NovelToon NovelToon
ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Mafia / Tamat
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Kabur dari rumah demi menghindari perjodohan gila yang direncanakan oleh pamannya membawa Kelaya sampai disebuah desa yang sangat jauh dari rumahnya, hingga ia berakhir pingsan di sebuah rumah di tengah hutan yang ternyata adalah milik seorang lelaki.

Ide gila muncul saat mengetahui lelaki itu masih melajang dengan wajah yang cukup menarik sebagai seorang peternak juga pengrajin kayu, dan minim bicara, membuat Kelaya mengajaknya menikah dan nekat menjebak lelaki itu agar mereka dinikahkan secara paksa oleh masyarakat setempat.

Ide itu muncul sebagai upaya mencegah pamannya untuk menjodohkannya kembali dan lagi pula Kelaya menyukai lelaki itu.

Masalahnya, lelaki itu bagaikan musim dingin yang panjang dan terlalu misterius. Rasanya Kelaya ingin menyerah saja untuk meluluhkan hati dingin lelaki itu.

Apakah Kelaya akan benar-benar menyerah apa lagi setelah mengetahui sebuah rahasia yang disembunyikan lelaki itu? Atau bertahan sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14. Pria Besar Yang Demam

Tiga jam yang terasa sangat panjang bagi Kelaya, bukan tanpa alasan baginya jika sisa malam ini terasa seolah tak berujung, karena saat ini, ia berbaring tepat disebelah Elkan, laki-laki yang dinginnya menyaingi gunung es paling dingin di dunia. Lihat saja, disaat Kelaya gelisah karena degupan jantungnya yang terus saja berjumpalitan, lelaki itu terlihat nyaman-nyaman saja berbaring disana, kelopak matanya yang tertutup bahkan tidak bergerak sama sekali, menandakan bahwa disisa tiga jam sebelum fajar menyingsing, lelaki itu terlelap yang baik.

Jika saja Haru belum datang dan membawa pergi para perampok yang sudah tepar dan pingsan itu, mungkin Kelaya masih bisa meyakinkan dirinya bahwa jantungnya yang jedag-jedug itu dikarenakan kekhawatirannya jika para perampok itu sadar dan kembali menyerang. Tapi sayangnya, keadaan rumahnya sudah stabil dan kembali tenang.

Kelaya berbalik badan, memunggungi Elkan sambil berusaha menutup matanya diwaktu penghujung malam, tapi tiba-tiba ia mendengar suara rintihan.

Apa itu?

Apakah kali ini Kelaya benar-benar mendengar suara hantu? Apakah hantu juga keluar di waktu menjelang pagi?

Tapi, bukan hanya rintihan yang didengar Kelaya begitu dekat, ia juga merasakan sebuah pergerakan dari belakangnya, seketika Kelaya berbalik badan. Rupanya suara rintihan itu berasal dari Elkan.

"Elkan?" Kelaya bangkit duduk dan menyalakan lampu. Lelaki itu terlihat merintih tapi matanya tetap terpejam, kening dan kaos yang dikenakannya basah karena keringat dingin, bulir-bulir keringat sebesar biji jagung memenuhi kening hingga tangannya, ketika Kelaya menyentuhnya, ia tersentak, tubuh Elkan sangat panas.

"Kau demam!" Kelaya mencoba membangunkan Elkan, tapi pria besar itu tetap terpejam dan terus merintih. Tubuh Kelaya yang kecil tidak sanggup mengangkat tubuh Elkan yang liat meski Kelaya sudah mengeluarkan segenap tenaganya.

Dia mencoba memutar otak agar bisa memberikan pertolongan pertama. Ia langsung menuju dapur, mengisi panci dengan air untuk memasak air hangat, sembari menunggu air keran yang sedingin es itu menjadi suhu yang hangatnya pas, Kelaya mengambil gunting dan kembali ke dalam kamar. Elkan masih merintih, kepalanya bergerak-gerak gelisah. Kelaya panik, tapi dia mencoba untuk tetap tenang. Setidaknya dia pernah mengatasi hal seperti ini ketika dulu adik sepupunya demam, dan saat itu berhasil.

