NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Pagi Hari di Menara dan Proyek Kerajinan Tangan Magis Pemula

Matahari pagi dunia Aethelgard terbit dengan warna oranye keunguan yang sangat tidak alami, menyelinap masuk melalui atap menara yang bolong dan langsung menusuk tepat ke kelopak mata Raditya.

​Raditya mengerang, menggeliat di atas lantai batu, dan refleks meraba kantong celananya untuk mencari ponsel demi melihat jam. Sial, yang dia temukan hanyalah ketapel taktis dan stoples berisi biji kopi.

​Ding!

​[Selamat Pagi, Penyintas yang Beruntung!]:

​Kondisi Anda saat ini: Hidup secara fisik, namun mati secara mental. Efek samping buff Kopi Aether semalam telah habis, meninggalkan efek Crash Kafein tingkat kosmik. Anda sekarang merasa selemas ubur-ubur yang terdampar di aspal panas.

​Saran Sistem: Jangan menangis. Menangis membutuhkan energi makro, sedangkan sisa energi Anda saat ini hanya cukup untuk bernapas dan mengeluh.

​"Sistem... mulutmu di pagi hari beneran minta digosok pakai amplas besi ya," bisik Raditya parau, memaksakan tubuhnya untuk duduk bersandar pada kaki meja marmer milik almarhum senior Prasetyo.

​Kepalanya terasa agak pening, efek khas dari begadang memburu serigala dimensi lain. Namun, pandangan matanya tertuju pada sebuah objek yang tergeletak di lantai, tepat di bekas lokasi serigala semalam terpeleset. Sebuah taring sepanjang dua puluh sentimeter, berwarna hitam transparan mirip batu obsidian, memancarkan aura dingin yang konsisten.

​Itu adalah drop item semalam: Taring Serigala Bayangan.

​Raditya memungut taring tersebut. Rasanya sangat ringan tapi luar biasa kokoh. "Sistem, benda ini bisa dibikin apa? Jangan bilang cuma bisa dipakai buat tusuk gigi Ogre."

​Ding!

​[Membuka Menu Kerajinan Tangan Pemula v2.0]:

​Analisis Bahan: Taring Serigala Bayangan (Level 15) memiliki tingkat ketajaman molekuler yang mampu membelah roti tawar tanpa remah.

​Pilihan Cetak Biru (Blueprint) Tersedia:

​Gagang Belati Karbon Survival (Harga: 40 Poin).

​Tusuk Sate Magis Anti-Gosong (Harga: 10 Poin).

​Catatan Sistem: Pilihan kedua sangat cocok dengan kapabilitas intelektual Anda saat ini, tetapi pilihan pertama mungkin bisa memperpanjang estimasi umur Anda di hutan luar sekitar dua jam lebih lama.

​"Pilihan pertama, Sistem! Pilihan pertama! Lagian siapa juga yang mau beli tusuk sate magis seharga sepuluh poin?!" seru Raditya frustrasi dengan opsi komedi yang selalu disisipkan sistem. "Beli Gagang Belati Karbon!"

​Ding!

​[Transaksi Berhasil! Sisa Saldo Poin Anda: 490 Poin]

​Proses perakitan instan dimulai... Tolong jangan berkedip, atau Anda akan melewatkan animasi murah yang dibiayai oleh poin Anda sendiri.

​Sebuah kepulan asap kelabu tipis muncul dari telapak tangan Raditya. Taring serigala itu mendadak diselimuti oleh material polimer hitam berserat karbon yang membentuk gagang pisau taktis yang sangat pas dan mantap saat digenggam. Di dekat pangkal bilah taring, terdapat ukiran tulisan kecil otomatis dari sistem: 'Property of Maling Sachet'.

​"Wih, dapet signature move dong," Raditya tersenyum bangga, memainkan belati baru itu dengan memutarnya di udara—sebelum hampir saja menusuk paha sendiri karena tangannya yang masih lemas akibat crash kafein. "Oke, lupakan atraksi tadi."

​Ding!

​[Misi Utama Babak Baru: Eksplorasi Lereng Selatan]

​Tujuan: Ikuti peta dari Jurnal Kapten Alden menuju wilayah vegetasi tanaman pangan untuk mengamankan pasokan logistik jangka panjang. Anda tidak bisa bertahan hidup hanya dengan mengisap uap kopi dan mencuri sachet gula.

​Hadiah Misi: 250 Poin Survival, dan Pembukaan Slot Senjata Sekunder.

​Hukuman Gagal: Kelaparan akut yang akan memaksa Anda untuk memakan celana kargo baru Anda sendiri.

​Raditya menghela napas, mengikat belati taring barunya di paha kanan, dan memastikan ketapel taktisnya aman di pinggang. Setelah meminum sisa air murni dingin dari kolam untuk membasahi tenggorokannya, dia melangkah keluar dari ruangan rahasia, melewati aula menara yang hancur, dan menerobos keluar ke alam liar Aethelgard.

