Ketika cucu kesayangan pewaris konglomerat terlibat skandal besar yang mengancam masa depannya dan perusahaan!
Skandal yang mengharuskan dia untuk menikah dengan orang yang dipersiapkan kakeknya demi mengubur skandal tersebut.
Pernikahan mereka menjadi rumit karena jaksa terus mengincar perusahaan istrinya untuk membongkar skandalnya, kisah masa lalu dan jaksa yang menyembunyikan kekasih dalam pernikahannya.
Akankah pernikahan mereka runtuh karena skandal tersebut? Atau jaksa yang menyerah karena cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Noda Pernikahan
“Hm, tidak tahu, deh. Sepertinya papa salah. Yang jelas ini hanya jebakan. Kamu tidak mungkin menindaklanjuti berkas ini, ‘kan?” ucap Otto.
“Hm, tidak tahu, deh. Sepertinya aku perlu memeriksa kebenarannya terlebih dahulu,” Noah keluar dari ruangan ayahnya.
Otto mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Kenapa Victoria memberikan bukti ini padaku? Dan kenapa dia memiliki anting Dena? Apa dia… sudah tahu tentang aku dan Dena? Lalu kenapa dia diam saja? Seharusnya dia sudah mencak-mencak. batin Noah.
Saat sedang rapat, Raphael menerima panggilan dari meja resepsionis kalau Otto memaksa ingin bertemu dengan Victoria.
“Maaf, Bu. Saya harus ke meja depan. Ada masalah di sana,” bisik Raphael.
“Maaf, tuan. Anda tidak bisa masuk sekarang. Pimpinan sedang-”
“Katakan padanya kalau ayah mertuanya datang!”
“Mohon menunggu sekitar 2 jam lagi sampai rapat-”
“2 jam?! Apa kamu tidak diajari sopan santun? Kamu menyuruhku menunggu 2 jam? Apa kamu tidak tahu siapa aku? Aku ini ayah mertuanya atasanmu! Aku hanya ingin bertemu dengan menantuku!”
“Ada apa?” tanya Raphael.
“Pak Specter.” Raphael membungkuk memberi hormat saat melihat Otto datang ke perusahaan.
“Beliau memaksa ingin bertemu dengan Pimpinan. Dan dari jadwal yang saya dapat, saat ini Pimpinan sedang rapat dan baru akan berakhir 2 jam lagi,” ucap salah seorang resepsionis.
“Itu benar. Saat ini Pimpinan sedang rapat. Saya akan menjadwalkannya jika Pak Otto bersedia datang kembali,” ucap Raphael.
“Kenapa untuk bertemu menantuku sendiri aku harus membuat jadwal?!” Otto menerobos masuk ke dalam ruangan Victoria dan menimbulkan kecanggungan di dalam ruangan Victoria.
Pasalnya, dia sedang rapat bersama jajaran direksi Xander Group.
“Maaf, Pimpinan. Saya sudah memberi penjelasan bahwa anda sedang rapat,” ucap Raphael.
“Tidak apa-apa. Kita lanjutkan lagi nanti. Asisten saya akan mengirim notulen rapat hari ini,” ucap Victoria.
“Baik, Pimpinan,”
Para direksi meninggalkan ruangan Victoria. Victoria juga memberi isyarat pada Raphael untuk meninggalkan mereka juga.
“Melihat keributan yang sudah papa buat, sepertinya ada hal mendesak. Apa itu?” ucap Victoria.
“Tidak usah berpura-pura. Kamu ‘kan yang mengirimkan bukti penyuapanku ke Noah?”
“Papa datang ke sini lebih lama dari perkiraanku,” ucap Victoria.
“Apa maksud kamu dengan memberikan bukti itu ke Noah? Kamu ingin menjatuhkan papa? Apa kamu pikir kamu bisa menjatuhkan papa dengan senjata makan tuan?”
“’Senjata makan tuan?’ Apa ayah mertuaku sendiri adalah tuanku? Sejak kapan? Dengan kejadian hari ini, apa papa masih belum sadar juga? Siapa tuan yang sebenarnya?”
“Apa? Victoria- kamu?!”
“Lagipula aku masih bingung dengan posisi ayah dan anak ini. Katanya si ayah adalah kepala jaksa dan si anak hanya jaksa saja. Siapa yang lebih kuat seharusnya? Kenapa kepala jaksa takut dengan seekor tikus kecil?”
“Tikus kecil juga membahayakan. Bagaimana kalau dia mengantar virus mematikan yang tidak terlihat?”
“Jika ada virus di dalam tubuh tikus itu, sebelum kita tertular, kenapa tidak kita bunuh saja? semua orang akan selamat jika tikus itu mati.”
“Belum saatnya anakku mati, Victoria.”
Orang tua gila. batin Victoria.