Kelaya menggunting kaos yang dikenakan Elkan, hingga bagian depannya terbuka, mengekspos perut dan dada Elkan, Kelaya mengelap keringat pada tubuh Elkan dengan usaha terbaik dan semampu yang dia bisa, lalu kembali ke dapur untuk mengecek air. Setelah air yang dimasak sudah mencapai suhu yang diinginkan, Kelaya mencampurnya sedikit dengan air keran dan alkohol dari kotak obat, dibawanya baskom kecil itu ke kamar dengan sehelai handuk kecil.

"Elkan! Elkan! Sadarlah!" Sambil terus memanggil Elkan dengan setengah berteriak, tangannya terus bekerja mengelap tubuh laki-laki itu. "Elkan ayo bekerja samalah! Kau harus dengar suaraku! Elkan! Bangun! Kau harus bangun!" Suara Kelaya mulai gemetar, dia takut. Takut luar biasa!

"Elkan kumohon!" Kelaya memukul dada Elkan dan air matanya menetes hingga mendarat tepat di atas kelopak mata Elkan yang terpejam. "Kau harus bangun! Ayo kuantar kau ke klinik!"

Tapi Elkan tetap pada situasinya yang membuat Kelaya cemas.

Dia kembali ke dapur, dia ingat Elkan mempunyai jahe merah di kebun kecil belakang, tanpa memikirkan bagaimana udara fajar kala ini menusuk hingga ke tulang, Kelaya keluar menuju kebun kecil itu tanpa alas kaki, yang ada dipikirannya adalah mendapatkan jahe merah itu lalu merebusnya dan meminumkannya kepada Elkan. Dia bahkan tidak menyadari tubuhnya sendiri menggigil kedinginan.

Kelaya kembali masuk ke dapur dengan kedua telapak kakinya yang kotor, dia segera membersihkan jahe yang dia dapat dan merebusnya, sembari menunggu, dia bergegas kembali ke kamar untuk mengganti kompresan pada kening Elkan dan mengusap kembali keringat pada tubuh Elkan.

"Jangan...jangan...kau...sentuh...wanitaku..." Racauan itu keluar dari bibir Elkan. Suaranya lirih tapi cukup membuat tangan Kelaya berhenti mengusap keringat yang ada pada dada Elkan.

Wanitaku?

Kelaya bukan gadis lugu yang tidak tahu apa-apa soal percintaan. Kata wanitaku jelas mempunyai arti yang dalam pada seorang pria terhadap seorang wanita. Itu artinya, Elkan mencintai seorang wanita lain, bukan? Ah, kenapa rasanya ada yang sakit di dalam dada Kelaya, meski dia tahu tidak seharusnya dia merasa cemburu, tapi dia juga tidak bisa mengontrol setiap rasa yang ada, kan?

Suara ketel yang berbunyi dari dapur kembali menyentak kesadaran Kelaya. Dia harus segera membuat demam Elkan turun. Dia kembali ke dapur dan menyiapkan seduhan jahe merah.

"Elkan! Elkan! Kau harus bangun, ayo bangun! Bantu aku!" Kelaya berdiri di atas kasur dengan pinggang Elkan berada di antara kedua kakinya, ia membungkuk dan mencoba cara lain untuk membuat tubuh besar lelaki itu duduk. Kelaya ambil kedua tangan Elkan, dia berhitung untuk mengumpulkan tenaganya.

"Satu! Dua! Tiga!" Kelaya menarik kedua tangan Elkan, tapi Elkan hanya terangkat sedikit.

Kelaya mencoba lagi, hingga prcobaan ke empat gadis itu akhirnya berhasil membuat tubuh Elkan duduk, dan tubuhnya sendiri jatuh di atas kedua betis Elkan. Tangannya menahan agar tubuh Elkan tetap duduk meski kedua matanya tetap terpejam.

"Bertahanlah! Bertahanlah!" Dengan gerakannya yang cukup cekatan, Kelaya meraih bantal dengan jemari kakinya, menyeretnya dan menumpuknya di atas bantal milik Elkan. Napasnya tersenggal, dirinya juga dibanjiri keringat.

