NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Hana... Kamu... Kamu kesini mau ngapain?" tanya Dzaki merasa gugup.

Hana tersenyum getir. Ia membuang muka sekilas, merasa jijik melihat dua pendosa di hadapanya kini. "Kamu nggak perlu tahu lagi urusanku, Dzaki! Lebih baik kamu urus saja gundikmu ini. Kalau bisa, bawa saja dia pergi dari sini. Mataku sakit melihat air mata buayanya!"

Dzaki hanya mampu memejamkan mata dalam-dalam. Dalam situasi seperti ini, tak mungkin ia berdiri di antara kedua wanita itu. Lalu, pandangan Dzaki jatuh pada Mona.

"Mon, aku kan sudah bilang sama kamu. Nanti aku pulang! Kamu nggak perlu susul aku jauh-jauh! Kasian bayinya," didepan Hana, secara terang-terangan Dzaki mengusap perut gundiknya itu.

Istri mana pun pasti tidak akan kuat melihatnya. Dada Hana bak tertusuk ribuan jarum, bahkan rasanya hampir meledak karena saking sesaknya.

"Jadi, pria tadi suaminya Hana? Dasar tidak tahu malu," geram Danish yang saat ini bergeming didepan pintu lift.

Mona mengusap sisa air matanya. Ia melirik Hana sekilas, seakan, dengan sikap sayang Dzaki kepadanya itu, sudah menjadi 1 point untuk meraih kemenangannya. "Rasain kamu, Hana... Gimana? Sakit 'kan melihat suamimu lebih memilihku?! Heh!" tawa batinnya.

Tiba-tiba...

"Hana, sudah... Ayo kita pergi!"

Hana tersentak ketika tanganya digenggam oleh Danish tanpa aba-aba. Namun ketika ia menatap mata itu, seolah Danish tengah berkata 'balaslah mereka!'

Danish menatap kearah Dzaki sekilas, "Mari Pak Dzaki, saya dan Hana duluan!"

Sembari mengeratkan genggaman tangan Danish, Hana beranjak mengikuti tarikan tangan pria tampan itu. Ia merasa puas, akhirnya dapat membalas suaminya.

Dzaki menegakan badanya. Entah mengapa, melihat Hana bersama pria lain, hatinya masih juga panas. Bahkan, Dzaki sampai mengepalkan tangan, matanya terhunus tajam ketika melihat pemilik Morez Group itu menggandeng tangan Istrinya penuh kepemilikan.

"Brengsek! Hana diam-diam juga berkhianat di belakangku... Awas saja mereka!" batinya dengan nafas terengah.

"Mas Dzaki, kamu mau kemana?" Mona menahan tangan suami sirinya, ketika langkah Dzaki ingin mengejar Istrinya.

Dzaki urungkan niatnya. Tanganya masih terkepal, hingga dirinya terpaksa membiarkan Hana masuk kedalam mobil Danish.

"Dzaki... Ayo kita pulang! Aku nggak mau ya, kamu lagi-lagi harus melihat Hana. Biarin aja jika dia memang sudah punya kekasih. Itu berarti... Hubungan kita akan berjalan tenang kedepanya," suara Mona melemah, namun hatinya merasa bahagia.

Sementara di dalam mobil, Danish membuka suara. "Jangan dalah paham dengan sikap saya tadi. Saya hanya ingin membantu kamu saja," katanya dengan suara dingin.

Hana menoleh sekilas. Tanpa di beri tahu pun, ia juga sudah paham akan hal itu. "Pak Danish tenang saja. Saya tahu akan hal itu. Terimakasih sudah membantu saya!"

Suasana mobil kembali hening.

*

*

Sementara di rumah sakit,

Bu Ana sejak tadi menimang Baby Keira, sebab bayi 2 bulan itu lagi-lagi menolak untuk meminum susu formulanya.

"Sayang... Cucu Oma yang cantik... Udah ya nangisnya. Nanti muka Keira merah semua, loh!" gumamnya sambil mengelap air mata Keira.

Bik Inem juga sejak tadi mengikuti Majikannya menimang, sambil memegangi tongkat infus Keira. "Bu... Kalau capek, sini biar saya saja yang gendong. Katanya tadi, Ibu mau telfon Den Danish?!"

