NovelToon NovelToon
Bencana Sihir

Bencana Sihir

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Tentang Ulama, di benak Tumang ialah seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan. Tanpa sayu, parau dan Lelah memberikan nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya. Seperti perkataan Malaikat Jibril, “Ulama adalah Pelita dunia dan akhirat.”
Selain berkelana mencari dambaan hati, Tumang juga selalu berusaha memperbaiki diri dan berusaha sabar, Ridha dengan apa yang di dapat dari karunia Allah serta selalu berbuat Kebajikan. InsyaAllah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapuhnya hari

Semua kata harapan palsu, jawaban tidak benar atas segala tanda tanya.

"misteri yang telah lama tersembunyi di asrama ini dan mencari kebenaran tentang kejadian-kejadian aneh yang terjadi di sini"

Bayangan itu menggelengkan kepala. "Tidak ada yang baik datang dari menyentuh dunia gelap ini. Kalian harus segera pergi dari sini sebelum terlambat."

Tumang dan temannya berpandangan, tidak yakin apa yang harus dilakukan. Mereka merasa tertarik untuk terus menyelidiki, tetapi juga sadar akan bahaya yang mengancam.

Namun, sebelum mereka bisa membuat keputusan, suara derap langkah kaki terdengar di lorong di luar ruangan. Dengan cepat, bayangan itu menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan Tumang dan temannya sendiri di dalam ruangan yang gelap.

Tumang dan teman-temannya bersembunyi di balik rak-rak buku, menahan napas mereka saat suara langkah kaki semakin mendekat. Mereka tidak tahu siapa yang datang, tetapi mereka merasa bahwa mereka tidak boleh terlihat.

Pintu ruangan itu terbuka dengan keras, dan Tumang dan teman-temannya melihat seseorang masuk. Itu adalah salah satu senior mereka, seorang santri yang telah tinggal di asrama ini selama bertahun-tahun.

"Ada apa di sini?" tanya senior itu dengan suara yang tenang, tetapi tajam.

Tumang dan teman-temannya berdiri, merasa tegang. Mereka tidak tahu apakah mereka harus memberitahunya tentang apa yang mereka temukan atau menyembunyikannya.

Namun, sebelum mereka bisa menjawab, senior itu melangkah maju, menatap ke arah meja altar dengan tatapan yang dalam. "Kalian telah menemukan sesuatu yang tidak seharusnya kalian temukan," ucapnya dengan suara yang serius. "Ini adalah ruangan yang penuh dengan kekuatan gelap, dan kalian tidak boleh menyentuhnya."

Tumang dan teman-temannya saling pandang, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka merasa terjebak di antara kebenaran yang mereka cari dan bahaya yang mengintai di setiap langkah.

Namun, sebelum mereka bisa membuat keputusan, suara bayangan muncul kembali di antara mereka. "Kalian telah mengganggu kekuatan yang lebih besar dari diri kalian sendiri," ucapnya dengan suara yang menggetarkan. "Kalian harus pergi dari sini sekarang juga, sebelum terlambat."

Tumang dan teman-temannya saling pandang, merasa semakin bingung. Mereka tahu bahwa mereka harus segera meninggalkan ruangan itu, tetapi mereka juga tidak bisa meninggalkan pertanyaan-pertanyaan mereka tanpa jawaban.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu, tetapi dengan tekad untuk kembali suatu hari nanti. Mereka tahu bahwa mereka belum selesai dengan misteri yang telah menghantui asrama itu selama bertahun-tahun, dan bahwa mereka harus menemukan jawaban yang mereka cari.

Dengan hati yang berat, mereka meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kamar-kamar mereka masing-masing. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir, dan bahwa mereka harus siap untuk menghadapi segala sesuatu yang menunggu di depan.

Tumang mengernyitkan kening, mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Dia merasa kehadiran makhluk halus itu semakin membuat suasana semakin mencekam. Namun, dia juga merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan semua ini.

"Tapi kami hanya ingin mencari kebenaran," ucap Tumang dengan hati-hati. "Kami tidak bermaksud mencelakai atau mengganggu apapun di sini."

