NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di dunia yang dikepung miliaran Monster ciptaan entitas purba Vitallion, kedudukan manusia ditentukan oleh seberapa agung Anima yang mereka panggil di Aula Kebangkitan.

​Kael Ardyn, putra tunggal mendiang pahlawan militer, mendapati takdirnya hancur dalam semalam. Bukan makhluk Mitologi agung yang ia bangkitkan, melainkan Morthas (Sang Penuai Nyawa)—entitas Kelas Misterius berwujud Malaikat Maut yang terhapus dari sejarah ribuan tahun.

​Dicap sebagai ancaman haram oleh Kerajaan Barat yang korup, Kael dijatuhi hukuman eksekusi mati. Diselamatkan di detik-detik terakhir oleh pendiri Guild Scar Horizon, Kael dilarikan ke alam liar di luar Dinding Peradaban.

​Bersama persekutuan empat jiwa abnormal penguasa Anomali—Phoenix Api, Mammoth Purba, dan Kraken Kinetik—Kael menempa jiwanya untuk menguasai energi Kematian murni.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 30: BENTURAN EKSISTENSI DAN BATAS JIWA

​BAB 30: BENTURAN EKSISTENSI DAN BATAS JIWA

​Keheningan yang mematikan mencekik sisa-sisa reruntuhan benteng Volcania. Udara seolah berhenti mengalir, digantikan oleh tekanan spiritual yang begitu masif dan pekat hingga membuat butiran debu melayang diam di udara, menolak untuk jatuh ke tanah.

​Di hadapan Avernus yang diselimuti lipatan ruang dimensi, entitas dari kasta yang sama—yang bersemayam di dalam sejarah kelam yang ditakuti dunia—kini melayang dengan keangkuhan absolut. Sabit merah menyala di tangan kerangka hitam Morthas memancarkan hawa murni dari konsep Kematian, mengancam untuk memotong garis takdir siapa pun yang berani menentangnya.

​"Morthas..." Avernus mendesis, suaranya yang menyerupai gesekan batu purba kini terdengar bergetar untuk pertama kalinya. Garis-garis dimensi pada jubah abu-abunya beriak tidak stabil. "Kau… Sang Penuai Nyawa. Bagaimana mungkin entitas sepertimu bisa terikat pada wadah fana yang bahkan belum menyentuh Ranah Emas? Ini penghinaan bagi eksistensi Kelas Misterius!"

​Morthas menggeram, memamerkan tawa hampa yang mengguncang relung bawah tanah. Sayap hitam legamnya yang membentang luas melepaskan partikel-partikel Void yang melahap habis energi kehampaan milik Avernus di sekitarnya.

​"Penghinaan, katamu?" Morthas mengangkat sabit raksasanya secara perlahan. "Kau bersembunyi di dalam celah dimensi, merakit lorong-lorong pengecut untuk menghindari hukum semesta. Sementara aku... aku menemukan jiwa yang apinya menolak untuk padam meski ditelan kegelapan absolut. Jangan samakan aku denganmu, Sang Arsitek Pengecut!"

​Di bawah kaki sang Malaikat Maut, Kael Ardyn memuntahkan seteguk darah hitam. Tubuh remajanya bergetar hebat. Pembuluh darah kapiler di mata dan tangannya mulai pecah satu per satu, menciptakan jaring-jaring merah yang mengerikan di bawah kulit pucatnya. Mempertahankan wujud fisik Morthas menuntut bayaran energi jiwa yang sangat ekstrem. Setiap detik entitas itu berada di dunia nyata, separuh umur Kael terasa seakan dihisap paksa.

​Namun, tidak ada rintihan yang keluar dari mulut Kael. Sepasang mata gelapnya menatap tajam ke depan, menganalisis fluktuasi energi di sekitar jubah Avernus. Otak analitis Kael bekerja jauh melampaui batas kewarasan.

​Dia bukan makhluk fisik murni, batin Kael dengan napas tersengal. Setiap kali Avernus berbicara atau bergerak, lipatan ruang di sekitar tubuhnya bergeser dalam interval nol koma sekian detik. Jika serangan fisik atau elemen biasa menghantamnya saat jubah itu tertutup, serangannya hanya akan dilempar ke dimensi hampa. Kami harus menyerang tepat di jeda pergeseran itu.

​Di sisi lain medan pertempuran, ketiga teman Kael juga sedang meregang nyawa untuk mempertahankan Anima Mitologi mereka.

