NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: tamat
Genre:Misteri / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Kepulangan Aryo

​Penerbangan pagi dari Jakarta menuju Banyuwangi terasa seperti perjalanan melintasi waktu bagi Aryo. Begitu roda pesawat turboprop yang membawanya menyentuh landasan pacu Bandara Blimbingsari, hawa panas pesisir timur Jawa langsung menyergap pori-porinya.

Namun, kehangatan tropis itu sama sekali tidak mampu mencairkan rasa dingin mencekam yang telah membeku di dalam dadanya semenjak boneka serat pisang di kolong ranjang menolak untuk terbakar.

​Aryo menyewa sebuah mobil SUV hitam tanpa sopir. Ia membelah jalanan aspal, bergerak meninggalkan hiruk-pikuk kota Banyuwangi menuju ke arah barat, mendaki lereng luar kaki Gunung Ijen tempat Desa Kemiren berada.

Sepanjang perjalanan, pemandangan luar jendela berganti menjadi hamparan sawah hijau yang bertingkat, perlahan-lahan menyempit begitu mobilnya mulai memasuki kawasan yang didominasi oleh rimbunnya hutan dan perkebunan tua.

​Tujuan Aryo hanya satu, ia harus menemui Sekar. Ia harus memohon, bersujud, atau melakukan apa pun. Bahkan jika ia harus menyerahkan seluruh harta kekayaannya.

Asal wanita itu sudi menarik kembali kutukan terkutuk yang kini sedang merobek-robek kewarasan Maya di Jakarta.

​Mobil yang dikemudikan Aryo akhirnya berhenti di pelataran tanah luas yang bersih di depan sebuah rumah joglo tua berbahan kayu jati kuno. Rumah itu berdiri kokoh di balik kepungan rumpun bambu (pring) yang tumbuh lebat di pekarangan belakang.

Suasana Desa Kemiren siang itu sangat sepi, hanya terdengar suara angin yang sesekali menggoyang dahan pohon kelapa dan derit halus batang-batang bambu dari arah belakang rumah.

​Aryo turun dari mobil. Langkah kakinya yang beralaskan sepatu kulit mahal terasa canggung di atas tanah merah pekat pekarangan rumah tersebut.

Setiap jengkal tempat ini mengingatkannya pada masa lalu, masa ketika ia bukan siapa-siapa, dan tempat ini adalah suaka yang memberinya jalan menuju takhta kejayaan.

Namun kini, ia kembali sebagai seorang pengkhianat yang sedang dikejar oleh dosa-dosanya sendiri.

​Ia melangkah menaiki tiga anak tangga kayu menuju teras depan (jopo). Pintu utama rumah joglo yang dihiasi ukiran kuno itu tampak terbuka lebar, seolah-olah sang pemilik rumah memang sudah tahu bahwa akan ada tamu yang datang berkunjung hari ini.

​"Sekar ...?" panggil Aryo, suaranya parau dan bergetar samar saat melintasi ambang pintu masuk.

​Suasana di dalam rumah itu sangat sejuk, cenderung dingin. Tidak ada lampu neon yang menyala, hanya ada berkas sinar matahari siang yang menembus celah-celah genteng kaca, menciptakan garis-garis cahaya vertikal yang membelah kegelapan ruangan tengah.

Bau anyir kembang kantil yang selama ini meneror Aryo di Jakarta tidak ada di sini. Tempat ini justru berbau wangi dupa esensial yang menenangkan, bercampur aroma kayu jati tua yang khas.

​"Mas Aryo ... jam segini baru sampai? Perjalanan dari bandara pasti melelahkan."

Sebuah suara lembut dan anggun mengalun dari arah sudut ruangan.

​Aryo menoleh. Di dekat jendela besar yang menghadap ke kebun samping, Sekar sedang duduk dengan tenang di atas sebuah kursi kayu jengki. Penampilannya sangat bersahaja namun memancarkan wibawa yang dingin.

Seperti biasa, ia mengenakan kebaya katun putih dengan kain jarik bermotif Gajah Oling yang membungkus rapi bagian bawah tubuhnya. Di pangkuannya, tergelat selembar kain mori putih yang sedang ia beri malam menggunakan canting. Sekar sedang membatik.

​Melihat ketenangan Sekar, entah mengapa gumpalan emosi di dada Aryo mendadak bergolak hebat. Ia melangkah mendekat dengan napas yang memburu.

​"Hentikan!" ucap Aryo dengan emosi tertahan.

"Hentikan permainan sandiwaramu ini, Sekar!" kata Aryo lagi, suaranya mendalam penuh tekanan. "Aku sudah datang ke sini. Aku datang ke rumahmu. Tolong, cabut santet jahanam yang kamu kirim ke rumahku di Jakarta!"