Bayangan itu menggeleng perlahan, tetapi tatapannya tetap tajam. "Kebenaran tidak selalu mudah untuk ditemukan, dan tidak selalu aman untuk diungkapkan," katanya. "Ada kekuatan di luar sana yang jauh lebih besar dari pada kalian bisa bayangkan, dan mereka tidak akan ragu untuk melindungi rahasia yang terkandung di sini."

Tumang merasa semakin tegang. Apa yang sedang dia dan teman-temannya hadapi? Dan apa yang sebenarnya terjadi di asrama ini? Dia merasa semakin yakin bahwa ada sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi, dan bahwa mereka harus mencari tahu kebenaran dengan segala risikonya.

"Kami tidak akan mundur," ucap Tumang dengan mantap. "Kami akan terus mencari kebenaran, meskipun itu berarti menghadapi bahaya yang tak terbayangkan."

Bayangan itu diam sejenak, seolah-olah mempertimbangkan kata-kata Tumang dengan serius. Kemudian, dengan tiba-tiba, dia menghilang begitu saja, meninggalkan Tumang dan teman-temannya dalam kegelapan yang menyelimuti ruangan itu.

Tumang dan teman-temannya saling pandang, merasa semakin yakin bahwa mereka berada di jalur yang benar. Meskipun mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka bertekad untuk terus maju, mencari kebenaran yang tersembunyi di balik semua ini.

Dengan hati-hati, mereka mulai menyelidiki lebih dalam ruangan itu, mencari petunjuk yang mungkin membawa mereka ke arah yang benar. Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh mengabaikan apa pun yang mereka temukan, karena setiap petunjuk bisa menjadi kunci untuk mengungkap misteri yang telah menghantui asrama ini selama bertahun-tahun.

Setelah beberapa saat, mereka menemukan sebuah buku kuno yang tersembunyi di balik tumpukan artefak. Dengan hati-hati, mereka membuka buku itu dan mulai membaca halaman-halaman di dalamnya. Apa yang mereka temukan membuat mereka tercengang.

Buku itu berisi catatan-catatan tentang sejarah asrama itu sendiri, termasuk tentang pendirian dan pembangunan awalnya. Tetapi, semakin dalam mereka membaca, semakin jelas menjadi bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan sejarah asrama tersebut. Ada catatan tentang kejadian-kejadian aneh dan kejadian-kejadian yang tidak dapat dijelaskan, dan tentang rahasia-rahasia yang telah lama terlupakan.

Dengan hati-hati, mereka mencatat setiap detail yang mereka temukan, merencanakan untuk menyelidiki lebih lanjut. Mereka merasa semakin dekat dengan mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik misteri yang telah menghantui asrama itu selama bertahun-tahun.

Tapi, saat mereka sedang sibuk mencatat, mereka mendengar suara langkah kaki mendekat. Dengan cepat, mereka menyembunyikan buku itu dan bersembunyi di balik barang-barang lainnya, siap untuk menghadapi siapa pun yang mungkin memasuki ruangan tersebut.

Mereka menunggu dengan napas tertahan, menunggu untuk melihat siapa yang akan datang. Tetapi, saat pintu terbuka dan cahaya masuk ke dalam ruangan, mereka melihat sesuatu yang membuat mereka tercengang: seorang pria tua yang mengenakan jubah hitam, dengan tatapan mata yang dingin dan tajam.

Pria itu memandang mereka dengan tatapan yang penuh makna, seolah-olah dia bisa melihat melalui seluruh keberadaan mereka. Tumang dan teman-temannya merasa seperti mereka terpapar olehnya, tanpa ada tempat untuk bersembunyi.

Tumang dan teman-temannya menahan napas mereka saat pria tua tiba-tiba berubah menjadi sosok menyeramkan. Tubuhnya mulai melengkung, kulitnya berubah menjadi warna yang gelap, dan matanya memancarkan cahaya merah yang menakutkan.