"Oke," katanya bermonoton. Elkan kembali dijatuhkan di atas bantal yang sudah di tumpuk, Kelaya kembali berdiri di atas lantai kayu yang dingin pada kulit telapak kakinya yang kotor, dia menggunakan satu sendok untuk membuka bibir Elkan dan menahan agar bibir itu tetap terbuka, tapi selalu gagal, bibir tipis dan kering lelaki itu kembali tertutup, tidak ada cara ain selain menggunakan jarinya untuk membuka mulut Elkan. "Yes! Tahan, oke! Jangan kau tutup dulu bibirmu!" Titahnya pada seseorang yang masih tidak sadarkan diri.

Tangannya yang lain menggunakan sendok untuk memasukkan seduhan air jahe hangat itu ke dalam mulut Elkan, sedikit demi sedikit. Kali ini, Kelaya cukup lega karena Elkan menelannya, hingga sendokan ke enam, tiba-tiba mulut Elkan bergerak dan giginya menggigit jari Kelaya.

"Aw!" Kelaya menarik jarinya hingga gigi Elkan melukai kulit Kelaya. Kelaya meringis sebentar, tapi kemudian dia melanjutkan memberikan minum Elkan dengan cara yang serupa, hingga air seduhan jahe itu habis setengah gelas.

Kelaya kembali mengusap keringat yang mulai berkurang, dan mengganti kembali air kompresan karena suhu airnya mulai dingin. Langit sudah mulai terang di luar jendela yang Kelaya lihat dari dapur. Kelaya berpikir harus segera mencari bantuan. Tapi kemana? Dia tidak tahu siapa-siapa disini. Orang yang dia tahu hanya Haru, Sena dan beberapa pekerja di ladang dan peternakan. Tapi jika Kelaya ke sana, akan membutuhkan waktu, sementara Kelaya tidak mungkin meninggalkan Elkan sendirian.

Kelaya meletakkan panci di atas kompor, setelah menyalakan apinya dengan ukuran sedang, dia memandang jarinya yang terluka, perihnya baru terasa ketika terkena air dingin. Kelaya kembali ke kamar setelah selesai dengan urusannya di dapur, dia membawa baskom itu di kedua tangannya, begitu kakinya berbelok menuju kamar yang pintunya memang terbuka, Kelaya nyaris menumpahkan seluruh isi baskom saat dirinya tiba-tiba berhadapan dengan Elkan yang sudah berdiri di depannya.

"Kau menggunting bajuku?" Suara Elkan yang lemah rupanya sama sekali tidak menyurutkan nada dingin dari suaranya.

"Kau sudah sadar?"

.

.

.

Bersambung~~>>

1
Mrs. Ketawang
Dio itu Zeon
Mrs. Ketawang
kaaannn Dio itu penjahat😡
Mrs. Ketawang
keren ceritanya..👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
jurigen bgt kalo Dio musuh dlm selimut
Mrs. Ketawang
Dio nih misterius
Mrs. Ketawang
siapa sbnarnya si Dio ini,sok knal sok dekat bgt sama Kelaya😏
Mrs. Ketawang
mau di peluk jg sama bang Elkan😍😍
Mrs. Ketawang
lagi sweet"nya😍
Dio ganggu aja😁
Mrs. Ketawang
Bagus ceritanya...
pemilihan kata"nya jg indah...
knp baru nemu cerita sbagus ini😁👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
WOUW....baru pertama ketemu lgsung ngajak nikah aja nih Kelaya🙈
Nelita Nopitasari
penuh teka teki🤔
Youleannaa
bagus ,,,
Desty Winianti
padahal ceritanya bagus..tp yg.baca cuma sedikit....mungkin blum pada Nemu. ini novel
Lovely Shihab
Tegang, seru, romantis n keren, dikemas apik ma author. Keren kamu thor, the best 👍👍👍👍
Lovely Shihab
Paling benci lihat orang keras kepala. Disuruh dirumah aja tetep keluar
apajalah
👌👌🍂👌🍂🍁
apajalah
bravo🍂🍁🍂🍁🍂👌👌👌
Yustika PAMBUDI
sepertinya cinta segitiga Dio, elkan dan pacarnya yg meninggal ya... ?
Siska Febriana
Dio itu ya Zeon
Lastri Naila
ceritanya bagus sekali...untungnya aq senang dgn novel yg tamat jd gak nunggu nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!