​Sekar tidak langsung menangapi. Ia justru tetap tenang dan fokus. Jemari lentiknya dengan sangat tenang menggoreskan canting di atas kain mori, mengikuti pola liukan motif batik yang rumit.

"Santet apa, Mas? Aku tidak mengerti hukum kota. Bukankah kamu sendiri yang membawa kertas-kertas tebal ke Jakarta kemarin? Kamu bilang kita sudah selesai. Aku di sini, dan kamu di sana."

​"Jangan berkilah, Sekar! Aku menemukan boneka serat pisang di bawah kasur Maya! Boneka itu dililit rambut dan ditusuk paku berkarat! Dan boneka itu tidak bisa dibakar!" Aryo berteriak, suaranya menggema keras di dalam rumah yang sunyi.

"Maya muntah paku, lalu tubuhnya ... tubuhnya lebam-lebam hitam, dia hampir gila karena ketakutan! Kamu mau membunuh anakku, hah?!"

​Mendengar kata "anak", gerakan tangan Sekar mendadak berhenti di udara. Cairan malam panas dari ujung cantingnya menetes, menciptakan noda hitam kecil di atas kain putih yang bersih.

​Sekar meletakkan cantingnya di atas tungku kecil dengan perlahan. Ia mengangkat wajah, menatap Aryo lurus-lurus dengan sepasang mata bulatnya yang hitam tanpa riasan, tatapan yang seketika membuat lidah Aryo mendadak kaku dan tenggorokannya kering.

​"Anakmu, Mas?" tanya Sekar, suaranya mendadak merendah hingga ke titik paling dingin. "Lalu bagaimana dengan rahimku yang kosong selama 15 tahun ini karena kamu terlalu sibuk mengejar tender di kota besar? Bagaimana dengan malam-malam yang kuhabiskan sendirian di rumah ini, merapalkan doa keselamatan untuk proyek-proyekmu, sementara kamu sedang menghabiskan uangmu di atas ranjang perempuan muda itu?"

​Sekar bangkit dari kursinya, melangkah perlahan mendekati Aryo. Kain jariknya menghasilkan suara gesekan halus di atas lantai ubin kuno.

​"Jadi kamu sengaja datang ke sini hanya untuk memohon demi perempuan itu, Mas? Kamu tidak pernah sekali pun datang ke sini untuk bertanya apakah hatiku hancur saat kamu mencampakkanku seperti kain lap kotor setelah semua kejayaan ini kamu dapatkan dari tanah bapakku," ucap Sekar, kini berdiri hanya berjarak satu meter di depan Aryo.

​Aryo merasakan lututnya lemas. Aura yang dipancarkan Sekar begitu kuat, seolah-olah seluruh leluhur garis darah Ki Demang sedang berdiri di belakang wanita itu, turut menatapnya dengan murka.

​"Aku minta maaf, Sekar ... aku mengaku salah."

Aryo akhirnya menyerah, suaranya melorot menjadi bisikan yang rapuh. Ia berlutut di atas lantai ubin di hadapan mantan istri sahnya itu.

"Aku akan ubah semua pembagian saham itu. Aku akan kembalikan PT Artha Raya ke tanganmu. Aku akan belikan rumah apa pun yang kamu mau di Jakarta. Aku akan beri kamu uang ratusan miliar, Sekar! Asal kamu lepaskan Maya. Dia tidak tahu apa-apa tentang masa lalu kita. Ini salahku, hukum aku saja, jangan anak di dalam kandungannya!"

​Sekar menatap kepala Aryo yang menunduk di bawah kakinya dengan pandangan iba yang dingin. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh rambut Aryo dengan lembut—sebuah sentuhan yang alih-alih menenangkan, justru membuat bulu kuduk Aryo meremang hebat karena jemari Sekar terasa sedingin mayat.

Tubuhnya perlahan merendah, lalu berhenti tepat di samping telinga Aryo​. Ia pun berbisik, "Mas Aryo ... uangmu yang melimpah itu ... apakah bisa membeli kembali sumpah yang sudah kamu ucapkan di depan altar dan di hadapan almarhum bapakku 12 tahun lalu? Kamu mengira kutukan Pring Sedapur ini bisa dibeli dengan lembaran saham? Ilmu ini tidak mengenal uang, Mas. Ilmu ini hanya mengenal satu hukum adat: kesetiaan dibayar dengan nyawa, dan pengkhianatan harus ditebus dengan kepunahan rumpun."

Sekarang kembali menagakkan tubuhnya.

