NovelToon NovelToon
Cinta Suci Seorang Selir

Cinta Suci Seorang Selir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.

Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.

Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.

Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.

Tapi apakah ia akan mengambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 14 - Rencana Buruk Yue Xi

"Kenapa? Apa makanannya kurang banyak?" tanya Shen Wang.

Kim Hwa tak menjawab, juga tak mengalihkan tatapan sebalnya dari kaisar.

"Ini makan." Shen Wang mengambil sumpit dan mengambil beberapa lauk ke piring kosong di depan Kim Hwa.

A Yong terus dikejutkan dengan hal-hal aneh akhir-akhir ini. Apa hanya karena tertarik pada keunikan gadis keras kepala berparas cantik ini, tuannya sampai bersikap berbeda?

Yang mulia menyumpitkan makanan untuk Kim Hwa? Wah haha apa yang mulia sudah jatuh cinta tapi tidak bisa mengakuinya?

A Yong menahan senyumnya. Sesekali ia menatap Fan Lu memberikan kode agar Fan Lu melihat ke arah nona dan tuannya yang tampak mesra itu.

"Apa masih kurang? Jangan menatapku seperti itu." Shen Wang terkekeh.

Ia menyumpitkan masakan berbahan dasar udang berwarna merah nan menyelerakan dan meletakkannya pada piring Kim Hwa.

Kim Hwa melirik ke piringnya. Piringnya itu terlihat penuh dengan makanan hingga ia bingung mulai dari mana harus memakannya.

"Aku alergi udang."

Kim Hwa menyumpit dan mengembalikan udang itu pada tempatnya.

Fan Lu menepuk dahinya lagi.

"Ah Yang Mulia, maafkan nona." Entah sudah berapa kali Fan Lu meminta maaf atas nama nonanya.

Ia juga mengambil piring dan menyumpit kembali udang yang barusan Kim Hwa kembalikan ke tempatnya tadi.

"Makanan yang sudah diletakkan di piring tidak boleh dikembalikan. Apa Tabib Cheng tidak bisa mengajari anaknya? Aku tidak menyangka tabib pandai sepertimu tidak tahu apa-apa." sindir Shen Wang.

"Aku tidak nafsu. Fan Lu, makan semuanya." Kim Hwa beranjak dari tempatnya dan berjalan cepat menuju kamarnya.

Pandangan mata Shen Wang mengikuti kepergian Kim Hwa.

Shen Wang mengalihkan pandangannya pada Fan Lu. "Kau, bawakan makanannya ke dalam. Kalau dia sampai mati kelaparan, siapa yang akan mengobatiku?"

"Baik Yang Mulia." Fan Lu menunduk mengiyakan.

A Yong sudah menjadi sangat paham melihat semua ini. Sepertinya tuannya ini memang sudah tertarik pada Kim Hwa.

Tapi apapun perintahnya yang menyangkut kebaikan untuk Kim Hwa selalu diikuti berbagai alasan yang menguntungkan dirinya di akhir kalimat. Itu hanya cara kaisar menutupi rasa sukanya bukan?

"Uhuk uhuk uhuk! Uhuk uhuk!" Tiba tiba Shen Wang terbatuk kembali. Ia membekap mulutnya dengan kain.

"Yang Mulia!" A Yong mendekat.

"Uhuk uhuk! Khuu!! Khuu!"

Tak lama Fan Lu datang kembali pada Kaisar Shen Wang. "Yang Mulia. Nona mengatakan... mumpung siang hari ini mataharinya sedang terik, Yang Mulia harus berjemur dibawah sinar matahari agar lebih cepat sembuh."

"Uhuk uhuk!!"

Kim Hwa berlari keluar dari kamarnya dengan wajah cemas.

"Yang Mulia, cepat berjemur di depan. Mumpung mataharinya sedang terik. A Yong, cepat sediakan kasur di taman, pastikan terkena sinar matahari." Kim Hwa berbicara secepat kereta api.

A Yong menyatukan tangannya ke depan dan menunduk hormat. "Yang Mulia tolong turunkan titah."

Shen Wang mengangguk.

"Baik Yang Mulia." jawab A Yong.

"Yang Mulia, apa Yang Mulia butuh penjelasan lagi?" Kim Hwa menunduk berusaha melihat wajah Kaisar Shen Wang.

"Apa aku bisa sembuh?" Shen Wang malah bertanya dengan menyedihkan.

"Tentu saja. Hamba sudah bilang. Yang Mulia hanya perlu meminum obat dengan rutin. Sering berjemur agar bakterinya lebih cepat mati, dan jangan sampai ketahanan tubuh Yang Mulia menurun. Intinya Yang Mulia tidak boleh merasa tertekan atau sedih." jelas Kim Hwa panjang lebar.

A Yong pun datang kembali dengan tangan yang menyatu ke depan memberi hormat. "Yang Mulia, kasurnya sudah siap di depan."

Shen Wang mengangguk singkat pada A Yong, lalu kembali menatap Kim Hwa. "Jelaskan."

"Cara kedua untuk membunuh bakteri tuberculosis selain bawang putih yang anti bakteri adalah dengan zat oksidan. Tapi tubuh butuh vitamin D untuk menghasilkan zat anti oksidan. Sedangkan sinar matahari adalah sumber vitamin D. Berjemur seperti ini juga bisa mempercepat kesembuhan, diharapkan bisa sembuh total dalam waktu kurang dari enam bulan." jelas Kim Hwa panjang lebar.

.

.

"Yue Xi memberi hormat kepada Ibu Suri."

"Luan Lu memberi hormat kepada Ibu Suri."

