Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.
Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.
Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bumil
Hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan kini cepat berlalu, Rey sudah bisa berjalan kembali berkat keluarga serta Alesha dan Refan yang selalu mensupport nya. Kini kesibukan Rey hanya mengurus Safira, ia masih berusaha untuk mendapatkan pendonor mata untuk istrinya tercinta.
Hubungan Bimo dan Mega pun sedang tidak baik-baik saja, Bimo selalu pulang tengah malam tanpa memperdulikan Mega yang khawatir dengan suaminya.
Risa pun kini tinggal kembali di rumah Rey dengan Ira yang bersedia untuk merawat cucunya, karena Rey tidak mau jauh dari putri kecilnya itu.
Pukul sebelas malam Bimo baru saja pulang dari kantor, ia sengaja lembur untuk menghindari Mega. Entah kenapa akhir-akhir ini dia mulai tidak nyaman dengan kehadiran istrinya itu. Semenjak pertengkarannya dengan Maura terakhir kali di rumah sakit, Bimo lebih sering menguntit mantan istrinya itu.
Bahkan dia juga menyuruh seseorang untuk menjaga Maura, entah apa yang telah Bimo lakukan, tapi dia ingin selalu tau semua tentang mantan istrinya itu.
"Mas, kamu kok baru pulang? Aku khawatir sama kamu, di kantor lagi banyak kerjaan ya sampai-sampai jam segini baru pulang." ucap Mega mengulurkan tangannya di depan Bimo. Bimo melengos begitu saja tanpa mau menerima uluran tangan istrinya.
"Mas, aku ada salah ya? Aku minta maaf kalo emang bener aku ada salah, tapi aku mohon jangan diemin aku lagi Mas."
Lagi-lagi Bimo tidak menjawab ucapan Mega, dia menyambar kunci mobil dan bergegas pergi dari rumah.
"MAS BIMO, KALO AKU PUNYA SALAH MENDING KITA BICARAKAN, JANGAN GINI." teriak Mega.
Lutut Mega terasa lemas,dadanya kian sesak. Dia pusing memikirkan suaminya yang akhir-akhir ini mulai berubah, bahkan untuk makan bersama pun Bimo enggan.
Di tempat lain Bimo tengah berada di depan rumah Maura, ia bingung harus bagaimana, setelah pertengkarannya waktu itu, Bimo langsung menyelidiki kasus perselingkuhan Maura 22 tahun yang lalu.
Dan ternyata memang benar, Maura tidak pernah selingkuh sama sekali, ini semua murni perbuatan Mega.
Mega merupakan wanita cantik yang memiliki sikap lemah lembut, tapi sayang, wanita itu di paksa untuk berpisah dengan suaminya, selaku ayah Safira, dan Safira pun di asuh oleh ibu sambungnya.
Awalnya Mega memang murni ingin bekerja di rumah Bimo, akan tetapi saat melihat majikannya itu, Mega jatuh cinta pada pandangan pertama dan bertekad untuk merebut Bimo dari Maura, dia berpikir kalau dirinya lebih baik, bahkan dia mampu mengurus Alan dan Alesha serta sanggup menyayanginya.
Mega merasa hidupnya tidak adil, oleh sebab itu dia mencari kebahagiaannya sendiri lewat Bimo.
Mega pernah hampir memiliki seorang anak bersama Bimo,tapi saat kandungannya menginjak usia keempat bulan, dia mengalami benturan akibat terjatuh dari tangga, dan oleh sebab itu Mega sulit untuk memiliki anak kembali.
Awalnya Mega merasa itu adalah teguran baginya karena sudah berbuat dosa, tapi setelah bertemu dengan Safira yang waktu itu berusia tujuh tahun,Mega akhirnya merasa jika dia masih beruntung bisa memiliki anak kandung. Safira dan Mega di pertemukan kembali saat acara lamaran Rey dan Alesha, dan saat itu juga Mega memberitahu jika Safira adalah putri kandungnya.
"Mas nyesel, kenapa dulu Mas sebodoh itu. Jujur Mas sangat mencintai kamu, Maura."
"Saking cintanya,sampai Mas terlalu cemburu buta dan berakhir meninggalkanmu karena kecewa." ujar Bimo berdiri di hadapan Maura, dia menangis menyesali perbuatannya yang telah menyakiti hati Maura.
"Mas mencintai kamu Maura, sampai sekarang nanti dan selamanya."
"BOHONG!! JIKA KAMU MEMANG MENCINTAIKU, KAMU TIDAK AKAN PERNAH MENIKAH LAGI, DAN SAMPAI HAMPIR MEMILIKI ANAK DENGAN WANITA ITU BUKAN? bahkan kalian menikah sudah duapuluh tahun lebih, aku yakin kamu mencintai Mega, dan kamu bisa bicara seperti ini karena kamu kecewa dengannya seperti kamu kecewa denganku dulu,aku hanya lima tahun bersamamu,sedangkan dia, duapuluh tahun." lirih Muara di akhir, jika memang benar Bimo mencintainya, kenapa perlakuan Bimo kepada Mega jauh lebih tulus ketimbang kepadanya. Buktinya setelah Bimo mengetahui kejahatan Mega,dia masih tetap mempertahankan hubungannya, beda dengan Maura yang langsung di usir dengan tidak terhormat oleh laki-laki di hadapannya itu.
"Pergilah Mas, jangan pernah ganggu aku lagi, cintaku untuk kamu sudah hilang ketika kamu mengusirku dari rumah itu." ujar Maura, ia memasuki rumahnya dan mengunci rapat pintu serta jendela.
Lutut Bimo melemas, memang benar adanya, Bimo hanya sedang kecewa dengan Mega. Selama ini dia mencintai istrinya semenjak tau jika Mega sangat menyayangi Alan dan Alesha.
Bimo tidak bisa melepas Mega, dia tidak ingin menjadi lelaki yang tidak tau diri, melepas Mega begitu saja setelah perempuan itu mengurus dirinya dan anak-anaknya.
"Aku harus apa, aku mencintai Maura, tapi aku juga sayang kepada Mega. Apa memang ini jalan terbaik untuk mengakhiri hubunganku dengan Mega, bukankah selama ini sudah cukup aku memberikan kebahagiaan kepada dia,bahkan sekarang aku jauh lebih dekat dengan putrinya daripada putriku sendiri."
"Aku bukan hanya menghancurkan kebahagiaan Maura,tapi aku juga telah menghancurkan hidup putriku, aku menjadikan dia wanita kedua dalam rumah tangga orang lain."
"Tapi perihal Alesha menikah dengan Rey, itu murni kesalahanku karena memiliki janji dengan Aldi."
Maura mengintip Bimo dari balik jendela kamarnya, dia tidak membenci Bimo ataupun mencintai pria itu, dia hanya belum bisa berdamai dengan masa lalunya.
Maura kini hanya ingin fokus dengan kedua anaknya, dia ingin menebus kebersamaannya dengan Alan dan Alesha yang sempat tertunda.