Sequel dari kisah Ajari aku Ustadz dan cinta untuk Khansa.
Cerita ini menceritakan kisah Khalid anak dari ustadz barra dan alira. Mengantongi restu dari kedua belah pihak namun tidak untuk Aulia gadis yang ia cintai.
Aulia tidak tau jika dirinya sudah di khitbah oleh Khalid sejak lulus SMA. Raka orang yang Aulia suka telah mengkhitbah Aulia namun ayahnya Fadil tidak menerima dengan alasan tidak cocok dengan laki-laki pilihan Aulia sendiri.
Aulia terkejut ketika keluarga barra datang untuk melamar Aulia, namun Aulia menolak dengan alasan tidak mencintai Khalid. Aulia kesal dengan Khalid karena sejak SMA Khalid selalu usil dengan Aulia. ternyata di balik itu Khalid menyimpan rasa.
Khalid mengkhitbah Aulia lewat ustadz Barra kepada ayahnya Fadil tanpa Aulia ketahui sebelumnya. Bagaimana perjuangan cinta khalid untuk Aulia hingga jatuh ke pelukannya.
Simak kisahnya Bait-bait doa ustad Khalid.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenitri Azzukhruf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. mencari tau kebenaran
Ameer lalu pamit langsung ia ingin segera menemui abinya. Barra memberi kabar jika dirinya sedang menunggu Fadil di rumah sakit. Tak ingin hal ini terlewatkan meski nantinya bukan Khalid yang Aulia pilih.
Karena adanya persahabatan antara Fadil dan Barra ia tak ingin Aulia jatuh ke tangan orang yang tidak benar. Barra pun sudah menyayangi Aulia semenjak bekerja membantu istrinya.
" dokter Fadil belum keluar Abi." tanya Ameer yang sudah datang juga di rumah sakit untuk menghampiri abinya.
" belum kata bagian informasi mungkin sebentar lagi".
" kasihan jika Aulia sampai ke tangan yang tidak tepat". Ucap Barra, ia masih cemas menunggu Fadil ingin segera memberitahukan beritanya.
Keluarga Permana dan Batara tidak ada yang tau jika pemilik hotel tersebut adalah Mr Jack. Hotel itu baru saja dibelinya dari pengusaha asal Amerika banyak yang belum tau jika pemilik nya berpindah tangan.
Nampak Fadil terlihat lelah keluar dari ruang operasi, sneli yang selalu menggantung di lehernya menandakan jika dirinya habis bersama pasiennya.
Kaget Fadil bertanya-tanya dalam hati kenapa ada Barra di sana siapa yang sakit. Seperti itulah gambaran pemikiran Fadil, Fadil mengulas senyum ia menemui sahabatnya terlebih dahulu.
" siapa yang sakit." sapanya langsung kepada barra.
" Alhamdulillah tidak ada aku mau bertemu dengan mu ada hal penting ". Fadil mengerutkan keningnya tak biasa nya barra begitu, masalah anaknya saja barra tak mau ikut campur.
" kita bicara di ruangan ku saja ya jika itu penting ".
" kalau tak penting aku tak akan menyusul mu ke sini dokter ". Fadil terkekeh ia membuka pintu ruangannya.
" aku tak akan lama, ingin tau jelasnya saja."
" ada apa sih katakan jangan bikin aku makin penasaran ". Ucap Fadil sudah tak sabar.
" Raka itu apa benar anaknya pak Batara calon gubernur itu." tanya Barra.
" iya benar, kenapa kamu tanya seperti itu pernikahan mereka tinggal lusa." Fadil terkekeh.
Barra merogoh ponselnya ia buka foto yang Ameer kirimkan kepada nya. Foto Marsha dan Raka. Perusahaan Mr Jack memang tak mau dengan orang yang menyewa sembarangan meski itu nanti tempatnya private namun ia mau minta data penyewa dan untuk apa acara tersebut.
" ini Raka, ada apa jangan kamu bilang ingin menggagalkan pernikahan anakku ya ". Fadil meninggikan suaranya.
" bukan itu aku tak sejahat itu meski untuk anakku sendiri Khalid. Karena aku sayang padamu kamu sahabat ku hanya ingin kasih tau menurut info yang di dapatkan Ameer pasangan ini akan menikah nanti malam". kata Barra menjelaskan serius.
" apa maksud mu Barra jangan memfitnah calon menantu ku".
" aku memberitahumu karena aku sayang Aulia dan kamu sebagai sahabat ku Fadil, terlepas acara pernikahan Aulia besok batal atau lanjut aku tak punya hak atas itu ". ucap barra.
" Sebelum semuanya terlambat kita pastikan dulu ini benar atau tidak nanti malam selepas isya".
" di hotel mana ini".
" milik Mr Jack sebenarnya acara tertutup VVIP karena Ameer mengenal pemiliknya kita bisa nanti masuk untuk melihat yang sebenarnya terjadi ". Ungkap Barra.
