NovelToon NovelToon
System Penambangan Antar Dunia

System Penambangan Antar Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.

Ling Qi adalah salah satunya.

Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.

Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.

Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.

Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.

Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Shi Yao akhirnya berhenti di area parkiran bawah tanah mall, tempat yang jauh lebih sepi dibandingkan lantai-lantai atas yang ramai. Deretan mobil terparkir rapi, hanya diterangi lampu neon temaram yang berdengung pelan. Bau oli dan beton lembap menggantikan aroma parfum dan makanan dari lantai atas.

Dia melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan Ling Qi, lalu berbalik menghadapnya, dadanya masih naik-turun sedikit tersengal karena buru-buru menyeretnya turun lewat tangga darurat.

"Kenapa tidak pakai lift saja?" tanya Ling Qi, melirik ke arah tangga di belakang mereka.

"Supaya tidak ketemu orang," jawab Shi Yao cepat, lalu menyadari alasannya sendiri terdengar sedikit berlebihan. Dia berdeham, mencoba memperbaiki sikapnya.

Matanya menatap wajah Ling Qi dalam-dalam, seolah mencoba membaca sesuatu di balik perban yang menutupi mata pemuda itu.

Ling Qi berdiri diam, sedikit tidak nyaman dengan tatapan intens itu. "Ada apa? Kau menatapku seperti mau menagih utang."

"Anggap saja kejadian tadi hanya mimpi," ucap Shi Yao pelan, mengabaikan candaan itu, nada suaranya kembali tenang seperti biasa, jauh berbeda dari kepanikan yang dia tunjukkan beberapa menit lalu.

"Mimpi yang mana? Kau memanggilku pacar, atau Kak Mei yang memanggilku ganteng?" tanya Ling Qi polos.

"Ling Qi." Suara Shi Yao merendah, penuh peringatan.

"Baik, baik." Ling Qi mengangkat kedua tangan, menyerah. "Dilupakan."

Shi Yao menghela napas panjang, bahunya sedikit merosot seperti melepaskan ketegangan yang dia tahan sejak tadi. Dia melangkah lebih dekat, suaranya turun menjadi bisikan meski tidak ada siapa pun di sekitar mereka. "Aku ingin bertanya sesuatu. Serius kali ini."

Ling Qi mengangguk, "Silakan."

"Apakah kau pernah melihat sebuah portal? Yang muncul dari sebuah retakan di dinding, atau di tanah?"

Suasana di antara mereka berubah seketika. Dengungan lampu neon yang tadinya terdengar sepele kini terasa lebih jelas, mengisi jeda panjang yang tercipta setelah pertanyaan itu terlontar.

Ling Qi diam sejenak. Pikirannya berputar cepat, menimbang berbagai kemungkinan yang bisa terjadi jika dia menjawab jujur. 'Kalau aku mengaku, apa yang akan terjadi? Dia bekerja untuk siapa? Organisasi apa? Kalau aku bicara sejujurnya, bisa saja dia melaporkan tempat itu, dan orang-orang berdatangan mengambil semua mineral yang seharusnya menjadi milikku.'

Bayangan gua penuh kristal, portal keperakan, dan sumber penghasilan barunya yang selama ini menjadi rahasia pribadinya, berkelebat di benaknya. 'Tidak. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut ladang uangku. Bukan setelah semua yang aku alami untuk mendapatkannya.'

Dengan wajah setenang mungkin, Ling Qi menggeleng pelan.

"Tidak pernah," jawabnya datar, suaranya terdengar meyakinkan tanpa sedikit pun keraguan. "Memangnya kenapa? Kau sedang syuting film fantasi?"

"Aku serius," tegas Shi Yao, tidak terpancing candaan itu.

"Aku juga serius. Tidak pernah lihat," Ling Qi mengangkat bahu.

Shi Yao menatapnya lebih lama, matanya menyipit sedikit, seolah mencoba mencari kebohongan di balik jawaban itu. Dia mengelilingi Ling Qi setengah putaran, seperti sedang memeriksa sesuatu, membuat Ling Qi mengangkat alis di balik perbannya.

"Kau mau memeriksaku seperti barang di pasar?" tanya Ling Qi santai.

"Rambutmu putih. Kau muncul tiba-tiba di tambang itu. Kau bergerak seperti orang yang sudah bertarung ratusan kali, padahal wajahmu masih seperti anak muda," Shi Yao mendaftar satu per satu, suaranya semakin tajam di setiap kata. "Semua itu bukan kebetulan."

"Mungkin aku memang berbakat," Ling Qi menjawab enteng, meski di dalam hati jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang canggung, hanya suara dengungan lampu neon dan sesekali derit ban mobil dari lantai atas yang mengisi ruang di antara mereka.

Akhirnya, Shi Yao menghembuskan napas pelan, seolah menyerah.

"Begitu, ya," gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada Ling Qi. Dia mundur selangkah, ekspresinya kembali datar seperti topeng yang dipasang ulang.

"Kalau kau berubah pikiran dan ingin bicara jujur," Shi Yao melanjutkan, "kau tahu di mana mencariku."

"Di kedai tehkan? aku akan selalu menemui mu" Ling Qi tidak bisa menahan diri untuk menggoda sekali lagi.

Sudut mata Shi Yao berkedut, tetapi dia tidak menjawab. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia berbalik dan mulai berjalan menjauh, langkahnya cepat menuju tangga menuju lantai atas, meninggalkan Ling Qi sendirian di tengah parkiran yang temaram.

Ling Qi berdiri mematung sesaat, menatap punggung Shi Yao yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu tangga darurat. 'Dia jelas tahu sesuatu yang lebih besar dari yang dia katakan.'

Dia menggelengkan kepala, mencoba mengusir rasa penasaran yang masih mengganjal, lalu berbalik menuju eskalator, melanjutkan urusannya yang tertunda.

1
Ria Gazali Dapson
beli ktistal lagi li, buat obatin mamak mu , biar sehat , dn ga berobat² lagi
𝚺𝝰𝝶: kristalnya gak dibeli/Scowl/ harus dapat dari monster
total 1 replies
Siti Lubis
Bagus banget tapi maaf ya cuman bisa menyampaikan dari sini tapi bagus😍😍😍😍😍
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
black
mantap thor
black
jan sampe berhenti thor seru
𝚺𝝰𝝶: iya kak /Smile/ sampai tamat kok
total 1 replies
black
zuzur, ini seru, system-nya lain daripada yang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!