NovelToon NovelToon
Dilema Dalam Pernikahan

Dilema Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pengganti / Ibu Pengganti
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Follow Ig: ningsihartono 🌹

Pernikahan atas dasar cinta memang sangat diinginkan oleh siapapun. Bahagia? Tentu saja, tetapi kebahagiaan itu tidak terjadi lama bagi pasangan Aji Pranata dan Evi Andriana. Kecelakaan yang mereka alami membuat nyawa Evi terenggut, dirinya harus pergi untuk selama-lamanya meninggalkan suami dan seorang anak laki-laki bernama Aris Pranata.

Kesedihan terus menyelimuti hati Aji hingga dia enggan untuk dekat dengan wanita manapun, sampai pada akhirnya, adik kandung Evi— Lusiana Andriani, datang dan mampu mengubah hidup Aji juga putranya. Namun, saat mereka sedang dalam fase pendekatan, tanpa di duga datanglah seorang wanita yang wajahnya sangat mirip dengan Evi.

Siapakah kira-kira wanita itu? Apakah Aji akan tetap bersama Lusiana atau lebih memilih wanita tersebut?

Simak kelanjutannya hanya di "DILEMA PERNIKAHAN" 🌹

Halo teman-teman, disini Othor akan menyatukan dua season sekaligus 😊 S1 (Dilema dalam pernikahan) dan S2 (Romansa cinta segitiga) 😚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14 Kekesalan Elena

Keesokan harinya, Aji pergi ke restauran tanpa Evi. Ya, pria itu sama sekali tidak memperbolehkan sang istri bekerja berat ataupun kelelahan. Dia meminta kepada istrinya itu agar tetap di rumah dan menjaga kesehatan. Itu semua demi kebaikan Istri dan calon buah hati.

Elena heran, dia merasa penasaran karena Aji datang sendiri. Dia bergegas menghampiri pria itu dan menyapanya dengan lemah lembut.

"Selamat pagi, Mas Aji."

"Selamat pagi, Elena. Kamu sudah mengerjakan tugas yang aku berikan kemarin?" Aji bertanya sambil terus berjalan ke ruangannya diikuti oleh Elena.

"Ya, tentang pemasok bebek yang akan menjadi langganan tetap di restauran ini 'kan, Mas?"

Aji mengangguk. "Semuanya sudah selesai? Kapan kita bisa bertemu dengan pemasok bebek itu? Aku ingin memberikan jaminan terlebih dahulu agar dia percaya pada kita."

"Nanti siang, Mas. Kita bisa langsung menemuinya, kebetulan beliau juga meminta agar kamu melihat secara langsung bagaimana mereka merawat bebek itu."

"Kabarin saja nanti,"

"Baiklah." Elena ingin pergi, tetapi dia mengurungkan niatnya. "Oh ya, dimana Evi? Tumben dia tidak ikut bersamamu."

Aji tersenyum bahagia sambil menyandarkan tubuhnya di kursi. "Aku meminta padanya agar dia tetap di rumah."

"Benarkah? Memangnya ada apa? Kamu bertengkar dengannya?"

Aji dengan cepat menggelengkan kepala karena tuduhan yang Elena katakan sama sekali tidak benar.

"Evi sedang mengandung buah hatiku, aku ingin menjaganya sampai dia melahirkan nanti. Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu dengan mereka."

'Apa? Wanita itu hamil? Sial! Kalau begini caranya, aku bisa makin susah untuk mendapatkan hati Mas Aji.' gerutu Elena dalam hati, dia merasa sangat kesal ketika mendengar jawaban dari pria itu yang mengatakan jika Evi hamil.

"Elena, ada apa? Kenapa kamu diam saja?" Aji menegur Elena yang memang hanya diam saja dan langsung berubah.

"Akh, tidak, Mas. Selamat untuk kalian berdua, semoga saja bayi dalam kandungan Evi sehat dan dia bisa melahirkan dengan lancar." doa palsu yang Elena katakan untuk Evi.

"Terima kasih, Elena. Kamu bisa pergi dari ruanganku, aku harus melihat kembali data gaji para karyawan disini."

Elena pergi dari ruangan itu.

****

Pukul satu siang, Aji dan Elena ingin pergi ke rumah pemasok bebek. Namun, langkah mereka berdua terhenti karena bunyi ponsel milik Aji. Pria itu segera menjawab karena Evi yang menghubunginya.

Setelah beberapa lama berbincang, pria tersebut pun mematikan ponsel. Dia melirik Elena lalu menghela napas pelan karena dia merasa tidak enak mengulur waktu seperti ini.

"El, aku harus membelikan Evi rujak. Dia memintanya sekarang dan aku harus mengantarnya saat ini juga."

'Cih, dasar manja!' ketus Elena dalam hati.

"Bagaimana, ya, Mas? Aku merasa tidak enak, jika kita harus terlambat atau seperti mengulur waktu untuk datang ke rumah pemasok bebek itu." cegah Elena dengan alasannya.

"Aku juga berpikiran seperti itu." Aji pun memiliki perasaan yang sama.

"Begini, kalau begitu biarkan aku saja yang mengantar rujaknya ke rumahmu. Hm? Kamu bisa datang lebih dulu ke tempat pemasok bebek itu, sekaligus membicarakan sesuatu yang kamu katakan tadi tentang ikan peliharaan Pak Hadi." bujuk Elena, dia tidak suka jika Aji memberikan perhatian lebih kepada Evi. Pak Hadi adalah pemasok bebek yang akan mereka temui.

Aji terdiam, dia akhirnya mengangguk karena merasa ada benarnya juga ucapan Elena. Mereka pun memutuskan untuk membeli rujak terlebih dahulu, barulah Elena pergi ke rumah Aji menggunakan taksi online.

•••

Tbc

1
mama Al
hai mom Al aku mampir lagi
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
bagus dan menarik untuk dibaca,,, semangat update nya 😍🥰
🖤: Wah, terima kasih untuk bintangnya kak ❤️
total 1 replies
Isma Ismawati
Semangat kakak🥰
🖤: Siap kak❤️
total 1 replies
Eni pua
satu mawar untuk kaka
🖤: Terima kasih kakak
total 1 replies
yanktie ino
semaaaaangaaat di akhir minggu mom
eyank kirim setangkai mawar
🖤: Maaciw eyank 😚
total 1 replies
mama Al
sombong nya
🖤: Siapa nih yang sombong? 🤭
total 1 replies
mama Al
hai aku yang di FB tadi
🖤: APC kak
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!