NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 ~ Evan Harley

Jantung Evelyn seolah berhenti berdetak.

Untuk pertama kalinya sejak kembali ke tanah air, ketenangannya benar-benar terusik.

Selama bertahun-tahun, ia mengira malam itu hanyalah sebuah kesalahan. Sebuah kecelakaan yang mengubah seluruh hidupnya.

Namun ia sama sekali tidak menyangka...

Orang yang berada di balik semua itu adalah Arlos.

Tanpa sadar jemarinya mengepal di balik map yang sedang dipegangnya. Andai malam itu Arlos tidak memasukkan obat ke dalam minuman Damian, mungkin semua yang terjadi setelahnya tak akan pernah ada.

Namun semua gejolak itu hanya berlangsung di dalam hatinya.

Wajah Evan tetap datar, seolah tidak ada satu pun kalimat Arlos yang mampu menggoyahkan ketenangannya.

"Aku tidak tahu," jawabnya singkat.

Arlos mengernyit.

"Benarkah?"

Evan mengangguk pelan.

"Malam itu aku tidak berada di lantai tempat kamar Damian. Aku baru mengetahui keributan itu keesokan harinya."

Arlos mengembuskan napas pelan.

"Sayang sekali. Aku sempat berpikir, mungkin kau pernah melihat sesuatu."

Evan menggeleng.

"Tidak ada yang mencurigakan."

Arlos pun tidak melanjutkan pembicaraan itu.

"Kalau begitu lupakan saja."

Ia menutup map di atas mejanya, lalu berdiri sambil merapikan jas yang dikenakannya.

"Kita harus berangkat sekarang. Hari ini pemerintah mengadakan Forum Investasi Kawasan Bisnis Internasional Emerald. Seluruh perusahaan yang akan mengikuti tender diundang hadir. Selain pemaparan awal mengenai proyek, Ayah juga akan memperkenalkanmu secara resmi kepada para pelaku bisnis."

Evan ikut berdiri. Ia merapikan manset kemejanya sebelum mengambil map yang tadi diberikan Arlos.

"Baik."

Keduanya kemudian melangkah keluar dari ruangan menuju lift khusus direksi.

••

••

Di sisi lain...

"Tuan, mobil sudah siap."

Damian menutup berkas di hadapannya, lalu mengambil jas yang tersampir di sandaran kursi. Tanpa banyak bicara, ia melangkah keluar, diikuti Haris dari belakang.

Tak lama kemudian, mobil hitam Foster Group melaju meninggalkan gedung, menuju Grand Emerald Hotel tempat forum besar itu akan segera dimulai.

Damian melangkah masuk dengan tenang. Beberapa pemimpin perusahaan yang telah mengenalnya segera menyapa, dan ia pun membalas sapaan itu dengan sopan namun singkat, sembari terus berjalan. Ia berbicara sejenak dengan beberapa orang di dekat pintu masuk, namun pikirannya tak sepenuhnya di sana.

Perlahan ia melangkah lebih jauh, menembus kerumunan, menuju bagian dalam gedung acara yang luas itu.

Hingga tiba-tiba... langkahnya terhenti seketika.

Di sana, di tengah kerumunan para pemimpin perusahaan besar yang semuanya sedang berebut proyek tender yang sama... Evan ada disana. Berdiri tepat disamping Tuan Harley dan Arlos.

Jantung Damian seakan berhenti berdetak sejenak. Jarinya perlahan mengepal erat di sisi tubuh, kuku nyaris menancap ke telapak tangan. Napasnya tertahan tanpa ia sadari.

"Evan..." gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. Matanya tak berkedip sedikitpun, seolah tak percaya pada apa yang dilihatnya sendiri.

Haris di sampingnya ikut tertegun. Matanya membelalak tak percaya, suaranya bergetar berbisik.

"Tuan... itu... itu Evan?"

"Aku tahu." Jawab Damian singkat. Nadanya tenang, namun ada berat yang menekan di setiap katanya. Wajahnya tak berubah, namun matanya perlahan menggelap.

"Tapi..." Haris menelan ludah, semakin bingung. "Kenapa dia berdiri di sana bersama para pemimpin perusahaan yang sedang berebut tender yang sama? Apa... apa dia sekarang sudah menjadi bagian dari Harley Group untuk proyek ini?"

Damian diam. Ia terus memperhatikan setiap gerak-gerik Evan. Cara pria itu tersenyum tipis, cara ia menjawab pertanyaan orang-orang penting itu... semua begitu berbeda dari Evan yang ia perintah selama tiga tahun.

Perlahan, rasa heran di matanya berubah. Menjadi tajam. Menjadi dingin. Damian tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari sosok Evan.

Bagaimana mungkin, pria yang selama tiga tahun menjadi sekretaris pribadinya kini berdiri di samping Tuan Harley dan Arlos Harley, seolah memang bagian dari perusahaan mereka.

Sebelum ia sempat mencerna semuanya, suara Tuan Harley terdengar jelas dari tengah kerumunan.

"...Sekalian, izinkan saya memperkenalkan putra sulung saya."

Kalimat itu membuat suasana di sekitar mereka mendadak hening. Seluruh perhatian para tamu langsung tertuju kepada sosok yang berdiri di samping Tuan Harley.

Pria paruh baya itu meletakkan satu tangannya di bahu Evan.

"Perkenalkan. Putra sulung saya... Evan Harley." Ia menatap ke wajah Evan sekilas, lalu kembali ke para tamu undangan. "Mulai hari ini, ia akan bergabung dengan Harley Group dan mewakili perusahaan kami dalam berbagai proyek strategis, termasuk Tender Kawasan Bisnis Internasional Emerald."