​Aryo mendongak dengan wajah pucat pasi. "Sekar, tolong ... pasti ada caranya. Aku mohon ...."

​Sekar mundur satu langkah, menggelengkan kepalanya perlahan sambil tersenyum tipis—senyuman anggun yang penuh dengan racun kepastian yang mematikan.

"Pulanglah ke rumahmu yang mewah itu, Mas Aryo. Rawatlah wanita mudamu baik-baik selama sisa waktu yang dia miliki. Karena apa yang sudah tertanam di bawah lantai rumahmu, tidak akan pernah bisa dicabut oleh siapa pun ... termasuk olehku sendiri."

​"Sekar!" Aryo hendak meraih kaki Sekar, namun wanita itu berbalik dengan cepat, melangkah masuk ke dalam kamar rahasia di bagian belakang rumah dan menutup pintunya rapat-rapat.

​Brak!

​Suara pintu kamar yang tertutup itu memutus harapan terakhir Aryo. Pada saat yang sama, di luar rumah, langit yang semula terik siang bolong mendadak tertutup oleh gumpalan awan hitam yang pekat.

Rumpun bambu lebat di pekarangan belakang kembali bergoyang hebat, menghasilkan suara gesekan ritmis, terdengar seolah sedang menertawakan kepulangan Aryo yang sia-sia.

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
Sekar tdk menikah lagi ?
Aryo terpatri di halaman rumah joglo tua ,sbgai tumbal keserakahan nya
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀 : Lanjutt kakkk sesii 2 ,cinta sekarr yg wingitt 🤭
total 2 replies
🍒D͜͡ ๓ KURNI ¢α¢αН🍒༄⃞⃟⚡
mampir meski telat 😁
AnnaYoung: wah, ada akak. makasih dah mampir 🤗
total 1 replies
kinoy
si Aryo y JD bambu di pekarangan
AnnaYoung: terima kasih sudah mengikuti cerita Sekar sampai akhir, kak. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Santett Pring Sedapur sudah usai , kebaya Sekar pun berganti.

Tidak lagi memakai kebaya beludru hitam dan kain jarik gajah oling.
AnnaYoung: makasih dah baca sampai selesai, kak. ♥︎
total 1 replies
Mega Arum
menarik... wlpn harus dg daya fikir yg lumayan berat untuk mengikuti alur cerita
AnnaYoung: terima kasih banyak sudah membaca hingga akhir, kak. ♥︎
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
teluh itu sungguh mengerikan,palagi klo yang di incar semua kudu mati ,yaaa tinggal waktu memutus nadi kehidupan.
mau gak percaya tapi ada ...

pasrahkan penjagaan ke illahi dari gangguan makhluk malam ,jin iblis itu nyata.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
mintalah maaf pada sekar ,aryo .
dan jangan serakah menguasai harta yang bukan milikmu.
lebih baik miskin daripada kaya tapi hidup tidak tenang.
Mega Arum
kenapa tdk ada figur lain, dr keluarga maya misalnya...
kinoy
mati Aryo y
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Paripurna sudah pring Sedapur ini.

Habis sudah riwayat Aryo.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Sekar said : Lingsir Wengi dinyanyikan untuk mengantar tidur panjangmu

duh Mbak Sekar terlalu lembut bilangnya
bilang aja untuk mengantar kematianmu Mas
😄😄
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Lingsir Wengi sekarang bukan lagi sebagai tembang pengantar tidur

tapi

lebih ke tembang pemanggil, pengiring hal hal keghaiban
kinoy
dah mati kah si Aryo y
AnnaYoung: insyaallah🏃‍♀️
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Kira2 Aryo curiga gak yaa ,kalau semua kejadian aneh ini adalah kiriman Sekar??
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
tunggu pembalasan tak kasat mata yang akan meneror keluargamu Aryo.
Sifat kemaruk mu akan menenggelamkan kalian dalam jurang kesedihan
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
jangan salahkan sekar ,maya, kau lah pencuri dan perusak rumahtangga nya .
kau lah racun yang sesungguhnya, datang tiba2, disaat Aryo kaya raya ,lalu merayu dan membiusnya dalam keserakahanmu.
ketamakan dan keegoisanmu merenggut kebahagiaan wanita lain.
maka jangan salahkan ,sekar.
Ndari Wsb
ceritanya bagus nggak cuma menceritakan masalah satu sex melulu
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
andai aryo menyerahkan nyawa pun
maya juga tdk lepas dari kutukan sekar
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
blm mati maya ?
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
Manusia tamak seperti aryo
bagus nya mati menderita seperti maya , mereka berbuat bersama
tapi secara fisik maya yang lebih hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!