" Aku akan bicara pada Aulia ".
" jangan dulu Fadil, kita pastikan dulu yang terjadi benar itu Raka calon menantu mu atau bukan."
" kalau fotonya ini jelas Raka, aku tak habis pikir apa maksud nya seperti ini. Pernikahan mereka tinggal lusa Barra". Fadil merasa mendidih seakan keluar api di atas kepala nya.
__
Sebenarnya Raka masih sangat ragu untuk melakukan hal ini tapi ia tak bisa berbuat apapun. perusahaan nya yang semakin tidak kondusif dan permintaan papa nya yang sangat mendesak nya.
" apakah Aulia nanti akan menerima kehidupan poligami ini, seperti yang papa katakan aku akan memilih wanita yang aku sukai setelah aku banyak uang". Gumam Raka di dalam kamar nya.
Rencana orang tuanya semua akan di lakukan di hotel, tidak ada rombongan pengantin yang ada saksi saja yang penting pernikahan mereka terlaksana.
Sengaja mereka mengadakan di hotel tempat yang cukup tertutup tak akan ada yang mengetahui tentang pernikahan Raka dan Marsha.
Di tempat lain Aulia yang terlihat sangat bahagia. semua sudah siap, perlengkapan untuk nya sudah lengkap. Rencana pakaian Raka untuk akad akan di antar besok oleh pihak Aulia.
Aulia terus memandangi gaun nya yang ia desain bersama alira. Gaun syar'i dengan hijab menutupi dadanya. Akan terlihat cantik ketika Aulia memakainya.
" ya Allah lusa aku akan menjadi seorang istri." Aulia tersenyum bahagia.
Lain lagi dengan Khalid yang kini benar-benar sudah ikhlas Aulia bersanding dengan laki-laki pilihan nya. Khalid sedang mengisi kajian di pesantren, kajian anak muda yang biasanya Aulia juga datang. Namun karena Aulia akan menikah untuk satu minggu ini Aulia tidak di izinkan untuk keluar rumah.
" ustadz ada ukhti cantik tuh ." Rahes menoleh melihat wanita yang memang gadis cantik keluar dari masjid.
" ya sudah kamu minta ta'aruf saja Rahes kalau sudah siap."
" maksud Rahes untuk ustadz saja, Rahes belum siap menikah ustadz".
" kalua belum siap jangan lirik sana sini, zina mata Rahes. Istighfar ". Pinta Khalid, Rahes pun lalu istighfar.
Khalid berjalan menuju masjid di pesantren seperti biasa ia terus berdamai dengan keadaan, sekuat hati melupakan Aulia meski sulit. Ia ambil air wudhu terlebih dahulu shalat dua rakaat kemudian mendoakan untuk kebahagiaan Aulia dan dirinya bisa kembali menjalankan hari nya tanpa bayang-bayang Aulia.
Kakek melihat cucunya yang terus seperti itu setiap hari, tak tega tapi apalah daya memang Khalid keliru karena mencintai seseorang yang belum halal baginya.
Fahri telah menyelesaikan sekolah nya hingga S2 dan dirinya kini mengabdi di pesantren. Dan menjadi dosen di universitas di mana Khalid mengajar. Sedangkan sang istri sudah tak bekerja dirumah sakit ia memilih menemani suaminya ia juga membantu pada bagian obat untuk santri juga koperasi pesantren.
Khansa tak di izinkan lagi bekerja oleh ameer karena Gani yang begitu masih kecil, ia memilih khansa di rumah untuk menemani Gaza dan gani.
" mas itu seperti Khalid ya". ucap Mahya berjalan bersama Fahri menuju pesantren.
" iya memang dia habis mengisi kajian sayang". Fahri menggendong anaknya yang usianya hampir sama dengan Gani.
" Belum menikah ya dia, kita jodoh kan saja yuk sama Hafsah". .
" eh kamu ini, Hafsah udah seperti adiknya oleh Khalid tak mungkin itu aku juga tak akan ridho ". ..
" kok begitu mas, udah ustadz tampan Soleh lumayan kan jadi adik ipar plus tajir lagi." ucap Mahya ia tak tau yang di samping nya sudah kepanasan.
" tampan mana sama mas ini hemmm...". Fahri menarik pipi Mahya.
" ya tampan suamiku yang the best, brondong asyik ." Mahya tertawa.
" biar brondong kamu aja udah klepek-klepek." keduanya tertawa lalu masuk ke dalam ruangan Fahri.
Masih dengan ketegangan, Fadil, Barra juga Ameer. Ameer memantau hotel yang akan di jadikan tempat akad. Ia sudah menghubungi Mr Jack tentang hiruk pikuk yang terjadi. Mr Jack tentu saja memberi izin ia tak peduli dengan orang-orang besar seperti mereka. Mr Jack juga mempunyai kekuatan yaitu Rendi sebagai aparat kepolisian.
__
ini pendapat ku. tetap semangat kaka 😃
semangat thor