ini bukan yang mendukung suami tapi malah menakuti seperti itu!'' Susanto nampak tidak senang.

Dina menarik nafas panjang karena dia tahu kalau suaminya sudah tidak bisa terkena nasehat lagi akibat buta dengan kekayaan yang telah dia, mau sekuat apa saja Dia memberi nasehat maka Susanto tidak akan pernah bisa mendengar karena menurut dia Kekayaan ini adalah nomor satu dan tidak bisa diganti dengan yang lain lagi.

Tau sendiri ketika kemarin jatuh miskin seperti itu membuat dirinya tidak mampu bertahan lebih lama sehingga Susanto banyak berhutang ke sana dan kemari sehingga membuat dirinya sangat terhina, Untung saja dia berhasil mendapat pesugihan walau ritual yang harus dia lakukan sangat berbahaya dan bisa saja ketahuan oleh banyak orang.

Dina sebenarnya sudah banyak memahami tentang pesugihan ini Karena di masa lalu dia juga telah mengalami hal yang sama, memang bukan dia yang mengambil pesugihan itu namun setidaknya orang tua dirinya yang telah mengetahui dan Dina juga terlibat dalam ritual tersebut sehingga dia kurang lebih sangat paham tentang dunia iblis.

Mungkin untuk sekarang Susanto sangat menikmati harta yang dia dapat karena itu sangat berlimpah ruah, namun bila nanti dia sudah tidak mampu lagi bertahan maka yang ada kesengsaraan itu akan menghampiri dirinya dan iblis yang telah dia puja akan menyerang balik kepada sang pemuja akibat dia tidak merasa puas.

''Untung saja kita tidak punya anak ya Jadi tetap santai berdua seperti ini.'' Susanto berkata kembali.

''Dalam rumah tangga itu pasti akan ada kehadiran seorang anak, hanya kau saja yang tidak pernah mau menerima kehadiran anak!'' Dina mulai emosi karena dia memang sangat ingin memiliki buah hati.

''Din, Coba kau pikir bila kita punya anak dan hidup sengsara seperti kemarin.'' Susanto masih berusaha untuk membujuk.

''Aku kan sudah mengatakan kepada dirimu bahwa aku juga memiliki harta di kampung sana, tapi kau tidak mau karena merasa malu dengan Kak Vera!'' bentak Dina dan dia langsung berdiri.

''Siapa yang tidak malu bila terus mendapat hinaan seperti itu?!'' Susanto ikut membentak.

Dina menarik nafas panjang dan dia segera pergi masuk ke dalam kamar untuk menenangkan pikiran yang terus berkecamuk di dalam kepala ini, rumah tangga yang terasa begitu hambar dan Dina sebenarnya sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan ini lagi karena dia juga merasa tidak cocok dengan Susanto.

Tapi apa mau di kata karena Susanto adalah pilihan dari orang tua sebelum Ayah Dina meninggal dunia saat itu, mau tidak mau Dina tetap bertahan dalam rumah tangga ini meski dia sudah tidak memiliki rasa cinta dan semua terasa begitu hambatan tanpa ada kebahagiaan sama sekali.

''Alah susah sekali bicara sama anak orang kaya seperti itu!'' Susanto kesal sendiri dan segera menyambar kunci mobil.

''Tuan, ini kopi yang tadi diminta.'' Lisa memberikan secangkir kopi karena tadi Susanto sempat meminta kopi tersebut.

''Oh ya.'' Susanto menerima sambil tersenyum karena dia menyadari bahwa pembantu dia yang masih muda ini sangat cantik sekali.

''Siapa nama mu?'' tanya Susanto.

''Lisa, Tuan.'' gadis ini tertunduk malu karena mendapat perhatian dari bos seperti itu.

''Kerja yang benar biar dapat banyak bonus.'' Susanto menepuk pundak Lisa karena dia memang merasa gemas dengan gadis cantik itu.

''Iya, Tuan.'' Lisa kembali tersenyum manis sekali.

Merasa ini adalah kesempatan untuk dia agar bisa dekat dengan orang kaya tersebut karena dia sudah bosan hidup miskin seperti ini, Lisa adalah gadis dari desa dan dia merantau ke kota untuk mencari nafkah dan berakhir di rumah Susanto bekerja sebagai pembantu di dalam rumah ini, tentu gaji pembantu tidaklah seberapa bila ingin dipakai berfoya-foya.

Tapi ketika melihat Susanto menaruh rasa terhadap dia, maka Lisa ingin menggunakan kesempatan itu, tau sendiri selama ini banyak pembantu naik ranjang majikan agar mereka hidup enak dan tenang. Lisa ingin dia mendapatkan kesempatan untuk itu, terlebih tadi Susanto sudah memberikan kode perasaan pada dia.

''Lisa pasti ingin menggunakan kesempatan untuk mendekati Tuan Susanto.'' Mila berkata serius kepada Helen.

''Siapa yang tidak ingin menggunakan kesempatan seperti itu karena itu adalah peluang emas.'' Helen menjawab santai sambil membersihkan meja makan.

''Kau kalau dapat kesempatan seperti itu apa akan kau pakai juga?'' tanya Mila.

''Tengu saja, toh rumah tangga Tuan Susanto dan nyonya Dina sudah tidak harmonis lagi karena mereka tidak memiliki anak.'' jawab Helen tanpa ragu.

''Kan yang tidak mau punya anak itu Tuan Susanto bukan karena nyonya Dina tidak bisa memberikan keturunan.'' Mila masih ada di pihak Dina.

''Ah Itu hanya alasan saja karena aku yakin hanya Dina itu tidak memiliki kesuburan sehingga tidak bisa memiliki anak!'' Helen sangat yakin dengan hal itu.

Mila tidak lagi banyak berdebat karena dia juga merasa tidak pantas Bila seorang pembantu ingin mendekati juragan karena ingin menaikkan derajat mereka, Terserah bila dua orang gadis ini ingin bersaing satu sama lain agar bisa mendapatkan hati Susanto, namun yang jelas Mila tidak ingin masuk dalam lingkaran itu.

Meski Dina adalah orang yang begitu dingin dan terkesan begitu angkuh namun tetap saja Mila tidak ingin merusak rumah tangga orang lain, bisa bekerja di sini saja sudah Alhamdulillah dan dia tidak ingin banyak tingkah seperti dua manusia tidak tahu diri itu.

''Tunggu saja nanti masa itu tiba maka dia akan bertekuk lutut dan tidak akan pernah bisa meninggalkan aku!'' Helen berkata dengan sangat yakin.

''Itu urusan dirimu dan aku tidak ingin ikut campur lah!'' Mila memutuskan untuk tetap diam karena dia merasa percuma untuk berdebat.

Helen sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya bila dekat dengan Susanto maka maut akan mengincar, Tentu saja dia tidak tahu bahwa pria itu telah berkecimpung di dalam dunia gaib dan kemungkinan besar akan terus mencari tumbal dalam setiap tahun untuk memperkaya diri supaya tidak Jatuh miskin lagi seperti kemarin.

Selamat pagi jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author novita jungkook.

1
Yeyet Rohaeti
kok Vita hilang, masa jadi tumbal kan susanto di kampung .
Nindiana Anasya
siang KK
putri wahyu
siang jg Bess...
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!