NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN TAK TERDUGA

PERNIKAHAN TAK TERDUGA

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:738.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: NisaJm

Akibat kesalahpahaman membuat Bianca dan Daniel di nikahkan secara paksa dan berujung pada pernikahan kontrak selama 3 bulan.

Bianca Aveline wanita sederhana, pekerja keras harus menelan pil pahit kehidupan karena terpaksa menikahi pria yang menjadi musuh nya selama ini, akibat kesalahan Daniel memaksa Bianca harus mendatangi pria itu di apartemen nya namun justru berujung pada kesalahpahaman orang orang sekitar yang memergoki mereka berada di dalam satu apartemen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Sepanjang dalam lift Bianca hanya diam setelah mendengar tuduhan yang Daniel lontarkan pada nya, wanita itu segera keluar dan berlari menuju mini market yang ada di sana membuat Daniel mengerutkan kening nya.

“Kenapa dia kesana? Apa pria itu menunggu nya di sana?”

Masih dengan pikiran buruk nya, Daniel menyusul Bianca dan melihat wanita itu sudah berdiri di depan kasir seraya menenteng sebuah plastik di tangan nya, Bianca pun hanya melewati Daniel yang masih berdiri di depan mini market itu.

Sesampainya di apartemen Bianca segera masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pembalut yang ia beli sedangkan Daniel kini menunggu nya di depan pintu kamar mandi seraya menyilangkan kedua tangan.

“Astaga! Cosplay jadi setan atau bagaimana?”

Bianca terkejut lantaran pria itu yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, sedangkan Daniel kini menatap plastik yang ada di tangan Bianca dan merebutnya lalu segera membuka isi plastik tersebut.

Tubuh nya mematung, wajah nya memerah, jelas saja ia tahu apa kegunaan barang yang ada di tangan nya itu, tanpa sepatah kata pun Daniel mengembalikan barang itu pada Bianca dan segera masuk ke dalam kamar nya.

“Dasar gila!"

Setelah mengumpat, wanita itu kembali ke dalam kamar nya lantaran merasa sakit di perut nya, ya beginilah setiap bulan nya Bianca, selalu merasakan nyeri saat kedatangan tamu bulanan.

Bianca yang sedang berada di dalam kamar nya kini di kejutkan dengan suara pintu di buka, wanita itu menoleh menatap pria yang lagi lagi tidak sopan masuk ke dalam kamar nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Ini aku tidak tahu mana yang biasa kau pakai, dan mbak kasir nya bilang minuman ini bisa meredakan rasa nyeri datang tamu bulanan.”

Daniel menyerahkan beberapa pembalut dan juga minuman yang biasanya di minum perempuan yang sedang merasakan nyeri karena kedatangan tamu bulanan, Bianca menatap Daniel tak percaya heran saja bisa bisa nya pria itu terpikir untuk membeli semua itu.

“Te-terima kasih.” ucap Bianca, Daniel mengangguk lalu segera keluar dari kamar Bianca membiarkan wanita itu untuk istirahat, soal makan mereka bisa saja memesan delivery nanti.

Bianca tersenyum kala Daniel keluar dari kamar nya, ternyata pria itu masih memiliki sisi baik di diri nya membuat Bianca sedikit tersentuh setelah selalu merasakan kesal selama menikah dengan pria itu.

“Tidak buruk, bahkan dia lebih peka dari Vito.”

Ucap Bianca kala mengingat jika selama berpacaran dengan Vito, pria itu bahkan tidak pernah membelikan minuman pereda nyeri untuk Bianca apalagi membeli pembalut karena merasa sangat malu.

Tapi tetap saja Bianca tidak akan berpikir untuk memiliki perasaan lebih pada Daniel lantaran ia tahu dengan jelas siapa pria itu, seorang cassanova yang tidak akan pernah setia dengan satu wanita, berbeda dengan Vito yang selama ini tidak pernah berselingkuh dari nya.