Sejenak dunia Damian seolah berhenti berputar. Sorot matanya membeku. Napasnya terasa berat.

Evan... Harley?

Selama tiga tahun pria itu bekerja sebagai sekretarisnya.

Selama tiga tahun pula... Ia tidak pernah menyangka bahwa sekretaris yang setiap hari berada di sisinya ternyata adalah putra sulung keluarga Harley, keluarga yang selama ini menjadi rival terbesar Foster Group.

Di sampingnya, Haris bahkan tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

"Tuan..." bisiknya lirih. "Berarti selama ini..."

Damian tetap diam. Tatapannya tak pernah lepas dari sosok Evan. Entah mengapa, perasaan dikhianati perlahan mulai memenuhi dadanya.

Bukan karena persaingan bisnis. Melainkan karena pria yang paling sering berada di dekatnya selama tiga tahun ternyata menyembunyikan identitas sebesar itu darinya.

Suasana hening sejenak, sebelum suara tepuk tangan terdengar berderai di ruangan itu. Namun bagi Damian, suara itu seakan tak sampai ke telinganya. Pandangannya masih terpaku pada sosok yang berdiri di samping Tuan Harley itu.

Tanpa berkata apa-apa pada Haris, Damian melangkah maju. Menembus kerumunan, berjalan lurus menuju Evan. Setiap langkahnya terasa berat dan penuh tekanan, membuat orang-orang yang ada di jalannya secara tak sadar memberi jalan.

Evelyn menahan napas. Jantungnya berdegup kencang luar biasa seiring mendekatnya sosok itu.

Damian berhenti tepat di hadapannya. Jarak mereka begitu dekat, hingga Evelyn bisa menatap jelas sorot mata yang selama ini ia kenal namun kini berubah dingin, tajam, dan penuh kepahitan.

Damian menatapnya lekat-lekat, seolah ingin memastikan setiap kata yang baru saja didengarnya. Lalu perlahan... sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang tak sampai ke mata. Senyum yang dingin dan menyakitkan.

"Selamat, Tuan Evan Harley."

Suaranya terdengar tenang, namun ada ketajaman yang menusuk di setiap katanya. Ia menjulurkan tangan lurus ke arah Evan.

"Aku tidak menyangka... sekretaris pribadiku selama tiga tahun ternyata adalah putra sulung keluarga Harley. Pesaing terbesar kami."

Tangan Damian menggenggam tangan Evan. Genggamannya kuat, begitu erat seolah menahan segala amarah yang tertahan di dadanya. Matanya tak berkedip menatap lurus ke dalam mata Evelyn.

"Kau menyembunyikannya dengan sangat baik. Sungguh... aku takjub."

Nada bicaranya begitu halus, namun setiap kata itu terasa seperti pisau yang melukai hati Evelyn. Ia tahu... Damian tidak sedang mengucapkan selamat dengan tulus. Di balik ucapan itu... tersimpan rasa dikhianati yang begitu dalam.

"Semoga ke depannya... persaingan kita menjadi lebih menarik." Damian melepaskan genggamannya perlahan, lalu menatapnya terakhir kali dengan pandangan yang seakan tak ingin mengenalnya lagi. "Sampai jumpa di garis depan persaingan, Tuan Harley."

Tanpa menunggu balasan, Damian berbalik dan melangkah pergi. Punggungnya tegak dan kokoh, namun setiap langkahnya terasa penuh kemarahan yang tertahan.

Evelyn terpaku di tempat. Tangannya masih terasa hangat bekas genggaman Damian, namun hatinya terasa begitu dingin dan perih.

❤️

Minta like-nya ya para pemirsahh.... Author sedang down hari ini karena karya ini tiba-tiba hilang dari ranking karya baru.. 😭😭

Terimakasih banyak..💋

1
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
You `ka
tetap semangat thor.... makin kesini makin buat penasaran ceritanya...💪💪
Zhao_Xena: terimakasih banyak
total 1 replies
You `ka
ayo cari mereka Damian 💪💪😆😆
You `ka
lanjut💪
You `ka
haduh.. dag-dig-dug aku yang baca. takut ketahuan...😭😭
You `ka
Damian akan sangat kecewa mungkin akan melakukan hal yang tidak bisa kamu bayangkan Evelyn, jika kamu benar-benar mengkhianatinya.

tapi jadi Evelyn juga pasti tidak akan mudah, dibawah tekanan keluarga,.dia harus melakukan semuanya
You `ka
mungkin lebih baik memang pergi Evelyn.. tinggalkan keluarga toksik itu
You `ka
hamil pasti..🫣🫣
You `ka
pasti sekarang Damian dan Haris merasa sama-sama merasa sudah gila 😆😆
You `ka
🤣🤣🤣🤣 Damian merasa tertarik pada Evan..
Cty Badria
satu kata untuk Evelyn ...bodoh mau di jadikan pion. kl ketauan jadi buronan. bpk dazal enak aja ongkang2 kaki...
You `ka
jangan-jangan Evelyn hamil yah??🫣🫣
Zhao_Xena: coba tebakkk...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
🤣🤣🤣 justru kalau pingsan nanti kamu bisa tau.. dia laki-laki atau perempuan..
Zhao_Xena: waduhh
total 1 replies
You `ka
Tuan Harley kayak pilih kasih, padahal yang seharusnya memimpin bukannya Evan, sebagai keturunan yang sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!