NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seikat Rindu Untuk Caca

Tugas Alex sebagai tukang pos Caca sudah selesai. Sebenarnya masih ada satu surat lagi, yaitu surat untuk penonton setia mereka. Tapi Alex berencana akan mengadakan konser perpisahan untuk Caca. Lagu-lagu peninggalan Caca akan di tampilkan perdana disana. Dan surat itu juga akan di bacakan disana.

Venus sedang bebincang melalui video call. Biasanya mereka berempat, tapi kini hanya bertiga. Ada sesuatu yang kurang tanpa kehadiran Caca. Tapi surat dari Caca sudah cukup mengobati kerinduan mereka.

Sedangkan Mars sedang berkumpul untuk membaca surat mereka bersama. Pertemuan kali ini tanpa kehadiran Alex. Dia sedang sibuk katanya. Mereka membaca surat itu dengan senyum haru.

Di malam harinya Alex meminta Mars dan Venus untuk berkumpul di rumahnya. Dia menyampaikan rencananya tentang konser yang ia pikirkan. Mars dan Venus dengan antusias menyetujui rencana Alex. Mereka memikirkan konsepnya. Dan rencananya mereka akan mengundang orang tua Caca, mamah Alex, Jhony, ibu dan adik-adik panti.

Konser itu akan diselenggarakan bulan depan. Masih ada waktu cukup banyak untuk mereka berlatih lagu baru dari Caca. Alex, Pia dan Dicki merancang apik konsepnya. Konser itu kelak akan bertajuk "Seikat Rindu Untuk Caca"

Hasil dari konser itu sepenuhnya akan diberikan untuk Panti Tersenyum. Mereka berharap dengan konser itu Caca akan senang disana. Hari demi hari mereka lalui dengan latihan.

Sebulan berlalu dan hari yang ditunggu pun tiba. Konser bertajuk "Seikat Rindu Untuk Caca" akan di laksnakan hari ini. Penonton terlihat sudah memadati aula. Beberapa foto Caca tampak menghiasi sudut panggung. Bunga-bunga indah turut mempercantik panggung itu.

Sebelum Mc naik ke atas panggung, tampak di layar, kumpulan foto-foto Caca selama berkarya di Venus dan berkolaborasi bersama Mars. Beberapa kalimat indah terselip dalam tayangan layar.

Penonton mulai terbawa suasana. Tak sedikit dari mereka meneteskan air mata. Lalu Mc naik ke atas panggung dan memulai acaranya. Mc mengajak semua yang ada disana berdoa sejenak untuk Caca. Setelah itu Mc berusaha untuk mencairkan suasana.

Dengan tutur kata dan tawanya yang renyah akhirnya berhasil membuat penonton tersenyum lagi.

Tamu undangan special duduk di kursi VIP.

Mereka khusus datang di konser itu untuk turut mempersembahkan konser peprpisahan untuk Caca.

Mc meyapa mereka satu per satu. Tak lupa ucapan bela sungkawa dan doa dia lontarkan kepada mereka.

Mc memanggil Mars dan Venus untuk segera naik ke atas panggung.

Mereka membawakan lagu Caca dengan sangat apik. Penonton yang baru pertama kali mendengar lagu itu pun langsung terpikat. Lirik lagu yang indah, bermakna, komposisi musik yang balance membuat lagu itu sangat menarik.

Konser kali ini membuat penonton larut ke dalam kenangan Caca. Mereka seperti merasakan kesedihan dan kehilangan meskipun mereka tak mengenal Caca dengan dekat. Sepertinya sosok Caca mempunyai banyak kesan dan kenangan bagi orang-orang di sekitarnya.

Setelah lagu terakhir Alex mewakili Mars dan Venus, naik ke atas panggung. Di tangannya ada surat dari Caca untuk penonton setia.

"Selamat siang teman-teman. Sebelum acara ini berakhir, perkenankan saya menebar penawar rindu. Caca telah meninggalkan beberapa surat untuk orang-orang yang dia sayang. Dia juga sangat menyayangi kalian, penonton setianya. Sepucuk surat ini di peruntukkan kalian semua. Semoga surat ini bisa sedikit mengobati rindu kalian." Ucap Alex.

Halo semua...

Apa kabar kalian?

Semoga kalian sehat selalu ya.

Trimakasih untuk kesetiaan kalian.

Trimakasih untuk dukungan kalian.

Tanpa kalian, kami bukanlah apa-apa.

Maafkan Caca yang pergi begitu saja.

Maafkan Caca yang tak bisa membalas kesetiaan kalian.

Walaupun Caca sudah tak bersama kalian, cinta Caca akan selalu bersama kalian.

Jika kalian merindukan Caca, maka dukunglah selalu Mars dan Venus untuk terus berkarya.

