NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario

​Pukul empat sore. Cahaya matahari barat yang terik menembus kaca mobil Alphard hitam milikku yang terparkir tenang di seberang jalan, tepat menghadap ke area parkir Aris Kitchen cabang utama di kawasan Tebet.

​Dari balik kaca mobil yang gelap kedap udara, aku menyaksikan drama kehancuran suamiku terhampar bagaikan pertunjukan teater kelas atas.

​Restoran megah bergaya modern yang dulu kudirikan menggunakan dana hibah dari Glowinc Group itu kini tampak seperti arena pertempuran. Spanduk merah besar bertuliskan "DISEGEL SEMENTARA AKIBAT TUNGGAKAN UTANG"

terbentang melintang di pintu kaca utama. Puluhan pria berbadan tegap perwakilan suplier dari PT Boga Utama Sejahtera berdiri memblokir pintu masuk dengan wajah garang.

​Di tengah kepungan para penagih utang itu, Aris berdiri mematung. Kemeja kerjanya yang pagi tadi tampak rapi kini kusut masai, kancing atasnya terbuka, dan wajahnya pucat pasi memancarkan ketakutan yang nyata.

​Di samping Aris, berdiri Mama Rahma yang baru saja tiba beberapa menit lalu akibat panik setengah mati mendengarkan kabar bahwa restoran anaknya akan disita. Wanita tua itu menangis terisak-isak sembari memegangi lengan Aris, tak sanggup menahan rasa malu ketika beberapa awak media lokal yang memegang kamera mulai mengambil gambar mereka.

​"Pak Aris! Jangan banyak alasan lagi!" teriak salah satu perwakilan suplier dengan pengeras suara portabel, memotong pembelaan Aris. "Janjinya jam twelve siang tadi ada pelunasan tujuh ratus lima puluh juta! Mana uangnya?! Cek yang Bapak serahkan kemarin itu cek kosong!"

​"Tolong, Pak... Kasih saya waktu dua hari lagi! Saya sedang mengurus pencairan dana dari holding perusahaan istri saya!" panggil Aris dengan suara parau, memohon-mohon bagai pengemis di hadapan puluhan orang.

​"Bohong!" seru pria itu lagi. "Kami sudah konfirmasi ke manajemen Glowinc Group jam satu siang tadi! Dewan komisaris mereka membekukan seluruh aset restoran ini karena ada indikasi korupsi dan aliran dana gelap! Kamu mau menipu kami pakai nama istri sahmu, hah?!"

​Deg.

​Kalimat itu menghantam Aris bagaikan hantaman godam. Wajahnya seketika kehilangan seluruh warna darah. Ia menyadari bahwa pintu pelariannya sudah tertutup rapat. Aku telah mengunci seluruh saluran bantuannya tanpa menyisakan celah sekecil apa pun.

​Namun, penderitaan Aris sore itu belum mencapai puncaknya.

​Sebuah taksi online berhenti mendadak tepat di depan gerbang restoran. Pintu taksi terhempas keras, dan dari dalamnya melangkah keluar Larasati dengan napas memburu dan mata memerah padam oleh kemarahan.

​Gadis dua puluh tahun itu mengenakan kacamata hitam yang langsung ia lemparkan ke dalam tas. Pakaian rajut ketat dan minimnya dipadu celana jins pendek membuat seluruh pasang mata di tempat itu termasuk para wartawan seketika tertuju padanya.

​Pesan anonim yang dikirimkan Siska satu jam lalu tentang fakta bahwa Aris sebenarnya adalah pengusaha bangkrut yang selama ini menumpang hidup pada istri sahnya telah membakar habis sisa akal sehat Larasati.

​"Aris Pratama!" jerit Larasati dengan suara melengking tinggi, menerobos kerumunan suplier tanpa peduli rasa malu.

​Aris membelalakkan mata dalam horor yang luar biasa begitu melihat sosok istri sirinya muncul di tempat itu. "L-Laras?! Kamu ngapain ke sini?! Pergi, Laras! Pergi sekarang!"

​Mama Rahma yang tadinya menangis melotot kaget, lalu terburu-buru menghampiri menantunya itu dengan wajah cemas. "Laras! Kamu kenapa ke sini, Nak?! Kamu lagi hamil muda, jangan emosi begini, kasihan bayimu!"

​Namun Larasati sama sekali tidak mendengarkan Mama Rahma. Dengan langkah cepat, ia menghampiri Aris dan PLAK!. Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri Aris.

