Pernikahan adalah hal yang sangat dinantikan apalagi oleh orang yang sudah gadis berumur. Namun ketika pernikahan itu datang karena taruhan, akankah membawa seorang perawan tua menuju bahagia. Setelah penantian panjang menunggu jodoh impian, tapi yang datang bahkan jauh dari kata impian, tak sesuai dengan harapan.
Sosok laki-laki muda dengan rentang jarak usia 10 tahun hadir dalam hidupnya ternyata adalah sosok yang banyak membawa luka dibungkus rapi dengan kelembutan dan kepeduliannya.
Akankah ia terus bertahan dengan sosok laki-laki yang bahkan tak pernah terbayang. Berfikir seburuk itukah akhlaknya hingga memperoleh suami yang sangat jauh dari harapannya.
Inilah kisah Cahya Kiara perawan tua yang dipersunting CEO muda. Sosok gadis yang berjuang menjadi wanita sekaligus istri yang sholehah
#masih amatir
Insya allah berlapang dada buat terima kritik. Kuy di follow untuk setiap updatenya.
Lesta Lestari dan baca juga ARINDA pertama yang sudah Tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
Pukul empat dini hari aku terbangun, berjalan menuju sofa, kulihat laki-laki yang kucintai itu meringkuk di sana. Kubelai pipinya, kutatap wajah priaku itu, cinta pertamaku.
"Maafkan aku, aku bukan istri yang baik dan melalaikan tugasku"
Lirihku, lalu aku berjalan ke kamar mandi untuk bersiap menyambut Sang Khaliq yang sebentar lagi memanggil dengan lirik indah suara adzan.
Kulantunkan ayat-ayat suci untuk membasahi rongga jiwa yang kian terasa kering. Mengadukan pada Sang Khaliq bahwa diri berpasrah akan jalan takdir yang sedang menghampiri. Tangan kekar merengkuhku dari belakang, ku elus punggung tangannya tanpa melihatnya.
"Mandilah sayang, bersiaplah sholat subuh"
"Suaramu indah sayang, ajari aku"
"Aku akan mengajarimu, sekarang bersiaplah"
"Kau janji"
Aku mengangguk
"Sayang, masih terlalu pagi haruskah aku mandi"
"Mandi pagi menyehatkanmu"
"Tapi dingin"
"Kau sudah tua bukan bayi"
"Bolehkah minta sesuatu"
"Apa?"
"Mandikan"
Ia mengedip-ngedipkan matanya dan tersenyum.
"Baiklah, tapi ada syaratnya"
"Akan kupenuhi semua syaratmu"
"Lakukan dulu janjimu, maka aku akan menyerahkan hati dan ragaku padamu dengan senang hati"
"Kau mulai lagi, sudahlah aku mau mandi"
"Hemmm"
Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi.
"Sayang"
"Bajumu di atas kasur"
Aku berbicara tanpa melihatnya.
"Sayang"
"Apa"
"Ajari aku berwudhu, sungguh aku tak tau"
"Kau jangan bercanda"
"Aku serius"
Hal yang tak ingin kulihat pun terlihat, dia hanya memakai handuk.
"Hei cepat pakai bajumu"
Aku memalingkan wajah ke arah lain.
"Kenapa"
"Cepat pakai atau aku keluar dari sini"
"Ini semua milikmu"
Ia berjalan mendekatiku.
"Berhenti"
"Aku suamimu"
"Terserah"
Aku berlari ke arah pintu ke luar dengan muka memerah. Hahahaaa, ia tertawa terbahak-bahak terdengar jahat di telingaku.
Aku menuju ruang tengah, dan melanjutkan apa yang tertunda.
"Sayang, aku benar-benar tak tau cara berwudhu"
Aku menatapnya,ia sudah berpakaian lengkap sekarang.
"Kau yakin"
"Kenapa kau fikir aku bercanda"
"Kau muslim bukan sih"
"Hei, aku muslim tapi KTP, makanya ajari aku yaa yaaa yaaa"
"Ikut aku"
Aku mengambil hp, dan kulihatkan vidio tata cara berwudhu.
"Perhatikan dengan cara seksama, ikuti langkahnya dan tak boleh kebolak balik mengerti"
"Kenapa tidak langsung praktek saja"
"Perhatikan dulu, setelah itu kita praktek"
"Praktek apa sayang"
"Praktek wudhu"
"Ohhh kirain yang lain"
"Kau ini"
Dia menyengir kuda,
"Berarti kau juga tak tau cara sholat"
"Hemmm"
Ia tak mengalihkan padangannya dari vidio itu, kulihat wajahnya begitu serius.
"Sudah sayang, ayo praktek"
"Yakin"
"Iya, ayo"
Aku mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. Ia menghidupkan kran dengan maksimal.
"Airnya tak usah terlalu besar"
"Apa segini cukup"
"Kecilkan lagi"
"Kenapa"
"Pemborosan"
"Baiklah"
Dia terdiam cukup lama,
"Ucapkan bismillah"
Ujarku
"Bismillahirrohmanirrohim"
Ia mulai memasukkan air ke mulutnya bermaksud berkumur-kumur.
"Masukkan air ke mulut berbarengan dengan menghirup air ke hidung, lalu buang air dari hidung dan mulut ulangi hingga tiga kali"
Ia melakukannya,
"Sakit sayang hidungku"
"Nanti juga takkan sakit"
Ia pun melanjutkan wudhunya, namun beberapa kali harus diulang karena salah urutan wudhunya.