"Malam yang gelap telah membangunkan ku," desis sosok itu dengan suara serak yang menusuk. "Apa yang kalian cari di sini? Apakah kalian berani mengganggu ketenangan kami?"

Tumang dan teman-temannya terdiam, terpaku oleh ketakutan. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan menghadapi sesuatu yang begitu menakutkan.

"Tolong, kami hanya ingin mencari tahu apa yang terjadi di sini," ucap Tumang dengan suara gemetar. "Kami tidak bermaksud mengganggu siapa pun atau menyakiti apapun."

Sosok menyeramkan itu menggeram, tatapannya penuh dengan kebencian. "Kalian tidak punya hak untuk menyelidiki apa pun di sini," desisnya. "Ini adalah urusan kami, dan kalian tidak boleh mencampuri."

Tetapi, sebelum sosok itu bisa melangkah lebih dekat, Tumang dan teman-temannya melihat cahaya terang memenuhi ruangan. Mereka menoleh dan melihat bayangan melayang di ambang pintu, tubuhnya dipenuhi dengan cahaya yang terang.

"Sudah cukup, Kresna," ucap bayangan itu dengan suara yang tenang namun tegas. "Mereka datang dengan maksud baik. Biarkan mereka mencari kebenaran."

Sosok menyeramkan yang disebut Kresna mendesis marah, tetapi akhirnya dia mengalah. Dengan satu gerakan yang tiba-tiba, dia menghilang ke dalam bayangan, meninggalkan Tumang dan teman-temannya dalam keheningan yang mencekam.

Bayangan itu mendekat kepada mereka dengan lembut, menyelimuti mereka dengan cahaya yang menenangkan. "Maafkan Kresna," ucapnya. "Dia telah menjadi terlalu terpengaruh oleh kegelapan yang ada di sini. Tetapi kalian berada di jalur yang benar. Lanjutkan pencarian kalian, dan jangan pernah berhenti mencari kebenaran."