​Kulit Elena memerah seperti besi yang dibakar; darah segar menetes dari hidungnya saat ia menahan panas absolut dari kehadiran Pyrael sang Phoenix. Hugo berlutut dengan kedua tangan mencengkeram tanah yang retak, tulang-tulangnya berderak keras merespons beban gravitasi Morgrath sang Mammoth Purba. Sementara itu, Ren mengertakkan gigi hingga gusi-gusinya berdarah, otot-ototnya sobek di bawah tekanan gelombang kinetik Kraken Rin.

​Mereka bertiga nyaris mencapai batas absolutnya. Avernus, yang menyadari kondisi kritis para wadah fana itu, kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.

​"Omong kosong yang menggelikan!" seru Avernus, merentangkan kedua tangannya. "Keagungan sejati tidak butuh rantai! Kalian semua akan hancur oleh beban kekuatan kalian sendiri. Biar kupercepat proses pembusukan kalian!"

​BRUUUUUSSSSSHHHHHH!

​Avernus memutar tubuhnya di udara, menciptakan sebuah pusaran lubang hitam berukuran masif di atas kepalanya. Energi kehampaan yang sanggup merobek materi dan jiwa meluncur turun bagaikan air terjun raksasa, mengincar seluruh makhluk yang ada di reruntuhan itu.

​"Morthas!" teriak Kael, menahan rasa sakit yang merobek jantungnya. "Tahan gelombang pertamanya! Pyrael, Morgrath, Rin, siapkan serangan gabungan terkuat kalian!"

​Ketiga Anima Mitologi itu tidak protes. Mereka merasakan otoritas kepemimpinan dari jiwa pemanggil Morthas, sesuatu yang secara insting memaksa mereka untuk menyelaraskan ritme.

​Morthas melesat ke depan, mengayunkan Sabit Kematiannya dalam satu tebasan vertikal yang membelah udara.

​SRATTTTTT!

​Bilah sabit merah itu tidak memotong wujud fisik, melainkan memotong konsep dari ruang itu sendiri. Air terjun lubang hitam milik Avernus terbelah menjadi dua di tengah udara, terpecah dan menghantam kedua sisi dinding Volcania hingga melelehkan batu-batu raksasa menjadi ketiadaan.

​"Sekarang!" komando Kael dengan suaranya yang serak dan berdarah. "Fokuskan pada satu titik di dadanya! Pukul dengan interval bersamaan!"

​"Maju, Morgrath!" raung Hugo, menghentakkan sisa tenaga di tubuhnya. Mammoth Purba itu mengangkat gading emasnya, menembakkan pilar cahaya cokelat pekat yang membawa elemen absolut Bintang Bumi.

​"Pyrael, Bakar semuanya!" teriak Elena. Sang Phoenix purba memekik agung, melepaskan pusaran api abadi yang menari melilit pilar cahaya milik Morgrath.

​"Hancurkan, Rin!" Ren meninju udara. Kraken Rin menembakkan gelombang kejut kinetik berkekuatan maksimal, mendorong gabungan elemen bumi dan api itu dengan kecepatan supersonik langsung ke arah Avernus.

​Avernus mendecih remeh. "Bodoh. Serangan elemen duniawi tidak akan pernah bisa menyentuh wilayah hampa!"

​Ia melipat jubah dimensinya ke depan dada, bersiap untuk menyerap seluruh serangan gabungan Tiga Anima Mitologi itu ke dalam lorong Void. Tepat ketika serangan mematikan itu tinggal berjarak dua meter dari wajah Avernus, lipatan dimensi pada jubahnya terbuka sepersekian milimeter untuk menelan energi tersebut.

​Itu dia jedanya! Kael membelalakkan matanya yang kini dipenuhi urat merah. "Morthas! Tebas titik pusatnya sekarang!"

​Sang Malaikat Maut tidak membuang waktu. Memanfaatkan kecepatan kilat yang melampaui logika, Morthas memanifestasikan dirinya tepat di belakang serangan gabungan tiga elemen tersebut. Saat jubah Avernus baru saja terbuka untuk menyerap api, bumi, dan kinetik, Morthas menusukkan sabit merahnya, menembus langsung ke dalam celah dimensi yang terbuka.

​JLEBBBBBB!

​"AARRRGGGHHHHH!"