Tapi, belum sampai Bu Ana menjawab, tiba-tiba pintu terbuka dari luar.

Ceklek

"Assalamualaikum...."

"Walaikumsalam...." jawab Bu Ana dan Bik Inem bersama.

Senyum Bu Ana merekah kala melihat putranya datang membawa calon Ibu susu untuk cucunya-Keira.

Hana berjalan mendekat, tersenyum hangat sambil bersalaman sekilas pada Bik Inem dan Bu Ana. "Bu... Bagaimana kabar Keira?"

Sambil menatap cucunya sekilas, Bu Ana menjawab, "Ini, baru saja tidur lagi, Hana... Kamu bisa lihat sendiri 'kan, wajahnya aja sampai sembab."

Jemari Hana menyapu wajah kemerahan Keira akibat tangisanya tadi. Dalam dengkuran halus itu, sesekali mulit kecilnya sesegukan. Bulu lentik itu tampak lebih basah-Hana mengusapnya lembut.

"Sebentar, Saya tidurkan dulu...." kata Bu Ana sambil beranjak menuju ranjang.

Namun, baru saja badan Keira menyentuh kasur, tiba-tiba tangisanya kembali pecah.

Oek...! Oek....!!

"Eh, cup-cup sayang...." Bu Ana kembali lagi berniat untuk mengangkat tubuh Keira, namun lenganya ditahan oleh Hana.

Hana berkata lembut, "Bu... Biar saya saja, ya! Ibu pasti lelah 'kan? Mungkin Keira haus. Biar saya susui dulu."

Bu Ana mengangguk. Ia menarik tubuhnya menjauh, membiarkan Hana mengangkat tubuh Keira. "Sayang, kamu haus ya? Keira laper juga ya? Sebentar ya....."

Hana menatap kearah Danish sekilas, lalu kembali menatap Bu Ana. Seolah paham dengan tatapan gundah itu, Bu Ana lalu mendekat kearah putranya.

"Dan... Keluar, cepet!" bisik sang Ibu, mengangkat dagunya kearah pintu.

Danish menatap bingung. Ia bahkan sampai memegang bahunya ketika mendapat dorongan dari Ibunya. "Mah, apaan, sih? Aku kan mau lihat putriku! Lagian, aku nyium Keira aja belum, kok di suruh keluar?!" protesnya kesal.

Bu Ana menajamkan matanya, sambil berbisik, "Dan... Itu Hana mau susui Keira!"

Barulah Danish paham. Manggut-manggut. Setelah menatap Hana sekilas, ia berlalu keluar.

Dalam dekapan Hana, bayi mungil itu tiba-tiba saja berhenti menangis. Kedua mata Keira mengerjab, dan tak lama itu senyum merekah terlukis pada bibir mungilnya.

Hana menjatuhkan tubuhnya diatas sofa. Bik Inem pamit keluar, merasa segan melihat Hana akan menyusui. "Sayang, bismillah ya, Keira nenen...." bisiknya.

Bibir Bu Ana mengulas senyum lembut. Ia masih berdiri di depan pintu, menatap dalam kearah Hana, sosok wanita asing yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan cucnya. Kehadiran Hana bagaikan malaikat penyelamat bagi hidup Keira. Bayi mungil yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Jika teringat rumah tangga putranya, dada Bu Ana terasa sesak. Akibat keegoisan suaminya dulu perihal masalah bisnis, hingga putranya sendiri harus menjadi tumbal perjodohan antar dua perusahaan.

Danish beberapa kali sempat menolak, sebab saat itu dirinya sudah menjalin hubungan dengan salah seorang Dokter di rumah sakitnya, hampir 5 tahun lamanya.

Karena mendengar kabar Danish di jodohkan dengan putri Direktur Rumah Sakit, jadi wanita itu memutuskan keluar, dan kembali melanjutkan pendidikanya di LN.

Dan terjadilah pernikahan Danish dengan Ibu Keira, yakni Rani Almira.

Namun sebelum kepergian Rani dari rumah, sempat terjadi pertengkaran hebat antara dirinya dan Danish.