1
Sipah
👍
Cika
pendukung setia Tumang
Orchid
menyala boss Que 🔥🔥🔥🔥/Angry//Angry//Angry//Angry/
Gofar
orang ganteng nggak takut hantuuu
Titian 🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
Zero
terseret dalam aliran yang gelap dan mencekam, dihadapkan pada misteri dan ketegangan yang tak terduga. detail-detail yang menggigit, dan saya merasakan adrenalin memuncak saat mengikuti petualangan karakter-karakter yang menghadapi ancaman supranatural. Tidak hanya itu, tetapi juga terpesona oleh pengembangan karakter yang mendalam, yang membuat saya merasa terhubung dengan perjuangan dan ketakutan yang mereka alami. Bahkan setelah cerita berakhir, bayangan-bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang terus memikirkan apa yang benar-benar terjadi di balik setiap kejadian. Ini adalah pengalaman membaca yang lengkap dan memuaskan bagi penggemar cerita horor, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang penulis akan ciptakan selanjutnya.
Senam santai klub 🍸👯🎶
Sungguh, tak ada kata-kata yang bisa cukup untuk menggambarkan betapa dramatis dan memikatnya cerita ini! Setiap halaman dipenuhi dengan emosi yang menggebu-gebu, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang penuh dengan intrik dan konflik yang mendalam. Ketegangan antara karakter-karakter utama begitu kuat, dan konfrontasi-konfrontasi yang mereka hadapi memompa adrenalin saya hingga mencapai puncaknya. Saya merasa seperti sedang menonton drama epik yang dipenuhi dengan kegembiraan, kesedihan, kebencian, dan cinta yang begitu kuat sehingga membuat saya terhanyut dalam lautan emosi yang tak terduga. Tidak hanya itu, tetapi penulis juga berhasil menghadirkan latar belakang yang begitu kaya dan mendalam, memperkuat konflik internal dan eksternal yang dihadapi oleh setiap karakter. Saya bisa merasakan intensitas dari setiap keputusan yang mereka buat dan konsekuensi yang harus mereka hadapi sebagai akibatnya. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus terpikat oleh cerita ini, memikirkan tentang nasib para karakter dan pertempuran-pertempuran yang mereka lalui. Ini adalah salah satu karya yang akan saya simpan dalam ingatan saya untuk waktu yang sangat lama, sebagai pengingat akan kekuatan cerita yang bisa merangkul dan memukul jiwa manusia. next up
crafmay💠
Saya tidak bisa menahan napas saat membaca cerita ini! Dari awal hingga akhir, ketegangan dan rasa takut terus menggigit saya, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang gelap dan mencekam. Setiap adegan diisi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Penulis berhasil menciptakan atmosfer yang begitu tebal sehingga saya bisa merasakan kehadiran kegelapan di sekeliling saya bahkan ketika saya hanya membaca kata-kata di atas kertas. Saya juga sangat terkesan dengan karakter-karakter yang begitu kompleks dan mendalam. Mereka tidak hanya menjadi korban dari cerita horor ini, tetapi juga memiliki lapisan-lapisan emosi dan kehidupan yang membuat saya merasa terhubung dengan mereka. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus memikirkan tentang dunia yang telah diciptakan oleh penulis, mencoba mencerna semua twist dan plot twist yang mengguncang ekspektasi saya. Ini adalah salah satu pengalaman membaca yang paling intens dan memuaskan bagi saya, dan saya tidak sabar untuk membaca karya-karya lain.
Pak popon
Setiap adegan dipenuhi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam alur cerita yang gelap dan tak terduga. Saya tidak bisa melepaskan diri dari teka-teki yang dihadirkan oleh penulis, dan setiap kali saya pikir saya sudah tahu apa yang akan terjadi, twist dan plot twist baru mengguncang ekspektasi saya. Hal ini membuat saya terus ingin membalik halaman dan menelanjangi rahasia yang tersembunyi di balik setiap kejadian. Bahkan ketika cerita sudah berakhir, saya masih terus memikirkan karakter-karakter dan latar belakang mereka, mencoba menyusun potongan-potongan puzzle untuk memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Keseluruhan, pengalaman membaca ini tidak hanya menegangkan dan mencekam, tetapi juga sangat memuaskan dan membuat saya ingin kembali untuk menggali lebih dalam lagi. Penulisnya benar-benar memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pembaca dan menjaga mereka terlibat dalam cerita hingga halaman terakhir.
Vensa 🍇grape
terus dihantui oleh ketegangan yang memikat dan atmosfer yang begitu gelap. Setiap adegan dipenuhi dengan ketegangan yang membuat bulu kuduk saya merinding, dan saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang mencekam dan menakutkan. Deskripsi tentang kejadian-kejadian supranatural dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketakutan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah menutup buku, bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, dan saya merasa sulit untuk tidur dengan tenang malam ini. Penulisnya benar-benar memiliki bakat dalam menciptakan kisah-kisah yang menggugah imajinasi dan merangkai detail-detail yang begitu mengerikan. Saya bisa merasakan getaran horor yang menggelora bahkan setelah cerita berakhir. Sungguh pengalaman membaca yang memuaskan, meskipun juga mencekam dan menegangkan!
Area zona
bulu kuduk saya merinding dari awal hingga akhir. Narasinya begitu menghantui dan atmosfernya begitu gelap, sehingga saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang gelap dan menakutkan. Setiap deskripsi tentang kejadian misterius dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketegangan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah selesai membaca, bayang-bayang cerita ini masih menghantui pikiran saya, membuat saya sulit untuk tidur dengan tenang malam ini.
Hanum Anindya
Tumang!
Balung seharusnya suruh dzikir saja biar nggak ketasukan setan atau apa gitu. jangan biarkan jiwa kita kosong apalagi saat kondisi kita dalam ketakutan seperti itu. Tukang dan teman teman seharusnya kalian baca surat pendek saja biar para setan nggak bisa mendekati kalian.
Hanum Anindya
Baca komentar semuanya maaf saya simpulakn sendiri, seharusnya Tumang dan teman teman yang masih hidup minta bantuan pak ustad supaya bencana sihir yang dilakukan oleh setan setan bisa dimusnahkan.
Hanum Anindya
Aku heran banget sama tulisan kakak😊🙏, kalau baca tulisan kakak hatiku meleleh banget, sempurna banget secara tulisan yang kakak buat. pantes lah kalau tulisan kakak bagus 👍, semangat terus ya kak. maaf jarang komen dan nonggol sibuk di dunia nyata dulu, sampai pekerjaaan di dunia maya terbengkelai. tapi jujur banget kadang kangen baca tulisan tulisan kakak yang penuh semangat.