​Suara tamparan itu begitu nyaring, membuat para penagih utang dan wartawan menahan napas serentak. Lampu kilat kamera wartawan seketika menyala bertubi-tubi, mengabadikan adegan spektakuler tersebut.

​"Dasar pria penipu!" jerit Larasati histeris, menunjuk-nunjuk wajah Aris dengan jari gemetar. "Kamu bilang kamu pengusaha kaya raya! Kamu bilang semua restoran ini milikmu! Ternyata kamu cuma penumpung miskin yang hidup dari uang istri sahmu! Kamu membohongi aku!"

​"Laras! Diam! Tutup mulutmu!" bentak Aris panik luar biasa. Ia berusaha mencengkeram lengan Larasati untuk menariknya menjauh dari kamera wartawan, tetapi Larasati mengempaskan tangannya dengan kasar.

​"Gak mau! Biar semua orang tahu!" teriak Larasati makin menjadi-jadi, menyapu air mata kemarahannya. "Kamu suruh aku hamil anakmu, kamu janji mau belikan aku mobil baru dan apartemen atas namaku, tapi ternyata kamu bayar sewa apartemenku pakai uang hasil menjual perhiasan ibumu sendiri! Kamu pria melarat penipu!"

​"Laras, tutup mulut kamu, Nak..." panggil Mama Rahma dengan suara gemetar, berusaha menenangkan Larasati karena takut calon cucunya kenapa-kenapa. "Mama sama Aris nggak bermaksud nipu kamu, Nak. Aris cuma lagi ada masalah bisnis sebentar"

​"Gak usah banyak alasan, Mah!" potong Larasati galak pada Mama Rahma. "Mama juga sama saja! Pura-pura kaya depan saya!"

​Saling teriak dan percekcokan liar pun pecah di halaman depan restoran. Aris berada di tengah-tengah mereka seperti orang gila yang mencoba melerai dan menutupi wajahnya dari kamera wartawan yang terus mengambil gambar.

​Di saat yang sama, para penagih utang tertawa sinis melihat kekacauan keluarga itu.

​"Ooh... Jadi uang bisnis dipakai buat membiayai istri siri dan beliin apartemen?!" teriak ketua suplier dengan toa-nya. "Pantas saja restoran bangkrut dan ceknya kosong! Polisi! Harap segera amankan pria ini!"

​Dari arah belakang kerumunan, sebuah mobil patroli kepolisian dengan sirene meraung-raung perlahan memasuki area parkir. Dua orang petugas kepolisian berseragam lengkap turun dari mobil, melangkah mantap mendekati Aris.

​"Bapak Aris Pratama?" panggil salah satu petugas dengan suara tegas dan berwibawa.

​Aris menghentikan gerakannya. Pria itu menoleh dengan tubuh gemetar hebat dari ujung kepala hingga ujung kaki. "I-iya, Pak... Saya Aris..."

​Petugas itu mengeluarkan selembar surat resmi berlogo kepolisian. "Kami menerima laporan resmi atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana melalui penerbitan cek kosong senilai tujuh ratus lima puluh juta rupiah dari PT Boga Utama Sejahtera. Anda harus ikut kami ke kantor polisi sekarang untuk pemeriksaan lebih lanjut."

​Deg.

​Tubuh Aris seketika kehilangan seluruh kekuatannya. Kedua lututnya lemas, dan ia hampir ambruk ke atas aspal jika saja petugas kepolisian tidak dengan cepat memegangi kedua lengannya.

​"N-nggak, Pak! Ini salah paham! Saya bisa bayar! Istri saya kaya raya! Istri saya CEO Glowinc Group!" jerit Aris histeris, suaranya melengking penuh keputusasaan saat borgol besi dingin dipasangkan ke kedua pergelangan tangannya. "Tolong hubungi istri saya! Hubungi Tita! Tita pasti bisa bayar utang ini sekarang juga!"

​"Istri Anda sudah dihubungi oleh tim hukum pelapor, Pak," sahut petugas itu dingin sembari menarik Aris menuju mobil patroli. "Dan pihak Glowinc Group menyatakan tidak bertanggung jawab atas tindakan pribadi Anda."

​"Nggaaaaak! Tita! Tolong Mas, Tita!" teriak Aris bagai orang kesurupan, menoleh ke sekeliling dengan mata memerah menahan tangis ketakutan.