Tak lama terdengar deringan dari ponsel Bianca seperti nya Vito yang menelpon lantaran hari ini sebenarnya Bianca memiliki janji dengan Vito untuk menghabiskan weekend bersama, Bianca segera mengangkat panggilan dari Vito dengan senyuman lebar nya.

“Hai sayang, hari ini jadikan kita keluar?”

Ucap Vito langsung pada inti nya lantaran benar benar sudah tidak sabar untuk pergi bersama kekasih nya hari ini, Bianca terdiam perut nya masih sangat sakit tapi ia juga sudah berjanji pada Vito.

“Hm, baiklah tapi jangan terlalu lama karena aku harus mengerjakan sesuatu nanti.”

Bohong Bianca, sebenernya ia merasa tidak enak mengatakan jika ia sedang nyeri perut lantaran tak ingin membuat Vito khawatir dan membatalkan janji hari ini.

“Baiklah 15 menit lagi aku akan sampai di gedung apartemen mu.”

Setelah mengatakan hal itu Vito segera memutuskan sambungan telepon nya, sedangkan Bianca kini segera bersiap siap memilih pakaian yang cocok untuk hari ini, tanpa ia sadari kini Daniel berada di balik pintu kamar nya sedang membawa sepiring makanan untuk Bianca.

Pria itu mengepalkan tangan mengetahui jika istri nya itu akan pergi bersama kekasih nya padahal jelas jelas Bianca sedang tidak sehat tapi tetap saja ia nekat untuk keluar demi bisa bersama pria itu.

Daniel memutuskan untuk duduk di sofa saja seraya memakan makanan yang sebenarnya ia siapkan untuk Bianca, entah mengapa ia merasa sangat kesal tapi ia juga tak bisa berteriak dan memarahi wanita itu.

Tak lama kemudian Bianca keluar dari kamar nya dengan celana jeans hitam dan kaos putih dan jaket kulit hitam, wanita itu lagi lagi terkejut melihat Daniel yang duduk di sofa seraya memainkan gawai nya.

“Aku keluar dulu.” ucap Bianca pada Daniel namun pria itu hanya diam tak merespon seperti tak mendengar apa yang Bianca katakan pada nya.

Bianca pun bingung melihat perubahan sikap Daniel, padahal baru saja wanita itu merasa jika Daniel pria yang lumayan menyenangkan tapi lagi lagi pria itu membuat Bianca merasa salah menilai nya.

“Kau tidak dengar? Aku bilang aku...”

“Apa peduli ku? Kalau mau keluar silahkan saja bahkan jika tidak kembali tidak masalah .” timpal Daniel membuat Bianca terdiam di tempat nya.

Sedangkan pria itu kini berjalan masuk ke dalam kamar nya setelah melayangkan ucapan menyakitkan pada Bianca, entah mengapa wanita itu mendadak ingin membatalkan rencana nya hari ini, namun tiba tiba ponsel nya kembali berdering.

“Aku sudah di luar.”

Ucap Vito setelah Bianca mengangkat panggilan nya, wanita itu pun mau tak mau harus keluar lantaran Vito yang sudah berada di depan gedung apartemen nya, masalah Daniel akan ia pikirkan nanti saja.

Sedangkan Daniel kini keluar dari kamar nya setelah merasa jika Bianca sudah keluar untuk menemui kekasih nya itu, dengan keras Daniel melempar piring ke lantai hingga pecah dan berserakan.

“Sial! Kenapa harus menemui pria itu lagi!”

Daniel kesal bahkan sangat kesal hingga ia memutuskan untuk pergi dari apartemen dan mencari kesenangan di luar, dan pilihan nya kini berada di restoran teman nya itu, siapa lagi jika bukan Genta.

Memang hanya Genta yang bisa menemani nya saat ini lantaran hanya Genta yang masih sendiri sedangkan yang lain sudah memiliki pasangan masing masing.