"Sayang, bagaimana aku sholat"
"Ke masjid"
"Tapi aku tidak tau bacaan dan gerakannya"
"Ikuti saja bapak-bapak disana"
"Nanti menyusul belajar, sebisamu saja pagi ini"
"Harus ke masjid"
"Ia"
"Tidak bisakah disini saja"
"Bisa"
"Benarkah"
"Iya,tapi...."
Aku mengantungkan ucapanku
"Tapi apa?"
"Pakai mukena"
"Maksudnya, aku pakai mukena gitu"
Aku mengangguk,
"Tapi kan aku laki-laki"
"Makanya sholat di masjid"
"Jauh masjid di sini sayang, dingin lagi"
"Adzan sudah berkumandang,cepat sana jangan banyak alasan"
Aku mendorongnya keluar kamar.
"Sayang"
"Apalagi"
"Aku kesana naik apa"
"Ada sepeda dan motor di garasi"
"Yakin sayang"
"Cepatlah atau kupukul pakai sapu mau"
"Tidak"
Ia pun berlari ke depan, aku hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah suamiku ini. Meski sudah menikah setahun lebih, baru tadi malamlah kami tidur satu kamar, baru pertama kalinyalah kami terasa akrab. Derita istri pertama namun pernikahannya tersembunyi. Aku tersenyum getir.
#######
"Hai, udah dateng aja"
"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, Dan apa kabarmu?"
"Wah aku lupa, walaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh baik, bakal calon makmumku heheee"
Dua jari iya hadapkan di wajahnya sambil tersenyum manis, dan duduk di depan mejaku. Aku hanya tersenyum dan menggelengkan kepala dengan tingkah lucunya.
"Ada apa Dan?"
"Kangen"
"Jangan becanda Dan"
"Serius"
"Dan..."
"Iya sayangku"
"Jangan buat api dalam sekam deh Dan"
"Sorry, Alex marah sama mbak?"
"Iya"
"Terus mbak diapain"
"Dipeluk hehee"
"Mbak aku serius"
"Aku juga serius Dan"
"Tinggalin dia aja mbak, ngapain masih bertahan sih"
"Kamu kesel"
"Jelaslah, kan mbak masih bisa sama aku yang statusnya jelas"
"Oh ya"
"Mbak, aku tuh serius"
Aku menghela nafas dan menatapnya sekilas
"Dan, kita pernah bahas ini dan jawaban mbak masih sama, tolong ingat mbak wanita bersuami sampai detik ini, dan jika kamu seperti ini terus, mbak dengan sangat yakin mudah buat meninggalkan pekerjaan ini dan pergi tanpa pamit"
"Mbak, aku juga sudah jelaskan berkali-kali sama mbak kalo rumah tangga mbak itu penuh kepalsuan"
"Palsu or asli faktanya aku ISTRI ALEX sahabatmu, tolong saling jaga oke"
"Oke, tapi inget mbak hanya tinggal 5 bulan ya, mbak harus ambil keputusan dan aku tunggu"
Danial berbalik hendak meninggalkan ruangan kerjaku.
"Dan"
Ia menoleh
"Banyak perempuan yang baik di luaran sana, bukalah hatimu"
"Hatiku sudah dipenuhi oleh cintaku padamu mbak"
Danial melangkah pergi meninggalkan aku yang masih geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Daniel sejak kenal tiga minggu dulu, sangat lugas selalu menyatakan cintanya padaku. Bahkan sudah setahun ini Ia masih sama saja seperti awal mengenalnya. Dari Daniellah aku belajar untuk banyak tersenyum dan santai dalam menghadapi hidup.
"Hidup ini hanya sekali dan hanya perlu dinikmati apapun kondisinya"
Begitulah kata-katanya yang membuat aku kini lebih bisa menerima kenyataan dan bersikap tenang terutama berkaitan dengan Alex.
"Mbak "
"Oh Cyntami ada apa?"
"Ada artis yang nyariin Mbak, tuh di depan"
"Siapa?"
"Kalo enggak salah namanya Elaine Smith"
"Kamu yakin?"
Cyntami mengangguk,
"Mau ngapain dia ke sini?"
Gumamku, apakah mau membuat keributan di sini. Aahh jika benar akan sangat memalukan sekali.
"Mbak Kia, udah sana di tunggu di ruangan Pak Daniel. Malah melamun ntar kesambet lho masih pagi ini"
"Iya, bentar lagi aku kesana, aku bereskan dulu ini"
Cyntami mengangguk lalu pergi.
"Huhhh, sabar tenang sabar tenang bismillah"
Sepanjang langkah aku berdzikir untuk mendapatkan ketenangan, sebisa mungkin aku tidak ingin ada keributan apalagi ini kantor. Dengan degub jantung yang kian berlari, aku membuka pintu ruangan Daniel.
#######
**Alhamdulillah chapter 14 selesai.
😆😆😆😆🤲🤲❤
Kira-kira berantem enggak ya sama Elaine, ini pertemuan pertama mereka lho.
Hemmm patut ditunggu kelanjutan kisahnya kan guys. Yuk ah pantengin terus, dan tunggu UPnya ya....jangan lupa di follow Lesta Lestari
and baca juga karyaku yang lain judulnya Arindra.
Seperti biasa jejak-jejakmu ku selalu nantikan
Voteeee followw likeee poineee and komentareeee
sipp dah, trims yang udah meninggalkan jejak
loveee you muachhh
😍😍😁🤗**