​Udara pagi di luar menara terasa sangat segar, tapi mini-map di sudut matanya langsung dipenuhi oleh indikator vegetasi berwarna kuning. Sesuai catatan Prasetyo, lereng selatan adalah tempat di mana ekosistem tanaman aneh tumbuh subur.

​Raditya berjalan menuruni perbukitan batu selama satu jam, memotong semak-semak berdaun ungu menggunakan belati barunya yang ternyata sangat tajam—semak tebal pun terpotong seperti memotong puding. Hingga akhirnya, dia tiba di sebuah area lembah kecil yang dipenuhi oleh pohon-pohon rendah berbuah bulat warna-warni.

​Bau harum buah-buahan tercium di udara, membuat perut Raditya langsung berbunyi nyaring laksana alarm token listrik habis.

​"Wah, banyak buah! Sistem, analisis pohon yang itu! Yang buahnya mirip apel tapi ada motif batik di kulitnya!" Raditya menunjuk sebuah pohon di dekatnya dengan antusias.

​Ding!

​[Analisis Botani Amatir]:

​Nama Tanaman: Apel Peledak Jiwa (Matahari-Kuno).

​Kandungan: 10% Vitamin C, 90% Bubuk Mesiu Organik.

​Efek Konsumsi: Jika Anda menggigitnya, buah ini akan meledak di dalam mulut dengan kekuatan setara petasan jancuk. Sangat direkomendasikan jika Anda bosan memiliki rahang yang utuh.

​Raditya reflek menarik kembali tangannya yang hampir menyentuh buah itu. "Buset! Apel macam apa yang isinya mercon?! Ini hutan atau gudang persenjataan ilegal sih?!"

​[Saran Sistem]: Lihat ke sebelah kiri Anda. Ada semak berdaun hijau lebar dengan buah berbentuk lonjong warna kuning pucat. Itu adalah Pisang Sachet Lembut.

​Raditya menoleh ke arah yang ditunjukkan sistem. Semak itu tampak jauh lebih normal. Dia mendekat dengan hati-hati, memetik satu buah yang berbentuk mirip pisang tapi kulitnya memiliki tekstur seperti kemasan plastik pembungkus makanan di Bumi. Saat Raditya mengupas kulitnya...

​KREEEEK.

​Terdengar suara seperti menyobek sachet kopi instan. Di dalamnya, daging buahnya berwarna putih bersih dan mengeluarkan aroma susu vanila yang sangat manis.

​Ding!

​[Gelar Terdeteksi]: [Maling Sachet] bereaksi!

​Karena Anda mengupas buah yang menyerupai sachet, efisiensi nutrisi buah ini meningkat sebesar 20%. Anda sekarang mendapatkan status [Kenyang Kalangan Menengah].

​"Hahaha! Gelar konyol ini akhirnya berguna di tempat yang tepat!" Raditya langsung melahap pisang tersebut. Rasanya luar biasa enak, seperti perpaduan antara pisang ambon dan es krim vanila. Rasa lemas akibat crash kafeinnya semalam langsung lenyap tergantikan oleh energi baru.

​Sambil asyik mengunyah buah kedua, mata radarnya mendadak menangkap sebuah pergerakan di balik semak-semak apel peledak di depannya.

​SREK... SREK...

​Sesosok makhluk bertubuh kecil, tingginya hanya sepinggang Raditya, keluar dari balik semak. Makhluk itu berkulit hijau keriput, bertelinga panjang lancip, memakai cawat dari daun kering, dan memegang sebatang tombak kayu kecil yang ujungnya dipasangi batu runcing.

​Seekor Goblin.

​Goblin itu menatap Raditya, menatap pisang di tangan Raditya, lalu menatap celana kargo keren milik Raditya. Sedetik kemudian, wajah keriput goblin itu berubah menjadi seringai licik, dan dia mengeluarkan suara lengkingan bernada tinggi yang memekakkan telinga.

​"KREEEEK! GABBA GABBA!

​Dari balik pohon-pohon di sekitarnya, muncullah lima goblin lain dengan persenjataan yang sama, mengepung Raditya dengan tatapan mata penuh hasrat untuk merampok.

​Raditya menghentikan kunyahannya, menelan potongan pisang terakhirnya pelan-pelan, lalu menatap ketapel di tangannya dan beralih menatap apel-apel peledak yang bergelantungan di atas kepala para goblin tersebut. Dengan kecepatan berpikir yang kini sudah terlatih berkat didikan sarkasme sistem, sebuah rencana taktis yang sangat licik langsung terbentuk di kepalanya.

​"Hei, Sistem," bisik Raditya dalam hati, bersiap menarik karet ketapelnya. "Menurutmu, berapa banyak goblin yang bisa diterbangkan oleh satu buah apel mercon?"

​[Sistem Merespons]: Berdasarkan kalkulasi fisika destruktif... cukup untuk membuat mereka meluncur ke orbit tanpa menggunakan bahan bakar roket SpaceX. Selamat bersenang-senang, Sniper Sayur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!