Telah kutitipkan semangatku pada mereka.

Jika kalian merindukan Caca, dengarkan dan nyanyikanlah lagu dari Caca.

Karna setiap barisnya, telah kutitipkan rinduku di sana.

Salam sayang dari Caca.

Alex menghela nafas lalu tersenyum. Matanya berkaca-kaca. Rindunya kepada Caca semakin membara. Senyumnya mencoba menahan air mata.

Penonton terisak mendengar Alex membacakan surat dari Caca. Perasaan mereka tak karuan. Bahagia, sedih, dan terluka.

Setelah itu Mars dan Venus naik ke atas panggung. Satu per satu mereka mengucapkan kalimat perpisahan untuk Caca. Penonton semakin terbawa suasana. Isak tangis mereka memenuhi aula.

Di penghujung acara, Alex mewakili teman-temannya mengumumkan jika seluruh penghasilan dari konser ini akan diberikan untuk Panti Tersenyum.

Penonton bertepuk tangan dan bersorak haru. Ibu dan adik-adik panti naik ke atas panggung untuk menerima hadiah itu.

Setelah acara selesai, Alex meminta sopir untuk mengantar mamahnya dulu sebelum mengantar ibu dan adik-adik panti. Alex segera melajukan motornya. Dia berniat untuk ke danau favoritnya dan Caca.

...Hembusan angin dan bias sang surya seolah menyambut kedatangan Alex. Kicauan burung masih terdengar nyaring disekitar danau. Segerombol burung kecil tampak sedang terbang ke arah barat....

Alex duduk di bawah pohon di tepi danau. Dia melihat bayangannya pada air danau. Sekarang hanya ada satu bayangan saja yang terlihat. Dia menatap jauh ke arah hamparan danau yang luas. Sudah hampir tiga bulan Caca meninggalkannya, tapi masih saja dia terbenam dalam kenangannya bersama Caca.

Rindu...

Rinduku seluas danau ini

Merasuk ke dalam jiwaku

Rapuh...

Lara hatiku rapuh jiwaku

Tanpamu...tanpa kamu disisiku

Gundah...

Hatiku sendu dan membisu

Ragaku lelah jiwaku resah

Biarkan waktu yang hapuskan kenanganmu.

Mentari mulai menundukkan sinarnya.

Alex beranjak dari duduknya. Dia melihat sekelilingnya lalu melangkahkan kakinya.

Danau itu dan segala disekitarnya adalah pondok kenangan baginya. Banyak kenangannya bersama Caca yang tersimpan disana.

Setelah dari danau, Alex mampir di kafe favorit Caca. Dia memesan makanan dan minuman kesukaan Caca. Dian melihat Alex dari belakang. Dia sudah menyukai Alex sejak dulu, bahkan sebelum Alex mengenal Caca. Dulu Alex tak pernah menggubrisnya, sekeras apapun wanita itu beruasaha mendekatinya.

Kini Dian merasa berpeluang lagi untuk kembali mengejar idolanya. Dia menghampiri Alex yang sedang memainkan ponselnya sambil ngemil.

"Hai Lex, aku gabung ya," ucap Dian mencoba mendekati.

"Ya," jawab Alex sambil menoleh ke arah Dian.

Dian mulai berbicara tentang banyak hal. Namun Alex sama sekali tak menghiraukannya. Bahkan mata Alex terus tertuju pada galeri ponselnya. Dia memandangi foto-fotonya bersama Caca. Hal itu membuat Dian kesal.

"Lex ngapain sih kamu inget-inget terus orang yang udah mati, lagian kan masih ada aku yang mencintaimu, bahkan aku lebih segalanya dari dia." Ucap Dian kesal.

"Tutup mulutmu! Dan simpan saja cintamu itu!" Ujar Alex marah.

Alex segera meninggalkan tempat itu. Dan Dian terus menggerutu kesal.Obsesinya untuk memiliki Alex sangatlah besar. Setelah Caca meninggal, dia merasa berpeluang untuk mendapatkan Alex.

Sesampainya di rumah, Alex segera menghampiri mamahnya yang sedang menonton tv. Dia merebahkan kepalanya di pangkuan mamahnya.

"Mah... aku sangat merindukannya." Ucap Alex sedih.

"Caca pasti juga merindukanmu," jawab mamah Alex tersenyum sambil membelai kening Alex.

1 bulan kemudian

Jhoni meminta orang tua Caca untuk mengantarkan Melly dan ibunya untuk ke rumah sakit. Mereka membicarakan tentang operasi untuk Melly. Melly sangat senang karena sebentar lagi dia akan bisa melihat dunia yang indah ini lagi.