​Mama Rahma menjerit histeris melihat putranya dimasukkan ke dalam mobil polisi. "Aris! Anakku! Pak Polisi, jangan bawa anak saya!" jerit Mama Rahma sebelum akhirnya pingsan dan ambruk ke pangkuan beberapa warga sekitar.

​Sementara itu, Larasati berdiri terpaku dengan wajah pucat. Melihat Aris diborgol dan dimasukkan ke mobil polisi, menyadarkannya bahwa pria yang diikutinya itu kini benar-benar hancur dan tak punya sepeser pun uang tersisa. Tanpa mempedulikan Mama Rahma yang pingsan, Larasati berbalik arah, melarikan diri meninggalkan area restoran dengan tergesa-gesa.

​Di dalam mobil Alphard yang terparkir tenang di seberang jalan.

​Aku menyaksikan seluruh adegan itu dari balik kaca gelap. Aku melihat bagaimana Aris dimasukkan ke dalam mobil polisi dengan tangan terborgol, melihat Mama Rahma yang terkapar tak berdaya di tanah, dan melihat Larasati yang berlari ketakutan bagai tikus kelaparan.

​Suara sirine mobil polisi meraung-raung perlahan menjauh dari area restoran.

​Siska yang duduk di kursi depan menoleh ke belakang, menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan siaran langsung berita hiburan dan bisnis secara online.

​"Bu Tita... Berita penangkapan Pak Aris atas kasus penipuan cek kosong dan skandal selingkuhnya sudah menjadi trending topic nomor satu di portal berita digital," lapor Siska dengan senyum puas yang tersirat. "Saham Aris Kitchen merosot total, dan citra Pak Aris sebagai pengusaha sukses resmi hancur malam ini."

​Aku mengambil tablet itu, melihat foto wajah Aris yang tertutup kain saat dimasukkan ke mobil polisi, disamping foto Larasati yang sedang menamparnya di depan umum.

​Aku tidak menangis. Tidak ada seperserius pun rasa iba atau penyesalan yang tersisa di dalam dadaku. Yang ada hanyalah kepuasan yang teramat dingin dan hampa.

​"Bagaimana dengan permohonan bantuan yang dikirimkan tim hukum Aris ke kantor kita, Siska?" tanyaku sangat tenang.

​"Sesuai instruksi Ibu, sekretariat Glowinc Group telah menerbitkan rilis pers resmi sepuluh menit lalu," jawab Siska tegas. "Kita menyatakan bahwa Glowinc Group secara resmi membatalkan proses akuisisi Aris Kitchen akibat penemuan tindak pidana penggelapan dana. Kita juga mengumumkan bahwa Ibu Tita telah mengajukan gugatan cerai resmi ke Pengadilan Agama sore ini."

​Aku menyunggingkan senyum kemenangan yang amat anggun. Jemari lentikku mengusap permukaan kaca jendela mobil yang dingin.

​"Bagus," gumamku pelan. "Sekarang Aris bukan hanya seorang narapidana, tetapi juga seorang pria yang kehilangan rumah, mobil, bisnis, dan seluruh harta bendanya dalam satu hari."

​"Lalu bagaimana dengan Bu Rahma dan Mba Jessica, Bu?" tanya Siska lagi.

​Aku tertawa renyah, sebuah tawa lirih yang memenuhi kabin mobil mewah ini.

​"Jessica dan Reno pasti sedang panik setengah mati karena takut uang lima belas juta yang mereka peras dari Aris pagi tadi terseret sebagai uang hasil penggelapan," kataku menatap ke luar jendela. "Sementara Mama Rahma... biarkan dia menikmati rumah megah itu sendirian malam ini. Besok pagi, tim penyita aset dari perusahaan kita akan datang untuk membaliknamakan seluruh sertifikat rumah dan menyita seluruh isi brankasnya."

​Siska mengangguk mantap. "Sopir, jalan sekarang," perintah Siska pada pengemudi.

​Mobil Alphard hitam yang kutumpangi perlahan melaju, meninggalkan area restoran yang dipenuhi kerumunan orang dan garis polisi.

​Aku menyandarkan punggungku di kursi kulit yang empuk, menutup mataku rapat-rapat.

​Sejak awal sebelum menikah, Aris dan ibunya sudah tahu betul bahwa aku tak bisa memberikan keturunan. Saat itu, dengan segala tutur kata manis dan air mata buayanya, mereka berpura-pura menjadi malaikat penolong berlagak menerima kekuranganku apa adanya. Aku menyangka itu adalah wujud cinta dan keikhlasan sejati.