Hingga malam tiba, Bianca yang baru saja pulang dari weekend nya bersama Vito pun mengerutkan kening kala menyadari jika tidak ada siapapun di apartemen nya, wanita itu bahkan mengecek ke kamar Daniel tapi tak ada siapapun di sana.

“Dia kemana?”

Bianca membatin seraya menatap jam di layar ponsel nya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam, memang belum terlalu malam tapi tetap saja wanita itu merasa aneh.

Sedangkan yang di cari saat ini tengah berada di club' bersama Genta, hanya berdua saja tapi tentu dengan beberapa wanita penghibur di samping mereka, ralat bukan mereka melainkan hanya Daniel saja.

Daniel yang terlalu banyak minum itu pun pasrah saja kala beberapa wanita itu menempelkan bibir mereka di tubuh Daniel bahkan masuk ke dalam kaos pria itu membuat Genta bergidik ngeri meskipun sudah terbiasa melihat pemandangan di hadapan nya itu.

“Daniel, sudah ayo pulang, kau sudah terlalu mabuk.” ucap Genta yang sedikit khawatir pada teman nya itu, pria itu bahkan tidak sanggup untuk membuka kedua mata nya lantaran terlalu mabuk.

Genta dengan paksa membawa Daniel keluar dari tempat itu dan membawa nya ke dalam mobil, beruntung Daniel sempat memberitahu di mana apartemen baru nya hingga dengan cepat Genta melajukan mobil nya menuju alamat Daniel.

Sedangkan di apartemen kini Bianca tengah duduk di sofa seraya menunggu kepulangan Daniel yang sudah hampir tengah malam namun juga tak kunjung pulang, hingga tak lama terdengar bel berbunyi, Bianca segera bangun dari duduk nya dan berjalan menuju pintu.

“Ini suami mu, jaga dia baik baik.” ucap Genta menyerahkan Daniel pada Bianca, wanita itu pun segera menangkap tubuh Daniel dan membawa nya ke sofa.

“Dia mabuk?”

1
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ka
ling_y
Lumayan
Rahmi Mamimima
suaminya kyk km .kasar . mnding prgi
Rahmi Mamimima
gini kok katanya cinta
Rahmi Mamimima
apa jgn2 ibu tiri bianca adalah ibu kandung daniel
Rahmi Mamimima
sampai sni critanya msh bgus,plihan katanya jg bagus,alurnya tdk berbelit belit
Nurjana Bakir
sudah tau bersuami masih jalan sm laki lain😀
Ririn Nursisminingsih
bianca bodoh
Ririn Nursisminingsih
a pling gregeten yaa klau istri udah di bilangin ndak nurut kyak bianca ...
Katherina Ajawaila
seru aja kalau SMP ada kaya gitu ya bukan di novel
Katherina Ajawaila
bandel Bianca, mancing udh tau buaya
Katherina Ajawaila
gemes liat Bianca, polos atau bego sih udh pernah di jahatin laki2 ko msh aja ngk pernah berpikir ya lg hamil, bikin gemes aja
Katherina Ajawaila
block aja nonnya Daniel, dari pada ribut terus
Katherina Ajawaila
mmnya Ditto ya thour
Katherina Ajawaila
itu pasti anak dr Stt PP Derrick
Katherina Ajawaila
seru jadinya, liku2 rmh tangga 🥲
Katherina Ajawaila
Ribet juga nih Bianca polos sm bego beda tipis sih. ngk mikir apa ya
Katherina Ajawaila
jadi makin seru aja thour, Daniel biar tau diri, udh punya istri masih aja arogan, gimana istri , mereka punya masalah yang sama mengenai Ortu. 🥲
Katherina Ajawaila
prettt , tau diri makanya istri a di bikin barang dagangan
Katherina Ajawaila
pusing ya kalau tinggal rmh depentan 😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!