~Follow, Like dan Comment ya ayang-ayang akoooh~
Alvaro Gabriel, seorang CEO yang terkenal sangat sukses diusianya yang masih muda. Kehadiran Vanaya Anastasya seorang Akuntan baru di perusahaan itu, sedikit mengusik perhatiannya.
Akankah Alvaro berhasil mencuri perhatian Vanaya?
Mari dibaca ya teman"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beepoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lokasi
Jam menunjukkan pukul 3 sore. Alvaro sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen dan menanda tanganinya.
Dengan gesit dia menyelesaikan pekerjaannya karena 2 hari kedepan dia akan pergi meninjau lokasi pembangunan hotel.
"Tom, bagaimana dengan pemberangkatan kami besok? Apa semua sudah beres?" Tanya Alvaro dari telepon
"Sudah tuan! Kamar penginapan,kendaraan dan supir sudah saya persiapkan" ucap Tom
"Aku akan menyetir sendiri menggunakan mobilku. Aku butuh penginapan selama kami disana juga dengan data-data proyeknya" ucap Alvaro
"Oh baik tuan! Saya akan mengurusnya. 10 menit lagi saya akan menyerahkan proposal dan data-data yang anda perlukan" ucap Tom
"Satu lagi Tom! Besok daddy dan mommy pulang. Tolong kau jemput mereka ke bandara." perintah Alvaro
"Baik tuan" jawab Tom.
Dia yang sudah menganggap orang tua Alvaro adalah orang tuanya juga dengan senang hati akan menjemput mereka besok.
Setelah semua urusan selesai Alvaro ataupun Tom pulang menuju kediaman masing-masing.
Sesampainya dirumah, Al segera membersihkan dirinya, makan dan beristirahat. Dia mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa. Dia bangkit dari ranjangnya menuju balkon kamarnya
"Huhh bosannya! Apa yang harus kulakukan?" Alvaro bergumam sambil berpikir-pikir
"Naya udah tidur belum ya? Aku telepon dia aja deh" lagi-lagi Alvaro bergumam dan meraih ponselnya dan melakukan panggilan
"Halo Nay! Apa kau udah tidur? Aku ganggu ga ni?" Alvaro berkata dari telepon
"Uda mau tidur kan besok berangkatnya cepat! Napa nelepon aku"? Tanya Vanaya
"Aku rindu" jawab Alvaro santai
"Hah? Rindu? Aku ga salah denger kan?" tanya Vanaya
"Hahaaa!" Alvaro tertawa keras
"Aisss! Jahil amat sih! Malah ketawa! Dah ah kalau ga ada yang perlu matiin teleponnya! Tidur" Vanaya kesal
"Ehhh jangan dulu. Gitu doang ngambek! Besok jangan ke kantor lagi. Aku jemput langsung. Share lokasi rumahmu Nay!" ucap Alvaro
"Iya ni aku share! Jam 8 kan berangkatnya?" tanya Vanaya
"Iya jam 8, jangan telat. Ya udah deh kalau kau mau tidur. Aku tutup teleponnya ya. Bye Nay" Alvaro memutuskan panggilan teleponnya
Alvaro dan Vanaya sedang dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan proyek terbaru perusahaan mereka.
Alvaro menyetir sementara Vanaya duduk manis dikursi depan. Vanaya memandang kanan dan kiri menikmati perjalanan mereka.
"Nay, sebentar lagi kita sampai di lokasi. Cek ulang map yang didalam tas itu" perintah Alvaro
Vanaya menurut dan mengambil map dari dalam tas dan memeriksa isinya.
"Udah koq! Kita ke penginapan dulu atau langsung ke lokasi?" tanya Vanaya
"Lokasi! Kita selesaikan hari ini" Jawab Alvaro
"Hari ini? Kita langsung kembali ke perusahaan?" tanya Vanaya
"Kenapa? Mau lama-lama ya disini sama aku?" Alvaro iseng
"Ehh bukan itu! Maksud aku, kan dikasih waktu 2 hari gitu jadi kan ga harus buru-buru" jawab Vanaya
"Kalau kau mau seminggu disini juga aku siap nemenin Nay" Jawab Alvaro
"Ihhhh Al! Urusan pekerjaan lohh bukan urusan pribadi. Ngapain juga kita seminggu disini" Vanaya manyun
"Enaknya ngapain ya seminggu disini! Hmmmm! Bercinta mungkin" Jawab Alvaro sengaja membuat Vanaya kesal
"Sembarangan aja kalau ngomong! Dah ah males ngomong samamu" Vanaya kesal
"Ini orang otaknya koq mesum terus sih ya. Huh" Vanaya menggerutu pelan dan ternyata Alvaro mendengarnya, dia tersenyum-senyum menjahili Vanaya
"Mesumnya samamu doang koq Nay! Sama yang lain malah ga on nihh!" Alvaro menjawab sambil melirik-lirik ke bagian bawahnya
"Dihhh apaan sih! Diam ga sih lo! Ngeselin banget! " Vanaya bener-bener kesel sementara Alvaro tertawa senang
Alvaro menyetir sambil senyum-senyum dan sesekali memperhatikan Vanaya sementara Vanaya diam tidak memperdulikan Alvaro.
2 jam perjalanan menuju lokasi akhirnya mereka tiba dengan selamat
"Kita sampai. Yuk turun langsung kesana ya" ajak Alvaro
"Hmmm" Vanaya hanya berdehem dan membuka pintu mobil
Mereka berjalan beriringan menuju lokasi dan mulai meninjau tempat dimana hotel akan dibangun.
Hampir 2 jam mereka melakukan peninjauan namun belum terselesaikan karena ada beberapa kendala.
"Kita makan siang dulu Nay! Nanti kita lanjut lagi. Kau masih kuat kan kerjanya kena sinar matahari?" Tanya Alvaro
Vanaya melihat ke arah Alvaro dan mengangguk kemudian berjalan menuju parkiran mobil mereka dan Alvaro mengikutinya dari belakang
"Kalau ga kuat ya udah besok aja kita lanjut. Lemes amat kayaknya" ucap Alvaro
"Bukan lemes tapi males jawab karena kalau dijawab nanti makin kemana-mana bahasannya" Vanaya ternyata masih kesel dengan Alvaro
"Kalau ngambek makin cantik deh Nay" Alvaro mencubit pipi Vanaya lembut
"Mulai deh" ucap Vanaya dan memajukan bibirnya
"Iya ga lagi! Canda! Ya udah kita cari restoran yang dekat dari sini." Alvaro melajukan mobilnya dan berhenti disebuah restoran terdekat
Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam. Namun di pintu masuk mereka bertabrakan dengan seseorang tanpa sengaja
maap.baru baca eps satu next aku bakalan baca lagi 🙏