NovelToon NovelToon
Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:218.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bhebz

Suzanne Sean Kingston, putri seorang Gengster Mongrel Mob New Zealand tak sengaja melihat sebuah peristiwa pembunuhan dan membuat nyawanya terancam.

Menjadi incaran pembunuh karena merupakan saksi kunci disaat sang kakak kandung harus meninggalkannya karena sebuah tugas negara.

Harry Sean Kingston terpaksa harus menyerahkan keamanan sang adik pada sahabatnya, Daniel Smith.

Akankah sang pengawal bisa melakukan tugasnya dengan baik ketika mereka berdua tidak pernah akur dan bisa bekerjasama?

Hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# Part 14 Asmara SP

Kashmir.

Harry Sean Kingston tak berhenti tersenyum pagi itu. Sungguh sebuah rasa baru yang ia rasakan diusianya yang sudah 27 tahun ini membuatnya hampir gila.

Dunia terasa menjadi miliknya saat ini hingga teman-temannya sesama prajurit perdamaian menganggapnya tidak waras karena sudah tak bisa menutupi perasaannya.

Setiap ada tugas untuk memeriksa keadaan kamp pengungsian ia selalu menawarkan dirinya terlebih dahulu karena mempunyai niat yang lain. Yaitu bertemu dengan Zara Mukesh yang sangat cantik itu.

Malam ini ia ingin menyatakan perasaannya pada perempuan itu. Sungguh ia sudah tidak tahan dengan hanya mencuri-curi pandang saja.

Pria tampan yang berasal dari New Zealand itu ingin seperti pasangan lainnya di muka bumi ini. Dimana mereka berdua saling berbagi rasa. Antara sedih dan gembira. Susah maupun senang.

Kamp-kamp pengungsian masih cukup ramai sewaktu ia mendatangi tempat itu.

Malam bertabur bintang dibawah langit luas diatas sana membuat anak-anak masih betah bermain untuk mengisi waktu sebelum tidur.

Pemandangan indah yang biasanya sangat cantik disaat siang hari di bawah kaki bukit itu membuat suasana malam itu terasa sangat bermakna.

Harry, dengan langkah ringan memasuki wilayah yang menjadi daerah yang sangat akrab baginya akhir-akhir ini. Ia telah meminta izin pada kepala suku yang mengurusi kamp pengungsian itu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada orang yang dituakan di tempat itu.

Ia pun mempercepat langkahnya ke dalam area kamp tempat perempuan cantik itu berada. Beberapa hadiah yang sudah di bungkus cantik ia bawa untuk dijadikan buah tangan.

Langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat Zara Mukesh sedang duduk sendirian di kaki tenda seraya menghapus airmatanya.

Gadis itu menangis sendirian di tempat itu seraya memandang hamparan bintang yang menghiasi langit malam itu.

"Salaam Nona Mukesh!" sapanya dengan suara pelan. Ia sudah lama berdiri di sana tetapi sepertinya perempuan itu sedang sibuk dengan pikirannya sendiri hingga kedatangannya tak diperhatikan.

"Salam Tuan." jawab perempuan itu seraya menyusul airmata yang nampak masih betah mengalir dari kelopak matanya yang bulat indah.

"Apa aku menganggu?" tanya Harry dengan sopan. Pria itu kemudian mendekat dan berakhir duduk di samping perempuan itu beralaskan rumput.

Zara Mukesh menggelengkan kepalanya dengan tatapan masih betah berada di atas hamparan bintang-bintang yang sangat indah itu.

Harry Sean Kingston ikut menatap bintang itu kemudian berucap,

"Kamu tahu Nona Mukesh, diantara bintang yang bercahaya di atas sana, ada yang sedang redup sinarnya." Zara Mukesh mengalihkan pandangannya dari atas langit ke wajah Harry yang juga sedang memandangnya.

Nampak sekali wajah sembab itu menunggu kalimat selanjutnya dari mulut pria tampan di sampingnya itu.

"Bintang yang redup itu kamu nona Mukesh." perempuan cantik itu tersentak kemudian berhasil menguasai perasaannya.

"Aku bukan bintang Tuan. Aku hanya pecahan meteor yang suatu saat akan meledak dan menghancurkan galaksi." Zara Mukesh kembali memandang langit.

"Katakan padaku apa yang membuatmu menangis?" tanya Harry berusaha untuk lebih akrab. Perempuan cantik ini benar-benar merupakan misteri besar baginya.

Zara Mukesh terdiam. Ia ingin mengatakan sesuatu yang menggangu hatinya tetapi ia takut.

"Aku menyukaimu Nona Mukesh. Dan Aku berharap kamu mau mengenalku dengan baik begitu pula sebaliknya."

Perempuan itu tersentak kaget kemudian tersenyum kecut. Ia tidak menyangka perempuan seperti dirinya bisa disukai oleh seorang prajurit tangguh kepercayaan dunia.

"Aku tidak pantas untuk itu Tuan. Itu terlalu istimewa buatku yang hanya perempuan rendahan seperti ini." jawabnya setelah lama terdiam.

Harry Sean Kingston tersenyum kemudian dengan berani meraih tangan perempuan cantik itu.