Beberapa hari kemudian Melly menjalani operasinya. Hatinya gelisah, berharap operasinya lancar. Ibu Melly, dan orang tua Caca menanti hasil operasinya dengan was-was. Mereka berharap agar operasinya lancar dan Melly segera bisa melihat lagi.

Betapa senangnya mereka ternyata operasinya berhasil. Namun Melly harus kontrol beberapa kali untuk memastikan kondisinya matanya.

Melly sangat bahagia, dia bahkan sudah hampir putus asa. Kerusakan matanya parah, dia hanya bisa melihat kembali jika ad pendonor mata untuknya. Dia bertanya-tanya dalam hatinya, siapakah yang sudi mendonorkan mataya. Sungguh sangat mulia pendonor itu.

Tuhan... terimakasih telah memberikan ku kesempatan sekali lagi untuk melihat indahnya dunia.

Hai kamu, iya kamu yang mendonorkan mata untukku.

Sungguh mulia hatimu. Kau membangkitkan semangatku saat ku mulai putus asa.

Trimakasih atas kebaikanmu. Aku janji akan ku juga mata ini dengan baik.

Dan dengan mata ini tuntunlah aku dalam kebaikan. Trimakasih pendonorku.

Sejak saat itu, Melly menjalani hari-harinya dengan semangat dan senyuman yang selalu melengkung indah di wajahnya.

Hari itu dia mengunjungi orang tua Caca. Setelah operasi kemarin Melly belum melihat mereka. Entah kenapa mereka tidak menemuinya setelah operasinya berhasil.

"Paman, bibi... Melly bawain brownies nih!" teriak Melly sambil berjalan ke dalam rumah.

Ayah dan ibu Caca tersenyum menatap dalam Melly. Tak terasa air mata mereka pun menetes.

"Kenapa kalian menangis?" tanya Melly sambil menghapus air mata ibu Caca.

"Karna kami senang melihat Caca di dalam dirimu." Ucap ibu Caca tersenyum.

"Apa maksud bibi?" tanya Melly bingung.

"Pendonor itu adalah Caca," ucap ibu Caca tersenyum.

Melly terduduk lemas mendengar ucapan bibinya. Perasaannya campur aduk. Di satu sisi dia senang bisa melihat lagi, disisi lain dia sedih karena Caca harus mengorbankan matanya. Dia merasa bersalah. Tangisnya pecah di pelukan bibinya.

"Sayang jangan menangis, tersenyumlah agar Caca juga tersenyum disana." ucap ibu Caca sambil membelai rambut Melly.

"Bibi, Melly merasa bersalah. Caca mengorbankan matanya untuk Melly. Seharusnya Melly tidak terlarut dalam kesedihan. Caca pasti tidak tega melihat Melly seperti kemarin." Ucap Melly sesenggukan.

"Sayang... itu semua adalah keputusan Caca sendiri. Kami dan dokter Jhony bahkan sudah meyakinkan berulang kali. Tapi dengan senyum tulusnya, jawaban Caca tak pernah berubah. Dia tetap ingin mendonorkan matanya. Kami minta jagalah mata itu baik-baik dan tersenyumlah untuknya." Ucap ibu Caca menenangkan.

Melly memeluk erat bibinya. Kini dia sudah merasa lebih tenang. Lalu dia masuk ke kamar Caca. Ada banyak foto tergantung rapi di dinding. Aura Caca masih sangat terasa di kamar itu. Lalu dia mengambil fotonya bersama Caca dari dinding.

"Paman...bibi bolehkah Melly membawa foto ini?" tanya Melly sambil mengusap wajah Caca pada foto itu.

"Tentu sayang," jawab ayah Caca sambil mengelus kepala Melly.

Melly memandangi foto itu lalu mendekapnya erat. Orang tua Caca memintanya untuk tersenyum. Melly menyimpan foto itu di dalam tas. Kemudian dia menghela nafas panjang dan mulai tersenyum. Mereka mulai berbincang dan bercanda.

Sejak dulu keluarga Caca sudah memgganggap Melly seperti anaknya sendiri. Kasih sayang yang sama mereka curahkan untuk Melly. Begitu juga dengan Melly, dia menyayangi keluarga Caca seperti menyayangi orang tuanya sendiri.

"Bibi memasak makanan kesukaan Caca hari ini. Bibi berharap, dengan begini rasa rindu pada Caca akan sedikit terobati. Apakah kamu mau mencicipinya?" ucap ibu Caca menawarkan.

"Iya bibi, Melly mau, mari kita makan bersama," ucap Melly tersenyum.

Ibu Caca menatap sekilas senyuman itu. Senyuman yang tak asing itu adalah senyuman Caca. Entah kenapa senyuman Melly bisa persis dengan senyum Caca. Dan tatapan mata itu benar tatapan Caca. Masih teringat jelas dalam benaknya apapun tentang putrinya.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!