​Padahal... kenyataan kejinya, itu semua hanyalah taktik kelicikan sejak awal. Mereka berpura-pura menjadi penawar luka agar bisa meminang kekayaanku, lalu di belakangku, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus berpesta di atas hartaku.

​Kini, topeng malaikat itu sudah terlepas total, hancur bersama kebohongan yang mereka bangun.

​Roda takdir telah berputar sempurna. Tanpa perlu mengotori tanganku sendiri dengan kekerasan, aku telah mengembalikan mereka ke tempat di mana mereka seharusnya berada: di dasar jurang kehancuran yang paling dalam.

​Selamat menikmati dinginnya lantai penjara, Mas Aris. Dan selamat menikmati kemiskinan yang sesungguhnya untuk keluargamu. Pembalasan dendamku telah tuntas.

1
Noey Aprilia
Udh nebak dr awl kl felix emng ada rsa sm tita...kl ga mh,ga mngkn rela ninggalin smuanya dmi mmbela tita...ykin bgt kl smua prosesnya cpt krna cmpr tngan dia.....😁😁😁....
tp bgus lh...saatnya ngejar cntamu kmbli y felix...
Noey Aprilia
Do'amu d kbulkn y jesika....bntr lg klian bkl ktmu sm mntan,bedanya sma2 jd gembel.....😛😛😛
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wega Luna
babat habis orang kayak mereka yg maunya instan dan gratisan🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha nikmati saat terakhir kamu Reno, kamu dan mama kamu juga akan jadi gembel
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai, terima saja konsekuensinya 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Nmanya hkum tabur tuai...
dlunya nabur kjhtan,skrng mnuai akibtnya....slmt jd gembel.....😛😛😛
Muft Smoker
dtggu season si Jessica tinggal di kolong jembatan kak 😒😒😒😒
Noey Aprilia
Ngsih mkan ank2nya dr hsil nipu sih,jdinya ya ky gt....yg 1 d sel,yg 1 mlah ga mau nampung emaknya....dfnisi hkum krma ta smnis kurma.....😛😛😛
Anita Rahayu
Thor adiknya masa gk kena miskin sih thor gk adil dong masa berat sebelah penebusan karmanya😤😤😤😤😤😤😤😤😤
blcak areng: sabar kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Aku lg byangin....hkumn apa yg bkl mreka ksih????d gebukin dlu,atw pke balok gt...ga mngkn sling jmbak kn y,scra bkn emak2 yg lg lbrak pelakor.....🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah semoga jantung si Aris Bae Bae aj ,,
😂😂😂 jgn sampe deh pindah ke jempol kaki ,, 😁😁😁😁
Muft Smoker: hadiiir kakk ,, duh jgn panggil2 gt doonk ,, gx kmn2 koq ,, msh di pantau si Aris dr sini ,, 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
aduuh si Aris otw jd perkedel niih ,,
tu laa akibat dr keserakahan berkedok pengen punya anak ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
waaah raja singa yg sesungguh ny ,, msh otw ke jakarta ,,
😱😱😱😱😱
Muft Smoker
bagus tita ,, hama Kya mereka yg gx pandai bersyukur mending hempas kan saja ,,
pdahl msh byk cara lain supaya punya anak ,, bisa adopsi anak kn ,, emnk dasar pgen selingkuh aj ,, 😒😒😒😒
Noey Aprilia
tragis jg y nsib mreka.....stlh msuk bui,gliran emaknya otw jd gmbel...
tp yg pling ngeri,nsibnya aris d pnjra.....scra kknya tita udh blik buat ngsih doa pljran......
Wega Luna
💪💪💪tita kamu keren perempuan kuat GK akan mengisi penghianatan,
Noey Aprilia
Ga msti viral krna jambak2an,toh akhrnya mreka kalah sndri....tkang tipu vs korban tipu...😛😛😛
Muft Smoker: kompak kn mereka kak ,, sang penipu dan si tertipu ,,
😂😂😂😂
total 1 replies
Lee Mba Young
keren istri sah🔥🔥🔥🔥
Noey Aprilia
Ckkk.....abg labil....
udh buka aib sndri,skrng mlah msuk kandang singa......ga ykin kl pad kluar dia msih utuh.....🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!