"Kira semua sama Zara, jangan pernah berkata seperti itu. Aku menyukaimu dan berharap kamu bisa menjadi istriku." ujar Harry dengan tatapan memohon. Perempuan itu segera menarik tangannya karena tidak nyaman.

"Tapi aku tidak bisa Tuan. Maafkan aku." Zara Mukesh berdiri dari duduknya dan ingin meninggalkan tempat itu tetapi tangannya diraih kembali oleh Harry.

"Apa kamu sudah jadi milik orang lain?" Zara tidak menjawab tetapi langsung melepaskan tangannya. Ia Pergi dari sana dengan mata berkaca-kaca.

Harry Sean Kingston hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengusir rasa kecewa dari dalam hatinya.

🍀

Keesokan harinya,

Harry Sean Kingston seketika menampakkan wajahnya yang dipenuhi kekhawatiran saat mendengar kejadian buruk yang terjadi pada Adiknya di Moskow.

Daniel Smith memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa menjaga Suzanne dengan baik yang berakhir mendapatkan kecelakaan yang mengancam nyawa gadis itu.

Akhirnya ia menghubungi sang Daddy di New Zealand dan memberikan informasi kalau adiknya itu sedang dalam bahaya dan ada baiknya mereka berdua datang untuk menjemputnya di Moskow.

"Lapor Pak Harry. Ada bom yang meledak lagi di kawasan barat kamp pengungsian!" lapor Tom Daley dengan wajah serius. Harry Sean Kingston segera menutup handphonenya yang ia gunakan untuk berbalas pesan dengan Daniel di Moskow.

"Aku akan segera kesana." jawab pria itu dengan langkah cepat seraya mengambil perlengkapannya.

Sesungguhnya ia bukanlah orang yang punya jabatan khusus di dalam Militer Zew Zealand, tetapi karena keahliannya dengan alat peledak akhirnya ia sering mendapatkan permintaan bantuan dari pihak pemerintah untuk menangani hal-hal yang sangat berbahaya ini.

Malam ini sebenarnya adalah malam terakhirnya bergabung dengan para prajurit pilihan dari berbagai negara ini.

Ia tidak akan menunggu sampai pasukan perdamaian PBB ini ditarik kembali ke negaranya masing-masing karena tugasnya sudah selesai.

Dalam beberapa hari ini, gencatan senjata antara dua negara yang bertikai ini sudah mulai menunjukkan hasil. Tak ada lagi bunyi tembakan dari arah perbatasan.

Tetapi malam ini sepertinya ia akan kembali bekerja ekstra. Sebuah ledakan kembali terjadi dan itu sangat berbahaya bagi rakyat sipil karena berada di sekita kamp pengungsian.

"Apakah ada korban?" tanyanya pada Tom, Pria yang berusia sama dengannya itu.

"Ada kapten!" jawab prajurit itu yang langsung membuat langkah Harry terhenti.

"Oh ya Allah." ujarnya pelan. Ia sungguh mengutuk pelaku jahat yang tidak pernah mau melihat rakyat damai dan tenang. Pria itu kemudian melanjutkan langkahnya dengan cepat. Ia harus segera sampai di tempat kejadian perkara sebelum jatuh korban berikutnya.

Perlengkapannya pun ia pakai. kemudian mulai menyisir tempat yang sudah pernah ia periksa beberapa hari yang lalu ini.

Bersama dengan prajurit lainnya yang juga ahli menaklukkan bahan peledak, ia pun mulai bekerja.

Sepertinya ia sudah bisa menebak kalau pelaku utama yang meletakkan bom ini adalah orang dalam kamp pengungsian ini sendiri.

BIP

BIP

BIP

Alat yang ia gunakan untuk mendeteksi benda berbahaya yang ada ditangannya berbunyi berkali-kali. Dan itu menandakan kalau titik-titik bom yang sedang terdeteksi rupanya sangat banyak.

Harry Sean Kingston menatap wajah temannya dengan wajah khawatir.

🍀

*Bersambung.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

1
ayu cantik
panas
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
sangat bagus ceritanya. tidak bertele tele.
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
hahahha.. ternyata tantenya elmira org bulukumba. knp bukan org takalar?
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
ahhayyy...
Sukmawati,s.pd Sukmawati,s.pd
kayak otor ini jago bhs india 😄
yuliati sumantri
Luar biasa
fian widy
👍🏻
Sita Sit
paling ngeprank Suzanne ni,soalnya Suzanne ngeyel diomongin sih
Sita Sit
deg2 an
Sita Sit
seru nih
Sita Sit
keren keren bgt
Sita Sit
hm hmm ,jatuh cinta barengan nih kakak adik
Sita Sit
suzanne hati2 kamu ya,itu Javier penjahat lo
Sita Sit
cie cieee
Sita Sit
jodoh pasti ketemu lagi nanti Daniel suzanne
Sita Sit
ada bunga2 dihatinya Suzanne nih
Sita Sit
Hary jodohnya Elmira ni,sepupunya Daniel
Sita Sit
dih Daniel kesempatan dalam kesempitan tuh ,nyuri2 kiss
Sita Sit
awas hati2 ya kalian berdua,benci pasti jd bucin nih bentar lagi
Sita Sit
suzane duh kamu kok ngeyel dibilangin Daniel,Javier itu penjahat sesungguhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!