“Apa Noah benar-benar seorang anak bagi papa? Aku lihat papa memperlakukannya seperti seekor tikus pengganggu. Pokoknya, ayah mertua tenang saja. Aku akan menjadi penawar untuk virus di tubuh tikus kecil itu. Noah tidak bisa melakukan apapun dengan bukti palsu itu?”
“Palsu?”
“Iya, palsu. Apa aku terlihat sejahat itu? Mungkin aku akan berbuat jahat kalau aku telah dibohongi.”
“Soal itu… papa kira dengan setujunya Noah untuk menikah denganmu, dia akan mengakhiri hubungannya dengan-”
“Jadi benar, ada wanita lain? Siapa dia? Apa perusahaan ayahnya? Ah, tetap saja. Apapun perusahaan ayahnya, dia tidak akan lebih baik dariku. Xander Group sudah menjadi perusahaan nomor 1 dalam 1 dekade.”
“Dia hanya gadis yatim biasa. Setahuku dia bekerja di salah satu anak perusahaan Xander Group tapi papa tidak tahu yang mana. Kenapa kamu tidak mencari saja?”
“Apa papa pikir yang bekerja di seluruh anak perusahaan Xander Group serratus dua ratus orang saja? Ada lebih dari 5 juta, tahu. Kalau begitu, Baiklah. Aku akan mencarinya sendiri.”
“Mengenai bukti itu… itu sungguh bukti palsu, ‘kan?”
“Kenapa? Papa mau aku mengirimkan yang asli ke Noah?”
“Jangan!”
“Kalau begitu, urus anak papa sendiri dengan baik. Bagaimana dia bisa menodai pernikahan ini dengan menyimpan wanita lain?”
PERJAMUAN MAKAN DI KEDIAMAN THOMAS.
Semua anak dan cucu hingga cicit Thomas makan di satu meja yang panjang di kediaman Thomas. Tidak ada yang tahu apa yang akan dibahas Thomas saat makan malam ini, oleh sebab itu wajah semua anggota sangat tegang. Termasuk Victoria sekalipun. Dia tidak bisa menikmati setiap hidangan yang disajikan di atas meja meski dimasak oleh koki dari luar negeri.
“Keluarga Xander malam ini sedang berkumpul lengkap. Anak-anak, cucuku. Kalian semua adalah kebanggaan Xander. Kakek mendengar kalau kunci keberhasilan itu adalah bekerja dengan 4 kartu AS. Tuntas, cerdas, keras, ikhlas. Abraham, putraku yang pertama selalu bekerja tuntas, dan menurun ke 3 anaknya, Steven, John, Paul yang bekerja tuntas dan juga cerdas,” ucap Thomas.
“Terima kasih, Kek,” ucap Steven.
“Sudah seharusnya kami seperti itu,” ucap John.
“Jangan bilang kakek tidak pernah memperhatikankalian. Papa selalu mengamati kalian. Rebecca, satu-satunya putriku, meski berbeda dengan kakakmu, kamu bekerja keras dan cerdas. Semoga menurun ke Daniella kelak,” ucap Thomas.
“Ya, Kek. Aku akan sukses seperti mama,” ucap Daniella.
“Immanuel, putra keduaku yang cerdas dan tuntas dalam bekerja juga dengan putranya. Sepengamatan kakek, David mewarisi kedua sifat papanya ditambah dengan bekerja keras. Sama seperti George, putra bungsuku yang belum menemukan tambatan hatinya, namun sangat beriman dan itu dituangkan ke dalam pekerjaannya. Kamu bisa bekerja keras dan ikhlas di saat yang bersamaan,” ucap Thomas.
“Sudah menjadi kewajibanku, kek,” ucap David.
“Kalian semua adalah kebanggaan Xander. Ada yang belum papa sebut?” ucap Thomas.
Anak-anak Abraham dan Rebecca tertawa dalam hatinya, karena untuk pertama kalinya nama Victoria terlewatkan. Padahal selama ini Victoria selalu dinomorsatukan oleh Thomas.
Apa kakek marah padaku karena Noah? batin Victoria.
“Kakek rasa sudah semua, ya,” ucap Thomas.
Kakek benar-benar marah padaku.
“Kek, kakek belum menyebutkan Victoria,” ucap Paul.
“Memang belum. Maksud kakek, kakek sudah menyebutkan semua nama yang memiliki 2 sampai 3 kartu AS dalam bekerja. Dan Victoria, dia memiliki keempatnya. Itu yang membuat kakek memilihnya. Tidak ada yang bekerja dengan keempat kartu AS, selain Victoria,” ucap Thomas.
Jadi, kakek tidak marah padaku?
“Dan untuk memimpin Xander Group, haruslah tangguh. Karena semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpanya. Seperti yang sudah dia lewati hari ini.” Thomas menyindir Noah.
Bersambung...