Maaf ya kak🙏😊💕
Area zona
terbawa suasana dengan narasi yang mendalam tentang kegelapan yang mengancam seluruh desa. mau jerit tapi udah kolot. ntar liat orang q jadi terkesan lebay. tapi memang edisi horor versi level 3.
Kalender Merah
aliran gelap dan keputusasaan yang menghantui desa terpencil itu. Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan mencampur adukkan darah kebusukan si Kliwon dan Boncel!
namun juga menegaskan bahwa kegelapan itu tidak terkalahkan. Selain itu, interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah lapisan kompleksitas pada cerita, dengan pembaca dibawa pada perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian dan keberanian yang tersembunyi. Kesimpulannya, komentar tersebut berhasil menarik perhatian pembaca dan membangun suasana yang mencekam.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
penggambaran yang kuat tentang kegelapan yang mengancam dan perjuangan Butet untuk menemukan cahaya di tengah-tengahnya, pembaca dihadapkan pada konflik yang mendalam antara keberanian dan ketakutan. Interaksi antara Butet dan nek Sirih juga menambahkan dimensi baru pada cerita, mengundang spekulasi tentang rahasia yang tersembunyi di dalam rumah tua itu.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
gambaran yang horor tentang desa terpencil yang terkutuk, di mana kegelapan dan misteri menguasai setiap sudutnya. Dengan Butet menjadi korban terbaru dari kegelapan yang menghantui, suasana ketakutan semakin menyelimuti pembaca, membangkitkan rasa ingin tahu dan ketegangan yang mendalam.

Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan memberikan dorongan pada narasi, namun nasibnya yang tragis menegaskan bahwa kekuatan jahat itu tidak terbendung. Suara-suara mengerikan yang menggema dari rumah tua yang terkutuk menambah lapisan ketegangan yang mencekam, sementara ketidakberdayaan warga desa yang terperangkap dalam cengkeraman kegelapan menciptakan atmosfer yang memicu adrenalin.

Interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah kompleksitas pada cerita, dengan kehadiran tokoh tua tersebut memberikan nuansa yang lebih dalam terhadap rahasia yang tersembunyi di balik kegelapan itu. Ketegangan mencapai puncaknya ketika suara gemuruh yang menakutkan kembali menggema, memotong keheningan malam dengan kekerasan yang menakutkan, meningkatkan ketidakpastian dan kecemasan pembaca.

Dengan setiap langkah yang diambil Butet dalam usahanya untuk melawan kegelapan, pembaca merasakan ketegangan yang semakin memuncak, sementara suara tawa jahat Kliwon dan pengikutnya menggema di antara bayangan-bayangan gelap, menambah ketakutan yang menyelimuti pikiran.❤️
keke kenya
menggambarkan suasana misteri dan ketakutan yang menghantui desa terpencil. Cerita itu membangun ketegangan dengan baik dan menunjukkan perjuangan Butet dalam menghadapi kegelapan yang mengancam. Tersirat juga konflik internal Butet dalam memutuskan langkah selanjutnya, terutama ketika dia berinteraksi dengan nek Sirih.
keke kenya
Sungguh menegangkan! Saya merasa seperti ikut terseret ke dalam kegelapan yang menakutkan bersama Sirih. Bayangkan betapa mencekamnya situasi Sirih, dikejar oleh kegelapan dan ketidakpastian di setiap langkahnya.
Sirih harus benar-benar kuat untuk bertahan menghadapi semua ancaman yang muncul dari kegelapan. Di bab ini si Butet liat si nenek menapak di atas tanah nggak?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!