Kedua selir dengan rombongan pelayan pribadinya ini tiba-tiba datang menghadap kepada ibu suri.

"Ada apa kalian kemari sore-sore begini?" Ibu Suri menatap keduanya dengan heran.

"Karena sudah kemari, masuklah dulu dan sekalian makan malam disini." Ibu suri membalik badannya dan berjalan masuk.

Keduanya menunduk hormat sekali lagi dan ikut masuk ke dalam.

Mereka bertiga duduk bersama di meja makan kediaman ibu suri. Beberapa pelayan berdatangan menyajikan makan malam.

"Apa ada yang ingin kalian katakan?" tanya ibu suri.

"Ibu."

"Ibu."

Keduanya bicara bersamaan.

"Ah baiklah Selir Luan Lu bicaralah duluan." Yue Xi bersikap sangat sopan di depan ibu suri. Ia bahkan mempersilahkan Luan Lu untuk bicara duluan.

Ibu suri menatap Selir Kehormatan Yue Xi. "Baiklah Selir Kehormatan Yue Xi, bicaralah duluan."

Luan Lu menunduk menghormati keputusan ibu suri walau di dalam hatinya ia kurang terima. Persaingan mendapatkan gelar memang menyusahkan, sekali tidak mendapat gelar, kepentingannya akan dikesampingkan dari selir-selir yang lainnya.

Yue Xi menunduk lagi sebagai penghormatan, bibirnya tersenyum. Luan Lu hanya bisa diam memendam ini bertahun-tahun, ia merasa kalau ia sudah dibedakan karena ia hanyalah selir tanpa gelar spesial selama ini.

"Ibu. Sudah dua hari yang mulia diobati oleh seorang tabib perempuan bernama Kim Hwa. Tabib Kim Hwa memanglah putri dari Tabib Cheng yang paling berjasa di istana ini. Akan tetapi saat Yue Xi datang kesana, Yue Xi belum mellihat perubahan pada kesehatan yang mulia. Bahkan tabib itu melarang Yue Xi dekat-dekat dengan yang mulia karena penyakitnya menular-"

"Menular?" sela Luan Lu.

"Luan Lu. Tidak baik menyela pembicaraan." tegur ibu suri. Ibu suri orangnya begitu disiplin, taat tradisi, dan peka terhadap kesopanan. Ia tak segan menegur walau itu adalah anak ataupun menantunya sendiri.

Luan Lu kembali menunduk. Ia menggenggam erat jari-jemarinya karena malu.

Yue Xi menatap Luan Lu dan tersenyum hangat. "Tidak apa-apa Selir Luan Lu. Selir Luan Lu bisa belajar lebih baik lagi, benar kan Selir Luan Lu?"

Dia sengaja ya. batin Luan Lu.

"Lanjutkan Yue Xi." perintah ibu suri.

"Baik Ibu. Tabib itu melarang siapapun termasuk Yue Xi untuk mendekat. Tapi setelah Yue Xi bertanya kapan yang mulia akan sembuh, tabib itu malah mengatakan kalau penyakit yang mulia hanya bisa sembuh secara total selama enam bulan. Bukannya itu sangat lama dan tidak wajar? Penyakit itu namanya aneh sekali. Tu- tu..."

"Tuberculo? Ah tuberculosis. Iya. Apakah Ibu Suri pernah mendengar nama penyakit yang asing seperti itu? Yue Xi khawatir kalau tabib itu hanya mengada ada dan memanfaatkan situasi agar tidak dihukum mati karena tidak bisa menyembuhkan yang mulia..." Yue Xi mengatur ekspresinya sedemikian rupa seakan ia begitu cemas dan menghawatirkan putranya ibu suri.

1
Murni Murniati
apa tak cari tau soal mentri bakpao itu,, kan hrs cari tau scra rahasia gitu
Iyus Iyus
bagusssss
Rachmahsetiawardani
Di sini ramai ya,thor.
Beda ma Yuzhen..
reva
apaan sich..??!! baik mmg.. !! tp trlalu naif..!! asli nyampe' sini nyesel aq baca.a..!!
reva
ko' gw sakit hati y.. klo si kaisar cinta k tiga".a..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
reva
fix..!! kek.a ibu.a kim hwa adalah anak dr bai liu (paman.a permasuri) yg f buang oleh nenek.a permaisuri..
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
reva: eh ralat.. mksd.a ibu.a kim hwa adik dr bai liu
total 1 replies
reva
saya suka.. saya suka..
reva
m"f thor.. d sini asli gw skip..
Afrina Nurulhikmah
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya
A&R
bagus
azka aldric Pratama
ini maksudnya Kim hwa lupa GK inget am kehidupan yg di alami am pemilik tubuh/ada ingatan dr zaman modern yg kehapus🤔🤔🤔
azka aldric Pratama
mampir LG di karyamu Thor 😉😉
Ariyanti💫
kalo Kim sama an Ming
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
Ariyanti💫
apaan sih tour ini
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
souzouzuki: anu... di lompati ke eps selanjutnya langsung gapapa
total 1 replies
Ariyanti💫
knp nyeritain masa lalu ny terlalu lama tour bikin pembaca menunggu SJ
menunggu itu GK menyebalkan tour
Lhady Uriyama
wkwkwk, seperti suami istri aja ngambekan ni yee
LUOZR X
kenapa ya aq benci sma pameran utama wanita ya...rela dijadikan isteri keempat dan kaisarnya jga...lelaki yg punya banyak isteri itu terlalu menjijikan
Anisatul Faiqoh
aku cari kok enggan ada ya kk ?
Four.
ceritanya keren kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!