Sementara di luar, sosok tampan berusia 32 tahun itu sedang duduk termenung di kursi tunggu. Pertengkaran hebat antar ia dan sang Istri, kini bagaikan melodi usang yang berputar keruh dalam otaknya.

Di dalam kamar luas dan megah dengan interior mewah itu, suara Rani pecah, menggema kuat. "Aku nggak bisa terus-terusan seperti ini, Danish! Aku masih ingin bebas, nggak terikat dengan bayi itu!" tunjuknya kearah box bayi Keira. Sementara bocah mungil itu tengah asik menikmati mainan yang menggantung diatas boxnya. "Aku capek kaya gini terus! Badan aku jadi rusak, dan... Dan semua mimpi-mimpiku jadi model internasional harus gagal!"

Danish memejamkan mata dalam-dalam menahan emosinya yang juga siap meledak. Dadanya sudah kembang kempis, merasakan sesak yang kian menyergap.

"Kamu enak dapat bebas-"

1
akukaya
kau yg tak pandai baca situasi... dan tak pandai kawal diri... konon dingin padahal mengawal diri laaa tu ...ada rasa getaran chinnntaaa... ptuiiiiii 🤣🤣🤣
Dewi Sinta
aprilia atau shofi thor 😌
74 Jameela
wooooeeeeyyyy..jaman udh millenial kok msh trllu ngejunjung tinggi balas budi gk hrs gt jg keleeeessss🤮🤮..jijik banget sm si tentara...cinta kok meksoooo..iku jenenge terObsesi🤮
akukaya
Pikun? kan udah lihat DRAMA di Rumah Sakit kamu.
akukaya
ni selalu kesilapan ibu² muda... walau masih nifas, bersih²,kemas,wangi,rajin mandi itu wajib... lelaki memang mata lalat... tapi bila isteri tak pandai urus diri, si mata lalat ni hinggap ke tahi lain juga... sbb si mata lalat ni,. lihat betina/sampah lain tu wangi lebih dari isterinya sendiri... maka... dlm permasalahan pasangn dlm citer ni... keduanya sama² SALAH... itu saja.... lihat kan... sesudah ditinggalkan boleh pula melawa mempercantikkan diri... kenapa masa² nifas biarkan diri berdaster dn lambat mandi... tiada alasan tak sempat... ok faham perasaan sedang berkabung krn kehilangan bayi,.. silapnya Hana ni terbawa bawa rasa kehilangan itu... Kehilangan bayi ,ya aku simpati..... 😁.. jika pun ada kisah benar begini ... aku tak berani komen.... hahahahhahahahahahahahaha
akukaya
mana ada Eddah... talak 3 .. tak ada ruang buat rujuk dah... selain CINA BUTA... huhuhu
Elly Sukanti
nahh loh Hana ketemu sm masa lalunya
Nona aan Chayank
Maaf Thor, tapi bukannya Dzaky sdh menjatuhkan talak tiga ke Hana yaa? Kok bisa seenaknya masuk rumah Hana lagi dan dibiarkan pula oleh Hana??
Jumi Atin
padahal alurceritanya bagus,tp, banyak ngk relevan dgn cerita awal , skip
Rαtu Mαtchα🍿
Lanjut thor
echa purin
👍
An'ra Pattiwael
hana jgn terlalu oooonnnn
Anonim
masa lalu denis blm selesai2
Sativa Kyu
👍👍
Ana Burhaini
Hhh itu lukman knp histeris
Ana Burhaini
Mantap hana jgn mau di madu laki "mau enk ny aja ga berpikir sakit nya di khianati jgn goyah hana 💪💪
Ana Burhaini
Smgt hana raih kebhagiaan mu tanpa seorang suami pngkhianat percantik diri dan kesukses an mu hana
Ana Burhaini
Mona pelakor ga punya rsa belas kasihan sm temen sendiri yah begitulah kl pelakor ga peduli suami temen
Cut Dini
❤️❤️❤️
Alfa Hana
kayaknya madh pernah bilng kalau bapaknya pergi pas hana umur 1th dan belum bisa mengibgat bapaknya kok disisni hana umur 4th dan mengingat bapaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!