​Jeritan kosmik yang tidak terdengar seperti suara manusia menggelegar dari sosok Avernus. Udara bergetar dengan frekuensi yang memecahkan gendang telinga para prajurit manusia di sekitar sana. Jenderal Veron dan Kapten Gareth yang menonton dari kejauhan langsung berlutut sambil memegangi telinga mereka yang mengucurkan darah.

​Sabit Kematian Morthas menancap telak pada dada humanoid Avernus, memaksa energi Kematian murni mengalir masuk dan membusukkan lipatan ruang sang Arsitek Lorong. Titik potong tempat bertemunya elemen dan kehampaan meledak dalam distorsi warna-warni yang membutakan.

​BOOOOOOOOOOMMMMMM!

​Gelombang kejut ledakan membanting tubuh Avernus hingga terlempar ke belakang, menghantam dinding jurang Volcania. Jubah dimensinya sobek di bagian dada, meneteskan cairan perak berkilau yang anomali. Untuk pertama kalinya sejak era purba, Sang Arsitek Lorong terluka parah.

​Avernus memegangi dadanya yang membusuk, menatap Morthas dan Kael dengan pandangan kebencian yang mendalam. Ruang di sekitarnya mulai kolaps, tak mampu lagi mempertahankan bentuk fisiknya di dunia nyata setelah pertahanannya dirusak oleh konsep Kematian.

​"Kalian akan membayar ini..." desis Avernus, tubuh humanoidnya mulai memudar menjadi bayangan abu-abu yang tersedot masuk ke dalam celah retakan dimensi. "Ini baru awal, Morthas! Lorong Hampa telah sepenuhnya terbuka! Pasukan dari Zona Terdalam... tidak akan lama lagi mencium bau dunia fana ini!"

​"Pergilah, pengecut," ejek Morthas dingin, mencabut sabitnya dan mengibaskan sisa energi spasial ke udara. "Lain kali kita bertemu, aku akan mencabut akar eksistensimu dari semesta."

​Dengan satu letupan hampa, wujud Avernus lenyap tanpa sisa. Celah dimensi tempatnya melarikan diri tertutup rapat, menyisakan kawah kehancuran yang mengerikan di tengah-tengah markas bawah tanah Volcania.

​Begitu ancaman menghilang, beban yang sedari tadi ditahan oleh para manusia fana akhirnya mencapai batas yang tidak bisa ditolerir.

​Wujud agung Pyrael pudar menjadi percikan api kecil sebelum masuk ke tubuh Elena. Gadis itu langsung ambruk, tak sadarkan diri dengan napas yang sangat tipis. Morgrath melebur menjadi debu tanah keemasan, meninggalkan Hugo yang terkapar telungkup tanpa bisa menggerakkan satu jari pun. Kraken Rin lenyap bersama angin, dan tubuh Ren jatuh menghantam bebatuan layaknya boneka tali yang putus.

​Morthas menoleh menatap Kael. Di mata sang Malaikat Maut, untuk pertama kalinya tidak ada kilatan hinaan, melainkan pengakuan hening atas ketahanan mental sang tuan. Morthas memecah wujud raksasanya menjadi pendaran kabut hitam, kembali merasuk ke dalam segel jiwa di dada Kael.

​Seiring hilangnya energi Morthas, pandangan Kael berputar hebat. Sensasi dingin merayap dari ujung kaki hingga ke kepalanya. Pertahanan kakinya akhirnya goyah, dan remaja itu jatuh berlutut di tanah yang terbakar.

​Di sisa kesadarannya yang kian menggelap, ia melihat Jenderal Veron dan Kapten Gareth berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka dengan meneriakkan perintah kepada para tim medis yang tersisa.

​Kael menutup matanya perlahan. Kemenangan mutlak telah diraih malam ini, namun peringatan terakhir Avernus terus terngiang di benaknya layaknya lonceng kematian.

​Zona Terdalam telah terkoneksi. Ancaman sejati dari luar dinding umat manusia... baru saja dimulai.

1
Kausafiksi
update sahari dua kali 😆🙏 tungguan sajah
Day Chuk
di tunggu kelanjutan nya thor
Luthfi Afifzaidan
tetap sehat n semangat thor
Kausafiksi: terimakasih banyak dukungan nya, sehat selalu untuk mu 🙏
total 1 replies
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Septiana Athorid
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Septiana Athorid
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!